NovelToon NovelToon
GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat / Romansa / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Fantasi Wanita
Popularitas:3.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: Meta Janush

Di kehidupannya dulu Arimbi Saraswati sungguh bodoh karena jatuh cinta pada Reza yang ternyata adalah kekasih Amanda dan Arimbi tidak mau menuruti permintaan orang tuanya untuk menikahi Emir dan dia memutuskan untuk tetap bersama Reza. Malangnya, mereka malah tertimpa musibah dan kemalangan berturut-turut. Reza berselingkuh dengan Amanda hingga hamil dan mereka membunuh anak perempuan Arimbi. Amanda juga membunuh kedua orangtua Arimbi dan merebut perusahaan beserta semua kekayaan mereka, membiarkan Arimbi mati.

Tapi Tuhan masih memberinya kesempatan untuk mengubah takdirnya. Setelah diberi kesempatan untuk hidup kembali, dia memulai hidupnya kembali ke masa-masa sebelum dia menikahi Reza, Arimbi merobek bajunya dan menggigit Emir dan mengatakan bahwa dia miliknya. Jadi sekarang mereka harus menikah!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meta Janush, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24. SIAPA YANG MEMUKULMU?

“Arimbi dibesarkan dipedesaan, kadang dia bertindak tanpa berpikir, Tuan Emir! Jadi, jika dia menyinggung anda dengan cara apapun kami harap anda bisa berbaik hati untuk memaafkannya. Aku akan membuatnya mengirim hadiah untukmu besok. Dia akan minta maaf atas apa yang telah dia lakukan padamu.”

Emir menatap Yadid dengan tatapan sedingin es sebelum mengulangi kembali pertanyaannya.

“Aku hanya ingin tahu dimana Arimbi! Jangan sampai aku bertanya tiga kali!” bentak Emir.

“D---dia ada diatas,” jawab Yadid dengan suara bergetar.

“Pergi dan suruh dia turun sekarang. Aku ingin melihatnya.” ucap Emir.

Mata Yadid berbinar sebelum dia segera menganggukkan kepalanya. “Tentu. Saya akan menyuruhnya segera turun menemui anda, Tuan!”

Pria itu pun langsung berlari menaiki tangga lalu menuju kamar Arimbi. Dia mengetuk pintu kamar itu dengan keras sambil memanggilnya kencang.

“Arimbi! Buka pintunya Arimbi! Tuan Emir ingin bertemu denganmu. Cepat! Jangan buat dia menunggu!” ujarnya sambil terus mengedor-ngedor pintu kamar itu. Namun tak ada sahutan dari dalam kamar, hanya keheningan tanpa ada suara apapun. Raut wajah yadid langsung berubah, tangannya mulai gemetar saat dia mengenggedor pintu itu lagi.

“Arimbi! Jangan melakukan hal konyol lagi! Aku hanya menghukummu untuk kebaikanmu sendiri,” teriaknya. Tapi tetap saja tak ada reaksi apapun, Arimbi mungkin telah menyinggung Emir tapi dia tetaplah putri kandungnya Yadid yang harus dia didik dengan baik.

“Amanda mengunci pintunya dari luar!” suara dingin Arimbi menyahut dari dalam.

Yadid berhenti menggedor pintu dan melihat kebawah, pintunya memang digembok.

‘Ya Tuhan! Apa aku buta ya? Bagaimana bisa aku tidak melihat gembok sebesar ini dipintu?’

Amanda bergegas menyusul ayahnya ke lantai dua sambil mengeluarkan kunci untuk membuka gembok. “Ayah, menurutmu apa yang akan Tuan Emir lakukan padanya?” tanya Amanda.

Yadid masih belum sepenuhnya sadar dari pikiran-pikiran yang memenuhi benaknya, jadi dia menjawab dengan nada yang agak sinis.

“Kenapa kamu ingin tahu? Dia bisa bertemu dengan Arimbi kapanpun dia mau. Arimbi dapat meminta maaf padanya dan berjanji padanya akan menjauhinya dimasa yang akan datang.” Yadid tidak lagi menyinggung soal hukuman Arimbi.

Amanda membuka mulutnya seolah ingin mengatakan sesuatu pada ayahnya tapi akhirnya dia menahan diri karena merasa kata-kata yang akan diucapkannya tidak pantas. Sepuluh menit kemudian Aydid berhasil membujuk Arimbi untuk turun kebawah menemui Emir.

‘Huf! Hari ini bukan hari keberuntunganku! Aku bertemu orang ini dua kali hari ini. Ayah bahkan menghukumku gara-gara orang ini.’ Arimbi mengomel dihatinya dan wajahnya tampak murung saat dia berjalan kearah Emir.

“Apa yang kamu inginkan dariku Emir?” dia bertanya dengan nada yang bermusuhan dan tatapan mata yang tajam pada Emir.

Sedangkan Emir balas menatap wajahnya, dia melihat pipi Arimbi yang bengkak membuatnya marah dan raut wajahnya langsung menggelap. “Berlutut!” perintahnya pada Arimbi.

Arimbi tidak tahu apa yang diinginkan suaminya itu tapi dia melakukannya. Arimbi berlutut didepan Emir setelah dia melihat ekspresi wajah pria itu terlihat muram.

Emir mengulurkan tangannya menyentuh pipi Arimbi yang bengkak, dia menekankan telapak tangannya yang besar ke pipinya. Arimbi bisa merasakan ujung jarinya menyentuh kulit wajahnya, hal itu mengejutkannya. Dia tidak menyangka seorang Tuan Muda yang mahakuasa dari Keluarga Serkan dan raja industri bisnis di Metro memiliki tangan yang sangat halus dan lembut.

Sentuhan tangannya lembut selembut kulitnya, dia mengusap pipi Arimbi dengan sangat hati-hati tak ingin memberikan tekanan karena akan terasa sakit dan memperburuk lukanya. Arimbi terkejut dengan tindakan pria itu dan dia hanya menatap wajah Emir dengan tatapan tak percaya. ‘Inikah pria yang sama dengan pria yang memberinya makan sambal tempo hari? Pria yang pedas dan kejam yang tak berperasaan itu? Kenapa sentuhannya sangat lembut dan halus?

Kedua suami istri itu saling menatap, tiba-tiba Emir menarik tangannya dengan cepat seolah ingin menghindari racun yang ada diwajah Arimbi. Baik Yadid dan Amanda melihat semua yang dilakukan oleh Emir pada Arimbi. Pikiran kedua orang itu benar-benar kacau dan hancur! Mata Yadid tampak seolah akan keluar dari rongganya, dia tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya.

Ketika Emir mengusapkan jarinya ke wajah Arimbi, dia melihat pria itu menatap Arimbi dengan sorot mata penuh simpati. Namun, saat Yadid mencoba untuk melihat lebih baik, yang dia temukan adalah sorot mata tajam dan dingin yang biasa ditunjukkan oleh Emir.

“Siapa yang memukulmu?” tanya Emir dengan suara yang dalam, “Dia atau ayahmu?” sudut matanya menatap Amanda lalu melirik ke tangan Amanda. Dia sedang mempertimbangkan apakah dia harus memotong salah satu tangan itu atau kedua tangan Amanda! Berani-beraninya dia menyentuh wanitaku! Apa dia sudah bosan hidup?

Dia tidak peduli seberapa besar dia tidak menyukai Arimbi tetapi dia tetap istri sahnya. Dia adalah satu-satunya orang yang berhak untuk menyentuhnya. Wajah Amanda memucat saat melihat cara Emir menatapnya tajam.

“Aku tidak memukulnya, Tuan Emir! Malah dia yang memukulku. Lihatlah wajahku bengkak karena dia memukulku. Dia bahkan menendangku.”

Ekspresi wajah Emir tetap tenang dan tegas seolah-olah dia tidak heran dengan kenyataan bahwa Arimbi telah memukul seseorang.

“Sayalah yang memukul Arimbi untuk memberinya pelajaran, Tuan Emir! Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Amanda. Sejak Arimbi kembali kerumah ini, Amanda selalu memperlakukannya seperti adik perempuannya yang berharga!” kata Yadid.

Arimbi tidak bisa menahan senyum sinis diwajahnya setelah mendengar kata-kata ayahnya. Dia mencibir dan ekspresi wajahnya mengejek dan Emir pun menyadarinya. Meskipun dengan cepat ekspresi wajahnya kembali seperti biasa.

“Arimbi adalah putri kandungmu, Direktur Rafaldi! Karena itu, aku tidak berhak berkomentar apapun atau mencampuri urusanmu jika kau ingin memberinya pelajaran. Kau itu ayahnya kan. Tapi, aku sangat suka melihat wajah Arimbi jadi kuharap kau tidak memukul wajahnya lagi jika kau ingin menghukumnya di masa depan.” ujar Emir.

Kemudian dia mengalihkan tatapannya pada Arimbi, “Apa yang terjadi antara kamu dan Amanda? Kenapa kau akhirnya memukulnya?”

Arimbi mengatupkan bibirnya tak menanggapi, begitupun Amanda. Karena Amanda bukan ornag bodoh dan dia tahu Emir ada disana bukan untuk membuat masalah dengan Arimbi.

Emir mengerutkan dahinya, ketika dia tidak mendapatkan jawaban apapun dari istri barunya itu. Suasana hatinya langsung berubah masa, “Apa kamu bisu Arimbi? Aku bertanya padamu! Aku memberimu satu kesempatan lagi, aku akan memotong lidahmu jika kamu tidak menjawabku kali ini. Kenapa kamu butuh lidah jika tidak menggunakannya, ha?”

Temperamennya yang buruk membuat Arimbi jadi marah, “Kamu ingin tahu kenapa kami bertengkar hah? Semua ini gara-gara kamu Emir! Hari ini pasti hari yang paling sial bagiku! Fuuh….aku terus saja bertemu denganmu, ketika aku berada di M&J Butik sepatah kata darimu membuat para karyawan disana mengusirku. Amanda mengira aku telah menyinggungmu lagi jadi dia menceramahiku karena itu.” ujar Arimbi lalu berhenti sejenak menghela napas.

1
💖💕 Hope Dien❣️💝
baru kali ini kata kata Emir bener bener romantis sekali 🙂
Namida Wahjoendari
thooo... r apa kabar, sehat² selalu yah, karyamu menggantung semua nich, Tuhan memberkatimu... ❤
Meta Janush IG@Meta_Janush
hai semuanya, author kabarnya baik. liburan pada kemana nih?
Yunita Widiastuti
thor gmn kbrnya.... sehat slalu ya.
Fadilla Sarista
bgus/Good/
V
Kren
Reny Martiningsih
lanjut donk
Ambarwati Dwi
masih berharap ini ada kelanjutannya,, semangat thoor
Ambarwati Dwi: kak kpn diterusin yg ini,, penasaran
total 2 replies
Tri Sundari Ndari
bagus tidak bertele2/Heart//Heart//Heart/
Tri Sundari Ndari
kak mna lanjutan kisahnya dh g sbr nih
Fitri Vayra
Kecewa
Fitri Vayra
Buruk
falea sezi
bertele tele bgt tau lemah bgt arimbi sok mau bales dendam wong tolol gt kok
Yunita Widiastuti
thoooooooorrr
Namida Wahjoendari
thoor... apa kbr.... kok g up up si... ud nunggu 2bln lebih nih klo g salah. 😁
smoga author baik² sj & sehat selalu 😇😇
٩(๛philocalist³˘)۶♥
okelaa
Suhadhanie Nur Ezah
ihhh jijik aku dgn si eric....masih lg die bhubgn dgn si mia...lepas puas2 nnt sibuk cri si ava....
Suhadhanie Nur Ezah
la...mcm tu je die pnye hubungn...knp x nikh je dlu.. si eric tu bkn betul2 nk kn si ava...dh mcm amnda pulk si ava nie...
Lilo Stitch
*Aku bukan Kau
restu s a
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!