Ketidaksengajaan membawa Kayla masuk di kehidupan Kenzo. Padahal, betapa bencinya gadis itu kepada Kenzo yang terkenal tengil dan play boy di sekolah.
Untuk berlama-lama dengannya rasanya Kayla enggan, apalagi untuk menjadi pacarnya. Tapi, siapa sangka Kenzo mengumumkan bahwa dirinya adalah kekasih barunya di hadapan teman-teman Kenzo, termasuk Frans, pemuda idaman Kayla.
Akankah Kayla tetap bersama Kenzo? Ataukah ia akan berlari mengejar cintanya pada Frans?
Ikuti kisah ketiganya dalam cerita Di Antara Dua Hati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lien Machan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24~Play boy cap palu
Kayla menatap sayu rumah yang memiliki banyak kenangan itu. "Ayah, Ibu, maafin aku yang gak bisa mempertahankan rumah kita! Aku gak bisa menjaga amanah Ayah dan Ibu untuk mengurus dan memelihara peninggalan kalian. Maafin aku!" gumamnya lirih sembari meneteskan air mata.
Kayla terisak saat mengunci rumah dan menaruhnya di tempat biasa yang bisa ditemukan Rania.
"Selamat tinggal semuanya!"
Perlahan, motor matic itu keluar dari halaman rumah dan melaju di jalan beraspal. Entahlah ke mana tujuan Kayla sekarang, karena yang pasti dia ingin hidup sendiri tanpa perlu memikirkan apapun tentang Rania dan pamannya.
•
•
Dua jam setelah kepergian Kayla.
Prang ... prang ... brak
Semua barang berjatuhan ke lantai dan pecah begitu saja akibat dibanting seseorang.
"Sialan si Kayla itu. Dia pergi beneran dari rumah ini. Apa dia tidak memikirkan akan rumah peninggalan ayah dan ibunya?" Wajah Suherman memerah karena sedang marah. Terlihat kilatan penuh kebencian dari wajah pria paruh baya tersebut yang kini sedang mengamuk akibat kepergian keponakan satu-satunya yang dijadikan mesin penghasil uang dan robot pekerja.
Kini tatapannya beralih kepada putri semata wayangnya yang sedang duduk menopang kaki di sofa ruang tamu. "Sesantai itukah kamu dengan masalah sebesar ini, Rania?" bentaknya pada sang anak.
Wajah Rania mendongak, lalu kembali fokus pada ponselnya dan mengabaikan ayahnya yang sedang marah. "Untuk apa aku memikirkan dia? Aku seharusnya senang dong, pada akhirnya dia pergi meninggalkan rumah dengan sendirinya." sahutnya cuek.
"Kamu ini gimana sih? Kalau dia gak disini, siapa yang akan bekerja dan mencukupi kebutuhan kita? Dasar anak bodoh," tukas sang ayah dengan nada mencibir.
Mendengar perkataan ayahnya, Rania terperanjat karena baru sadar dengan fakta tersebut. "Astaga. Aku gak mikirin itu, Yah! Lalu, bagaimana hidup kita kedepannya?" balik bertanya dengan tatapan memelas.
"Salahmu sendiri. Kenapa kamu ngomong kek gitu sama Kayla?" Rania hanya memicingkan bibirnya. "Sudah Ayah bilang, kalo kamu itu jangan gegabah untuk berbicara kepadanya. Setelah kita mendapatkan semuanya, baru kita usir dia dari hidup kita!" kata Suherman menjelaskan.
Rania berdiri mendekati ayahnya yang sedang uring-uringan tak jelas. "Terus, apa yang harus kita lakukan sekarang? Haruskah aku mencari Kayla dan meminta maaf kepadanya?" tanya Rania.
Sejenak Herman berpikir, kemudian melambaikan tangan. "Enggak usah! Biarkan dia pergi dan gak pernah kembali lagi. Ayah udah lelah harus berpura-pura baik di depan pak Beno jika kita adalah keluarga yang harmonis. Pengacara sialan itu gak bisa menyalahkan kita karena Kayla pergi sendiri dari rumah tanpa ayah usir," Rania pun mengangguk atas pernyataan ayahnya.
Pasangan ayah dan anak itu pun duduk kembali di sofa sembari merenung, merencanakan sesuatu yang pasti untuk bisa menjerat Kayla lagi agar gadis itu mau menyerahkan surat-surat penting rumah ini.
•
Sementara di jalanan, Kayla tampak kebingungan untuk mencari tempat tinggal ke depannya. Keluar dari rumah itu memang sudah jadi keinginan sendiri tanpa disuruh siapapun.
Namun, bukan berarti Kayla tidak pernah menginginkan kembali ke rumah itu lagi. Di sana banyak kenang-kenangan dirinya bersama kedua orang tua serta keluarga yang lain.
Dulu, Rania adalah gadis baik dan penyayang. Kayla dan Rania tumbuh bersama dibawah asuhan Keke, ibunya Kayla. Ibu Rania atau istrinya Suherman meninggalkan suami dan anaknya untuk hidup bersama selingkuhannya.
Waktu itu, Rania masih sangat kecil saat dititipkan kepada Keke oleh Suherman karena ia harus bekerja ke luar kota. Keke dan Didi sangat menyayangi Rania selayaknya anak sendiri. Apapun yang diberikan kepada Kayla, Rania pun pasti mendapatkannya karena kedua orang tua baik itu tak pernah membeda-bedakan Kayla dan Rania.
Semasa kecil mereka selalu akur dan saling menyayangi, hingga suatu hari kejadian naas merenggut nyawa kedua orang tua Kayla. Kecelakaan pesawat waktu itu membuat Kayla menjadi anak yatim-piatu.
Suherman bergegas pulang untuk mengurus pemakaman kedua orang tua Kayla, atau kakak dan kakak iparnya tersebut.
Awalnya dia terlihat sedih, tapi setelah pengacara keluarga Kayla menyatakan bahwa semua aset penting milik Didi jatuh kepada putri semata wayangnya, Suherman pun berubah menjadi kejam.
Setelah Kayla tumbuh besar, gadis itu disiksa jika tak mau menuruti perintahnya. Uang asuransi jiwa kedua orang tuanya pun diambil seluruhnya oleh Suherman. Kini, pria itu menginginkan rumah peninggalan satu-satunya untuk Kayla.
Seharusnya, uang asuransi jiwa itu cukup jika dipergunakan betul-betul oleh Kayla untuk keperluan sehari-hari dan biaya sekolahnya hingga kuliah nanti. Tapi, Suherman terus mengambilnya sampai habis untuk berpoya-poya dan main judi.
Rania berubah membenci Kayla sebab ayahnya yang selalu meracuni pikiran gadis itu untuk membenci saudara sepupunya tersebut. Gadis itu terus-menerus menindas sepupunya dan berbuat semena-mena kepadanya. Rania sangat jauh berubah hingga Kayla pun tak mengenalnya lagi.
Helaan nafas berat terdengar berhembus dari mulut Kayla saat dirinya mengingat semua kenangan tentangnya dan Rania yang menurutnya sangat menyenangkan.
Berbagi segalanya selayaknya adik-kakak kandung dan Kayla sangat senang serta menyambut Rania dengan tangan terbuka. Namun ternyata, sepupunya itu menusuk Kayla dari belakang agar bisa menguasai seluruh harta-benda peninggalan kedua orang tuanya.
Sakit ... sedih ... hancur
Itulah bentuk hati Kayla saat ini setelah pengkhianatan kepercayaan oleh Rania, kakak sepupunya.
Motor matic Kayla berhenti tepat di bawah pohon rindang di pinggir jalan. Gadis itu membuka helm karena kepanasan. Tangannya terus mengelap serta mengipasi wajah dan leher yang berkeringat.
"Udah bolak-balik ke sana-kemari, tapi gak ada yang kosong. Ke mana lagi aku harus nyari kontrakan untuk aku tinggali?"
Kayla terlihat letih karena berkeliling untuk mencari sebuah kontrakan yang dekat dengan sekolahan, namun tidak ada satupun yang cocok dengan keinginan Kayla.
Ada yang sudah cocok, tapi harganya terlalu mahal. Ada yang harganya sedikit murah, tapi tempatnya sangat kumuh dan kotor.
Argh, ke mana lagi Kayla harus mencari rumah sewaan?
"Hemh, udah sore lagi. Perutku juga udah lapar. Duit tabunganku udah menipis, hanya cukup buat bayar sewa rumah dan makan seminggu. Huaaah, menyedihkan banget sih hidup aku ini," keluhnya sembari mengerang.
Saat wajahnya menunduk di atas stang motor, tiba-tiba saja sebuah tangan terulur menepuk pundaknya membuat gadis itu terkejut. "Astaga!" Kayla terlonjak karena terkejut.
"Ngapain kamu di sini?" Kayla dan orang tersebut sontak bertanya secara bersamaan.
"Ckk, aku tanya duluan ya." kata orang tersebut yang ternyata adalah Frans.
Kayla berdecih sebal, lalu membuang muka ke arah lain. "Bukan urusanmu!" ketusnya.
Frans menggelengkan kepala mendengar jawaban ketus gadis yang disukainya itu. "Jangan judes-judes, Nona! Hatiku bisa kepincut lho!" selorohnya sembari tersenyum menggoda.
Kayla mendesah kesal menanggapi ocehan tak penting pemuda itu. "Cih. Dasar play boy cap palu," ejeknya kemudian.
...Bersambung .......
Kenzo ungkapin cinta nya🥰🥰🥰