NovelToon NovelToon
LOVE In SILENCE

LOVE In SILENCE

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Romansa / Tamat
Popularitas:52.2k
Nilai: 5
Nama Author: Risalah_Hati

Berteman cukup lama, tidak cukup bagi seorang pemuda bernama Bara Zayyan berani mengakui perasaannya pada seorang gadis cantik bernama Alisa Aileen Nathania yang tak lain adalah teman satu kelasnya sendiri.

Namun sikap dan perlakuan Bara selama ini pada Ica nama panggilan untuk gadisnya, membuat siapapun bisa menerka jika Bara memang punya perasaan lebih pada gadis itu.

Hingga akhirnya Bara memilih pergi jauh setelah lulus dari SMA dengan membawa rasa yang belum sempat terucap.

"Aku pergi bukan bermaksud untuk menghapus rasa ini, hanya saja aku sedang berjuang untuk memantaskan diri ini untukmu. Kelak saat kembali, aku berharap kita bisa bersama meski nanti keadaanmu mungkin tak lagi sama. Namun aku pastikan saat itu cintaku masih tetap sama" Bara Zayyan

"Kenapa tidak dari dulu kamu memberanikan diri untuk mengungkapkan rasa, mengapa harus menunggu waktu yang begitu lama. Dan maaf, saat ini kita sudah tidak bisa bersama karena mungkin keadaanku yang tak lagi sama" Alisa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risalah_Hati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keputusan Berat

Seminggu setelah kejadian itu, Ica baru mau keluar rumah. Sejak kejadian itu, baik Syila maupun Kahfi keduanya terus menghubunginya untuk diajak bertemu.

Meski dengan perasaan berat, akhirnya Ica bersedia menemui kedua orang yang sudah membuat hidupnya hancur.

Ica meminta untuk bertemu dicafe tempat dimana dirinya mengetahui jika telah terjadi sesuatu antara suami dan teman sekelasnya itu.

Ica tersenyum kecut kala mendapati suami dan wanita yang dihamilinya sudah nampak berada disana lebih dulu.

"Wah...wah...kalian rupanya sudah pada datang. Atau mungkin kalian tadi kesininya barengan" Ica terlihat seperti menyindir keduanya.

"Sayang....ak..." Belum selesai Kahfi menjawab, Ica sudah memotongnya lebih dulu.

"Stop....tolong jangan panggil aku dengan panggilan itu lagi. Karena panggilan itu hanya boleh diucapkan buat orang yang benar-benar setia dan bisa menjaga hatinya" Ucap Ica dengan tatapan membunuh.

Hal itu tentu membuat Kahfi langsung menunduk seketika. Dirinya memang selalu berusaha menjaga hatinya, namun sayang dirinya tak mampu menjaga raganya hingga berimbas pada insiden itu.

Ketiganya kini nampak duduk, diam dan tak ada satupun yang berniat membuka omongan.

"Ca...." Suara Syila yang pertama kala memanggil Ica.

"Jika kamu ingin menyalahkan orang yang sudah membuat kamu terluka, itu adalah aku. Karena aku adalah orang yang paling pantas disalahkan dalam hal ini, bukan Kahfi. Waktu kejadian malam itu, Kahfi sama sekali dalam keadaan tidak sadar. Sementara aku, aku sadar Ca. Tapi entah setan dari mana yang datang , hingga aku sendiri tak bisa menolak setiap tindakan yang dilakukan oleh Kahfi. Padahal saat itu jelas-jelas Kahfi mengira jika aku adalah kamu, karena dari awal dia terus menyebut nama kamu. Tapi aku yang gak tau diri dan malah terkesan memanfaatkan keadaan itu" Syila kemudian terlihat menundukkan kepalanya.

Sementara Ica, dirinya hanya diam tanpa menjawab sedikitpun. Ada rasa kasihan karena dirinya tau jika suaminya tak ada niatan sama sekali untuk membuatnya terluka.

Namun dirinya juga bukan wanita yang mempunyai kelapangan hati untuk bisa berbagi suami dengan wanita lain.

"Ca...maafin aku. Aku berharap kamu mau sama-sama aku lagi. Aku cinta sama kamu Ca. Percayalah ini semua terjadi diluar kesadaran ku" Kahfi terlihat begitu memohon. Dirinya sekuat mungkin berusaha untuk bisa meyakinkan agar istrinya mau kembali lagi padanya.

"Ca....aku gak akan nuntut apapun untuk bayi yang aku kandung sekarang, tapi izinkan aku tetap membiarkannya hidup" Syila nampak memegangi perutnya.

"Aku tak sejahat itu hingga akan memintamu untuk menggugurkannya. Bayi itu tidak tau apa-apa. Namun aku juga bukan wanita kuat yang mau berbagi imam untuk makmum yang lain. Aku relakan mas Kahfi untuk menikahimu demi anak dalam kandunganmu" Sekuat mungkin Ica menahan air matanya kala mengatakan itu. Dirinya tidak ingin terlihat rapuh dimata keduanya.

"Ca....apa maksud kamu berkata demikian" Kahfi terlihat menatap tajam kearah Ica.

"Mas...nikahi Syila, aku ikhlas. Bukankah mama sudah ingin menimang cucu. Mungkin ini adalah jawaban dari doa mama. Dia darah daging kamu mas, itu artinya bayi yang dikandung Syila adalah cucu mama asli. Karena didirinya nanti mengalir darah kamu" Kali ini Ica yang terlihat memohon pada Kahfi.

"Ca......aku cinta sama kamu, tidak kah kamu sedikit saja memahami perasaan aku. Aku gak bisa kayak gini dan aku gak bisa jika harus pisah sama kamu. Dan lagi apa kamu mau jadi janda jika aku ceraikan hah" Kahfi mulai meninggikan suaranya.

Sungguh dirinya saat ini berada dalam posisi yang begitu terhimpit karena permasalahan yang dibuatnya sendiri. Hingga tanpa Kahfi sadari kalimat yang diucapkannya barusan sudah membuat wanita yang dicintainya menangis.

"Mas.....asal kamu tau, didunia ini gak ada satupun wanita yang mau dirinya berstatus menjadi janda. Tapi kamu juga harus tau jika gak ada satupun wanita yang mau membagi suaminya untuk wanita lain. Jadi aku mohon, bebaskan aku. Aku tidak mau jadi wanita egois karena membiarkan seorang anak akan terlahir tanpa memiliki ayah"

Setelah mengatakan itu, Icapun langsung pergi meninggalkan keduanya. Dirinya sudah tidak tahan lagi berada dalam situasi seperti ini. Sungguh sekali Lagi Kahfi sudah membuatnya terluka.

Jika kemarin dirinya dibuat terluka atas perbuatannya, kali ini dirinya dibuat terluka karena ucapannya.

Bisa-bisanya suaminya ini mengatakan hal yang begitu membuat hatinya teriris. Padahal sudah jelas, semua itu karena ulahnya sendiri. Jika saja suaminya ini bisa menjaga diri, tentu saja semua kemalangan ini tidak akan menimpa dirinya.

Didalam mobilnya Ica terus saja menangis. Ia benci dengan keadaan seperti ini. Dalam usia pernikahannya yang terbilang masih tahap awal, dirinya harus menghadapi masalah rumah tangganya yang seperti ini.

Ica juga bingung jika nanti dirinya benar-benar harus menjadi janda, bagaimana dia bisa mengadapi teman-temannya, saudaranya, dan masih banyak lagi yang Ica pikirkan.

Tak ingin membuat mamanya sedih jika melihat dirinya habis menangis setelah bertemu dengan dua orang yang begitu menggoreskan luka dihatinya, Ica memilih untuk pergi kerumah Fika dulu. Biarlah dia berada disana dulu untuk menghapus jejak kesedihannya. Dirinya juga berharap setelah dari sana nanti pikirannya akan lebih tenang.

Menjelang sore, barulah Ica pulang kerumahnya. Dia langsung menuju kamar untuk membersihkan diri.

Malam harinya dia sengaja meminta waktu untuk berbicara dengan mama dan papanya. Icapun menyampaikan keinginannya untuk bercerai dengan Kahfi. Meski berat, keputusan ini tetap harus Ica ambil.

Dan seperti yang dikatakan kemarin, kedua orang tuanya menyetujui keputusanya itu.

Bukan maksud mereka membenarnarkan putrinya bercerai, hanya saja kondisi wanita itu tengah hamil.

Mereka tidak ingin dikemudian hari akan ada hal yang bisa membuat ketenangan hidup putrinya terusik. Karena mereka yakin, nantinya di sini tetap Icalah yang paling tersakiti. Bagaimanapun juga diantara Kahfi dan perempuan itu ada anak yang sampai kapanpun akan menjadi penghubung keduanya.

"Sayang....sekarang kamu fokus saja sama tugas akhir kamu. Mama pengen liat kamu lulus kuliah. Dan setelah itu kamu boleh mengejar semua impian kamu seperti apa yang kamu mau" Terlihat bu Sarah membawa putrinya kedalam pelukannya sambil membelai sayang kepala putrinya.

"Papa juga gak akan maksa-maksa kamu lagi. Kedepannya papa akan selalu berusaha mendukung setiap keputusan kamu selama itu baik. Bagi papa sekarang hanyalah kebahagiaan kamu yang paling utama" Kini giliran pak Hariz yang memeluk putrinya.

"Makasih mah, pah, kalian selalu menjadi penguat saat Ica berada dalam keadaan seperti ini. Dan sekali lagi maafin Ica. Karena lagi-lagi Ica sudah bikin mama sama papa jadi ikutan sedih gara-gara masalah ini".

Setelah mengatakan itu Icapun langsung pamit lebih dulu untuk pergi kekamarnya. Meski dirinya belum mengantuk sama sekali, namun saat ini dirinya hanya ingin sendiri sambil befikir bagaimana kedepan dirinya akan menata ulang kembali hidupnya.

1
Rini Anggraini
Luar biasa
Cucu Nurjanah
bagus
kartika
Luar biasa
Risalah_Hati: makasih kak 🙏
kalau berkenan baca novel aq yg lain juga ya😃
total 1 replies
Ibu Peri🧚🏻‍♀️🧜🏻‍♀️
astaga Kahfi mau lonsekesal apapun jahat banget sumpah
💫Tasya💫Alfarisi: hai kak salam kenal, aku Deep. GC Maniak Horor lagi Adain event baca berhadiah. Barangkali berminat, mangga di cek dulu syarat dan ketentuannya/Smile/
total 1 replies
Nici Momy
kenangan masa sma 😁😁
Dawet_Legi
kisah di SMA emg plg berkesan😍
jangan lupa mampir di karyaku ya kak🙏
arfan
up
vall
bener juga nih
vall
balik masa SMA nih. masa2 yang membagongkan ahaha semangat kak. mampir di ceritaku juga makasih
Dekc Laila
cinta segitiga ini ceritanya
Dekc Laila
pengen deh ngerasain apa itu cinta, tapi sayangnya hingga saat ini gue blm ada ngerasa suka banget dengan seorang cowok
Dekc Laila
Eeemmmm
Dekc Laila
lanjut kk, cerita bagus
Dear_Y
smangat berkarya 💪
Risalah_Hati: makasih. sama2 ngasih support ya kak
total 1 replies
ninena
sadboy💔
Ibu Peri🧚🏻‍♀️🧜🏻‍♀️
hai kak aku sudah mampir, gk sabar baca selanjutnya
PORREN46R
lumayan bagus juga ceritanya. semangat terus ya.
Ichakim
Sorry ya kak kalo aku banyak ngoreksi, jangan tersinggung 🙏

semangat terus nulisnya
Ichakim
satu kalimat jangan ada kata berulang, ini ada 2 kali "yang"
Ichakim
lah." ✅
lah". ❌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!