Apa yang kamu akan lakukan jika kamu dijebak oleh Saudari dan Ibu Tirimu untuk menerima jodoh yang seharusnya bukan untuk dirimu sendiri.
Apalagi pria yang harus ia nikahi adalah pria yang sangat arrogan dan memiliki cacat serta lumpuh.
Sedangkan Ervin yang sudah hampir 100 kali menghancurkan perjodohan antara Ibunya dengan para wanita, kali ini menerima kegagalan. Karena dari 100 wanita, Belviana lah satu - satunya wanita yang tidak kabur saat melihat dirinya yang cacat.
Entah karena Belviana hanya seorang pengganti Emilie, atau dia memiliki maksud tertentu.
“Apa dia lagi berpura-pura tidak tahu apa yang aku maksud ? Mau aku sendiri yang mengatakan kekuranganku ?” seru Ervin dalam hatinya.
Bagaimana kisah antara Belviana dan Ervin ?
Selamat Membaca
IG @ma2.zan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MamaZan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Siang pun datang, Belviana yang masih sibuk bekerja tiba-tiba di hampiri oleh seorang staff karyawan. “Bu Belviana, anda di panggil dengan Pak Milo.”
“Oh iya, terima kasih.” Ucapnya lembut. Kemudian dia kembali ke timnya sebentar untuk kembali memberikan arahan sebelum isirahat makan siang.
Lima menit dia memberikan instruksi, lalu dirinya pun berpamitan ke rekan-rekannya. “Baiklah, kalian bisa istirahat makan siang. Aku keluar dulu ada sedikit keperluan,”
“Baik Bu,” sahut para rekan-rekannya.
Belviana melangkah keluar dari studio pemotretan untuk menghampiri Milo. Dan benar saja, terlihat Milo sedang berdiri tegap sedang menunggunya.
Wanita cantik itu mempercepat langkahnya, menghampiri Milo, asistent dari Ervin.
“Pak Milo, maaf aku agak lambat karena ada sedikit pekerjaan.”
“Iya tidak masalah Nona,” jawab Milo tenang. “Dan apa Nona Belviana ada waktu? Tuan Ervin mengajak Nona untuk makan siang.”
Seketika terlihat semburat senyum simpul di wajah Belviana, “Apa benar Kak Ervin mengajakku ? Bukannya kemarin?” tanya Belviana dengan ragu.
“Sebenarnya bukan itu maksud Tuan Ervin, saat Tuan ingin menjelaskan kepada Nona. Nona sudah pergi lebih dulu.”
Blush
Wajah Belviana seketika memerah. “Ahh, maaf.”
Milo tersenyum, “Ayo Nona, Tuan pasti sudah tidak sabar ingin menemui Anda,”
Belviana mengangguk “Iya Pak,”
Milo dan Belviana jalan beriringan. Melewati para staff dan langsung menuju basement menggunakan lift.
“Loh kok turun ke basement?” tanya Belviana bingung. “Bukannya ruangan CEO di lantai teratas?”
“Tuan menunggu anda di mobil,” jawab Milo menjelaskan dan diangguki oleh Belviana.
Ting!
Begitu pintu lift terbuka, Belviana keluar dari lift, langkahnya terhenti sejenak ketika matanya menangkap sosok Ervin yang melambaikan tangan dari dalam mobilnya. Senyum sumringah merekah di wajah Belviana, membuat hatinya berdebar kencang.
"Ah, ternyata Ervin sudah menungguku." Gumamnya pelan dengan membalas lambaian tangan Ervin.
Dengan langkah cepat, Belviana menghampiri mobil Ervin. Semakin dekat, semakin jelas senyuman Ervin terlihat. Entah mengapa, perasaan hangat dan bahagia menyelimuti hati Belviana saat melihat senyuman itu.
“Hai…” sapa Ervin kepada wanita yang sejak semalam dia pikirkan.
Belviana tersenyum, “Hai Kak…”
Milo yang berhasil menyusul Belviana langsung membukakan pintu untuk Belviana, “Silahkan Nona,”
“Terima kasih Pak Milo,” Belviana masuk ke dalam mobil. Duduk tepat di sisi Ervin.
“Maaf kemarin aku tidak bermaksud untuk membuat kamu tersinggung Ana,” ucap Ervin begitu Belviana duduk di sampingnya. “Sebenarnya aku ingin mengajak kamu untuk makan siang hari ini, tapi kamu sudah terlanjur turun dari mobil sebelum aku katakan semalam,”
Wajah Belviana memerah karena malu, “Tidak apa-apa kak, aku yang seharusnya meminta maaf ke Kak Ervin, padahal –“
“Sudah, tidak ada yang perlu di perdebatkan lagi, hem?” potong Ervin tersenyum lembut.
“Jalan Tuan?” imbuh Milo.
“Iya, langsung ke rumah,” sahut Ervin, “sebelum itu kita mampir ke toko kue langganan Mama.”
“Baik Tuan,” jawab Milo kemudian melajukan kendaraan dengan perlahan.
Belviana melihat bingung kepada Ervin, “Kak, bukannya kita mau pergi makan siang?” tanyanya dengan lembut, “lalu kenapa kita ke rumah Kak Ervin?”
“Ehem, kita memang mau makan siang,” kata Ervin menoleh ke Belviana, “tapi makan siangnya di rumah aku. Mama dan Papa ingin menemui kamu.”
Belviana sontak membelalakkan matanya, “Eh? Serius Kak?” tanya nya dengan panik.
Ervin mengangguk dan mengedipkan matanya. “Serius dong, Mama dan Papa sangat penasaran ingin segera menemui calon istriku.”
tapi aku nunggu tamat ajah, ogah di gantung lama✌️✌️🙏
asal lamu tau aj y ,, sebelum orang yg kamu suruh mencelakai Belviana terlaksana,, justru kamu sendiri yang akan menerima hukuman dari Ervin ..🤪🙄