Allea tak pernah menyangka jika pernikahannya dengan Samuel yang selama ia jaga akan berakhir karena sebuah perselingkuhan.
Di saat ia memutuskan menutup rapat-rapat hatinya untuk pria lagi, tiba-tiba seorang pria bernama Leon hadir memberikannya cinta yang baru.
Akankah Allea membuka hatinya dan menerima cinta Leon? Akankah Allea dapat melupakan Samuel dan hidup bahagia bersama Leon?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rya Kurniawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kabar Bahagia
Tak hanya Allea dan Leon saja yang berbahagia, mendengar akan hal itu pun membuat keluarga Allea juga merasakan ikut bahagia. Sastro dan Riska sangat senang karena pada akhirnya Allea bisa membuka hatinya lagi untuk pria lain, apalagi pria itu adalah Leon. Karena mereka sudah sangat mengenal Leon dan yakin jika pria tersebut dapat membahagiakan anaknya.
Saat ini Leon dan Allea sedang berada di kediaman Wijaya. Setelah tadi mereka baru saja makan malam dan berjalan-jalan, Leon pun mampir sebentar sekaligus mengantar pujaan hatinya itu pulang ke rumah. Di saat ini lah mereka memberi kabar bahagia tentang hubungan mereka.
"Tante senang, karena pada akhirnya kalian berdua bisa menjalin hubungan yang secara nyata bukan bersandiwara lagi," ucap Riska.
"Iya Tante, sebenarnya aku juga sudah sangat lama berharap hubungan ini menjadi kenyataan dan alhamdulillah karena Allea saat ini sudah menerima cinta aku, hubungan kita benar-benar tidak lagi dalam sandiwara," ucap Leon.
"Om harap kamu bisa menjaga putri Om dengan baik. Kamu bisa serius menjalani hubungan kamu dengan Allea, menerima dia apa adanya, meskipun kamu tahu status anak Om sekarang adalah seorang single parents," ucap Sastro.
"Om tenang saja, saya tidak akan menjanjikan hal tak bisa saya tepati, tetapi saya akan berusaha untuk membahagiakan Allea semampu saya dan saya akan berusaha untuk tidak akan menyakiti hati Allea dalam kesengajaan," ucap Leon.
"Laki-laki yang dipegang itu ucapannya Leon. Om pasti tidak akan tinggal diam jika kamu berani menyakiti Allea, seperti yang Samuel lakukan terhadapnya," ucap Sastro.
"Papi, Papi apaan sih. Allea yakin kok kalau Leon bukannya laki-laki yang seperti itu, maka itu aku menerima cinta Leon Pi," ucap Allea.
"Iya Om, Om boleh pegang ucapan aku. Aku juga akan menerima resiko apapun itu jika aku menyakiti atau menyia-nyiakan Allea," ucap Leon dengan yakin. Ia begitu mencintai Allea sejak lama, jadi mana mungkin ada niat di hatinya untuk menyakiti wanita itu.
"Ya sudah jika memang seperti itu, Papi dan Mami hanya berharap kebahagiaan untuk kalian berdua," ucap Sastro.
"Ya benar apa kata Papi. Sebagai orang tua, kami hanya berharap kebahagiaan untuk anak-anak kami. Mami harap kalian juga tidak berlama-lama untuk berpacaran, lebih baik kalian cepat memikirkan untuk meresmikan hubungan kalian ke jenjang yang lebih serius," ucap Riska to the point.
"Kalau untuk masalah itu, aku serahkan semuanya kepada Allea Tante, Om. Aku siap kapanpun itu," ucap Leon sembari memandang wanita yang baru saja menjadi kekasihnya itu.
Allea pun memandang wajah Leon, ia mencoba mencari kebohongan di matanya akan tetapi sama sekali tidak menemukan kebohongan di sana. Ia sangat yakin jika Leon memang benar-benar pria yang terbaik, ia berharap jika dengan Leon ia akan menemukan cinta yang sebenarnya di dalam hidupnya.
"Kalau untuk masalah melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius, aku belum bisa berkata apa-apa sekarang. Kita kan baru saja jadian, jadi sambil kita menjalaninya saja, nanti akan aku pikirkan bagaimana untuk kedepannya," ucap Allea dan semuanya pun mengangguk menyetujuinya.
Karena waktu sudah semakin larut, Leon berpamitan kepada Allea dan keluarganya untuk pulang, lalu segera saja ia pergi meninggalkan kediaman keluarga Wijaya itu.
****
Setelah seminggu menjalani hubungan sungguhan, membuat Leon tampak semakin peduli dan perhatian terhadap Allea. Ia semakin menampakan rasa cintanya itu kepada wanita tersebut. Hari-harinya tak pernah luput dari membahas soal Allea di depan sang Bunda atau bahkan adiknya, Arsya. Rasanya harinya kurang lengkap jika tidak membicarakan wanita yang dicintainya itu.
"Kak Leon, Kakak itu sudah beberapa kali membahas soal ini Kak. Seperti anak ABG yang baru pacaran aja sih Kak," hardik Arsya yang membuat Alyssa pun tersenyum.
"Apaan sih kamu, syirik bilang aja. Maka itu kamu cari pacar lah, biar tahu bagaimana rasanya mempunyai seorang kekasih," hardik Leon
"Siapa bilang aku tidak punya pacar, aku punya pacar kok," ucap Arsya keceplosan.
"Arsya, jadi kamu sudah berpacaran dengan wanita itu? Wanita yang kamu katakan kamu mencintainya tetapi belum bisa memilikinya," tanya Alyssa.
Arsya tampak kebingungan, bahkan ia sendiri terkejut dengan ucapannya sendiri yang tidak sengaja mengungkapkan hal itu. Padahal pada kenyataannya ia belum berhasil memiliki wanita yang dicintainya itu, karena ia terus bersaing dengan seorang mahasiswa untuk mendapatkan hati wanita tersebut.
"Arsya kenapa kamu diam saja, jawab dong pertanyaan Bunda," pinta Alyssa yang melihat anaknya itu tampak linglung.
"Maaf Bunda, Kak Leon, aku lupa kalau aku masih ada janji bertemu sama teman di luar. Aku pergi dulu ya," ucap Arsya, lalu segera saja ia pergi.
"Arsya kamu mau kemana?" Tanya Alyssa. "Aneh anak itu kenapa sih selalu saja menghindar jika ditanya hubungannya dengan wanita, padahal itu kan merupakan kabar bahagia. Bunda senang jika anak-anak Bunda bisa mempunyai hubungan bersama dengan wanita yang kalian cintai."
"Mungkin Arsya malu Bun karena selama ini kan Arsya memang selalu tertutup soal percintaannya, berbeda dengan aku yang selalu bercerita kepada Bunda," ucap Leon.
"Ya bisa saja seperti itu. Ya sudah Bunda mau siapkan makan malam kita dulu ya, sebentar lagi Papa kalian juga pasti akan pulang," ucap Alyssa dan segera berlalu.
****
Allea menghampiri adiknya yang saat itu tampak sedang mengotak-atik ponsel dengan senyuman yang mengambang dari sudut bibirnya dan saat ini sedang duduk di ruang televisi.
"Hayo … senyum-senyum sendiri, lagi apa kamu?" Tanya Allea yang mengagetkan adiknya itu
"Kak Allea, ganggu aja sih. Memangnya nggak boleh apa kalau aku senyum-senyum?" Tanya Aldo.
"Ya boleh-boleh aja sih. Tapi TV hidup, mata malah sibuk ke HP terus. Kenapa coba nggak chat-chatan di dalam kamar aja," kata Allea.
"Aku bukan wanita Kak, yang suka menghabiskan waktu di dalam kamar. Menurut aku di sini asik kok," ucap Aldo.
"Hm, ya, ya. Memang adik aku ini lagi chat-an sama siapa sih, sama pacar baru ya? Hayo …," tanya Allea yang sangat ingin tahu.
"Kepo … mau tahu aja atau mau tahu banget," hardik Arsya.
"Mau tau banget," jawab Allea apa adanya.
"Oke, kalau Kakak memang mau tahu aku akan cerita ke Kakak. Jadi aku mencintai seorang wanita selama setahun belakangan ini kak, tapi hubungan kita masih sekedar dekat gitu aja. Karena ada pria lain yang membuat Tiara tampak ragu untuk menerima cinta aku dan itu semua gara-gara Arsya," terang Aldo.
"Arsya, siapa Arsya?" Tanya Allea yang tentu saja tidak asing dengan nama itu.
"Arsya itu seorang pengusaha Kak. Dia juga sudah lama mengejar-ngejar cintanya Tiara, padahal Tiara itu sama sekali tidak mencintai dia Kak dan aku yakin Tiara mencintai aku. Tapi karena Arsya yang terus saja mengganggunya, bahkan aku kemarin sempat berkelahi Kak dengan pria itu. Kakak ingatkan yang waktu itu aku pulang dalam keadaan babak belur, ya itu gara-gara aku berkelahi dengan Arsya itu Kak. Itu yang membuat Tiara merasa ragu untuk menjalin hubungannya dengan aku. Ya mau bagaimana lagi Kak, sekarang ini aku hanya bisa menurut saja apa maunya Tiara. Yang penting kita masih bisa dekat. Seperti Kak Leon yang terus bersabar untuk mendapatkan cinta dari kakak sebelum kalian menjalin hubungan," ucap Aldo.
Bersambung …
padahal waktu itu ngaku hamil udah 3 bulan dan Allea belum resmi pisah sama Samuel
harusnya sekarang ini udah lahir dong?