NovelToon NovelToon
Temui Aku Di Sisi Lain

Temui Aku Di Sisi Lain

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Teen School/College / Persahabatan / Penyeberangan Dunia Lain / Light Novel / Tamat
Popularitas:13.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ripley

Namaku Protagonis, umur 16 tahun, follower IG hanya sampai dua digit angka, seorang anak SMA biasa. Tapi aku punya rahasia yang hanya aku yang tahu.

Bayangkanlah sebuah tempat yang terbentang sebuah padang perdu seantero mata memandang. Tanah subur, gunung sempurna lancip, juga hantu gentayangan.Tempat ini memang penuh hantu gentayangan atau kami sebut sebagai Yoma.Sebuah tempat dimana seluruh hal mistis di dunia menjadi kenyataan, itulah dunia bernama Sisi Lain. Tempat rahasiaku seorang.

Suatu hari, aku menemukan fakta bahwa tidak hanya aku seorang yang mengetahui rahasia dunia Sisi Lain. Mulai hari itu, duniaku berubah 180 derajat. Aku menjelajahi Lawang Sewu, bertarung melawan Genderuwo, dan masih banyak lagi petualangan yang aku alami di Sisi Lain.

Ikuti kisahku bersama teman-temanku, Nadla si Gadis Antagonis, Antara si Ilmuwan Gila, Mahendra si Buaya Darat, Anje si Dewi Pemarah, Sally si Kanjeng Ratu, dan si Konyol Zoya dalam mengarungi misteri dunia Sisi Lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ripley, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 14 - Hotel California (Bagian Dua)

Jantungku masih berayun-ayun seperti samsak tinju. Tubuhku gemetar hebat, mata kiriku semakin kabur sementara merah darah menghiasi mata kananku.

Kenapa jadi begini?

"Yah, gue kira jiwa watashi bakalan segera bertemu dengan yang maha kuasa."

"Keberuntungan masih berada di pihak kita. Lu brow, tepat waktu banget buka portalnya."

"Tidak, itu bukan karenaku. Probabilitas kembali selamat menjadi tinggi bila kita bertujuh bersama."

"Benar sekali," ucap Mahendra terengah. "Oke, waktunya absen."

"Antara hadir," ujar si Ilmuwan Gila.

"Sally masih idup."

"Ada."

"Nadla si Gadis Antagonis masih keluyuran bebas."

"Mahendra aman."

"Zoya di sini!"

Hening kemudian. Semua mata tertuju padaku. Tanganku masih gemetar dan pikiranku terlalu kalut tidak bisa memahami kata-kata dari Mahendra.

Sally mengguncang kedua bahuku.

"Ay, lo baik-baik aja?"

"Mukamu pucat banget Sekretaris." Mahendra menarik tanganku, aku dibantunya berdiri.

"Bener, kek orang mati gitu!"

PLAK!!!

"Zoya, mulutmu harus dijaga," ucap Anje.

Aku menghela napas dalam. Ya, aku tak boleh begini. Semua antensi ditujukan padaku.

Masih dalam rangkulan Sally, aku merapatkan kedua tanganku. "Tidak apa-apa, ini hanya karena pertempuran tadi."

Sally memelukku erat. "Kita sudah selamat kok," ucapnya lembut.

Lagi keheningan mengisi sejenak. Sesekali terdengar klakson mobil di atas kami. Aku menebak mobil itu meluncur dengan kecepatan jauh di atas kecepatan normal.

Antara menyalakan flare. Semburat bunga api menerangi lekukan langit. Kami akhirnya menyadari bahwa portal yang tadi kami gunakan membawa kami ke sebuah terowongan gelap gulita, aku lebih suka menyebutnya gorong-gorong karena lebih terlihat seperti saluran air yang besar.

Kami berjalan cukup lama sampai akhirnya bisa tiba di mulut terowongan. Sampah, air beracun, dan langit siang menyambut di luar. Di atas, sebuah kota berpendar indah. Semua bangunan hampir dipenuhi lampu yang menyeka indra penglihatan. Mirip distrik malam ketika mentari terbit bila aku bandingkan dengan yang ada di film-film Hollywood. Kota penuh cahaya, begitu yang terlintas di pikiranku.

"Kita dimana gais? Ada idea?" tanya Nadla.

"Jan tanya watashi, gue kan jarang keluar kota jadi tak banyak tau."

"Endra? oh endra?" goda Villain Marvel pada ketua Klub Karuta.

"Entah mana kutahu, nanya mbah google aja tidak bisa, sinyal ponselku juga tidak ada. Bagaimana denganmu?"

"Sama." Anje menjawab.

Aku duduk di samping mulut lorong. Sally mengelap wajahku yang penuh darah. Pandanganku mulai kembali normal.

"Rambutmu jadi merah Ay, lucu." Sally mengulurkan tanganku. Sentuhan halusnya membersihkan darah yang melukiskan tanganku. "Kenapa Ay, tangamu tremor banget."

"Iya?"

"Kenapa sih? Kamu kaya beda orang."

"Oh, maaf, ini karena darah."

"Sepertinya pulang-pulang lu harus langsung mandi," ucap Sally, senyuman manis merekah di wajahnya.

Antara menjatuhkan devaisnya. Dia mendorong kacamatanya naik. Wajahnya serius benar. "Jangan-jangan."

"Oy Antara, mau kemana kamu? Jan sendirian! Oy Nadla, kau juga jangan ikut-ikutan! Tunggu dulu si Prontagonis!"

"Watashi ikut, jan tinggalin gue Kacamata dan Gadis Bagong!" Zoya berlari menaiki undakan.

Kemudian mereka berhenti tepat di depan garis pembatas jalan. Aku tak dapat menjelaskan apa yang mereka bertiga lakukan. Mereka hanya diam mematung, mirip menhir. Yang di tengah berpaling, dia melambai pada kami.

"Buruan kalian sini, lihat tuh di sana!" teriak Zoya, suaranya hampir tidak bisa kudengar jelas.

"Zoya, Nadla, Antara, kembali lah kalian. Ini perintah dari ketua klub!"

"Udeh sini aja buruan!"

"Kembalilah!"

"Sini buruan!" seru Nadla.

Mahendra mendengus kesal. Baru kali ini dia kesal begitu. Oh Mahendra melirik kepadaku.

"Kamu sudah baikan Sekretaris? Bisa melangkah? sepertinya kita harus segera menyusul trio itu sebelum mereka membuat masalah."

"Aku tak apa,"

"Anje, Sally, kalian bantu Prontagonis jalan. Kasih tau kalau ada apa-apa."

Anje menoleh padaku. "Kemarikan tasmu, biar kubawakan."

Aku melangkah laun. Anje dan Sally membantuku menaiki undakan, bidang miring. Kakiku untungnya sudah baikan, meski masih gemetaran tapi aku bisa sampai di atas.

Kami sampai di bahu jalan.

"Ada apa Antara? tumben semangat kek gitu."

"Liat itu! Liat itu!"

"Apaan?" celetuk Anje.

"Kalian tidak tahu kah? Seperti begitu kah sikap kalian menyaksikan mahakarya umat manusia?"

"Gue tak paham." Sally membersut.

"Dua."

"Tiga."

"Ini bukan kelas berhitung," ucap Antara kecewa.

Antara mendengus kesal. Kacamatanya berubah hitam. Sementara Zoya dan Nadla di sampingnya kentara betul terpesonanya. Terpesona atas alasan apa, aku tak paham. Yang jelas, mereka berdua kenapa bisa satu frekuensi dengan Antara si Ilmuwan Gila? Aku punya firasat buruk.

Aku menengadah ke tempat yang dituju pandangan si Ilmuwan Gila.

Oh tuhan, ini buruk sekali. Astaga dragon, kenapa bisa menjadi begini.

"Oho, kau sepertinya paham wahai Sekretaris."

"Ini ..."

"Benar sekali." Antara mendorong kacamatanya naik. "Yang di sana adalah mahakarya umat manusia, layar LED terbesar di dunia. Satu-satunya ada di dunia dan kita berada di depannya."

Mahendra dan Anje memandangku penuh perhatian. Sally apalagi.

"Kita di Las Vegas, yang kita lihat di sana adalah Las Vegas Sphere," ucapku.

1
Katsumi
udah April loh ini /Doge/
Quinnela Estesa
😔 tulisan kak Ripley kadang bikin orang harus baca dua kali. metafora dari kata anak bebek kayak gini loh yang bikin orang yang suka baca cepet kayak aku jadi pusing kadang😄
^_^: bacanya jan coba artiin tiap kalimat tiap kata. dihayati aja gess. Ripley juga kadang suka enggak paham waktu baca novel orang, ada kata" baru sama metafora aneh", tapi Ripley bisa bayangin ini tuh apa tanpa tahu arti kalimatnya lewat perasaan gitu. ya intinya gitu gess
total 1 replies
Quinnela Estesa
lebih enak dibangun di atas tanah sengketa antara anak yatim sih🤣
/Scowl/
Story
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
🌀 SãñõõR 💞
jadi itu ya wewe gombel... aku pikir sama seperti kunti.../Chuckle/
🌀 SãñõõR 💞
anime jejepangan /Grin/
🌀 SãñõõR 💞
kata nyetrik bikin aku inget ladi gaga😆
🌀 SãñõõR 💞
ok lanjuttt
Story
Slenderman kah?
Story
Aturan tanda koma.
Quinnela Estesa
kuntilanak harusnya hanya patuh sama Kuntilanak Hitam aja. itu ratunya Kuntilanak soalnya.
^_^: iya sih harusnya begitu, cuman ini Sisi Lain bukan dunia biasa
total 1 replies
Quinnela Estesa
ada Prontagonis, ada Antagonis, ada bendahara, ada sekretaris, ada npc. yang paling gampang diingat cuman Zoya aja. yang lain gak tahu deh mau ngapain mereka.
Quinnela Estesa
semoga mereka masuk ruang BK semua😊
^_^: ide bagus
total 1 replies
Quinnela Estesa
bukan artis tapi dikejar2😟
Story
sejumpun apa sejumput?
^_^: yang betul sejumput ya. kebiasaan Ripley emang, bikin kata-kata baru plesetan dari kosakata dasar
total 1 replies
Story
Fourth Wall Awareness
Story
Kenapa gk dispasi.
Story
Atau sama deng.
^_^: hmmmmm ^_^
total 1 replies
Story
Hampir sama dengan nama asliku. /Sweat/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!