Bagaimana, jika kau seorang istri yang tidak pernah di perkenalkan ke publik dengan alasan yang menurut mu tidak masuk akal.
Bahkan, kamu juga tidak mengetahui bahwa pria yang menjadi suami mu telah memiliki istri lain selain diri mu dan kamu hanya sebatas istri simpanan dan di jadikan seseorang untuk mengandung benihnya saja.
Raka Jagad Pramudia, Sosok pengusaha ternama yang menikahi seorang gadis 20 tahun dan hanya di sembunyikan dari banyak orang.
Sandra Larisa, Sosok gadis berusia 20 tahun yang terpaksa menikahi pria yang ternyata sudah memiliki istri lain selain dirinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di Patuk Ular
" Aku pergi dulu Sandra, maaf karena telah menyakitimu."
Cup
" Aku pergi Sandra." Raka pun pergi meninggalkan Sandra setelah merapikan pakaiannya untuk pergi bekerja.
Saat sampai di bawah, Raka memberikan instruksi pada pembantu rumah tangganya bersama Sandra untuk jangan membiarkan Sandra melakukan hal apapun lagi.
" Sandra masih tidur, dan tolong bantu dia ke kamar mandi nanti. Mungkin dia akan sedikit kesusahan dan tolong berikan dia makanan yang sehat, seperti untuk menabung asam folat." Awalnya mereka bertiga masih bingung dengan apa yang di katakan Raka.
Namun, saat mereka kembali mencerna semuanya dan merangkai satu-persatu apa yang tuan tampan itu katakan mereka mulai mengerti dan menemukan jawabannya.
" Siap Tuan,"
" Baik, saya pergi ke kantor dulu. Jika Sandra menanyakan saya, katakan padanya saya tidak akan pulang hari ini karena saya harus pergi ke Singapura." Bi Minah mengerti karena Raka pergi ke Singapura untuk menemui kedua orang tuanya yang memang memilih tinggal di sana.
" Katakan juga pada Sandra, bahwa aku akan pulang besok Bi, "
" Tuan tenang saja, bibi akan bilang ke Non Sandra." Setelah mengatakan hal itu, Raka langsung menuju bandara.
Dia akan pergi ke Singapura untuk menemui kedua orang tuanya karena saat ini dia membutuhkan mereka.
" Aahhhkkk...Sandra udah anu, Sandra udah anu bik, Tuan Raka udah anuin Sandra." Nia dan Nani langsung berteriak heboh setelah Raka pergi dari rumah.
Mereka berteriak seperti orang kesetanan saat mengetahui bahwa Sandra dan Raka sudah melakukan hal itu.
Mereka juga berdoa semoga hubungan keduanya terjalin dengan baik tanpa masalah yang akan membuat keduanya berpisah.
" Hus, gak boleh gitu ah. Sekarang ayo ke kamar Non Sandra, kita liat keadaan Non Sandra." Mereka bertiga langsung menuju kamar Sandra.
Saat mereka masuk, ternyata Sandra masih tidur di balik selimut dan menurut mereka pasti keadaan Sandra saat ini tidak baik-baik saja dan juga tidak menggunakan apapun.
Dan benar saja dugaan mereka, ketika Sandra bergerak selimutnya juga melorot hingga menampakan bagian bahu wanita itu yang terlihat tanpa memakai apapun.
" Nok udah bangun?".
Deg!
Jantung Sandra berdetak tak karuan ketika dia mendengar suara orang lain di dalam kamarnya.
" Mbak Nia," Betapa kagetnya Sandra saat melihat di dalam kamarnya ada mereka bertiga.
Sandra langsung menarik selimutnya kembali setelah mengetahui bahwa saat ini dirinya masih belum memakai apapun di balik selimut ini dan itu ulah dari perbuatan suaminya.
" Mas Raka kemana? Kok ada bibik disini?" Nia dan Nani tersenyum saja.
Bahkan mereka berdua tertawa cekikikan saat melihat wajah Sandra yang seperti tengah menahan malu saat ini.
" Hahaha...Tuan raja udah berangkat ke kantor Non, lagian juga tadi katanya kita yang di suruh nolong Non Sandra ke kamar mandi. Pasti susah kan untuk jalan ke kamar mandi setelah di patuk ular." Nina tertawa saja melihat tingkah laku Nia yang mengatakan tuan Raka itu ular.
" Aku itu gak di patuk ular mbak, aku itu habis--"
" Iya, kita tau kok. Udah ih, biasa aja kali. Sekarang ayo kita bantu ke kamar mandi dan habis itu harus sarapan. Nanti Tuan Raka akan telpon Non Sandra kok."
" Udah ayo, kita bantu." Saat Nia dan Nani mendekatinya untuk membantu Sandra pergi ke kamar mandi, wanita itu langsung menolaknya.
" Eh, gak usah mbak, aku bisa sendiri. Aku minta tolong buatin teh aja boleh gak? Sama bawain sarapan ke sini, soalnya aku gak kuat jalan."
" Oke, tapi beneran ini gak mau di bantu?" Sandra mengangguk dengan mantap karena dia tidak ingin di bantu oleh mereka karena dia malu sekali.
Akhirnya Sandra berusaha untuk turun dari tempat tidurnya dengan perlahan. Dia juga ingin mandi karena tubuhnya sangat lengket sekali.
" Mas Raka mainnya serem. Masak iya main masuk aja, mana ini sakit banget " Ungkap Sandra yang mengingat bagaimana pagi tadi setelah mereka melakukan ibadah bersama dan mereka kembali menjalankan ibadah sebagai seorang suami istri dengan melakukan penyatuan.
" Is...robek gak ya? Kayaknya punya Mas Raka itu besar banget deh."
...🤍🤍🤍...