NovelToon NovelToon
Wedding Agreement With CEO

Wedding Agreement With CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Percintaan Konglomerat / Dijodohkan Orang Tua / Aliansi Pernikahan / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:91k
Nilai: 5
Nama Author: Elvina Stephanie

Ketika cucu kesayangan pewaris konglomerat terlibat skandal besar yang mengancam masa depannya dan perusahaan!

Skandal yang mengharuskan dia untuk menikah dengan orang yang dipersiapkan kakeknya demi mengubur skandal tersebut.

Pernikahan mereka menjadi rumit karena jaksa terus mengincar perusahaan istrinya untuk membongkar skandalnya, kisah masa lalu dan jaksa yang menyembunyikan kekasih dalam pernikahannya.

Akankah pernikahan mereka runtuh karena skandal tersebut? Atau jaksa yang menyerah karena cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvina Stephanie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Burung Merpati

“Suamimu baru sadar setelah 30 hari terbaring koma dan itu yang kamu ucapkan? Mengajukan cerai?”

“Sejak kapan kita menjadi suami dan istri bagi satu sama lain? Dan sejak kapan pernikahan kita ini sungguhan?”

“Kita bahas nanti saja. Aku sedang tidak ingin membahas ini. Mari kita merayakan saja 1 tahun pernikahan kita,” ucap Noah lalu membuka kotak kue yang dibawa Raphael.

“Kapan? Kapan kita akan membahasnya lagi?” tanya Victoria.

“Nanti,” jawab Noah.

“Aku harus tahu kapan pastinya,” Victoria memaksa.

“Aku harus menyiapkan persidangan papa. Aku tidak bisa mengurus persidangan yang lain (perceraian),” ucap Noah.

“Pimpinan firma hukum RK, Adam Rolley turut membantu Clover Chemicals. Maka dari itu, kamu harus mengganti pengacara papamu,” ucap Victoria seraya mengeluarkan sebuah dokumen dari dalam tasnya dan memberikan dokumen itu pada Noah.

“Apa ini?”

“Bukti keterlibatan Adam Rolley dengan Clover Chemicals,” ucap Victoria.

Sebegitu inginnya Victoria bercerai? Dia sampai membantu agar kasus papa cepat selesai. Supaya kita juga cepat bercerai? batin Noah.

“Aku harus kembali ke kantor. Telepon aku kalau kamu membutuhkan sesuatu,” ucap Victoria.

“Benarkah?”

“Hm?”

“Benarkah? Aku bisa melakukan itu? meneleponmu?”

Victoria mengangguk pelan. “Ya.”

Sekembalinya Victoria ke kantor, dia terkejut saat kakeknya sudah duduk menunggunya di dalam ruangannya.

“Kakek, apa sudah menunggu lama? Aku habis dari-”

“Bagaimana keadaan cucu menantuku?” tanya Thomas.

“Dia baik. Sudah bisa bergerak kesana-kemari,” jawab Victoria.

“Kalau kamu menjadi Noah, apakah kamu akan melakukan hal yang sama?” tanya Thomas.

“Tentu saja. Nyawa istri dan kakek mertuaku lebih penting,” jawab Victoria.

“Tidak salah lagi, kamu memang cucu kakek. Tapi, Victoria, setelah mengorbankan nyawanya untukmu dan kakek, kenapa kamu menceraikannya?” ucap Thomas.

Victoria membulatkan matanya. Kakeknya sudah tahu soal perceraian, hal ini dipastikan karena surat cerai yang dia tinggalkan di atas mejanya tadi saat pergi menjenguk Noah.

“Soal itu… kakek… a. aku… minta maaf,” ucap Victoria dengan terbata-bata. Tidak pernah sekalipun Victoria gelagapan di hadapan kakeknya, meski diberi pertanyaan paling sulit.

Untuk pertama kalinya, Victoria tidak terlihat seperti Victoria karena dia tidak bisa menjawab pertanyaan kakeknya.

“Sebenarnya… saat sebelum menikah, aku dan Noah sepakat untuk mengakhiri pernikahan setelah 1 tahun. Dan kemarin adalah peringatan 1 tahun pernikahan kami,” ucap Victoria.

“Saat semua mata sedang tertuju pada Xander Group karena kasus Cander Project terungkap ke publik, kamu memilih untuk bercerai?”

“Setelah berdiskusi lagi, aku dan Noah akan membicarakan soal ini nanti saat kasus sudah selesai,”

“Oh, jadi, kamu ingin publik berpikir kalian menikah hanya untuk menyelesaikan kasus ini saja?”

“Bukan seperti itu, Kakek… aku minta maaf,”

“Apa kamu benar-benar ingin bercerai? kenapa? Apa menikah dengan Noah tidak membuatmu bahagia? Ada seseorang yang lain yang membuatmu bahagia?”

“Aku hanya ingin melepas burung dari sangkarnya. Seekor burung harus terbang di awan bebas, bukan?”

“Dan apabila burung itu tidak mau meninggalkan sangkarnya?”

“...” Victoria terdiam.

“Seekor burung akan pergi jika dia ingin pergi dan tidak akan pergi jika tidak ingin. Apakah Noah burung biasa? Bagaimana kalau dia burung merpati? Kamu tahu, burung merpati selalu kembali ke sangkarnya,”

“...” Victoria masih terdiam. Itu karena dia tidak bisa membantah apa yang kakeknya katakan.

“Lalu, apa kamu bahagia setelah melepas burung itu?”

“Yah, terkadang ada hal yang tidak baik terjadi di dalam hidup. Namun hal tidak baik itu akan segera berlalu dan hidup akan terus berjalan. Jadi, aku akan terus membiarkan hidupku berjalan,”

“Victoria, hidup memang terus berjalan, tapi kalau tidak bahagia, juga tidak ada artinya,”

Thomas menepuk pundak Victoria sebelum dia keluar meninggalkan Victoria. Pemikiran cucunya yang satu ini memang sulit ditebak. Meski keliatan tenang, menurutnya pemikiran Victoria sangatlah rumit.

Thomas bergerak menuju menjenguk Noah di rumah sakit. Sekaligus berterima kasih pada Noah karena sudah melindungi dirinya dan Victoria.

“Aku akan melakukan hal yang sama meski bukan kakek dan Victoria yang berada di dalam mobil,” ucap Noah.

“Victoria… wanita yang sulit dipahami, ya kan?”

“Eh-huh?”

“Anak itu tumbuh dewasa lebih cepat dari yang seharusnya. Dia sudah menjadi analis keuangan dan investasi pribadi kakek saat SMP kelas 2. Awalnya kakek kira dia hanya jenius saja. Namun, kira-kira saat dia SMA 1, dia membuat paman dan bibinya terdiam yang sedang memperebutkan kursi di dekat kakek di meja makan. Kamu tahu apa yang dia ucapkan? ‘Seseorang yang membuat keributan di meja makan, tidak pantas makan, apalagi duduk di dekat kakek.’. Barulah Kakek mengerti, dia sudah dewasa lebih dari umurnya.”

“Victoria… aku akui memang berbeda dari wanita kebanyakan… Dia memang orang yang matang,”

“Kakek senang dia tumbuh menjadi itu. Tanpa kedewasaan, seseorang mungkin akan banyak salah mengambil langkah di dalam hidupnya. Tapi, Victoria terlalu dewasa. Sesuatu yang berlebihan juga tidak baik,”

“Victoria telah menjadi versi terbaik dari dirinya,”

“Dia menggunakan 99% otak dan 1% hati dalam mempertimbangkan sesuatu. Entah darimana idenya itu, Kakek harap kamu tidak setuju dengannya. Kakek harap kamu lebih mengandalkan kata hatimu daripada otakmu.”

“Kakek tidak keberatan kalau aku terus menjadi cucu menantu kakek? Papaku adalah seorang-”

“Kakek tidak keberatan, dan kamu juga tahu itu. Oh, ya. Mama mertuamu adalah putri-”

“Aku tahu. Putri dari pimpinan firma hukum terbaik Hampton Pearson. Tapi aku tidak akan meminta bantuan ke mama,”

“Baiklah. Noah, kamu harus bisa menjaga dirimu sendiri jika ingin menjaga Victoria. Kakek pergi dulu,”

Thomas keluar dari kamar rawat Noah. Begitu banyak pesan tersirat yang diberikan Thomas pada Noah. Noah pun mengerti maksud kakek mertuanya. Meski hubungannya dengan Victoria tidak baik, namun dia akan berusaha memperbaiki pernikahannya dengan Victoria.

Untuk mengulur waktu supaya Noah bisa menjadi jaksa penuntut di persidangan ayahnya, Noah meminta Harvis menggantikannya di sidang pertama dan mengajukan penggantian pengacara ayahnya berkat bukti yang diberikan Victoria.

“Pengacara terdakwa tidak diperbolehkan menjadi pengacara pembela. Untuk itu terdakwa harus mengganti pengacara. Sidang berikutnya akan dilanjutkan 3 hari lagi,” ucap hakim ketua diiringi ketukan palu sebanyak 3 kali.

Tok…tok...tok...

Karena sidang diundur, Noah memiliki waktu untuk pemulihan dan persiapan dalam persidangannya nanti melawan ayahnya.

Setelah diizinkan pulang dari rumah sakit, Noah kembali ke rumahnya bersama Victoria. Meski dia tahu istrinya selalu pulang larut malam dan jarang sekali berada di rumah, Noah tetap kembali dan setia menunggu istrinya di rumah mereka bersama.

Di malam yang tenang, sebuah mobil memasuki pekarangan rumah. Suara mesin mobil itu pun membuat Noah bergegas keluar untuk menyambut istrinya.

Victoria terkejut saat Noah membuka pintu rumah. Dia tidak mengira Noah akan pulang ke rumah hari ini.

“Kamu sudah pulang? kapan? Kenapa tidak bilang?” Victoria menghujaninya berbagai pertanyaan sembari berjalan masuk ke rumah.

“Aku pikir kamu sangat sibuk…” jawab Noah. Meski di dalam hati kecilnya, dia berharap Victoria mendampinginya keluar dari rumah sakit.

“Aku memang sibuk. Tapi Raphael bisa menjemputmu,” ucap Victoria.

Noah menghela napas.

“Sudah makan?” tanya Victoria.

“Makan sendiri, sudah. Makan bersamamu yang belum,” jawab Noah.

“Aku tidak makan di jam seperti ini. Baguslah kalau kamu sudah makan,” balas Victoria lalu berjalan menuju ke kamarnya.

“Victoria,” panggil Noah.

“Sepertinya kamu yang lupa ingatan,” sambung Noah.

Bersambung...

1
Jamil Azhari
Kayaknya athor udah meninggalkan karya ini….aku pun mohon pergi kerana sakit bergantung x bertali begini👋👋👋👋
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
hi othor..apa kbr nya nih??smg sehat sllu ya...btw ini kpn dilanjut kah?😄
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
ini dilanjut gk thor?
Fitrinur Mahmudah
ayo Thor kpn up nya,d tunggu in Thor...💪
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
ini mau dilanjut apa gak thor? mohon konfirmasinya..jgn diem aja..mksh
Fitrinur Mahmudah
ayo CPT Nang up Thor...
ajiu jiu
ud ngk lanjut y Thor ??
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
kpn up lg?
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
kpn up lg thor..mohon konfirmasinya
Bilal Cell
kok belum up yh thor padahal gue nungguin nih🤧
Munji Bella
kapan dong dilanjut lg bagus ceritanya nyimak terus
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
ditunggu up nya thor..smg sehat sllu
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
kpn nambah up lg?
Ana Fitrias
lama bgt up nya
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
kira2 kpn up lg thor?
lan
ni ceritanya hiatus thor atau gimana? kenapa g update?
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
ditunggu up nya
ajiu jiu
pertama ny baca novel ad nyebut SHIO 😂😂😂
Maya Ellydarwina
mantap Viktoria lanjut
lan
kapan update lagi thor?... jangan lama lama update ya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!