NovelToon NovelToon
Duda Terpaksa Turun Ranjang

Duda Terpaksa Turun Ranjang

Status: tamat
Genre:Obsesi / Duda / Konflik etika / Tamat
Popularitas:331k
Nilai: 5
Nama Author: Kirana Pramudya

"Dewa, sebaiknya kamu menikahi Gita saja. Supaya tidak memutus kasih sayang dari Mamanya yaitu mendiang Tya. Kalau wanita lain, belum tentu dia bisa menyayangi Qinan."

Suara Bu Endang terdengar dan meminta Dewa untuk menikahi adik iparnya sendiri yaitu Gita. Dewa yang baru saja menjadi duda terpaksa Turun Ranjang.

Apakah tragedi turun ranjang ini akan berakhir bahagia? Atau hanya formalitas semata untuk memberikan kasih sayang dan membersamai tumbuh kembang Qinan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kirana Pramudya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Debaran

Dewa merasa sudah cukup dia berada di tempat pemakaman. Bagi Dewa, walau Tya sudah pergi, dia akan mengenangnya dengan indah. Selain itu, Dewa merasa lega karena mengakui bahwa dia mulai mencintai Gita.

Mungkin Dewa tidak romantis karena mengatakan mulai mencintai Gita di depan pusara Tya. Akan tetapi, Dewa merasa bahwa perasaan yang tumbuh di hatinya itu juga diketahui oleh Tya. Setelah itu, Dewa kembali mengulurkan tangannya, dia genggam tangan Gita.

"Ayo, kita pulang. Mungkin Tya akan bahagia karena suaminya sendiri yang akan menjaga adik kesayangannya," kata Dewa.

Berjalan menuju ke dalam mobil, tangan Dewa masih menggenggam tangan Gita. Perasaan cinta yang Dewa miliki akan dia wujudkan dengan menjaga Gita. Semua itu karena Dewa tahu bahwa Tya sangat menyayangi Gita.

"Kamu ingin mampir ke mana? Kita bisa sekalian," kata Dewa.

"Tidak perlu ke mana-mana, Mas."

Baru saja masuk ke dalam mobil, hujan pun turun. Dewa kemudian kembali berbicara. "Untung kita sudah berada di dalam mobil, jadi enggak kehujanan. Batam pasti seperti ini, hujan bisa turun kapan saja," katanya.

"Hm, iya. Kita langsung menjemput Qinan di rumah Mama enggak, Mas?" tanya Gita.

"Kita pulang dulu saja. Hujannya sangat deras. Jalanan juga banjir ke arah rumah Mama. Nunggu hujannya agak reda yah?"

Gita kemudian menganggukkan kepalanya. Dia mengikuti saja apa yang diinginkan oleh suaminya. Kemudian tidak begitu lama, keduanya sudah sampai di rumah. Hujan siang itu turun dengan begitu derasnya.

"Kamu masuk duluan aja, Ta. Aku mau menutup pintu gerbang dulu."

"Hujan, Mas. Kamu bisa kehujanan," kata Gita.

"Gak apa-apa. Cuma sebentar kok."

"Hm, tunggu dulu. Aku ambilin payung. Jangan ditutup dulu, tunggu dulu," balas Gita.

Akhirnya gadis itu membuka pintu rumah dan mencari payung. Dengan memakai payung setidaknya Dewa tidak akan kebasahan. Gita kembali dengan memberikan sebuah payung kepada Dewa.

"Pakai payung ini, Mas."

Dewa menerimanya, kemudian mulai berjalan ke depan dan menutup pintu gerbang rumahnya. Sementara Gita sudah masuk ke dalam rumah terlebih dahulu. Masuk ke dalam kamar, Gita ingin mengganti pakaiannya terlebih dahulu, tapi urung dia lakukan karena Dewa sekarang sudah masuk ke dalam kamar.

"Sudah aku tutup pintu gerbangnya. Pintu depan juga, hujannya deres banget," kata Dewa.

"Iya, kita nunggu sampai reda dan jemput Qinan."

Dewa menganggukkan kepalanya perlahan, lalu pria itu berjalan lebih dekat ke arah Gita. Dewa ingin bertanya, bagaimana perasaan Gita sekarang. Sebab, pastilah Gita sudah mendengar mengenai perasaannya sekarang.

"Ta, boleh aku bertanya?"

"Ya, boleh, Mas."

"Kamu sudah mendengar apa yang aku sampaikan di tempat pemakaman tadi kan? Jujur, aku mulai cinta ke kamu, Ta. Awalnya aku tidak suka. Aku terpaksa menikah turun ranjang seperti ini. Namun, setelah satu tahun berlalu, aku tahu, ada orang yang mendukungku untuk bahagia dan tidak kehilangan harapan. Kamu sudah melupakan Erfan kan?"

"Sudah lama aku melupakannya, Mas," balas Gita.

Ya, Gita berkata dengan jujur. Sejak mengasuh Qinan, waktu dan pikirannya tertuju hanya kepada Qinan. Hingga sosok Erfan perlahan sudah tidak memenuhi isi hati dan kepalanya. Bahkan sejak putus, memang Gita juga berkomitmen untuk tidak main-main lagi dengan masa lalunya. Gita paham dengan perannya sebagai istri bagi Dewa.

"Syukurlah, kalau sudah tidak ada Erfan di hati kamu."

Keduanya masih berdiri berhadap-hadapan, Gita sesekali menunduk karenanya. Walau sudah menikah, perlu diingat bahwa mereka tidak pernah melakukan skin ship. Sementara Dewa semakin mengambil langkah, memangkas jarak berdiri dengan Gita.

Tanpa meminta izin terlebih dahulu, Dewa kemudian secara impulsif memeluk Gita. Ada helaan napas yang berat, kala pria merengkuh tubuh Gita. Dewa memejamkan matanya, walau pelukannya tak terbalas karena kedua tangan Gita masih luruh di sisi kanan dan kiri badannya.

Sementara Gita serasa membeku. Baru kali dia dipeluk oleh Dewa. Pun dulu saat masih menjadi saudara ipar saja, tak pernah keduanya seperti ini. Menghormati satu sama lain layaknya kakak dan adik ipar. Namun, sekarang Dewa yang berinisiatif dan memberikan pelukan yang erat kepada Gita.

Terlebih Gita lebih pendek dari Dewa, sehingga pelukan Dewa seolah menyembunyikan dirinya. Kala memeluk Gita, Dewa diam. Matanya terpejam. Wanita yang dia peluk setelah Tya dengan seerat ini adalah Gita.

"Ta, aku sungguh-sungguh dengan apa yang tadi aku ucapkan kepadamu di tempat pemakaman. Aku mulai mencintaimu, sejak kapan aku juga tidak tahu. Melihat kamu bisa menghadirkan tawa untuk Qinan, melihat kamu yang hadir di tengah kami berdua yang kehilangan, perlahan-lahan menyemai kembali bunga di hatiku. Izinkan aku mencintaimu, Ta. Aku tidak bisa menjanjikan apa pun, tapi aku akan menjaga kamu."

Saat Dewa mengatakan semua itu, hati Gita berdebar-debar. Air matanya bahkan berlinang dengan sendiri. Ada rasa takut, ada rasa sungkan, dan malu dipeluk oleh Dewa. Mereka yang semula ipar, lalu situasi berubah pasti akan merasakan semuanya ini.

"Sekarang, barulah aku merasakan bahwa Allah mengizinkanku memiliki dua cahaya sama seperti Usman bin Affan. Dari Tya aku tahu cahaya yang menyematkan perjuangan dan menahan rasa sakit. Dari kamu, aku melihat cahaya hangat yang riang dan menunjukkan senyuman untuk menghapus duka. Tya akan menempati ruang di hatiku, Ta ..., pun kamu yang menempati bagian yang lain. Maaf, dulu aku membandingkan kamu dengan kakakmu sendiri. Maaf, dulu aku egois dan merasa bahwa akulah yang paling kehilangan. Aku tidak menyadari ketika Allah kirimkan penolong yang lain dalam sosok dirimu. Kamu mau memaafkan aku kan?" tanya Dewa.

Gita menganggukkan kepalanya."Aku sudah memaafkan kamu jauh-jauh hari sebelumnya. Aku tidak menyimpan dendam," balasnya.

Dewa mempererat pelukannya. Keegoisan membuatnya berprasangka buruk terhadap Gita. Padahal Gita memiliki hati yang baik dan tidak mendendam. Dewa memejamkan matanya, menyadari betapa bersalahnya dia dulu.

"Siapa sangka, ada perasaan yang mulai bersemi di hati ini. Semua karena kamu, Ta," kata Dewa.

Gita yang terisak lirih, akhirnya memejamkan matanya. Dia tidak tahu arti debaran di hatinya. Namun, Gita merasa mungkin pria yang sekarang memeluknya itu akan bisa menjaganya. Semoga.

1
Ni Wayan Sudarni
aduhhh, aku jadi kangen dg Batam sempet tinggal dan kerja di Batam View Beach resort selama 2 th dan ketemu suami kerja di sana sama2 orang Denpasar Bali, jodoh ku di Batam mungkin kalo di jadiin novel yaa wkwkwk, mksh thor
Alissia
/Facepalm/
Alissia
/Smirk/
Alissia
🙄🙄🙄🙄🙄🙄
Eli Maliani
bagus ceritanya
dina
Luar biasa
A Z I Z A H
makan hati banget jadi gita, hrs memaklumi sepanjang hidup
capek bangeeeettt
capek badan ngurus ponakan sekalian hamil
capek hati, terpaksa memaklumi suami yg selalu membanding2kan dg almh sang kk
A Z I Z A H
kenapa kesan nya gita yg mau banget nerima pernikahan ini
dih laki bersyukur
tau gitu, rawat aja anaknya ga usah kawinin bapaknya
Yus Warkop
udah tamat atau gimna belum up
Idha Giatno
Luar biasa
hasimnely
kang modus
Yani Hendrayani
bagus
Kirana Pramudya: Terima kasih💗💞
Baca karya yg lain juga yuk, Kak.
Asmaradhana Putri Ningrat juga bagus loh, Kak. 🤗🤗
total 1 replies
suharlina
extrapart anaknya
Enisensi Klara
terima kasih kisahnya apik KK ,ditunggu kisah lainnya 🥰
Enisensi Klara
lope lope deh utk kalian bahagia sepanjang masa 🥰🥰🥰🥰
Enisensi Klara
Ah nyebelin emang dewa 😳
Enisensi Klara
welcome baby boy ❤️😙❤️
Enisensi Klara
aduh aku ikutan mules ini 😳😳
Enisensi Klara
harusnya tau kan udah pengalaman waktu Tya hamil dulu 😤
Enisensi Klara
Dulu suami ku aja nolak kerja luar kota pas kehamilanku udah besar ,harusnya dewa gitu lah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!