Setiap rumah tangga pasti memiliki ujiannya masing-masing. Tergantung kita, apakah bisa menyikapinya dengan baik atau justru semakin memperburuk keadaan.
Rasa cinta Zarina Febrianti diuji saat sang suami mendapatkan masalah. Dia terjebak ke dalam hubungan gelap dengan seorang pria asing yang dikenal melalui media sosial.
Semua hancur ketika Robby, sang suami tahu bahwa anak sang istri bukan berasal dari benihnya. Bagaimana Zarina akan menjalani kehidupan bersama anak hasil perselingkuhan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurma Azalia Miftahpoenya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Demam Berdarah
Zarina menggeleng cepat karena tidak ingin jika laki-laki disampingnya ini akan merasa bersalah sudah terlalu banyak bertanya tentang masa lalunya. Walaupun memang benar bahwa dia merasa tidak nyaman jika ada orang baru yang terlalu kepo dengan kehidupan masa lalunya.
"Enggak, kok, Mas. Aku cuma lagi cemas sama keadaan Alam saja," jawab Zarina sambil menatap wajah polos putranya.
"Em, sabar, yah! Sebentar lagi kita sampai," ucap Dika yang akhirnya mempercepat laju kendaraannya.
Beberapa saat kemudian mereka sampai di sebuah klinik. Dika cepat-cepat turun setelah mematikan mesin kendaraan roda empatnya. Laki-laki itu berniat akan membukakan pintu mobil untuk Zarina, akan tetapi Zarina dengan cepat membuka sendiri pintu kemudian keluar dari mobil berwarna silver itu.
Dika tentu saja kecewa karena gagal memberikan perhatian lebih pada Zarina. Sebenarnya Dika ingin memanfaatkan momen ini untuk mendekati wanita berstatus janda beranak satu itu.
"Terima kasih sudah mengantarkan kami, Mas Dika," ujar Zarina menyampaikan rasa terimakasihnya karena Dika sudah banyak membantu.
"Sama-sama, Rin. Ayo masuk!" ajak Dika kepada Zarina.
"Loh, Mas Dika enggak langsung pulang?" tanya Zarina heran.
"Enggak. Aku sudah mengantar kamu ke sini, jadi aku juga yang harus mengantar kamu pulang. Lagi pula Maya tadi pesan untuk menemani kamu sampai kita tahu jelas Alam kenapa."
"Aku rasa enggak perlu, Mas. Aku bisa naik taksi nanti. Sebelumnya aku mengucapkan terima kasih banget karena Mas Dika dan Mbak Maya sudah sangat perhatian pada Alam," tolak Zarina dengan nada sopan.
Sebagai seorang wanita Zarina tentu paham dengan maksud dari laki-laki yang saat ini bersikap baik padanya. Namun, statusnya yang sudah pernah menikah dan gagal dalam rumah tangganya, Zarina merasa belum siap jika harus menjalani pendekatan dengan lawan jenisnya lagi.
Tanpa membuang-buang waktu lagi, Zarina segera membawa Alam masuk ke klinik. Sedangkan Dika hanya bisa menatap nanar wanita yang berlari menjauh darinya itu.
"Kurangnya aku apa, sih? Dia benar-benar seperti berniat menjaga jarak dariku." Dika mendengus kesal lalu bergegas masuk ke mobilnya untuk pergi dari sana, percuma saja Dika mendekati Zarina saat ini jika wanita itu terus-menerus menunjukkan sikap penolakan.
*****
Alam sudah diperiksa oleh dokter spesialis anak. Namun, Zarina sedikit bingung saat dokter memasang jarum infus di punggung tangan mungil buah hatinya.
"Dok, sebenarnya Alam sakit apa?" tanya Zarina khawatir.
"Anak ibu terkena demam berdarah, Bu. Dia harus mendapat perawatan medis dahulu karena trombositnya sangat rendah."
Jantung Zarina seakan berhenti berdetak saat mendengar kabar keadaan putra semata wayangnya yang ternyata terkena demam berdarah. Netranya menatap sedih Alam yang berada di brankar pasien. Dunia Zarina seolah runtuh ketika harus melihat sang putra terbaring lemah di ranjang pesakitan dengan jarum infus yang menancap di kulit lembutnya.
"T-tapi keadaan Alam apakah sangat parah, Dok?" tanya Zarina dengan suara tercekat, tenggorokannya seakan terganjal oleh duri tajam.
"Alhamdulillah, tidak, Bu. Beruntung ibu segera membawanya kesini," jelas sang dokter yang sedikit membawa angin segar untuk orang tua tunggal itu.
"Syukurlah," ujar Zarina penuh syukur.
"Kalau begitu saya permisi dulu, Bu. Kalau ada apa-apa silahkan panggil kami," pamit si dokter yang kembali harus melanjutkan pekerjaannya.
"Baik, Dok."
Setelah kepergian sang dokter, Zarina mendudukkan dirinya di kursi. Tatapan matanya tidak lepas sedetikpun dari Alam, putra yang dia urus seorang diri. Setetes air mata jatuh begitu saja tanpa permisi manakala Zarina mengedipkan matanya sebentar. Wanita yang harus menerima takdir menjadi janda diusia muda akibat kesalahan fatal yang diperbuat olehnya itu benar-benar merasa gagal menjadi seorang ibu.
"Maafkan mama, Alam. Mama tidak becus menjagamu. Mama gagal mengurus kamu dengan baik," ujarnya penuh sesal.
Tangan kiri Zarina membelai lembut punggung tangan sang putra yang tertancap oleh jarum infus, sedang tangan kanannya mengusap pipi mulus yang sedikit terdapat ruam kemerahan.
"Jika bisa memilih, mama saja yang sakit asalkan kamu bisa sehat terus, Alam. Mama hancur melihat kamu seperti ini," gumamnya dengan deraian air mata.
diselingkuhi, istri yang selingkuh bukan nya menyesal dan sujud minta maaf padanya tapi istri seakan tidak merasa bersalah pada Robby dan segampang itu pergi dan tinggal Robby, dan Robby malah dibuat menderita karena berpisah dengan istri jahanamnya, malah Robby yang dibuat mengejar2 dan berjuang merebut cinta istri jahanamnya
kalau hidup author dibuat kayak Robby, adil tidak author rasakan
hor jadi orang harus punya hati juga sedikit jangan mentang author wanita dan hanya melihat dari sudut pandang pemeran utama wanita jadi author seenak buat karakter pria kayak lelaki bodoh dan tidak punya harga diri
ini yang jadi masalah karena ratusan novel yang konfliknya
suami selingkuh
* suami dibuat menderita, menyesal, mengemis minta maaf, berjuang mati2an dapat kesempatan dan mengejar istri yang pergi
*pemseran utama wanita tegas pergi dan tidak mudah memaafkan
*novel hadir lelaki lain yang baik dan berkesempatan besar menggantikan posisi pemeran utama pria (bukti banyak novel pemeran utama pria digantikan PEBINOR)
*semua orang yang peduli pada istri dicap orang baik dan semua orang akan melaknat perbuatan suami
yang jadi masalah dinovel2 (banyak sekali novel). karena berbanding terbaik jika konfliknya pemeran utama wanita (istri) yang selingkuh
*istri hanya menyesal, paling jauh hanya minta maaf dan mudah sekali dimaafkan, tidak dibuat berjuang, tidak dibuat mengemis, tidak dibuat mengejar suami, malah dia yang dia buat pergi tinggalkan suaminya tampa peduli perasaan sakit hati suami, yang paling parah sebagian novel malah membenarkan perselingkuha itu dan satu lagi posisi pemeran utama wanita aman 100%, tidak akan tergantikan
*suami dibuat karakternya bodoh, kayak tidak punya harga diri yang Terima saja dan mudah memaafkan dan malah sang suami dibuat balik berjuang
*lelaki selingkuhan sebagian novel dilaknat tapi ada sebagian novel lelaki ini dispesialkan dan diistimewakan dan akhirnya juga bahagia dan malah ada beberapa novel lelaki tetap berhasil merebut istri orang dan mengantikan posisi pemeran utama pria
beda dari yg lain