🏆JUARA 2 LOMBA "PEMBALASAN ISTRI" SEASON 2🏆
Setelah hamil, tubuh dan kulit Mitha berubah menjadi gemuk dan kusam, sehingga terlihat jelek. Beni pun berselingkuh dengan Mia, janda muda yang merupakan tetangga baru. Hinaan dan pengkhianatan yang dialami oleh Mitha membuatnya menjadi wanita tangguh. Dia pun membalas semua perlakuan tidak adil dari suami dan juga selingkuhnya. Tanpa mereka tahu kalau Mitha yang merupakan anak yatim piatu adalah pemilik saham terbesar tempat Beni bekerja.
Wanita itu bersumpah akan membuat Beni kembali ke posisi awal, yaitu orang miskin dengan banyak hutang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24. Surat Panggilan Pengadilan Agama
Bab 24
Beni menerima surat dari pengadilan agama. Ada rasa sedih terselip di sudut hatinya. Dahulu, dia begitu mencintai Mitha, tetapi sekarang perasaan itu tiba-tiba saja hilang dengan begitu cepat, secepat dia jatuh cinta dahulu.
"Kamu jangan mempersulit Mitha lagi," ucap Haris yang berdiri di belakang Beni.
Kedua laki-laki dewasa itu saling menatap tajam satu sama lain. Padahal hubungan keduanya sebelum ini sangat baik. Mereka juga sering bersama dan jalan-jalan bersama sambil membawa pasangan masing-masing.
"Apa?" pekik Haris sambil melotot kepada Beni.
"Tenang saja. Toh, aku juga sekarang sudah punya istri baru," balas Beni lalu pergi ke dalam ruangannya.
Beni memijat kepalanya yang terasa sakit. Baru saja dia dan Mia tinggal bersama sebagai pasangan suami istri, sudah mulai cekcok. Masalahnya adalah keuangan laki-laki itu. Sang istri terlalu banyak sekali permintaan. Baik itu tempat tinggal yang besar dan terjamin keamanannya. Menu makanan yang harus dibeli di rumah makan atau restoran. Serta uang jajan untuk jalan-jalan, ke salon, dan beli keperluan wanita lainnya.
Uang gaji yang baru saja masuk tiga hari yang lalu sebesar 20 juta sudah habis 15 juta hanya dalam waktu 3 hari. Saat bersama Mitha uang itu 3 juta untuknya, 5 juta untuk segala keperluan rumah tangga, 1 juta untuk Mitha, dan 1 juta untuk Bu Yeni. Sisanya yang 10 juta ditabung untuk keperluan masa depan mereka.
"Apa lima juta akan cukup untuk sisa sebulan ini?" gumam Beni mengingat waktu ke gajian tinggal 27 hari lagi.
Mungkin jika Mitha yang mengelola 5 juta akan cukup sampai dia mendapat gaji. Namun, Beni tahu kalau Mia bisa mengelola uang itu sampai nanti turunnya gaji.
"Aku tidak mungkin melakukan manipulasi data lagi sekarang. Pak Rangga dan Pak Benigno sangat ketat sekarang. Untung saja laporan yang aku buat dahulu masih aman. Semoga saja mereka tidak menyadari kejanggalan data itu," ucap Beni bermonolog.
***
Mitha menikmati hari-hari tenangnya di rumah pribadi miliknya. Dia berniat jika sudah memiliki anak, akan membawa Beni dan Bu Yeni untuk tinggal di rumah ini. Namun, takdir berkata lain hubungan mereka hanya sampai sini saja.
"Non Mitha, ada Den Rangga datang," kata Bi Eneng mendatangi Mitha yang sedang duduk manis di halaman belakang.
"Terima kasih, Bi. Aku ke sana sama," ucap Mitha sambil beranjak.
Laki-laki bertubuh tegap itu tersenyum lebar saat melihat Mitha berjalan ke arahnya dengan lambat karena perutnya yang besar. Dia pun menuntun dan membantu duduk di sofa.
"Bagaimana?" tanya Mitha.
"Aku sudah mendapatkan bukti akan kecurangan yang dilakukan oleh Beni," jawab Rangga lalu dia mengeluarkan beberapa berkas yang ada di dalam tas kerja.
Mitha memeriksa data yang menunjukkan adanya perubahan dari laporan sebelumnya. Dia melihat jumlah uang yang dimanipulasi sebanyak 25 juta, selama tiga bulan berturut-turut.
"Ini data yang asli sesuatu dengan yang ada di lapangan. Dan yang ini data penjualan yang sudah diubah oleh Beni," ucap Rangga menunjukan enam laporan yang berbeda.
Mitha pun menganggukkan kepala sambil tersenyum tipis. Dia bukannya dendam kepada Beni. Wanita itu hanya ingin menegakkan kebenaran agar laki-laki itu jera dan di masa depan tidak berbuat seperti ini lagi.
"Untuk bulan kemarin sudah aman karena laporan data penjualan juga diawasi oleh beberapa orang. Pernah Beni akan melakukan manipulasi data kembali, tetapi itu langsung diketahui dan dia ditegur keras," ujar Rangga tertawa kecil.
"Bagus. Jangan biarkan dia mengambil seenaknya uang milik perusahaan," tukas Mitha sambil meletakkan bukti laporan.
Rangga pun mengangguk. Dia senang karena kini Mitha tidak dibutakan oleh cintanya kepada Beni. Sempat dia mengatakan kepada wanita itu kalau sempat melihat suaminya jalan dengan perempuan lain. Namun, Mitha malah balik memarahi dirinya dan mengatakan tidak akan mau berteman lagi dengannya.
Rangga pertama kali memergoki Beni berjalan dengan Mia di sebuah mall. Dia hanya sekilas melihatnya karena pintu lift keburu tertutup. Sebagai seorang teman dan orang kepercayaan Mitha, dia tidak mau melihat wanita itu disakiti oleh Beni. Akan tetapi, ucapannya tidak dianggap dan malah dia menjadi tertuduh ingin merusak rumah tangga orang lain.
"Apa hari ini kamu akan pergi ke dokter kandungan?" tanya Rangga saat melihat Mitha mengelus perutnya.
"Tidak. Baru kemarin aku pergi ke dokter kandungan untuk periksa dan hasilnya sangat baik. Perkiraan hari kelahiran mereka sekitar dua sampai empat minggu lagi," jawab Mitha sambil tersenyum senang.
"Kalau ada apa-apa cepat hubungi aku, ya?"
"Iya."
Mitha menatap Rangga dengan intens. Ada rasa malu juga kepadanya karena dia sering menganggap ucapan laki-laki itu berusaha menjelek-jelekkan Beni di matanya. Saat awal dia berpacaran dengan Beni, Rangga menentangnya karena menganggap Beni hanya ingin tubuh dan hartanya saja. Karena marah dia sampai membuat taruhan tidak akan memakai harta kedua orang tuanya dalam kehidupan rumah tangga bersama Beni sampai mereka sukses dan memiliki anak. Karena itulah dia sengaja menempatkan Beni mulai dari bawah. Agar dia paham betul keadaan kantor perusahaan miliknya. Jika sudah saatnya Beni yang akan mengambil alih posisi Rangga sebagai seorang direktur utama.
"Ternyata Beni gagal. Sesuai prediksi kamu dahulu," ucap Mitha kepada Rangga.
Rangga bisa melihat rasa kesedihan dan kekecewaan dari ekspresi wajah Mitha. Melihat wanita yang disayangi dan dicintai dalam diam olehnya ini, hati laki-laki itu juga ikut sakit.
"Yakinlah, kehidupan kamu dan anak-anak setelah ini akan dipenuhi dengan kebahagiaan. Tidak akan ada lagi tangisan kesedihan dan kekecewaan," pungkas Rangga.
***
Bagaimana penyesalan Beni saat tahu siapa Mitha sebenarnya? Ikuti terus kisah mereka, ya.
yang juara 1 judulnya apa ya, pengen baca juga