🌸 Sequel dari "Meminjam Rahim Adikku" 🌸
Terlambat menyadari perasaan nya membuat Ardan Kusuma Wijaya harus kehilangan gadis yang sebenarnya dia cintai karena sudah terlanjut dinikahkan dengan pria pilihan keluarganya.
Ayana Azahra harus rela menikah dengan pilihan keluarga nya,saat tidak dapat memenuhi syarat dari sang Ayah untuk membawa calon suami pilihan nya sendiri diwaktu yang sudah ditentukan.
Namun apa jadinya jika baru satu hari menikah Ayana sudah ditinggal pergi oleh sang suami yang kabur bersama kekasihnya??
Bagaimana juga dengan Ardan yang sudah berniat melupakan Ayana,namun sehari sebelum kepulangan nya mengetahui fakta tentang pernikahan gadis itu??
Akankah Ardan melupakan Ayana dan kembali kenegaranya??
Atau berjuang untuk membawa Ayana kedalam mahligai pernikahan bersama dengan nya??
yukkk simak kisahnya disini...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23.Kembali Berpisah
"Memang nya Kak Ardan tinggal dirumah kamu ya Lyn?"tanya Ayana selama keduanya menelusuri lorong menuju ke masing masing.
Ayana ke poli umum,sementara Realyn ke poli obgyn.Sudah 9 bulan Realyn kembali bertugas menjadi dokter kandungan dirumah sakit yang sama dengan rumah sakit dimana Ayana bekerja.
Hingga akhirnya dua sahabat itu sering menghabiskan waktu bersama.Berbagi cerita suka dan duka yang terjadi pada hidup keduanya.
"Ciee,penasaran juga."goda Realyn kembali yang membuat Ayana aalah tingkah.
"6 bulan yang lalu,Ardan memutuskan untuk tinggal disini.Selain tengah menangani satu proyek yang mengharuskan nya tinggal disini.Sia juga pernah bisa,tengah memperjuangkan calon makmum,namun masih menunggu alam menyatukan mereka.Aku nggak tahu loh kalau itu kamu Ay,kejutan banget.Pantas saja dulu sebelum dia pulang,kepo banget sama masalah kamu,eh tahu nya calon ipar."jelas Realyn menyambut hangat niatan Ardan yang ingin segera mempersunting gadis idaman nya yang ternyata sahabat dari Relayn,istri dari Abang nya sendiri.
"Memang kamu nggak keberatan ya kalau aku masuk jadi salah satu keluarga kalian?"tanya Ayana merasa kurang percaya diri akan dirinya sendiri,setelah apa yang terjadi dimasa lalunya.
"Kenapa harus keberatan.Yang akan menjalanikan kalian,bukan kami.Terima saja,Ardan pemuda yang baik kok.Dia juga pekerja keras dan bertanggung jawab,jangan selalu mengingat masa lalu yang buruk,ingat hidup itu harua terus berjalan maju bukan.Jangan sampai menyesal dikemudian hari hanya karena terlambat menyadari.Ya sudah aku duluan ya,pikirkan lagi saran aku."ucap Realyn yang lebih dulu meninggalkan Ayana yang masih termenung,memikirkan setiap kata yang Realyn ucapkan barusan.
"Bismillah,semoga keputusan aku ini memang jalan yang terbaik,Aamiin." gumam Ayana sebelum akhirnya beranjak dari sana menuju ke ruangan kerjanya.
......***......
Sementara disebuah kantor,Ardan menatap kesal pada Haria asisten nya.Ardan begitu kaget saat tadi tiba dikantor sudah mendapatkan laporan jika hari ini Ardan harus melakukan perjalanan dinas keluar kota.
"Kenapa nggak bilang dari kemarin sih?kacau deh acara hari ini."cebik Ardan dibuat kesal oleh Asisten sekaligus sekertarisnya itu.
"Salah sendiri nggak datang pas meeting,terua dichat nggak dibalas,telpon apa lagi,email juga nggak dibuka."jawab Haris santai karena memang masalah ini buka dia yang salah melainkan Ardan yang terlalu sibuk dengan acara pdkt nya hingga lalai dalam pekerjaannya.
"Jam berapa berangkatnya?"tanya kemudian.
Meski kesal Ardan akhirnya mengalah dan akan melakukan perjalanan bisnis itu meski hatinya begitu berat meninggalkan Ayana.
Baru saja dirinya kembali dekat,eh sudah dipaksa pisah lagi oleh keadaan.Sungguh perjuangan mendapatkam calon makmum yang butuh kesabaran extra.
"Jam lima sore,Karena acara jamuan akan di adakan jam 8 malam disebuah hotel bintang lima.Dan untuk memepersingkat waktu kita,saya sudah memesan dua kamar dihotel tersebut jadi jika kedatangan kita kesana mepet waktu pun kita masih bisa hadir tepat waktu di acara jamuan itu."jelas Haris panjang kali lebar.
Ardan menghela nafas panjang dan dalam saat mendengar penjelasan dari Haris.Sungguh,belum rela rasanya jika harus berjauhan dengan si pujaan hati.
"Bersabarlah,ini juga demi masa depan kalian nantinya.Memangnya kamu mau istri kamu terus menerus bekerja?nikmati saja masa masa ini,semua ini hilang setelah kalian resmi nanti.Cuma satu hari satu malam Ar,"jawab Haris yang akan memanggil dengan sebutan nama jiak mereka hanya berdua saja.
Dan hal itu merupakan permintaan Ardan sendiri yang memiliki umur yang sama dengan Haris.Ardan sangat menyukai Haris yang begitu bisa di andalkan.
Selain pekerjaan nya bagus,Haris juga cukup asik jika diajak ngobrol masalah pribadi.Haris memiliki pemikiran yang jauh lebih dewasa dan jauh lebih tenang dalam menghadapi masalah.
Tidak seperti Ardan yang kadang masih terbawa emosi dan hal itu tidak jarang membuat pemuda yang kini memasuki usia kepala tiga itu terlibat masalah hingga Dady Doni lah yang turun tangan jika sudah begitu.
Namun sejak harus bekerja bersama dengan nya,Ardan menjadi jauh lebih baik.Setidaknya sudah tidak emosian dan lumayan bisa menahan diri.
Dan itu berkat Haris yang selalu mengingatkan dan memberikan nya nasihat.Hingga,lama lama Ardan pun mulai terbiasa dengan pola hidup barunya lewat bimbingan dari Haris.
...***...
Ting....
Sebuah notif pesan masuk kedalam ponsel milik Ayana disaat jam makan siang tiba.Baru saja mendudukan dirinya dikursi kebesaran nya.
Ayana sudah dikejutkan dengan kedatangan pria yang tadi pagi menjputnya dirumah,dan kini pria itu sudah menunggu diparkiran.
["Aku nunggu diparkiran,kita makan siang bareng."] ~ Kak Ardan.
Ayana bergegas membuka jas putih kebangga nya lalu merapihkan sedikit penampilan nya sebelum akhirnya pergi menemui Ardan diparkiran.
Ardan tersenyum sumringah saar melihat wanita berhijab syar'i itu tengah berjalan menghampiri dirinya.
"Assalamu'alaikum calon makmum."
...****************...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya,like,komen dan subscribe...Biar Othor lebih semangat lagi,terima kasih 🥰🥰🥰 love sekebon untuk kalian ♥️♥️♥️*
lanjut extra part nya Thor 🙏🙏🙏
mantap Ardan..aq suka caramu membasmi ulat bulu..
, jodoh kt tdk tahu akan berlabu kepada siapa.tp klu sdh menetapkan suatu pilihan memang harus tegas.