NovelToon NovelToon
Talak Dimalam Pertama Pernikahan

Talak Dimalam Pertama Pernikahan

Status: tamat
Genre:Menikah Karena Anak / One Night Stand / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romansa / Tamat
Popularitas:5.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: rafizqi

Tepat dimalam pertama pernikahan, dimana malam yang seharusnya menjadi hari bahagia bagi Aluna, namun harus berakhir duka sebab Bagas yang telah sah menjadi suaminya kepergok berselingkuh bersama Sania, adik tiri Aluna. Aluna pun terpaksa di talak demi menikahi Bagas dan Sania.

Malam itu pun menjadi malam kehancuran bagi Aluna. Namun, sesuatu terjadi ketika dia diam-diam pergi dari rumah dan menawarkan diri kepada pria asing di sebuah Club hingga dia melakukan hubungan semalam yang menyebabkan dirinya mengandung anak pria asing tersebut.

Bagaimanakah nasib Aluna selanjutnya?

EKSLUSIF HANYA DI NOVELTOON. JIKA ADA DITEMPAT LAIN SUDAH PASTI PLAGIAT.

IG author: @rafizqi0202
fb: Rafizqi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 24

Aluna sampai didepan rumahnya. Langkahnya terasa berat, dadanya pun terasa sesak melihat bendera kuning yang berjejer disepanjang pagar rumahnya. Air matanya tak henti-hentinya mengalir dengan perasaan sesal karena tidak bisa melihat dan bertemu neneknya disisa-sisa terakhir hidupnya.

Disaat Aluna sampai didepan pintu rumah, tatapan kebencian semua orang mengarah kepadanya. Namun Aluna tak peduli lagi, dia melangkah masuk, sebab dia hanya ingin melihat wajah neneknya untuk yang terakhir kali.

"Jangan menyentuh ibuku!"

Aluna menatap ayahnya, lalu menghentikan tangannya yang ingin membuka kain penutup wajah jenazah neneknya, Tatapan dingin penuh kebencian terlihat begitu mendominasi di wajah sang ayah.

"Untuk apa kamu datang, jika hanya untuk membuat luka bagi keluarga ini?" Pak Wijaya masih berseru dingin.

Air mata Aluna mengalir melihat ayahnya yang memalingkan wajahnya dengan amarah disaat Aluna hendak menghampiri.

"Jangan pernah menyentuh ibuku. Kami bukan bagian keluarga mu lagi. Karena ulah mu lah ibuku sampai meninggal. Tidak hanya istriku yang mendapat sial karena dirimu, tetapi seluruh keluarga ini sudah mendapatkan kesialan sejak kelahiran mu"

Dadanya terasa semakin sesak. Teganya. Tega sekali ayahnya berkata seperti itu. Aluna merasa hatinya remuk redam memikirkan sang nenek yang belum sempat dia jumpai, kini ayahnya malah mengatakan bahwa dirinya lah pembawa sial keluarga ini.

Semua orang yang hadir di rumahnya terlihat diam tak berani bersuara. Ada yang mengiba, ada juga yang bersyukur karena menganggap bahwa Aluna pantas mendapatkannya, sebab sudah berprilaku tidak senonoh dan mempermalukan nama baik keluarga. Semua itu tidak lepas dari campur aduk fitnah yang disebarkan oleh Sekar, ibu tiri Aluna, yang selama ini selalu membalikkan fakta dan membuat nama Aluna buruk dimata semua orang.

"Pa. Ijinkan aku bertemu nenek. Sekali ini saja, jangan halangi aku pa" Aluna berujar dengan tatapan mengiba.

"Untuk apa?" Pekik Wijaya.

"Untuk apa lagi. Karena kematiannya kali ini karena dia terlalu memikirkan hidup mu yang tidak terpuji itu. Ulahmu yang sudah membuat nenekmu sampai meninggal. Kamu mau apa setelah apa yang terjadi sekarang, hah? Kamu itu memang anak pembawa sial. Susah payah aku membesarkan mu, tapi kamu malah mempermalukan wajah ku dengan tingkahmu yang tidak senonoh." Lanjutnya yang masih dengan nada kasar.

Aluna menangis, hatinya terasa dirobek begitu saja. Bagaimana bisa ayahnya mengatakan itu?

Sementara, Sekar dan Sania nampak mencebikkan bibirnya keatas, menatap puas penderitaan yang dialami oleh Aluna. Tak hanya mendapatkan keuntungan dengan kematian nenek Asila, tapi kini mereka juga mendapatkan poin besarnya, karena mereka berhasil menghasut Wijaya bahwa kematian nenek Asila disebabkan karena terlalu memikirkan kelakuan tak senonoh Aluna di luaran sana.

"Pergi kamu dari sini. Pergi, Aluna" Wijaya menarik tangan Aluna, tak peduli Aluna yang menangis memohon untuk bertemu sang nenek yang sudah meninggal.

"Tolong pa. Ijinkan aku menemui nenek pa. Ijinkan aku bertemu dengannya" Mohon Aluna dengan tangisan yang menyedihkan. Namun ayahnya tak peduli, tangan kekar yang sudah meng\_keriput itu terus saja menarik dan menyeret Aluna keluar dari rumah.

Bught....

Aluna terjatuh dan terdorong keluar. Tubuhnya jatuh tepat di depan pintu rumahnya. Sementara Wijaya menatap tajam, tak sedikitpun rasa kasihan melihat Aluna yang kesakitan, lalu kemudian dia menutup pintu itu dengan kasar tanpa meninggalkan sedikitpun kasih sayang kepada anaknya.

"Pa. Tolong pa, awwwww sakit. Tolong aku, Pa!" Aluna kesakitan, perutnya mendadak terasa keram bercampur nyeri yang luar biasa. Dorongan itu berhasil membuat darah segar mengalir dari sela kakinya, membuatnya merasa panik namun tak bisa berbuat apa-apa.

Anderson yang memang menunggu di luar terlihat terkesiap melihat Aluna yang sengaja di usir dan di dorong dari rumah oleh Wijaya.

"Aluna... " Pekiknya panik. Dia berlari menuju Aluna yang sudah tidak sadarkan diri. Darah segar yang mengalir disela kaki Aluna, membuat Anderson semakin khawatir dan spontan langsung Mengangkat tubuh mungil itu, lalu membawanya pergi meninggalkan rumah keparat yang sudah mencelakai wanitanya. Geram sekali Anderson memikirkan itu semua, namun dia lebih mementingkan keselamatan Aluna sebelum akhirnya memberikan perhitungan kepada keluarga L\@knat tersebut.

Semua orang nampak tak peduli walaupun melihat Aluna yang dibawa pergi oleh orang asing.

Sekar mendekati suaminya yang nampak mematung melihat kepergian Aluna yang berada di dalam gendongan seorang laki-laki.

"Kamu lihat sendiri bukan. Aluna bahkan kesini membawa seorang pria. Entah itu pria mana lagi yang dia bawa, dan sudah berapa pria yang sengaja dia goda di kota ini"

Wijaya tak menyahut, dia pergi begitu saja dengan wajah yang masam. Sementara, Sekar tertawa licik memandangi kepergian suaminya yang penuh amarah.

"Cepat uruskan pemakamannya sebelum hari mulai gelap!" Titah sekar kepada beberapa orang bayarannya. Sementara, para tetangganya hanya bisa memandang tak berani ikut campur.

"Untuk ibu-ibu dan Bapak-bapak, mohon maaf atas masalah yang terjadi di rumah ini. Ini semua diluar kehendak kami, kalian tahu sendiri bukan, tidak ada seorang ayah yang mau melihat anaknya berprilaku tidak baik. Apalagi, sampai menjadi seorang pel\@cur di luaran sana. Jadi harap memaklumi, setidaknya Aluna akan mendapatkan pelajaran dari meninggalnya neneknya, ibu tercinta kami. Mohon doa kalian semua, semoga segala urusan kami berjalan dengan lancar sebagaimana mestinya" Ujar Sekar kepada para warga yang datang melayat ke rumahnya.

Semua orang pun hanya mengangguk mengerti. Mereka percaya begitu saja atas mulut manis yang terucap dari Sekar, dan menganggap Aluna memang bersalah atas semua ini.

"Bener-bener ya si Aluna. Bisa-bisanya dia bisa berprilaku seperti itu. Selama ini saya pikir dia anak yang baik. Sikapnya yang sopan ternyata tak mencerminkan pribadinya yang sesungguhnya" Ujar tetangga ikut mencibir.

"Iya bener. Wajar aja sih pak Wijaya sampai marah, itu semua karena dia kecewa atas kelakuan anaknya yang suka main gila diluaran sana. Kalau aku ada di posisi pak Wijaya, aku juga akan merasa sangat malu memiliki anak seperti dia" Sahut tetangga lainnya.

Sementara Sekar dan Sania saling menatap dengan senyuman kemenangan yang mengembang di bibirnya. Dengan membuat nama Aluna buruk dimata semua orang, semua orang akan semakin mudah melupakan semua kejadian antara Sania dan Bagas beberapa bulan yang lalu. Selain itu, Aluna juga tidak akan memiliki tempat dimanapun, baik dilingkungan keluarga atau masyarakat. Dengan begitu, mereka akan semakin mudah mengendalikan keadaan, termasuk mengendalikan semua kekayaan keluarga Wijaya.

Sementara itu, didalam mobil, Anderson memeluk tubuh Aluna dan wajah yang cemas dan tegang.

"Han, cepat. Jika terjadi sesuatu kepada Aluna, aku tidak akan mengampuni mu" Pekik Anderson yang merasa tak sabaran.

"Baik tuan" Han pun tanpa berpikir dua kali terlihat semakin melajukan mobil dengan kecepatan tinggi. Ancaman yang dilontarkan tuanya tak hanya sebatas ancaman semata, di tahu betul bagaimana sifat tuannya tersebut. Bisa-bisa nyawanya ikut melayang karena kemurkaan Anderson.

Darah semakin keluar hingga tubuh Anderson pun ikut berlumuran darah, namun dia tak peduli, dia hanya ingin wanitanya selamat dan tidak akan dia biarkan malaikat maut mengambil orang yang dia cintai secepat ini.

.

.

.

Bersambung.

Hai, jangan lupa komen dan like cerita ini ya. Jika berkenan, rate bintang 5 agar cerita ini semakin disukai banyak pembaca.

1
Endang Hidayanti
bersambung tapi gak tuntas
Nabila Bilqis
kok altar thor
ini beda agama apa gimana thor 🙏
Yusmaniar
👍👍👍💞💞
D Mamie...
keren ceritanya 👍
Sri Letna Marasabessy
heran banyak cerita di novel toon ktnya tamat akhirnya ceritanya nggantung nggak jelas
ayu cantik
suka
Betty
kok cerita'y ngambang gx ada lanjutan'y..?!
Siti Maulidah
ceritanya sllu menarik
Rika Kamiko
woi tor, manalanjutan ektra part nya,, jgnbikin penasaran dong..
sri damayanti
lanjuttttt
Nur Hafidah
siapa sih yang telp kok sampai kaget gitu
sri angga
kl masih dibuku knp org lain bisa narik??
Wartini
mana sambung annya
Wartini
bagus ceritanya
Alby Raziq
Kecewa
Alby Raziq
Buruk
Kasmawati S. Smaroni
rasakan lu aluna
Sri Susilowati
dicari judulnya blm muncul y
Diana Qinoy
cepet banget habisnya ..kurang greget
Diana Qinoy
sania sok kecakepan 😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!