POV : Seorang gadis yang menjalani kehidupan penuh penderitaan, hidupnya seketika berubah drastis ketika bertemu dengan om-om kaya raya.
Tunggu, ini bukanlah sekedar ‘POV’, ini kejadian nyata yang dirasakan oleh gadis cantik bernama Sky Yovannka
Bak Cinderella bertemu dengan pangerannya dipesta dansa, Takdir penuh keberuntungan tiba-tiba menghampiri Sky. Kala tidak sengaja dirinya bertemu dengan pria kaya raya bernama Lucas Erbert Lexander
“Aku tidak tahu harus dengan apa mengembalikan semua uangmu” ~Sky
“Cukup pastikan kau selalu berada di sisiku, itu sudah lebih dari cukup! Serahkan semua padaku dan duduklah dengan manis” ~Lucas
✅YANG SUKA SUGAR DADDY, GAS MERAPAT✅
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Oming32, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 23
...✨Enjoy the Reading✨...
🖤
🖤
Benda bulat di dinding berwarna abu, menunjukkan pukul 8 pagi. Seperti biasa, burung-burung diluar sana akan berkicau riuh, bak alarm yang bertugas membangunkan sang pemilik rumah.
Haus, tenggorokan Sky terasa kering, membuatnya harus tersadar dari tidurnya yang nyenyak. Ingin dia menggerakkan tubuhnya yang terasa kaku, namun terhenti karena sebuah benda berat menindihnya.
Dibukanya mata yang masih terasa berat, melirik ke arah bawah, dimana ada sebuah tangan kekar yang melilit perut ratanya. Terperanjat kaget namun tak sampai terbangun, mendapati seorang pria tampan tertidur pulas tepat menghadap dirinya.
Dilihatnya sekali lagi badan bagian bawahnya, seperti memastikan sesuatu yang tiba-tiba terbesit dalam benaknya.
“Hufft ternyata aman..” bergumam dalam hati
Kepalanya kembali mendongak, menatap lekat pada wajah mulus dan rahang tegas milik Lucas. Mata serta hidung mancung itu nampak sempurna, apalagi bibir tipis berwarna merah muda itu, semakin menambah ketampanannya.
“Sudah selesai mengagumi wajahku yang tampan? Sekarang pikirkan kita akan pergi kemana hari ini” suara serak nan berat khas bangun tidur menyadarkan Sky.
Nampak gadis itu dengan cepat mengalihkan pandangannya ke arah lain, ketika menyadari dirinya tertangkap basah. Tubuh itu menggeliat pelan begitu juga dengan tangan kekar yang mulai terangkat, meninggalkan perut Sky.
Sky segera membalikkan posisi tubuh, dari yang saling berhadapan kini membelakangi Lucas. Di tariknya selimut tebal yang menutupi setengah dari tubuhnya, menenggelamkan wajahnya yang memerah menahan malu.
Lucas tertawa pelan melihat tingkah menggemaskan dari wanitanya “Ketika aku keluar dari kamar mandi nanti, kau harus sudah bersiap!”
Sky tetap mengangguk dari dalam selimut, setidaknya ia membutuhkan waktu untuk mengatur kembali detak jantungnya, sebelum benar-benar turun dari ranjang.
*******
45 menit berlalu, diliriknya lagi pintu lift yang belum memberikan tanda-tanda kedatangan seseorang. Mulai merasa kesal, jika tahu akan menunggu lama seperti ini, lebih baik dia berendam saja tadi.
TINGG!!
Akhirnya lift itu terbuka, menampilkan seorang pria tampan dengan setelan casualnya. Sky tidak menoleh, ia berencana untuk merajuk karena harus menunggu lama.
“Mau sarapan disini atau diluar?” Tanpa rasa bersalah, Lucas berucap dengan santainya, belum mengerti dengan sikap Sky yang nampak terdiam.
“Terserah kakak!” Lucas mengernyit bingung, mendengar nada bicara Sky yang jutek.
Menarik kursi yang berada di seberang meja, Lucas memposisikan dirinya tepat di hadapan Sky. Lucas adalah tipe pria yang peka, ia yakin jika wanitanya tengah merajuk “Maaf membuatmu menunggu lama, ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan terlebih dahulu” pria yang peka bukan.
Sky mendengus “Kenapa kakak tidak bilang tadi, tahu begitu kan aku berendam sebentar”
“Oke.. oke, aku minta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi..” Lihat, Sky sudah kembali tersenyum meskipun malu.
“Sekarang katakan, mau sarapan di sini atau diluar?” Lucas mengulang pertanyaannya.
Gadis itu nampak berpikir “Aku ikut kakak saja..”
Lucas mengangguk “Baiklah kita sarapan diluar saja”
Setelah memutuskan untuk membeli sarapan diluar, Lucas berdiri, dan mengulurkan tangannya. Tentu saja, Sky dengan senang hati menerimanya. Wanita mana yang tidak suka diperlakukan manis seperti ini.
*****
Jalanan ibukota sedikit sepi di hari minggu yang cerah ini, sepertinya beberapa diantara mereka memilih untuk bangun lebih siang.
Hal ini sedikit menguntungkan bagi Lucas, karena dirinya bisa mengendarai mobilnya dengan santai dan tenang, tanpa perlu mendengar suara klakson dari pengendara lain yang terjebak kemacetan.
“Kak...” seseorang duduk di kursi penghuni akhirnya bersuara, mungkin ia bosan melihat pemandangan di luar sana.
Lucas menoleh “ada apa? Kau ingin makan sesuatu?” Setelahnya kembali fokus pada jalanan di depan sana.
Sky menggeleng “Hhmm.. bisakah kita tidak makan yang pedas atau makanan berkuah?” Pintanya ragu
“Ada apa dengan makanan pedas dan berkuah? Bukannya kau juga suka?” Setau lucas, selain menyukai daging steak, gadis ini sangat gemar menyantap makanan pedas dan berkuah.
Sky mendekatkan wajahnya, mengangkat jari telunjuknya dan menunjuk pada bibir bagian bawahnya yang memerah “Apakah kakak tahu, kenapa bibirku terluka? Ini sangat perih” adunya dengan raut wajah sedih.
Lucas menelan ludah kasar, sial apa yang harus ia katakan “Itu, tadi malam kau tidak bisa diam dan tidak sengaja terbentur di sudut meja bar” semoga Sky percaya dengan karangan ceritanya.
“Benarkah?” Lucas mengangguk cepat, dengan kedua mata yang bergerak lincah
“Hah.. kakak pasti sangat kerepotan. Maaf..”
Hufftt, Lucas merasa lega karena ternyata gadis ini percaya dengan ceritanya. Dan Lucas hanya mengangguk pelan untuk menjawab permintamaafan dari Sky.
•
•
Sebuah taman bermain dengan berbagai wahana yang menantang, dipilih Sky sebagai tempat liburannya. Setelah menyantap sarapannya tadi, Lucas memberikan kebebasan untuk wanita itu memilih tempat yang ingin di kunjungi. Dan akhirnya tempat inilah yang ia pilih.
Beberapa pasang remaja terlihat memadati tempat yang memang sangat cocok jika didatangi bersama pasangan kekasih. Terbukti jika sekarang mereka mengantri untuk membeli tiket masuk ke dalam sana.
Awalnya Sky ragu untuk masuk kesana, mengingat siapa pria yang berada di sebelahnya. Namun dengan tegas Lucas memberitahunya, jika tidak ada satupun dari mereka tahu siapa dirinya sebenarnya. Pria itu bahkan meminta dirinya untuk bersikap biasa saja.
Setelah berhasil mendapatkan tiket, mereka masuk ke dalam sana dengan tangan masih bergandengan. Lucas tak pernah melepas genggamannya barang satu detik pun, begitu juga dengan Sky yang mulai terbiasa.
“Wahana apa yang ingin kau coba?” Lucas bertanya pada gadis yang tengah sibuk memandang area sekitarnya.
“Bagaimana dengan itu” ditunjuknya benda berbahan besi dengan bentuk memanjang seperti seekor naga yang terbang di atas sana.
“Itu..” Lucas memperjelas keinginan Sky yang cukup extrem baginya.
“Ya, Agnes dan Jess sangat suka naik Roller coaster” berseru girang, gadis ini nampak begitu antusias, membuat Lucas enggan untuk menolak.
Lucas menyanggupi permintaan Sky, dengan semangat berapi-api gadis itu berlari untuk mengantri masuk ke wahana.
Kebahagiaan terlukis jelas di wajah manis Sky, begitu juga Lucas yang tak bisa berhenti menatap wajah wanitanya.
Setelah mencoba satu wahana, Sky kembali menunjuk wahana lain yang tak kalah extrem. Lucas yang tak ingin merusak suasana hangat yang terjalin di antara keduanya, memilih untuk mengalah.
“Sudah selesai? Ingin mencoba wahana lain lagi?” Ditariknya tubuh yang seakan tak pernah kehabisan baterai itu untuk duduk sejenak di sebuah kursi taman.
Sky menggeleng “udah ah, capek kak..”
“Diam disini, aku mau membeli minum dulu..” Lucas ingin beranjak namun di hentikan oleh Sky.
“Aku mau ice cream kak, yang itu...” Lucas mengikuti arah hari telunjuk Sky, dilihatnya kedai ice cream dengan antrian panjang disana.
Menoleh sejenak ke arah gadis dengan mata yang sudah berbinar “Ingin rasa apa?”
“Strawberry dan coklat..” jawabnya antusias
“Satu saja..” tolak Lucas, membuat Sky sedikit cemberut.
“Strawberry..” Lucas mengangguk, ia kembali melangkah setelah Sky melepas genggamannya.
Cukup lama ia berdiri disana, ada sedikit rasa bersalah pada diri Sky karena meminta pria itu mengantri disana dengan sinar matahari yang terik.
Sesekali ia melambaikan tangan, seolah memberi semnagat pada Lucas, yang dibalas dengan senyum manis oleh Lelaki itu
Setelah beberapa menit berlalu, Lucas akhirnya berlari ke arah Sky dengan dua ice cream di tangan.
“Nah..” di serahkan ice cream warna pink itu kepada Sky dan berwarna coklat untuknya.
“Waahhh.. terima kasih” Sky berseru senang, bibirnya melengkuk sempurna.
Cup!!
Lucas dibuat membeku sekarang, benda kenyal milik Sky mendarat pada pipinya yang tegas. Ini sangat spontan, dan bisakah diulang? Lucas ingin merasakannya sekali lagi.
“Kakak, kenapa diam? Ice creamnya mencari. Kalau tidak suka, berikan padaku” Sky berucap seolah tidak merasa jika lelaki itu terdiam karenanya.
“No.. satu saja sudah cukup Sky..” Lucas tersadar dari lamunannya, dengan jantung yang tak henti berdetak kencang ia ikut menikmati ice cream rasa coklat miliknya.
Raut wajah bahagia terpancar jelas di wajah keduanya. Baik Lucas maupun Sky, sangat berharap jika hari ini tidak berakhir dengan cepat.
Saking bahagianya, mereka tidak menyadari jika ada seseorang yang mengawasi sejak tadi. Bahkan sejak mereka keluar dari mansion.
“Tuan muda sedang bersama seorang gadis..” terlihat seorang pria dengan pakaian casual tengah menelpun seseorang di seberang sana.
“……”
“Baik”
Setelah memutuskan sambungan telepunnya, ia lanjut mengambil sebuah gambar dan mengirimnya kepada seseorang.
Bersambung...
begini aj thor ??
kecewa berat nih😕😕
semangat..😍