Suamiku menikah lagi, kali ini dengan janda yang disebutnya sebagai cinta pertama di masa lalunya. Tidak peduli jika aku sudah memberikan separuh hidupku untuk melayaninya, ia tetap keras kepala.
Pada akhirnya Aku diceraikan karena maduku yang suka mengadu-domba.
Awalnya semua terasa sulit, mengingat aku hanya menjadi ibu rumah tangga saat masih menikah.
Anakku Audrey menjadi milikku, hak asuhnya jatuh padaku, kami berusaha hidup tanpa suamiku yang sudah terkena virus cinta janda 'cinta pertamanya' itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon OO SWEETIE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24. Bekerja
POV Mia.
Pagi hari yang baru. Matahari sudah kelihatan menyilaukan, yang ketika kulihat jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi.
Mungkin efek lelah sebab subuh-subuh sudah berkemas dan berjalan-jalan sekeliling ruko.
Setelah mengumpulkan nyawa, aku mencuci wajah. Seluruh fasilitas sudah tersedia di sini. kelakuan Adik ku benar-benar mengagumkan.
"Audrey hemmm… hah! Audrey? Di mana dia?!" aku baru sadar Audrey tidak ada di samping ku saat tidur, bahkan dalam kegiatanku selama setengah jam.
"Audrey! Kemana kamu nak?" aku berusaha mencari keberadaan Audrey. Entah kemana anak itu.
"Mama …" pencarian ku terhenti setelah mendengar Audrey menyaut.
"Kamu dari mana saja?" tanya ku khawatir.
"Ke luar sebentar Ma. Lihat-lihat pemandangan di luar," balas Audrey. Ini membuat ku memeluk Audrey, rasa takut kehilangan menguasai ku.
"Aturan nya kamu jangan keluar, entah-entah nya ada orang jahat di luar terus culik kamu? Kita tidak tahu itu," ucap ku penuh kekhawatiran.
"Aku baru pulang dari rumah Tante Ayra, Ma."
"Hah?" ku lepas pelukan dan menatap nya terkejut.
"Iya Ma, kan dekat. Apalagi rumah Tante Ayra yang paling tinggi dan mencolok, Audrey langsung tahu itu rumah Tante. Tadi juga Audrey main sama kak Santi dan kak Sania, tapi kakak nya mau sekolah."
Aku mendengarkan pembicaraan anak ku yang pemberani. Semua benar mengejutkan untuk ku. Maksud pemberani di sini adalah, Audrey mana kenal tempat ini. Bahkan Anak ku sama sekali tidak bangun saat subuh-subuh tadi. Dari mana dia keluar?
"Oh ya nak. Dari mana tadi kamu keluar? Pintu sudah mama kunci loh."
"Hem, pagi-pagi kali Audrey sudah bangun, Ma. Sekitar … hem jarum panjang ke angka 9 dan yang pendek ke 6."
"Jam 05. 45," kata ku memperjelas. Audrey belum tahu melihat jam.
"Nah itu Ma. Audrey liat ada kucing Oren yang ambil kue Audrey. Dia lompat dari jendela! Karna jendelanya masih bisa Audrey panjat, ya Audrey panjat!" kata Audrey dengan semangat.
Aku tidak percaya sepagi-pagi ini Audrey sudah berhadapan dengan kucing liar yang mengambil kue. "Seharus nya kamu biarkan saja. Jam enam pagi rawan penculikan loh, ih amit-amit kamu mengalami nya sayang!" kata ku berusaha menakut-nakuti nya.
"Tapi Ma, Audrey baik-baik saja!"
"Penculik akan menunggu beberapa kali sebelum akhir nya menculik, sayang. Jangan suka keluar sepagi itu ya, kecuali kalau Mama suruh atau bersama Mama. Oke?"
Audrey mengangguk dengan patuh.
"Kamu sudah mandi?"
"Sudah. Audrey juga sudah makan di rumah Tante Ayra."
***********
Hari ini berjalan dengan baik, aku dan Audrey terbilang masih bersantai-santai. Ruko yang nyaman, membuat tubuh ku lebih ingin berleha-leha.
Tapi teringat tentang ruko yang harus ku bayar kepada Ayra, aku mulai memikirkan apa usaha yang kulakukan.
Dalam ponsel, aku berusaha membanding-bandingkan pekerjaan yang direkomendasikan google. Dan dari beberapa pekerjaan sederhana, sangat mungkin menguntungkan, pilihanku jatuh pada seller online dan penulis.
Jika seller dan penulis online hanya perlu bekerja dari rumah. Tidak perlu meninggalkan anakku, kasihan Audrey, dia sudah tidak bersama Papanya lagi. Masa Aku meninggalkannya begitu saja.
Dari beberapa produk jualan online yang menguntungkan, aku memilih menjual berbagai kebutuhan anak. Seperti ikat rambut, kotak pensil, tas dan berbagai kebutuhan lain yang jelas mudah dibuat.
Aku juga mengambil kain perca dari beberapa penjahit pilihanku, dan berjanji akan kembali untuk berbisnis lagi.
Syukurnya, dalam sebulan pesanan semakin membludak. Apalagi sekarang sedang dalam masa-masa anak masuk sekolah. Meski dijual dengan harga lebih murah tipis dari toko online lain, aku untung banyak.
Seluruh pendapatan menjadi seller online dalam bulan ini mencapai 10 juta, aku sangat mensyukurinya.
di Bibiku Adalah Kekasihku
Chapter 8 nya sudah up lho 😊🙏
nyelekit bgt
Lalu buat apa juga Ayah anak yang mirip Audrey menemui Mia