Aiden yang mengenal cinta dari sang Bunda, Ibu sambungnya juga bocah bernama Cantika. Siapa sangka, pesona Cantika membuat Aiden terpana bahkan sampai dia beranjak remaja dan kecewa ditinggalkan oleh cinta monyetnya.
Saat dewasa, Aiden berjuang menunggu cintanya dengan usaha Papa nya yang terus memperkenalkan wanita sebagai jodoh Aiden.
Bagaimana usaha Aiden menghindar dari perjodohan dan mendapatkan kembali cinta dari Cantika.
====
Spin Off : Pesona Cinta Majikan
IG : dtyas_dtyas
Fb : dtyas auliah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cinta Aiden - Part 23
Aiden dan Cantika saling tatap, karena kedapatan berdua dalam ruangan Aiden oleh Edwin.
“Ada yang mau bicara?” tanya Edwin dengan kedua tangan dilipat di dada. “Aku lihat Rosa, keluar dari ruangan ini dengan wajah tidak bersahabat. Jangan bilang kalau kalian berada dalam kesalahpahaman atau bahkan Rosa menyaksikan hal yang tidak seharusnya?” tanya Edwin.
“Ya, begitulah,” sahut Aiden.
“Pak Aiden,” tegur Cantika. Wanita itu heran kenapa Aiden menanggapi hal itu dengan biasa saja, padahal jelas-jelas Rosa mengakhiri rencana pertunangan mereka.
Edwin duduk di sofa tamu, masih menatap Aiden dan Cantika yang berdiri di depannya.
“Begitu bagaimana?”
“Rosa melihat aku dan Cantika, menyadari kalau Cantika adalah masa laluku kemudian mengakhiri rencana pertunangan dan lamaran.”
“Apa sebenarnya maumu Aiden? Kamu menolak semua wanita yang aku kenalkan tapi pilihanmu pun akhirnya begini.”
“Ini bukan salahku Pah, Rosa yang mengakhiri.”
“Tapi karenamu. Kalau kamu dan Cantika mengakhiri semua urusan kalian tidak akan Rosa memutuskan hal ini,” tutur Edwin.
“Maaf Pak Edwin, semua salah saya. Saya siap bertanggung jawab dengan mundur dari pekerjaan saya sekarang,” ujar Cantika.
“Cantika, ini bukan salahmu,” ucap Aiden.
Edwin menghela nafas lalu memijat dahinya.
"Cantika, bisa tinggalkan kami!" titah Edwin.
Setelah kepergian Cantika, Edwin dan Aiden duduk berhadapan
“Rosa dan Cantika saudara sepupu. Dia tidak ingin menikah denganku, karena aku masih memikirkan Cantika,” ungkap Aiden.
“Cantika, bisa tinggalkan kami!”
Setelah Cantika meninggalkan ruangan Aiden, Edwin dan putranya duduk berhadapan. Keduanya masih saling diam.
Edwin tidak habis pikir dengan Aiden yang masih saja berharap pada Cantika.
“Papa tidak paham dengan isi kepalamu. Kamu tahu masa lalu Cantika?”
“Dia masih gadis Pah, bocah yang memanggilnya Bunda adalah anak mendiang kakaknya. Awalnya aku mengalah karena tidak ingin menjadi perusak rumah tangga orang lain tapi mengetahui kebenaran yang ada, aku tidak bisa membiarkan hatiku kembali kecewa.”
“Tapi Rosa ….”
“Rosa benar, kalau kami menikah hanya akan saling melukai. Bagaimana bisa kami bahagia, lalu bagaimana kami harus berhadapan dengan Cantika."
“Kamu urus hubungan dengan orangtua Rosa, Papa tidak mau mereka sampai kecewa. Kalau mereka tidak setuju pembatalan ini, sebaiknya lanjutkan rencana kalian sebelumnya,” titah Edwin lalu meninggalkan Aiden.
...***...
“Ibu tidak mengerti ada apa dengan kalian? padahal besok kalian akan mengadakan lamaran,” ujar Ibu Rosa saat Aiden bertandang ke rumahnya. Tidak ada Rosa di sananya, ternyata Rosa menepi ke salah satu keluarganya di luar kota.
“Saya minta maaf Bu, tapi keputusan Rosa lebih baik dari pada kami saling menyakiti,” tutur Aiden.
“Tapi Rosa dan Cantika bersaudara, Ibu tidak ingin mereka malah bermusuhan setelah ini,” ungkap Ibu.
Aiden tidak berpikir sampai ke arah sana, betul apa yang dikatakan Ibu kalau Rosa dan Cantika mungkin saja akan saling menjauh.
“Saya akan bicarakan lagi dengan mereka berdua,” usul Aiden walaupun dia tidak yakin Rosa mau diajak bicara.
“Jadi, Nak Aiden akan melamar Cantika?”
Aiden yang sejak tadi menunduk, akhirnya mengangkat wajah menatap wanita paruh baya di hadapannya. Bagaimana mungkin dirinya langsung memutuskan untuk melamar Cantika, sedangkan urusannya dengan Rosa belum benar-benar berakhir.
“Tidak Bu, dari awal Cantika memang menolak saya. Termasuk saat ini.”
“Ibu kecewa karena Rosa harus mengalami ini tapi kalau Cantika bisa mendapatkan kebahagian bersama Nak Aiden, tentu saja Ibu ikut bahagia.”
Aiden menganggukkan kepalanya, dia pun berharap kalau Cantika berubah pikiran atau setidaknya membuka hati untuk Aiden.
Sepertinya aku harus pikirkan cara untuk mendapatkan Cantika walau dengan sedikit pemaksaan, batin Aiden.
skrg baca Aiden dewasa
enaknya nt judul apa ya kak
wah mak e cantika parah nih
semoga dpt baik
macem mak babe
dl papa duda dpt ayu
sabarrrr
ampes lo nanti..
salah pilihan