IG : @amy_myamymy
Tak perduli siapa namaku yang jelas akulah yang mengucap ijab qabul atasmu pada ayahmu.
Kehadiranmu di hidupku bukan hanya menghadirkan cinta baru tapi juga merubah alur hidupku.
Entah takdir apa yang ada di masa depan, untuk sekarang aku fokuskan hatiku untukmu,dan memendam dalam perasaan lain yang pernah ada.
(Raffa Putra Pradipta)
Aku selalu mencintaimu begitupun dirimu, aku tahu kamu masih mencintaiku,tapi kenapa sulit sekali untukmu jujur tentang perasaanmu sendiri?
Biarlah ku menunggu, menantimu kembali di saat ada cinta yang lain hadir di antara kita. seperti apa takdir cinta ini akan berakhir.
(Siena Putri Darmawan)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon myAmymy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 24
Siena masih menunduk,ia tak sanggup untuk melihat wajah Raffa. Laki-laki yang selama hidupnya mengisi hatinya,laki-laki yang menjadi cinta pertamanya di kala usianya baru 10th.
Ya,Siena menyadari kalau rasa sukanya teehadap Raffa berbeda dari yang Difa rasakan pada Raffa. Saat itu pertama kali Siena berdebar-debar melihat Raffa sebagai laki-laki,bukan seorang kakak. Saat pertama kali melihat Raffa memakai seragam putih abu-abunya.
"Siena.." Panggil Raffa lagi
Sungguh Siena tak sanggup mendengar lagi apa yang pria itu akan ucapkan.
Siena berjengit kaget saat Raffa menggenggam tangannya. Siena menggeleng lalu menarik tangannya dengan cepat lantas berdiri
"Tidak,Siena tidak mau dengar lagi.." Ujar Siena sambil menggeleng menutup telinganya dengan kedua tangannya
Raffa merasa nyeri di ulu hatinya melihat respon gadis itu.
"Siena..." teriak Raffa saat melihat Siena lari keluar
Dengan cepat Raffa mengejar gadis itu. Sungguh ia tak menyangka jika gadis itu akan mengetahuinya dengan cara seperti ini. Apa ini ulah ayahnya?
Siena terus berlari menuju gerbang rumah mewah ini.
"Ah..." pekik Siena saat highhilsnya menjatuhkan dirinya. Melihat ke belakang di mana Raffa ikut berlari menyusulnya membuat Siena memilih melepas sepatunya dan kembali berlari lagi
"Buka pintunya cepat !!" Bentak Siena pada penjaga gerbang yang terlihat kebingungan
Baru saja Siena melangkahkan kakinya keluar tangannya di tarik dengan cepat oleh seseorang hingga gadis itu berbalik dan menabrak dada bidang orang itu
"Siena.." lirihnya
"Lepas bang,Siena tidak mau dengar apapun lagi.."
Siena terus memberontak dalam pelukan Raffa. Sungguh,mengertilah hatinya tak siap lagi mendengar kenyataan yang begitu menampar dirinya. Air matanya terus saja mengalir meski tanpa isakan tangis.
"Siena,dengarkan abang.."
Lagi Siena hanya menggeleng. Matanya menolak untuk membalas tatapan mata Raffa
"Siena,abang mohon jangan seperti ini. Kita tidak bisa bersama."
"Abang pembohong,abang pembohong. Siena ingat abang bilang cinta sama Siena waktu itu..hiks..." Satu isakan akhirnya lolos
Siena ingat waktu itu, saat ulang tahunnya yang ke 17.
Flashback on
Pesta ulang tahun ke 17 Siena Putri Darmawan seperti biasanya selalu terlaksana dengan mewah. Papi Adam tak pernah main-main membuat putri kesayangannya menjadi layaknya tuan putri kerajaan.
Harusnya Siena bahagia seperti malam ulang tahunnya sebelumnya. Tapi tidak malam ini. Bunda Sifa mengatakan jika abang Raffanya tak bisa cuti kuliahnya hingga tak bisa pulang barang sehari hanya untuk ulang tahunnya.
Setelah pesta yang di laksanakan di halaman luas kediamannya usai,tak peduli pada keluarga dan beberapa tamu undangan yang datang Siena memilih masuk ke kamarnya.
Merebahkan dirinya di ranjang tanpa mengganti gaunnya dan membersihkan riasannya Siena menangis dalam diam. Dia tak ingin hadiah apapun, dia hanya ingin abang Raffa di hari ulang tahunnya.
Siena ingat jika Raffa berjanji,saat dirinya sudah dewasa maka saat itu Raffa akan menjadi pacarnya. Dan sekarang ia sudah berumur 17 th itu artinya dia sudah cukup dewasa kan.
Lelah menangis sendiri, matanya yang lelah ia pejamkan mencoba melupakan semuanya dan berharap ia bangun esok semua hanya mimpi. Pesta ulang tahunnya belum terjadi dan Raffa akan pulang untuk ulang tahunnya
Hingga tiba-tiba Siena merasakan ada seseorang yang mengusap pipinya,menghapus sisa air matanya lalu ia merasa ada seseorang yang mengecup kedua kelopak matanya.
"Happy birthday my Princess.." Ucap seseorang itu yang Siena tau persis itu suara Raffa
Siena ingin sekali membuka matanya lalu memeluk Raffa, tapi tunggu dulu. Siena ingin mendengar apa yang akan Raffa ucapkan lagi
"Abang ingat jika Abang pernah berjanji waktu itu,tapi usia 17 itu belum berarti kamu tumbuh dewasa. Dewasa bukan soal umur tapi lebih ke pemikiran. Meski abang akui abang sangat menyukai sikap manjamu yang tidak abang temukan dari Difa."
Siena semakin berdebar kala ia merasakan usapan lembut di rambutnya
"malam ini kamu sangat cantik,ah sayang sekali abang tidak melihatmu saat kamu meniup lilin 17 mu tadi.."
Raffa menggenggam tangan Siena dan membawanya ke bibirnya
Cup
Siena merasakan kecupan di punggung tangannya
"Aku mencintaimu Siena.."
Hati Siena sangat bahagia mendengarnya dan ia yakin ini bukan mimpi Raffa mencintainya hingga ia merasakan sapuan lembut pada bibirnya
'Ya tuhan first kiss ku oleh bang Raffa' jerit Siena girang dalam hati
"ini hadiah ulang tahunku padamu Siena,aku mencintaimu "
Siena yang masih kaget dengan ciuman Raffa masih sibuk menetralkan degub jantungnya hingga ia tak lagi mendengar suara Raffa
Siena membuka matanya tapi tak mendapati keberadaan Raffa di kamarnya.
Siena segera keluar kamar untuk mencari Raffa dan membalas semua ungkapan Raffa tadi padanya,tapi siena tak mendapati Raffa di manapun.
"kemana abang?"
Hingga Siena melihat Raffa bersama Daffa di depan mobilnya
Baru saja Siena akan menyusul Raffa,laki-laki itu terlebih dahulu masuk mobil dan pergi meninggalkannya
Flashback off
Raffa memejamkan matanya saat mendengar apa yang Siena ceritakan. Sungguh ia tak menyangka jika gadis ini mendengar semuanya.
Malam itu Raffa memang memutuskan mengatakan semuanya saat ia kira Siena tidur karena lelah menangis.
Raffa pikir tak akan ada waktu lain untuknya mengatakan semuanya. Ia sudah berjanji pada Daffa untuk melupakan perasaanya jika ia di izinkan pulang malam itu.
"Siena,mengertilah semua bisa berubah seiring berjalannya waktu "
Siena menggeleng " Kenyataanya rasa cintaku pada abang tak pernah berubah sedikitpun."
Raffa menarik nafasnya dalam,
"Siena..lupakan abang..seperti yang kamu dengar tadi abang sudah menikah dan memiliki anak.."
Lagi Siena menggeleng
"Abang hanya Cinta Siena.."
Cup
Raffa membulatkan matanya kaget saat tiba-tiba Siena mencium bibirnya dan sedikit ********** meski gerakannya kaku.Ingin sekali Raffa membalasnya tapi ia ingat jika Ayunalah yang saat ini ia cintai. Perlahan Raffa mendorong bahu Siena agar mengakhiri ciuman mereka.
"Abang lihat,bahkan aku tak pandai berciuman. Karena hanya abang yang pernah melakukannya.." ucap Siena setelah mencium Raffa sendiri.
Raffa tak merespon apapun selain mendorong pelan bahunya.
"Siena..." lirih Raffa memandang sendu gadis di depannya " Mengertilah,kita tidak mungkin bersatu tidak dulu dan terlebih sekarang.."
Siena terkekeh pelan,ia memundurkan langkahnya
"Dalam hidupku inilah ketidak adilan Tuhan padaku,ini lebih menyakitkan di banding saat Siena tau jika bukan mami Dara yang melahirkan Siena.Kenapa kita tidak bisa bersatu di saat tak ada ikatan darah setetespun di antara kita bang.."
Mengusap airmatanya yang kembali turun " Aku ingin membenci abang,sangat ingin membenci abang..aku benci dia,aku benci wanita itu yang sudah merebut abang dariku,menghancurkan semua harapanku selama ini..AKU BENCI WANITA ITU.." Teriak Siena
"SIENA.." Bentak Raffa saat Siena menyalahkan Ayuna membuat Siena berjengit kaget
"jangan membencinya,bencilah aku sesukamu,di sini abang yang salah karena memberimu harapan di saat aku tau tak akan bisa memberi kenyataan manis padamu.."
"Aku mau pulang.." ucap Siena yang sudah tak bisa lagi menahan rasa sakit di hatinya
"Abang antar.."
Siena menggeleng
"Baiklah,biar Lucas mengantarmu.."
Lagi Siena hanya menggeleng hingga tepat ia melihat ada taksi yang akan melewatinya
Dengan cepat Siena menyetop taksi itu dan masuk ke dalam meninggalkan Raffa
"Lucas.." panggil Raffa pada pengawal pribadi yang tak pernah jauh darinya
"Yes sir..."
"Ikuti Siena dan pastikan dia baik-baik saja..hubungi papamu dan sampaikan apa yang terjadi pada om Adam.."
Menepuk bahu Lucas sebelum masuk kedalam rumahnya
"Aku titip Siena padamu.."
Lucas segera mengangguk dan menatap punggung temas sekaligus bosnya yang sudah ia anggap kakak itu.
Lalu masuk ke dalam mobil di mana anak buahnya sudah siap untuk melaksanakan tugasnya
.
.
Siapa yang ikut terbawa perasaan Siena nih?
.
.
Makin seru gak ceritanya🤔
Ingat selalu sedia tisu sebelum membaca cerita ini yah😔
Jangan lupa vote😉
.
⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️
@myAmymy
di bab berapa ya pembahasannya?
Lalu si pak adam cinta sama bu sifa, adik kandungnya sendiri?
Incess ya??
Soalnya yg ada raffanya pasti aku skip
Apa jangan3 siena bukan anak kandungnya pak adam?