Sebelum membaca cerita ini, di mohon untuk membaca cerita sebelumnya yang berjudul "King's Regrets" agar lebih memudahkan dan memahami alur saat membaca cerita ini. Terima kasih.
Jangan lupa untuk Subs, Like dan meninggalkan jejak kalian di kolom komentar ya 🙏😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon xialin12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KRS² #24
Beberapa hari kemudian, permaisuri Jing meminta Xiao Wei untuk membelikan beberapa manisan dan juga susu sapi segar.
Xiao Wei yang bingung karena di minta membeli susu, pergi dengan penuh tanda tanya.
"Permaisuri, aku lihat Xiao Wei berjalan keluar dari kamar dengan kebingungan, ada apa?" Ucap putra mahkota Zhang yang baru saja masuk ke dalam kamar.
"Aku meminta dia untuk membeli manisan dan juga susu sapi segar."
"Susu sapi?"
Permaisuri mengangguk "Iya."
"Kau ingin membuat sesuatu?"
"Benar, aku ingin membuat teh susu dengan cincau."
"Teh susu dengan..... cincau?"
"Iya, kau akan tahu nanti."
"Kau semakin banyak membuat sesuatu yang belum pernah aku tahu, sayang."
"Benarkah, aku hanya ingin mencoba memakan dan meminum yang berbeda."
"Baiklah, kau bisa membuat apa yang kau inginkan, selama itu tidak melukaimu."
"Baik, yang mulia."
Putra mahkota Zhang tersenyum, meski dia tidak tahu apa yang akan permaisurinya buat. Tapi dia tidak melarangnya, karena dia ingin permaisuri dan kedua anaknya yang masih di dalam perut selalu baik-baik saja.
"Aku akan meminta pelayan untuk memetik daun cincau, aku lihat itu banyak tumbuh di taman belakang istana. Akan lebih baik jika kita membuatnya sendiri." Ucap permaisuri Jing.
"Baiklah, aku akan mengantarmu kesana."
"Iya, terima kasih."
Putra mahkota Zhang menggandeng tangan permaisuri Jing, mereka berjalan bersama menuju taman belakang istana dimana terdapat banyak tanamam yang sengaja putra mahkota Zhang tanam disana.
"Wah, ini benar-benar kebun tumbuhan." Ucap permaisuri dengan mata berbinar.
Di era modern sangat jarang dia temukan tempat yang penuh dengan tumbuhan yang memiliki banyak manfaat, yang ada di depannya saat ini. Jadi dia sangat senang melihatnya.
"Disini aku sengaja meminta para pelayan menanam berbagai tumbuhan yang bisa kita pakai, ada juga tumbuhan obat yang sulit id temukan di toko obat."
"Kau sungguh luar biasa, menanam banyak tanaman yang memiliki banyak manfaat."
"Kau juga luar biasa."
Permaisuri menggelengkan kepalanya, dia lalu berjalan melewati berbagai tanaman itu. Dan berhenti di depan tanaman untuk membuat cincau.
"Aku membutuhkan daun ini untuk membuat cincaunya." Ucap permaisuri.
"Biarkan pelayan yang memetikannya untukmu."
"Baik."
"Kalian, bantu permaisuri memetik daun ini." Ucap putra mahkota Zhang kepada beberapa pelayan yang ada di belakang mereka.
"Baik, yang mulia." Ucap para pelayan itu.
Sambil menunggu para pelayan istana memetik daun untuk membuat cincau, permaisuri dan putra mahkota Zhang berjalan ke tempat lainnya.
"Ada jamur." Ucap permaisuri.
"Iya."
"Bisa aku memetik jamur ini juga? Aku akan meminta Xiao Wei untuk memasak jamur ini dengan daging bebek."
"Tentu saja, kau bisa memetik semua tanaman yang ada disini sesuka hati."
"Terima kasih yang mulia."
Putra mahkota kembali meminta pelayan istana untuk membantu permaisuri memetik jamur (Disini namanya jamur kuping, yang warnanya ungu tua, agak hitam dan bentuknya lebar, tipis).
Setelah semuanya selesai di petik, permaisuri meminta jamur dan daun cincau itu di cuci bersih, dan dia juga meminta beberapa wadah untuk membuat cincau.
Xiao Wei yang sudah kembali membeli susu segar, membantu permaisuri membuat cincau dan memasak jamur yang telah di petik tadi.
"Yang mulia, biar hamba saja yang melakukannya. Yang mulia bisa beristirahat." Ucap Xiao Wei.
"Baiklah, kau aduk ini selama 10 menit, setelah itu kau letakan ke dalam wadah itu, dan biarkan itu mengeras."
"Baik yang mulia."
Xiao Wei lalu mengambil alih apa yang tengah. permaisuri Jing kerjakan, dan dia melakukan semua yang permaisuri katakan dengan baik.
"Permaisuri, kita kembali ke kamar. Aku akan membantu memijit kakimu." Ucap putra mahkota Zhang.
"Tidak perlu, aku baik-baik saja."
"Tapi kau harus beristirahat. Biarkan disini Xiao Wei yang mengurusnya."
Permaisuri diam sejenak "Baiklah kalau begitu."
Putra mahkota Zhang membantu permaisuri berdiri, mereka berjalan keluar dari dapur istana menuju ke istana putra mahkota.
"Yang mulia putra mahkota sangat baik dan perhatian pada permaisuri Jing, aku benar-benar ingin memiliki suami sepertinya." Ucap salah seorang pelayan istana yang melihat putra mahkota Zhang memprlakukan permaisuri Jing.
***
"Kau berkata permaisuri sedang membuat cincau?" Tanya ratu pada pelayan setianya, setelah dia di beritahu apa yang permaisuri Jing tengah lakukan.
"Benar, yang mulia. Permaisuri juga meminta pelayannya membuat masakan dari jamur dan daging bebek, yang sepertinya telah di ajari oleh permaisuri cara membuatnya."
Ratu mengangguk "Selain cantik dan bijaksana, permaisuri juga sangat pintar memasak."
"Benar yang mulia, bahkan saat di negara Qin, permaisuri memiliki dua toko kue, dua restoran dan dua penginapan."
"Dia sungguh wanita yang pintar dan kuat."
"Apa yang di katakan yang mulia ratu benar."
Ratu merasa bahagia sebab dia bukan hanya memiliki menantu yang sangat di cintai oleh putranya, tapi juga menantu yang sangat pintar dan luar biasa.
Negara Ming benar-benar memiliki permaisuri yang berbeda dan luar biasa.
"Aku harap para menteri itu tidak lagi meminta yang mulia kaisar, untuk membujuk putra mahkota membuat istana harem setelah kedua cucuku lahir."
"Hamba juga berharap seperti itu, yang mulia. Cinta yang mulia putra mahkota kepada permaisuri Jing sangat besar, begitu juga dengan permaisuri Jing kepada yang mulia putra mahkota."
"Iya, mereka benar-benar pasangan yang begitu saling mencintai."
Sebenarnya ratu sangat penasaran dengan apa yang permaisuri Jing lakukan di dapur istana putra mahkota, namun dia tidak ingin mengganggu kesibukan putra dan menantunya disana.
"Besok kau belilah buah untuk permaisuri, dan antarkan ke istana mereka." Ucap ratu.
"Baik yang mulia, akan hamba laksanakan."
"Iya."
Ratu selalu ingin memberikan yang terbaik untuk permaisuri, terlebih saat ini permaisuri tengah hamil cucunya.
"Ratu ku, kau terlihat begitu bahagia." Ucap kaisar yang baru saja masuk ke dalam kamar.
"Yang mulia."
"Ada apa, ceritakan padaku." Kaisar duduk di samping ratu.
"Aku mendengar jika permaisuri Jing sedang membuat cincau di istananya, dan juga meminta pelayannya untuk memasak jamur dengan daging bebek."
"Membuat cincau?"
"Benar, itu adalah makanan yang biasa rakyat kita makan saat mereka mengalami panas dalam. Namun sepertinya permaisuri membuatnya sedikit berbeda."
"Ternyata dia mempunyai bakat yang tidak terduga."
"Yang mulia, kita bukan hanya memiliki menantu yang berbakat, namun juga pintar. Putra mahkota berkata pada saya, jika makanan yang di buat oleh permaisuri Jing sangat enak dan sama sekali belum pernah ada yang membuatnya."
"Benarkah?"
"Benar yang mulia."
"Apakah itu alasan kenapa sebelum mereka menikah, permaisuri ingin memiliki restoran dan toko sendiri?"
"Sepertinya begitu, yang mulia. Bukankah saat di negara Qin, permaisuri Jing juga mempunyai restorn sendiri? Dan rakyat yang ada di kota dimana permaisuri dan putra mahkota tinggal, sangat menyukai makanan dari restoran permaisuri."
Kaisar mengangguk, wanita yang di pilih dan di cintai oleh putranya memang sangat hebat. Selain dia adalah wanita yang jujur, tenang dalam menghadapi masalah, ternyata wanita itu juga memiliki bakat yang sangat luar biasa.
Biasanya anak yang lahir dan di besarkan di lingkungan kediaman menteri, akan sangat malas untuk memasak. Bahkan mereka lebih memilih untuk bermain kecapi atau membuat puisi, dari pada harus memotong sayur di dapur.
Namun, permaisuri mereka berbeda. Walaupun sekarang dia telah menjadi seorang permaisuri, dia tetap melakukan apa yang dia mau, meski dia harus masuk sendiri ke dalam dapur yang kotor dan penuh dengan minyak.
"Aku sudah meminta pelayan untuk mengantarkan buah-buahan ke istana putra mahkota besok."
"Itu bagus."
"Beberapa bulan lagi, perut permaisuri akan mulai membesar. Aku akan memesan beberapa gulung satin dan sutra terbaik untuk membuat pakaian permaisuri."
"Kau benar ratuku, akan sangat sulit bagi permaisuri memakai pakaian dengan ukuran yang sekarang dia pakai."
"Iya."
"Kau begitu baik dan perhatian kepada permaisuri."
"Yang mulia, dia adalah wanita yang putra mahkota cintai. Dia juga wanita yang jujur dan memiliki etika yang sangat baik. Saya sangat menyukai permaisuri Jing."
"Aku mengerti."
Ratu tersenyum dan menganggukan kepalanya. Ratu tahu, jika di bandingkan dengan dirinya yang dulu, permaisuri memiliki hati yang lebih kuat dan juga tekad yang besar dalam bertahan di dunia yang begitu keras ini. Karena itu, ratu sangat mengagumi permaisuri Jing.
"Kita akan melakukan perayaan untuk ungkapan terima kasih atas kehamilan permaisuri minggu depan, dan aku juga mengundang beberapa raja dari negara tetangga."
"Baik yang mulia, saya akan menyiapkan semuanya."
"Iya."
Setelah pesta pernikahan putra mahkota dan permaisuri, ini adalah kali kedua kerajaan Ming mengadakan pesta lagi di dalam istana, selain pesta musiman (Pesta lampion, pesta menikmati bunga musim semi, pesta keberhasilan panen, dan pesta lainnya).
😭😭😭