Berawal dari sebuah pertemuan singkat yang tidak di sengaja, berubah menjadi sebuah drama panjang seumur hidup.
Berniat ingin keluar dari lingkungan keluarga yang menurut nya toxic. Membuat Ilona terjebak akan sebuah pernikahan dini dengan dewa penyelamat di masa lalu.
Akan kah Ilona bahagia dengan kehidupan barunya?
Akankah Ilona bisa menyembuhkan luka lamanya dengan kehidupan yang baru?
Dan akankah, Ilona sanggup bertahan bersama laki laki asing yang sudah menjadi pilihan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
...~Happy Reading~...
‘’Assalamualaikum, Kak Ken?” sapa Ilona segera mencium punggung tangan Ken saat ia memasuki mobil.
‘’Walaikumsalam … Bagaimana sekolah mu hari ini? Tidak buat ulah kan ?’’
‘’Astagfirullah, gak baik loh su'udzon sama istri sendiri. Apalagi istri baik kaya Ilo begini ckckckck!” Gadis itu berdecak yang membuat Ken seketika langsung mendengus, ‘’Oh iya kak, besok kayaknya Ilona harus pergi sama temen Ilona deh. Kita mau ngerjain tugas di rumah dia, dan—”
‘’Siapa?” potong Ken cepat,. “Kamu udah punya temen? Ini baru hari pertama loh? Rumah nya dimana? Cewek atau cowok?” tanya Ken beruntun.
Bukan menjawab, justru kini Ilona malah melebarkan senyuman nya, gadis itu mengubah posisi menyamping dari duduk nya agar bisa lebih jelas menatap wajah Ken.
‘’Ngapain?” tanya Ken mengerutkan dahi, lalu Kembali fokus pada kemudi nya.
‘’Kakak cemburu? Takut, atau—“
Ctakkk!
‘’Kakakkk!” pekik Ilona langsung menyentuh kening nya, saat tiba tiba Ken malah justru menyentil kening itu ketika mendapatkan tuduhan dari Ilona.
‘’Jangan lupa, kamu disini masih baru ! Kamu disini ikut aku, kalau sampai ada sesuatu sama kamu, aku yang harus tanggung jawab ! jadi jangan macem macem, kemana pun kamu pergi, sama siapa harus jelas dan harus dengan persetujuan aku, ngerti !’’ omel Ken panjang lebar seketika membuat Ilona langsung memanyunkan bibir nya.
Gadis itu menganggukkan kepala nya dengan pelan, “Mengerti!” jawab nya sedikit terpaksa.
‘’Jadi ?’’
‘’Ya jadi lah, besok pulang sekolah—‘’
‘’Maksud ku, jadinya gimana ? Jawab dulu pertanyaan ku tadi, astagfirullah Ilonaaaa!” Ken langsung menggeram saat Ilona ternyata tidak bisa nyambung saat ia ajak bicara.
“Astagfirullah kakak jangan marah marah kenapa sih. Iya iya, Ilo besok mau pergi nya ke rumah Namira, di sana mau ngerjain tugas bertiga. Karena rumah Namira yang paling deket jadinya—”
‘’Bertiga, siapa lagi?” potong Ken.
‘’Rena! Semua nya cewek! Rumah Namira katanya ada di jalan paus. Tapi aku gak tahu paus itu dimana, aku tahunya hiu di laut!” cetus Ilona mendengus kesal sendiri.
Dan sepanjang perjalanan pulang ke rumah, keduanya terus berdebat untuk mempermasalahkan hal yang sebenarnya tidak begitu penting. Entah karena memang Ilona masih baru di Jakarta, Ken tidak mau terjadi apa apa karena sudah merasa bahwa Ilona adalah tanggung jawab nya.
Atau, memang Ken yang seolah tidak terima, dan takut jika nanti Ilona pergi bersama seseorang. Seseorang? Siapa?
Walau sejujur nya, Ken sendiri sedikit heran kenapa Ilona di hari pertama sekolah langsung mendapatkan dua teman baru. Bahkan sampai membuat rencana akan mengerjakan tugas bersama.
Tapi, Ken sendiri juga tidak mau terlalu mengekang Ilona. Karena ia juga pernah merasakan masa seperti yang Ilona rasakan saat ini. Ia tidak mau di kekang, dan ia mau bebas. Maka darii tu, sebisa mungkin Ken tidka mau terlalu mengekang Ilona, tapi juga tidak mau terlalu membebaskan nya.
Biar bagaimana pun , Ilona adalah masa depan nya. Yang mana sampai kapan pun tidak akan ia lepaskan. Maka dari itu, Ken tidak mau terjadi sesuatu dengan Ilona.
‘’Kamu mau makan apa? Kita mampir dulu di restauran !’’ tanya Ken.
‘’Aku udah kenyang Kak.” Sontak saja, Ken segera menoleh ke samping, menatap wajah Ilona yang memang Sudah terlihat sedikit Lelah.
‘’Kamu udah makan? Makan apa?” tanya Ken mengerutkan dahi nya.
‘’Banyak hoaammm!” jawab Ilona sedikit menguap, “Tadi di traktir sama Namira. Ah iya, besok uang jajan Ilona bisa tambahin dikit gak? Ternyata harga makanan di sana mahal mahal, tadi Ilo Cuma bisa beli minuman doang. Tapi nya untung ada Namira yang bayarin., jadi—“
‘’Kamu ngutang?” tanya Ken dengan cepat memotong perkataan Ilona.
‘’Enak aja ngutang!” seru Ilona seolah tidak terima dengan kosa kata yang baru saja di katakana oleh Ken, walau sebenarnya secara tidak langsung memang ia mengutang kepada Namira.
Tapi tetap saja, itu traktir bukan hutang, pikir nya.
‘’Sebagai bentuk persahabatan baru, dia tahu kalau Ilona gak punya duit kayak nya, makanya dia traktir aku sama Rena. Tapi nya besok gantian aku, dan lusa Rena. Begitu, kakak ada duit kan?” jelas Ilona panjang lebar yang hanya mendapatkan balasan oh ria dari sang empu nya.
‘’Ah percuma gak sih ngomong Panjang lebar sama kakak, balesan nya Cuma begini, mending Ilo tidur! Hoaaammm!’’ lagi lagi gadis itu menguap, dan tak butuh waktu lama ia pun sudah terlelap dengan posisi menghadap ke arah Ken.
Sementara itu, Ken yang melihat Ilona tertidur hanya bisa melirik nya sebentar lalu menarik napas nya sedikit panjang sebelum akhirnya ia kembali fokus pada setir kemudi nya.
...~To be continue …. ...
setelah menunggu sekian tahun.. semngat 💪 mom ...aq tunggu up selanjutnya
ada crita barunya mereka agak ya..q kok lm gak baca crita km ya mommy