Selena Putri Himawan seorang gadis yatim piatu berusia 18tahun,yang harus selalu bekerja keras untuk hidupan melanjutkan sekolahnya. Untuk semua alasan itu, gadis yang sehari-hari di panggil Selly itu, terpaksa harus bekerja paruh waktu di sebuah restoran.
Suatu hari, Selly tidak sengaja bertemu dengan Alviandi Wijaya, seorang Ceo muda berusia 25 tahun, yang terkenal dengan kecerdasan, ketampanan dan kesuksesannya dalam memimpin perusahaan milik mendiang sang ayah.Yaitu, Wijaya Group hingga menjadi perusahaan nomer 1 di wilayahnya,dengan cara yang kurang menyenangkan.
Semuanya memang di miliki oleh seorang Alviandi Wijaya,tapi ada satu hal sangat penting yang tidak bisa dimiliki seorang yang nyaris sempurna sepertinya. Yaitu, penglihatan.
Satu hari, terjadi kesalahpahaman antara Selly dan Alvin yang memaksa mereka harus menikah.Apakah yang terjadi sebenarnya???, dan apakah pernikahan yang terpaksa itu,akan bisa bertahan??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Keisya Putr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
cowok aneh
Waktu pulang sekolah tiba,
tapi Selly dan Reta masih setia di dalam kelasnya.
" kenapa lo, kok cemberut gitu??" Tanya Selly pada Reta yang duduk di sampingnya.
" Kesel banget gue!."
" Kesel kenapa???, coba cerita sama gue."
" Gue lagi kesel sama cowok aneh yang tiap hari kirim pesan ke Hp gue.Dan sok akrab banget padahal gue sama sekali gak kenal sama dia!" Jelas Reta terlihat sangat kesal.
" Hah!!masa sih??.Gue gak percaya ,kalo gak saling kenal kenapa dia bisa kirim pesan ke lo ??.Dan dari mana juga dia dapat nomer HP lo..??" Selidik Selly.
" Gue yang ngasih."Jawab Reta dingin.
" Nah kan!. Kalo, lo sendiri yang ngasih ke dia, kenapa lo kelihatan gak seneng gitu??"
" Ya, karena gue terpaksa!!"
" Maksud lo,?"
" Ya gue terpaksa,waktu itu gue gak sengaja nyerempet mobilnya. Jadi, dia minta nomor telepon gue.Katanya sih cuma buat jaga-jaga kalo sewaktu-waktu ada apa-apa sama tuh mobil. Tapi, gue gak nyangka gue orang nyari kesempatan dalam kesempitan." jelas Reta.
" Hmmm, mungkin tuh orang naksir kali sama lo?!."
" Ngaco lo,!"
" Ya, siapa tau aja?.Eh tapi, ngomong-ngomong kayak gimana sih orangnya? ganteng gak? cerita dong penasaran gue!!."Tanya Selly antusias.
" Inget,lo udah punya calon suami!"
" Aelahhh,apa masalahnya?. Orang gue mau tau aja kok!. Dan lo, tinggal cerita aja apa susahnya sih???"
" Udah ah, gue gak mau bahas tuh orang gila! mending kita pulang aja sekarang!!" Ucap Reta mengalihkan topik pembicaraan.
" Oke deh,ayok.Si Alice juga udah nge-chat gue katanya udah nunggu di depan gerbang." Ucap Selly, segera merangkul pundak Reta dan berjalan keluar kelas.Hanya di jawab anggukan oleh Reta.
"Kemana aja sih lo berdua??. Kalian tau gak, gue sampe lumutan nungguin kalian disini.!" Alice berdecak kesal karena sudah menunggu Selly dan Reta cukup lama.
" Sorry All, hehe."
"Cuma nyengir doang lo Sell!!. Lo tau gak ,gue udah kayak ikan asin kering gara-gara kelamaan berjemur disini!. Lo mau tanggung jawab kalo kulit gue yang mulus ini jadi gosong cuma gara-gara kebanyakan berjemur ,dan lo cuma nyengir doang!" Cerocos Alice yang memang suka mendramatisir keadaan.
"Iya, maaf Alice sayang,lain kali gak di ulang deh."Ucap Selly mengangkat tangannya membentuk huruf V.
" Udah gak usah drama deh lo, All." Ucap Reta datar.
" Sekarang kita pulang aja!, sebentar gue ambil mobil dulu!" Tambahnya lagi, segera berbalik dan bergegas menuju tempat parkir.
Belum sempat Reta melangkahkan kakinya ,tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di depan ketiga perempuan cantik itu, dengan posisi Reta yang memunggungi mobil tersebut.
" Selamat siang nona!." Sapa seseorang yang baru saja turun dari mobil.
" Siang Hans, ada apa? tumben lo jemput gue,apa ada masalah?." Tanya Selly heran, saat melihat Hans datang menjemputnya.
Reta merasa mendengar suara yang tidak asing itu, dengan segera membalikkan badannya.Dan betapa terkejutnya dia saat melihat wajah orang yang selama beberapa hari ini membuatnya kesal. Karena terus mengirimkan pesan tidak penting padanya.
" bapak?!"
" Kamu?"
Ucap Reta dan Hans bersamaan. Membuat Selly dan Alice menatap kearah mereka dengan penuh tanda tanya.
" Kalian saling kenal??." Tanya Selly.
"Gak!. " Jawab Reta singkat.
" Iya!" Jawaban Hans membuat Reta membelalakkan matanya.
" Ekhm!, kayaknya gue ketinggalan berita nih!." Celetuk Alice
" Apa sih lo?!." Ketus Reta, memelototi Alice.
" Udah, kalian berdua gak usah gitu." Ucap Selly menengahi kedua sahabatnya.
" Oh ya Hans, btw lo belum jawab pertanyaan gue tadi .Ada apa?". Selly kembali mengulang pertanyaan yang belum ia jawab.
" Oh ya, maaf nona.,tante Rina meminta nona segera ke mansion ,untuk makan malam merayakan hari jadi nona!." Jelas Hans.
" Udah gue bilang, gak usah panggil gue nona! Selly aja udah cukup!" Ucap Selly, tidak suka dengan panggilan yang di berikan oleh Hans.
" Ekhm, baiklah! kalo begitu, kakak ipar saja bagaimana? " Tawar Hans, tersenyum manis membuat Alice tidak berhenti mengaguminya sedangkan Reta menatap acuh.
" Boleh juga.."
" Baiklah kakak ipar ku yang cantik, kalau bisa sekalian ajak teman-temannya juga!" Selly seakan mengerti tatapan mata Hans yang mengisyaratkan sesuatu.
Seketika Selly teringat cerita yang belum lama ia dengar dari Reta.jangan- jangan cowok aneh yang di ceritakan Reta itu?, .... Selly tersenyum jahil
" Ok tentu!. Reta, Alice sekarang kalian berdua ikut gue ya." Ucap Selly
"Oke, siaaap!!" Jawab Alice antusias.
" Sorry Sell, gue gak bisa.Gue mau pulang aja." Tolak Reta
" Gak, gue gak terima penolakan!. Lagi pula ini permintaan calon mertua gue masak lo gak mau sih?!" Bujuk Selly.
" Oke gue ikut tapi gue bawa mobil sendiri ya, "
" Gak,lo ikut mobil Hans aja sama kita, biar nanti mobil Lo di ambil sama supirnya tante Rina aja!." Selly memberi isyarat pada Alice untuk membantunya membujuk Reta.
" Eh,ahhhh,kelamaan lo Ret! .Oh ya, Abang Hans yang ganteng,tolong bukain pintu mobil buat princess yang cantik ini dong!." Alice berkata dengan gaya centilnya dan memaksa Reta untuk mengikuti keinginannya.
" Ba- baiklah nona!." Hans tersenyum kikuk, segera membuka pintu jok depan mobilnya.
" Eh, tunggu!. Gue di belakang aja!" Tolak Reta saat Alice menuntunnya masuk.
" Gak bisa!" Cegah Alice.
" Emang kenapa?, seharusnya Selly yang duduk di depan.Kan dia nona mudanya disini??!" Tanya Reta heran
" Justru karena gue tuanya disini. Jadi, gue mau duduk di belakang sambil tiduran nanti ya gak All!?" Selly tersenyum kearah Alice,segera masuk ke dalam mobil.
" Betul banget!.jadi, princess ku yang cantik jelita,lo di depan aja ya. Gue mau jagain tuan Puteri kita di belakang." Ucap Alice mendorong paksa tubuh Reta, dan segera masuk ke jok belakang bersama Selly yang sudah memposisikan diri berbaring dengan senyum penuh kemenangan. Karena berhasil mengerjai sahabatnya.
Sementara Reta terpaksa menuruti keinginan Selly dan Alice, sambil terus meruntuki kedua sahabatnya itu dalam hati.
Dasar kalian berdua kutu kupret!!.Beraninya kalian ngerjain gue!. Lihat aja gue bales kalian!!!.
" Oke! Abang ganteng,capcuss!!!." Ucap Alice girang.
" Baik nona manis!." Ucap Hans dengan senyum manis, dan segera melajukan mobilnya tanpa menoleh ke arah Alice.Mamun sukses membuat Alice terlojak kegirangan.
Selly menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kekonyolan Alice. sedangkan gadis yang berada di sampingnya. Hans hanya bersikap datar entah apa yang ada di pikirannya sekarang.
Sesampainya di mansion, Selly langsung masuk ke dalam dengan senyum mengembang di bibirnya.Tanpa memperdulikan ketiga orang di belakangnya ,dan segera masuk kedalam kamar calon mertuanya setelah bertanya pada pelayanan.
" Tante!." Ucap Selly, setelah mengetuk pintu dan membukanya perlahan.
" Selly sayang, kamu sudah sampai nak.?!" Seru Rina, yang segera memeluk calon menantunya itu.
" Iya Tante,Selly kangen banget sama Tante!" Ucap Selly memeluk erat tubuh calon mertuanya.Ia sudah menganggap Rina seperti ibunya sendiri yang selalu ia rindukan.
" Tante,tante bisa bantu Selly gak?" Tanya Selly masih memeluk Rina.
" Tentu saja!.Jadi, apa yang bisa tante lakukan untuk membantumu??"
Selly melepaskan pelukannya dan mulai membisikkan sesuatu pada Rina.
" Nanti ada teman Selly, namanya Reta yang ikut kesini dan kayaknya Hans suka deh,sama dia. Jadi,tante tau kan apa yang harus tante lakuin?!" .Rina tersenyum mendengar penjelasan Selly dan mengangguk mengerti.
Sementara di ruang tamu,Hans mempersilahkan Reta dan Alice untuk duduk dan meminta pelayanan untuk membawakan beberapa camilan.
" Abang ganteng kenapa gak ikut duduk?, sini duduk di sebelah Alice aja!" ucap Alice mengedipkan sebelah matanya.
" All, jaga sikap lo!." Ucap Reta dingin
Belum sempat Hans menjawab ucapan Alice,tiba-tiba Alvin memanggilnya sambil melangkah keluar dari kamarnya yang terletak di lantai dua.
" Hans, sini lo! Gue mau ngomong bentar."
" Siap bos, tunggu bentar ya!."
" Maaf nona Alice yang manis,saya harus kesana sebentar, dan nona cantik ini siapa ya namanya?" Hans tampak berpikir sejenak.
" ah iya, nona Reta ya?. Maaf saya permisi sebentar." Hans melanjutkan ucapannya dan diakhiri dengan senyum manis sedetik kemudian berlalu menyusul Alvin.
" Akh,lo lihat gak barusan dia senyum ke gue.Sumpah manis banget!!" Pekik Alice kegirangan.
" Biasa aja!" Jawab Reta dingin.
" Biasa aja gimana??? tadi itu manis banget senyumnya ,gila!. Bang Hans yang ganteng,pokoknya aku padamu deh!!."
" Cih, najis!. Semuanya Lo bilang ganteng, manis. Jangan-jangan monyet juga lo bilang manis sama ganteng!" Sinis Reta.
" Mana ada!. Gue juga punya standar kali, buat nilai tuh orang manis apa gak?, ganteng apa gak !" Sewot Alice.
" Heh,lo yakin??, gue masih ingat lo manggil dengan sebutan yang sama kayak tadi ke bang Niko,si Aris jangkung,rendi ,Ryan dan masih banyak lagi.Dan menurut gue tampang mereka biasa aja tuh." Papar Reta dengan gaya santainya.
"Mata lo aja yang rabun!!"ucap Alice memelototi Reta.
" Apa jangan-jangan lo cemburu ya gue bilang gitu ke bang Hans??, Biasanya lo gak pernah protes gue ngomong kayak gitu ke cowok. Tapi, kenapa tiba-tiba lo kayak gak terima gitu lihat gue sama bang Hans.??!!" Selidik Alice.
" Gak usah ngaco lo!. Kenal aja gak, cemburu darimananya?!"
" Bohong banget lo. Tadi di sekolah dia bilang dia kenal sama lo ,dan barusan juga dia manggil nama lo jadi, gak mungkin kalo kalian gak saling kenal!!!"
Dia itu cowok aneh yang neror gue, dan SMS gue pake gombalan- gombalan receh yang bikin gue eneg. Asal lo tau All, gue benci banget sama dia lo ngerti gak.!!!
" Gue gak kenal sama dia!" Tegas Reta membuat Alice terkikik geli, karena tau kalo Reta berbohong padanya.
Gue mau lihat berapa lama lo bisa bohong sama gue Ret, kita lihat aja nanti.Lo bakal ngakuin semua yang lo sembunyiin dari gue tanpa harus gue paksa.