NovelToon NovelToon
Cinta Pak Bos

Cinta Pak Bos

Status: tamat
Genre:Romantis / CEO / Tamat
Popularitas:569.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Kurniasih Paturahman

Siapa yang mengira.
Pertemuanku dengan seorang pria di sebuah vila, mengubah kisah cintaku.

Dalam sekejap statusku berubah, menjadi pacarnya pak bos. Oh Tuhan... aku hanya meminta bantuannya kenapa menjadi seperti ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kurniasih Paturahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Pertama

Pagi ini sehabis sarapan, kami akan langsung kembali ke Jakarta. Aku bersama Adit dan Luna tetap memilih bersama Alan.

Dalam perjalananku kembali, handphoneku berbunyi. Panggilan masuk dan ku meraihnya, namun tertahan seketika. Tertera nama Rafka di sana. Aku terdiam dan menatap Adit yang berada di sampingku.

"Angkat saja." Pintanya.

Aku menggeser panggilan tersebut ke atas untuk mengangkatnya.

"Halo." Ucapku.

"Ayna, ibuku masuk rumah sakit." Ucap Rafka.

Aku tediam mendengarnya. Apa yang terjadi dengan bu Sarah.

"Kalian di rumah sakit mana?"

"Aku kirimkan alamatnya, datanglah.. ku mohon." Pintanya.

"Ya mas." Jawabku.

Kami mengakhiri panggilan ini segera. Tak berapa lama kemudian pesan dari mas Rafka sampai dan ku mulai membacanya.

Tatapanku beralih ke Adit dan Adit sudah sangat tahu apa yang ingin ku sampaikan.

"Aku antar kamu." Ucapnya.

Sekembalinya dari Bandung, kami putuskan untuk langsung menuju rumah sakit tempat di mana bu sarah berada.

Aku dan Adit melangkah bersama. Menyusuri setiap lorong yang kurasa sangat sepi. Hahh.. aku benci suasana seperti ini. Aroma rumah sakit memang sangat khas.

Aku mengetuk perlahan sebuah pintu kamar yang bertuliskan nomor 202. Ku membukanya perlahan dan mulai menyapa.

"Permisi." Ucapku.

Setelah terbuka cukup lebar, ku melihat Rafka duduk tepat menghadap pintu kamar ini. Dia bangkit dari duduknya dan menghampiriku.

Sebelum ku benar - benar masuk ke dalam. Adit menarik tanganku dan menahanku untuk beberapa detik.

"Aku tunggu kamu di bawah." Ucapnya.

"Kamu tidak ikut masuk mas?"

"Ku rasa waktunya tidak tepat."

Adit mengelus rambutku dan melangkah pergi kemudian. Saat itu juga pintu terbuka lebar dan ku lihat sosok Rafka di hadapanku.

Rafka menarik tanganku dan ku melepaskannya segera. Rafka menyadari kesalahannya barusan dan meminta maaf kemudian.

Ku tak menghiraukannya, membencinya.. yah.. wajar jika ku masih membencinya. Ku menghampiri bu Sarah yang tengah tertidur saat ini. Ku duduk tepat di sampingnya dan menggenggam tanganya.

"Kenapa bisa kayak gini mas?" Tanyaku akhirnya.

"Aku bilang ke ibu, kalau kita sudah tidak ada hubungan lagi."

Aku bisa menebak kejadian setelah itu. Aku menatap bu Sarah penuh dengan rasa iba.

"Maafkan Ayna bu.." Lirihku.

Tangan bu Sarah bergerak. Matanya sedikit terbuka dan makin terbuka.

Bu Sarah menatapku dan tiba - tiba menangis setelah ia menyadari kedatangaku.

"Maafkan Rafka yak nak." Pinta bu Sarah.

Ku tersenyum dan ku menggangguk.

"Kamu baik - baik sajakan?" Tanyanya kembali.

"Ayna baik - baik saja bu."

"Kalian tidak bisa kembali seperti dulu?" Tanyanya.

Aku terdiam, apa yamg mesti ku jawab sekarang. Kejujuran memang terkadang menyakitkan, tapi ini memang jalan terbaik menurutku.

"Maafkan Ayna bu, Ayna enggak bisa." Jawabku akhirnya.

"Ibu sudah menduga jawaban kamu, nak. Rafka sudah sangat mengecewakan kamu." Ucap bu sarah sambil melirik ke Rafka yang saat itu menjadi pendengar yang baik antaraku dan ibunya.

"Maafkan Ayna bu." Pintaku kembali dan meneteskan air mataku tiba - tiba.

"Kamu enggak salah nak." Ucap bu Sarah sambil mengusap air mataku yang terjatuh tanpa ku sadari.

"Ibu cepat sehat ya.. Ayna janji akan sering mengunjungi ibu."

Bu Sarah tersenyum menatapku dan ku membalas senyumannya itu. Ku mengelus lembut keningnya. Berpamitan padanya kemudian.

Rafka hendak mengantarku, namun ku menolak pintanya.

"Makasih mas, Aku bersama mas Adit ke sini. Sebaiknya kamu temani ibumu. Dia lebih perlu kamu dibanding aku." Ucapku yang mungkin telah sangat mengecewakan perasaanya.

Ku melangkah menjauhinya segera, meninggalkannya tanpa menoleh kembali ke belakang.

Aku melamun sepanjang jalan, menelusuri lorong rumah sakit ini. Aku menyayangi bu Sarah. Ku mengenalnya sepanjang ku mengenal Rafka.

"Aduh..." Teriakku.

Ku telah menabrak seorang pria. Ku menatapnya, menatap dan melihat sebuah cup berisi minuman berwarna merah yang digenggam oleh pria itu terbentur karena gerakanku. Air itu berhambur keluar dari wadahnya dan membuat beberapa tanda noda di kemeja pria yang ku tabrak.

Aku membuka mulutku tak percaya melihat proses noda itu terjadi.

Reflek ku ngambil sebuah tisu dalam tas ku, dan ku segera meraih kemeja pria itu dan mencoba membersihkannya. Berkali - kali ku ucapkan maaf untuknya. Namun sia - sia noda itu tak kunjung hilang. Hanya sedikit perubahan warna yang terjadi. Tidak kembali menjadi sedia kala.

Ku tersadar dari kepanikan yang terjadi. Pria yang ku tabrak saat ini sedang memperhatikanku. Dia meraih tanganku yang masih saja mengusap kemeja yang dikenakannya. Dia menghentikannya dan aku menatapnya sekarang.

"Ma... af.." Jawabku terbata.

"Tak apa, daya bisa membelinya lagi nanti."

"Hah.."

Mataku membulat mendengar ucapannya. Membelinya lagi, ulangku dalam hati. Jadi Dia bermaksud membuang kemeja yang ia sedang kenakan ini.

"Anda tak apa?" Tanyanya kemudian.

"Oh.. saya enggak apa - apa, maaf sekali lagi."

"Terima kasih sudah mencoba membersihkannya, saya tinggal dulu." Pamitnya kemudian.

Pria itu tersenyum, akupun membalas semyumannya. Dia melangkah meninggalkan ku segera. Untung yang ku tabrak pria baik. Dia tak menuntut apapun padaku. Hah.. berfikir apa aku ini, masa gara - gara kemeja aku dituntut macam - macam.

Handphoneku berbunyi kemudian. Ku mengangkatnya. Adit.. Aku melupakannya. Dia sedang menungguku sejak tadi.

"Ya mas."

"Sudah selesai?"

"Iya ini lagi turun ke bawah."

"Ok, aku tunggu kamu di loby."

Ku menutup teleponnya dan sedikit berlari menuju lift. Sampailah aku di lantai dasar rumah sakit ini. Pandanganku mengarah ke seluruh sudut ruangan. Mencari sosok Adit yang setia menungguku sejak tadi.

Ah.. ku menemukannya. Dia melambaikan tangannya ke arahku. Aku berjalan menghampirinya. Tersenyum melihat senyumnya.

Adit bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiriku. Kami bertemu di satu titik dan saling menatap dan tersenyum. Adit meraih tanganku dan mengajakku meninggalkan rumah sakit ini segera.

Sampailah kami di mobil miliknya. Adit mulai bertanya mengenai pertemuanku dengan Rafka dan aku mulai menjawab dan menjelaskan.

"Ay.." Panggilnya tiba - tiba.

"Ya mas."

"Aku malam ini, harus pergi ke Bali."

Mataku membulat mendengar perkataannya.

"Ada apa mas, kenapa dadakan sekali?" Tanyaku akhirnya.

"Ada masalah dengan hotel ku disana. Ayah baru saja telepon memintaku untuk mengurusnya."

"Berapa lama kamu disana?"

"Belum tahu pasti, mungkin tiga hari. Tapi sebisa mungkin aku akan cepat kembali."

Ku menarik nafas panjang, mendengar penjelasan. Sedih rasanya.. tapi aku bisa berbuat apa. Dia punya tanggung jawab akan hal itu. Aku tidak boleh egois untuk menahan kepergiannya.

"Lalu pekerjaan kamu di kantor bagaimana?"

"Aku sudah meminta Ajun untuk mengatasinya dan melaporkan semua perkembangan yang terjadi. Jadi aku bisa sambil mengerjakannya dari sana."

"Baiklah.. Jam berapa penerbangan kamu."

"Jam lima sore ini."

"Aku ikut antar ya." Bujukku.

"Tak perlu Ayna."

"Akukan pacar kamu mas, setidaknya izinkan aku mengantar kamu ya." Rengekku.

"Ok.. ok.. setelah mengantar, janji untuk langsung pulang."

"Iya.."

Aku tersenyum menatapnya. Dan ada sedikit rasa tak rela dengan keputusannya yang tiba - tiba akan pergi ini. Aku pasti akan sangat merindukanmu mas.. Bisikku sendiri.

.

.

.

.

Lanjut episode berikutnya ya dears😘.. semoga menikmati ceritanya.

dilike ya 😘dan dijadikan favorite

jangan lupa bintang dan vote yang banyak

komentar dan masukan yang baik ditunggu😇

terima kasih..

tetap setia menunggu upnya ya😊😊

1
EmbunCahaya
HP
Alya Yuni
Dah salah alamat msih mau blng di cukai ya dia cukai kenl kmu Nayna jdi prmpuan jngn terllu bego
hafid nadhif
trima kasih
@M⃠ⁿꫝieʸᵃɴᵉᵉʰʜɪᴀᴛ𓆊🎯™☂⃝⃞⃟ᶜᶠ: terimakasih kembali kak🤗🙏
total 1 replies
Gina Maria
makasih bgt novel mu bagus bgt...romantis & swett..🥰
@M⃠ⁿꫝieʸᵃɴᵉᵉʰʜɪᴀᴛ𓆊🎯™☂⃝⃞⃟ᶜᶠ: terimakasih kembali kak🤗🙏
total 1 replies
Alhafiz Rayyansah
sedikit2 teriakku sendiri.
lah ngapain teriak2,gak capek teriak2 mulu
ˢ⍣⃟ₛ🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾M⃟3💋
apa Adit anak dari kluarga Pak Darma ya...
ˢ⍣⃟ₛ🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾M⃟3💋
otw jatuh cinta nih si Ay.. makanya mendadak lola dan salting
ˢ⍣⃟ₛ🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾M⃟3💋
😂😂😂Adit ngeliat barang berharga ny Ayna berwarna merah jd malu sendiri.. muka nya jd ikut2an merah
ˢ⍣⃟ₛ🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾M⃟3💋
😂😂hanya dikening ya... kirain dibibir.. udh deg2an aja tuh si Ayna
ˢ⍣⃟ₛ🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾M⃟3💋
Adit tau bae rumahnya Ayna..
ˢ⍣⃟ₛ🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾M⃟3💋
ihiy mulai nyaman nih... dah g usah pulang Ay...
ˢ⍣⃟ₛ🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾M⃟3💋
hmmm Jahat bngt Rafka....
dah lah lebih baik putus aja dan jadian ma Adit...
ˢ⍣⃟ₛ🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾M⃟3💋
Adit baik n perhatian bngt sih ke Ayna... penasran nih sbnrnya siapa Adit.. knp dia nanyain perusahaan tempat Ayna bekerja
ˢ⍣⃟ₛ🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾M⃟3💋
cieee deg2an nih yee.. Ay inget Rafka Ay..
ˢ⍣⃟ₛ🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾M⃟3💋
masih ngikutin alurnya nih gmn.. knp Rafka ga nongol2 lgii.. siapa sbnrnya Adit ini..
ˢ⍣⃟ₛ🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾M⃟3💋
untung Ayna nyasarnya kerumah orang baik ganteng pula ya mas Aditnya.. jd betah deh nyasar lama2
ˢ⍣⃟ₛ🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾M⃟3💋
apa bner Ayna salah alamat ya... 🙈
ˢ⍣⃟ₛ🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾M⃟3💋
aku sih milih HP thor... klo mslh dompet kan ada pacar yg nanggung🙈🙈

ish ish baru awal msih nyimak perlakuan Rafka ke Ayna.. mungkin cuek krn sibuk..
🐝𝓢𝓐𝓓🌷 rindu ғᶻ⁺🕸️♋
semangat
🦋 165
ko jd degdegan 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!