NovelToon NovelToon
Belenggu Dendam Alaska

Belenggu Dendam Alaska

Status: tamat
Genre:Mafia / Chicklit / Tamat
Popularitas:22k
Nilai: 5
Nama Author: Isma ismawati

Apa jadinya, jika seorang gadis kecil harus menyaksikan kematian kedua orang tua dan kedua saudaranya dengan cara mengenaskan.

Alaska Tania tumbuh menjadi gadis yang penuh dendam dan mengalami trauma yang mempengaruhi psikisnya.

Bisakah Alaska keluar dan lepas dari belenggu dendam masa lalu dan traumanya?

Dendam, air mata, masa lalu dan cinta menghiasai novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isma ismawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Andrew dan Haris

Bab 24

Alaska tertidur pulas setelah meminum obat penenang. Andew segera membawa tubuh Alaska ke dalam kamar, merebahkannya dengan sangat hati-hati.

Rasa sesak di rasakan Andew menatap nanar wajah Alaska.

"Kasihan sekali kamu Alaska, hidup dalam trauma dan penuh dendam" Andrew merasakan kegetiran di hatinya. Dia berjanji jika semua dendam yang ada sudah terbalaskan, akan membawa Alaska pergi sejauh-jauhnya.

Ponsel di saku celana Andrew pun berdering.

"Hallo"

"Oke, aku akan segera ke sana"

Andrew menutup ponselnya sambil menarik napas kasar. Dia mencium dalam kening Alaska dan menyelimuti tubuhnya.

"Maaf sayang, aku akan bergerak sendiri!" ucap Andrew, dengan sorot mata yang tajam, dan melangkah pergi meninggalkan kamar Alaska.

***********

Andrew menapakkan kaki di sebuah Masjid yang cukup besar, tampak seorang Pria setengah baya, dengan wajah yang sangat bersahaja dan begitu ramah menyambutnya.

Andrew menghela napas, dia tidak menyangka jika salah satu musuh yang di hadapinya adalah seseorang yang sudah bertaubat.

"Tuan Andrew Wilson" sapa Pria setengah baya itu sambil mengulurkan tangannya.

"Iya betul Tuan Haris" Andrew menyambut uluran tangan Pria setengah baya yang bernama Haris itu.

"Panggil saja saya pak Haris" ucap Haris, sambil tersenyum.

Andrew mengangguk dan tersenyum.

"Mari saya antarkan langsung ke dalam panti" ajak Haris, sambil melangkahkan kakinya menuju bangunan yang cukup besar di samping Masjid. Bangunan itu merupakan sebuah Panti Asuhan, dan tujuan Andrew adalah menjadi salah satu donatur di Panti itu.

Kembali Andrew menghela napas, sebelum mengikuti langkah Haris memasuki panti. Haris langsung mengajak Andrew untuk masuk menemui Ibu panti dan bagian administrasi.

Setelah semua selesai Andrew pun mengajak Haris untuk menemaninya ke Cafe sebentar untuk sekedar meminum kopi. Awalnya Haris menolak, tetapi Andrew memberikan alasan jika dia ingin membahas tentang pembangunan Masjid dan Panti.

"Silahkan di minum pak Haris" ucap Andrew sambil mengangkat cangkir kopinya.

"Terimakasih Tuan Andrew" Haris tersenyum sambil mengangguk dan menyesap kopinya.

"Bagaimana rasa kopi di sini Pak?"

"Kopinya enak sekali Tuan, sangat pas di lidah"

Andrew tersenyum smirk.

"Pak Haris sudah lama menjadi pengurus Masjid dan Panti?" Andrew memulai misinya.

"Alhamdulillah, sudah cukup lama"

"Mohon maaf Pak, istri dan anak Bapak?"

Terdengar helaan napas dari Haris.

"Mereka sudah tiada" jawab Haris dengan suara lirih.

Andrew mengerutkan keningnya, sebagai tanda jika dia ingin bertanya lebih.

"Tuan Andrew sudah berkeluarga?" tanya Haris menatap Andrew.

"Sudah Pak dan saya mempunyai istri yang sangat cantik" ucap Andrew sambil tersenyum, dan kembali menyesap kopinya.

"Syukurlah" Haris berkata sambil tersenyum. Namun sorot matanya terlihat sendu.

"Maaf Pak Haris, apa ada sesuatu yang mengganggu pikiran anda?"

"Mungkin kita bisa berbagi cerita"

Andrew menatap dalam manik mata Pak Haris yang penuh dengan kegelisahan.

Haris menarik napas dan membuangnya kasar.

"Tuan Andrew, saya mempunyai masa lalu yang kelam, banyak sekali kejahatan yang saya lakukan. Kepergian istri dan anak saya adalah tamparan untuk saya" kembali Haris menarik napas.

"Maaf Tuan Andrew, jika saya menceritakan masa lalu saya" terdengar suara Haris yang bergetar.

"Saya bisa menjadi pendengar yang baik Pak Haris" Andrew berusaha meyakinkan Haris.

"Sebenarnya saya ingin menyerahkan diri ke kantor Polisi, tetapi saya masih takut menghadapinya" Haris menghela napas dan menyesap kopinya.

"Sepertinya sekarang waktu yang tepat untuk semuanya" ucap Haris kembali, dengan suara agak bergetar.

"Saya tidak tahu dengan masa lalu Pak Haris, apakah semua kejahatan yang sudah bapak lakukan harus ada pertanggungjawabannya di mata hukum?" Andrew menatap lekat Haris, segaris senyum kemenangan tampak di bibirnya.

Haris kembali menarik napas dalam-dalam, sambil memejamkan matanya sesaat.

"Hampir semua perbuatan saya di masa lalu merupakan tindak kriminal. Namun, ada salah satu tindakan keji yang benar-benar saya lakukan" Haris mengusap kasar wajahnya.

"Alasan untuk menjadi penjaga Masjid dan membantu mengurus panti asuhan, karena...?" Haris tidak meneruskan ucapannya, tampak matanya berkaca-kaca.

Andrew menepuk pelan pundak Haris, mencoba menenangkannya.

"Dua belas tahun saya mencari seorang bacah perempuan yang kehilangan keluarganya karena kejahatan sadis yang sudah kami lakukan" tampak pundak Haris yang terguncang, menahan isak tangisnya.

Andrew sengaja memilih tempat privasi di Cafe itu, karena misinya untuk mengorek informasi dari Haris.

"Bocah perempuan?" tanya Andrew dengan perasaan yang gelisah, karena dia sudah menebak siapa bocah perempuan yang di maksud Haris.

"Saya berkeliling di setiap panti untuk mencari keberadaan bocah perempuan itu, tetapi, dia tidak ada di manapun. Dia menghilang seperti di telan bumi" jelas Haris dengan suara parau.

"Dari mana Bapak mengetahui, jika bocah perempuan itu berada di panti?"

Haris menghapus kasar air matanya, dia terdiam sesaat.

"Rekan-rekanku yang mengatakannya" jawab Haris lirih.

"Pasti bocah perempuan itu sekarang sudah tumbuh menjadi gadis dewasa" ucap Haris lagi, sambil tersenyum getir.

"Apa yang akan Bapak lakukan jika Bapak bertemu dengan bocah perempuan itu?" tanya Andrew, yang membuat Haris tercekat.

"M-maksud Tuan Andrew?" Haris mengerutkan keningnya menatap Andrew.

Andrew tersenyum.

"Seandainya saat ini Bapak bisa bertemu dengan bocah perempuan itu, apa yang akan Bapak lakukan?" Andrew kembali mengulangi pertanyaannya.

"Saya akan bersujud di kakinya, meminta ampunannya dan meminta dia untuk menghukum saya!" Haris berkata dengan suara bergetar tetapi penuh keyakinan.

"Siapa nama bocah perempuan itu?" tanya Andrew menatap lekat Haris.

Haris terdiam membalas tatapan Andrew.

"Mungkin saya bisa membantu Bapak untuk mencari bocah itu, maksud saya bocah perempuan yang sudah menjelma menjadi seorang gadis" ucap Andrew.

Haris masih menatap Andrew, ada keraguan di matanya.

"Saya punya uang dan kekuasaan, jadi mudah bagi saya untuk mencari informasi tentang apa pun" ucap Andrew lagi, dengan segaris senyum di bibirnya.

"Tuan Andrew, apa anda mengetahui kasus dua belas tahun lalu yang menimpa keluarga pengusaha Andhika Vista?" tanya Haris dengan suara bergetar.

"Iya saya sangat mengetahuinya, bahkan, saya sangat tahu siapa bocah perempuan yang Bapak maksud" jelas Andrew, membuat Haris tercekat dengan wajah memucat.

"M-maksud Tuan" tanya Haris gugup, berkali-kali dia menelan kasar salivanya.

"Tidak perlu takut Pak, saya akan mengantar Bapak kepadanya" jawab Andrew.

Haris tidak percaya jika Andrew mengetahui semua tentangnya.

"Apa hubunganmu dengannya?" tanya Haris lirih.

"Nanti anda akan mengetahui senuanya, bisa ikut saya sekarang?" tanya Andrew kembali dengan seulas senyum di bibirnya.

Senyum yang mempesona kini berubah menjadi senyum yang menakutkan.

Haris menjawab dengan sebuah anggukan, dengan perasaan yang bercampur aduk. Ada perasaan lega karena akan bertemu dengan bocah perempuan yang selama ini di carinya. Namun, ada ketakutan di hatinya jika kesalahannya tidak bisa di maafkan.

Haris pun mengikuti langkah Andrew keluar dari Cafe.

***************

Bagaimana pertemuan Haris dengan Alaska?

Akankah Alaska memaafkan dan mengampuni Haris atau sebaliknya?

Jangan lewatkan up berikutnya 🤗

1
𝕤𝕒𝕗𝕒𝕟𝕒𝕙_🖤
Luar biasa
Isma Ismawati: Terima kasih, Kakak 😍🙏
total 1 replies
Susana
Ya, Allah, tega bener. 🤧🤧
Isma Ismawati: Iya, Akak sadis.
total 1 replies
Deca Acid
cerita nya bagus . menarik lanjut kan ka
Isma Ismawati: Sudah tamat kak ceritanya. Terima kasih sudah hadirnya 🙏
total 1 replies
Mega Mkf
maaf thorr,awal2 aku suka sm kisahnya,tp semenjak ada si pengecut wilson aku jd males,bisa di katakan alaska bukan si wanita tangguh lg,,, maaf thorr ngk lanjutin lg bacanya,,, tp ttp 💪💪💪💪💪
Isma Ismawati: Iya kak gpp, terima kasih sudah hadir 🙏
total 1 replies
Mega Mkf
aku suka smp di BAB ini thorrr,,, darah harus di bayar dgn darah nyawa pun sama,itu manusiawi,hanya org2 munafix aja yg katanya lebih baik memaafkan atau merelakan,,,, lanjut,,,💪💪💪💪👍👍👍👍👍
Isma Ismawati: Terima kasih kakak 🙏
total 1 replies
Ma Em
lanjut thor bagus ceritanya, saya suka. Semangat
Isma Ismawati: ini sudah tamat akak🙏🥰
total 1 replies
titie soraida
Akhirnya antara sedih dan bahagia
Divina Puspita
Wah akhir yg bikin penasaran
semangat karya barunya kak
titie soraida
Semangat kk
Sinaga wulan
Hah setiap alaska bertidak balas dendam aku pun ikut jantungan thor cuma takut ke bongkar dah 😔😔😩😩
Isma Ismawati: Sama kak😁🤭
total 1 replies
Sinaga wulan
lanjut thorrr
Isma Ismawati: Asyiap🥰
total 1 replies
Sinaga wulan
kereenn lah cerita nya
Isma Ismawati: Terimakasih banyak kakak🙏
total 1 replies
AdindaRa
Hai kak. Aku mampir lagi 😘
Isma Ismawati: Terimakasih akakku cantik 😘😍
total 1 replies
Divina Puspita
lanjut kk
Isma Ismawati: Siap kak🙏
total 1 replies
Divina Puspita
lanjut thor
titie soraida
semakin seru kakak
Eni pua
satu mawar untuk kaka🥰
Isma Ismawati: Terimakasih kakakku🥰🥰🤗
total 1 replies
titie soraida
lanjut
Isma Ismawati: Siap kk
total 1 replies
Divina Puspita
lanjut kak
Isma Ismawati: Siap kak🙏
total 1 replies
titie soraida
lanjut dong thor
Isma Ismawati: Siap kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!