Terlambat Mengerti 1
Arini gadis berusia 19 tahun, mahasiswi semester 2 sebuah perguruan tinggi negeri. Diusianya yang sangat belia dia harus menyandang status ibu dari seoarang bayi perempuan hasil pengkhianatan sahabat dengan tunanganya. Keputusan apa yang akan diambil Arini selanjutnya, apa dia akan membuang bayi itu atau menitipkanya di panti asuhan ataukah merawatnya sendiri dengan segala resiko yang harus dihadapi.
Penasaran ceritanya ? yuk ikuti kelanjutanya..
Terlambat Mengerti season 2
Bagaimana nasib cinta Cila dan Agam ketika mereka dihadapkan pada kenyataan bahwa hubungan mereka terhalang tembok kebencian yang tertanam kokoh dihati Agam karena kisah masa lalunya. Akankan Cinta mampu mengalahkan kebencian tersebut, ataukan justru Cinta baru yang akan hadir menghapus luka...
____________________________________
Cover by pexels
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kurnia Setiyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Juna sudah menyelesaikan permasalahan yang membelit perusahaannya, oknum yang menggelapkan uang perusahaan sudah berhasil ditemukannya, mereka berjanji akan mengganti semua kerugian perusahaan. Juna memang sengaja tidak membawanya ke jalur hukum karena bagaimanapun pelaku itu adalah pamannya yang juga sudah banyak berjasa mengembangkan usahanya.
Setelah semua jelas dan telah menemukan solusi yang terbaik, Juna memutuskan kembali ke Jakarta. Selanjutnya dia akan menyerahkan tanggung jawab pengawasan pada Roy.
"Kamu yakin akan segera balik ke Jakarta? tanya Roy yang baru tiba beberapa jam dari Jakarta.
"Ya, semua sudah hampir beres. Kamu tinggal mengawasinya saja dan melaporkan perkembangannya segera."
"Siap bos, eh bukannya Iren ada sini juga ya? Apa kamu sudah menemuinya?" tanya Roy dengan menatap Sahabatnya itu.
"Belum, nanti di Jakarta juga tiap hari ketemu," jawab Juna.
"Bukannya kalian akan segera menikah? Kenapa sepertinya kamu semakin bersikap dingin sama dia." Roy mulai heran dengan sikap Juna.
"Memangnya aku harus bersikap seperti apa, kamu urusi saja dirimu sendiri. Punya banyak pacar tapi nggak ada yang bener," ledek Juna.
"Ahh, sialan kamu ya. Oya sebelum balik ke Jakarta, gimana kalau kita ajak Doni nongkrong. Sudah lama banget kita nggak bareng-bareng kaya dulu," Ajak Roy.
"Doni pasti sibuk, akhir-akhir ini dia banyak berubah, tidak lagi seperti Doni yang kita kenal dulu, sepertinya dia menyembunyikan sesuatu."
"Nggak usah baper gitu juga kali, ya jelas lah si Doni sibuk, dia kan punya pacar baru."
"Baguslah kalau gitu," ucap Juna singkat.
"Bagus apanya, sebenernya tuh aku mau ndeketin tuh cewek. Sayangnya nggak ada kesempatan, ehh tau-tau udah diserobot Doni duluan.
"Kasian banget kamu ya, tapi tumben kalian satu tipe?" Juna mulai penasaran dengan perempuan itu.
"Aku si ikhlas aja, memang bukan jodohku juga kali. Lagian belum tentu juga tuh cewek mau sama aku."
"Seperti apa tuh cewek?" tanya Juna penasaran.
"Sebentar, aku kayanya masih nyimpen fotonya." Roy kemudian mangambil ponselnya, dia mencari-cari foto Arini yang sudah dia pindahkan dari kamera digitalnya. Ketika foto itu sudah ketemu dan mau dia tunjukan pada Juna, tiba-tiba ada panggilan masuk.
"sorry Jun, aku ke bawah sebentar ada kurir anterin paket." Roy lalu keluar mengambil paket tersebut sebelum sempat menunjukan foto tadi.
Setelah mengambil paket, kemudian Roy ke dapur membuat kopi. Dia meninggalkan ponselnya di atas meja. Dering panggilan dari ponsel Roy mengganggu telinga Juna, akhirnya Juna menerima panggilan tersebut yang ternyata dari Doni.
"Kita ketemu di tempat biasa saja," ucap Doni.
"Jam berapa?" tanya Juna.
" Jam 9 setelah resto tutup. Ooh ternyata kamu," ujar Doni yang paham akan suara Sahabatnya itu.
"Iya," jawab Juna singkat sebelum Doni memutuskan panggilannya.
Setelah panggilan terputus, Juna meletakkan ponsel itu ke atas meja kembali. Posisi handphone Roy yang tadi berada di menu galeri akhirnya memunculkan gambar yang terakhir Roy buka. Melihat sepintas foto tersebut membuat Juna penasaran. Lalu diambilnya kembali ponsel Roy, Juna terkejut ketika melihat gambar yang terpampang adalah foto Arini.
"Arini...?" ucap Juna bersamaan dengan datangnya Roy.
"Apa ini foto yang mau kamu tunjukan?" tanya Juna dengan tatapan yang tajam.
"Iya, memang kenapa?" Roy heran.
"Jadi cewek ini yang sekarang jadi pacarnya Doni?" sekali lagi Juna menegaskan.
"Iya, dia juga bekerja di resto Doni." Roy masih tidak mengerti kenapa Juna tiba-tiba seperti itu.
"Ternyata benar, ada yang Doni sembunyikan," ucap Juna sambil mengepalkan tangannya. Dia begitu marah saat mengetahui Doni berpacaran dengan Arini tanpa sepengetahuannya.
Melihat ekspresi wajah Juna, Roy hanya membatin, "apa Arini dalam foto itu dengan Arini mantan pacar Juna adalah orang yang sama."
Dengan wajah yang merah padam Juna langsung bangkit menyambar jaketnya lalu keluar menuju mobilnya. Dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju resto Juna. Jalanan yang cukup lengang di kala petang membuat Juna dalam waktu singkat sampai di tujuannya.
Begitu sampai Juna langsung masuk ke dalam resto menemui Doni. Nampak Doni sedang duduk ngobrol dengan Arini.
Doni terkejut saat tiba-tiba ada yang menarik kerah bajunya lalu melayangkan satu pukulan ke wajahnya dengan keras. Darah segar pun langsung mengalir dari sudut bibirnya. Belum sempat Doni membalas pukulan itu, satu pukulan mengenai wajahnya lagi membuatnya jatuh tersungkur.
Arini secara spontan langsung berlari menghadang pukulan yang akan mendarat pada Doni. Dia sangat kaget ketika melihat sosok yang memukuli kekasihnya itu adalah Juna. Melihat Arini Juna menurunkan tangannya.
"Cukup...," teriak Arini.
"Apa yang Mas lakukan?" tanya Arini dengan penuh emosi menatap tajam ke arah Juna.
Juna tanpa menjawab langsung menarik tangan Arini dan menyeretnya keluar.
"Lepaskan aku," teriak Arini sambil berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Juna. Melihat Arini yang kesakitan, Juna akhirnya melepaskan tangan Arini setelah membawa Arini beberapa meter dari resto itu.
"Sejak kapan kamu berpacaran dengannya?" bentak Doni.
"Bukan urusan Mas, kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi," jawab Arini lirih namun penuh penekanan.
"Ini urusanku, karena aku masih mencintaimu," ucap Juna tidak kalah tajam.
Tanpa menjawab, Arini membalikkan badannya meninggalkan Juna. Namun dengan cepat Juna meraih tangan dan menahannya.
"Lepaskan aku Mas, jangan seperti ini. Kita tidak akan pernah bisa mengembalikan keadaan seperti dulu." Arini menahan Air matanya.
"Kenapa tidak bisa, aku akan memulainya lagi sampai semua kembali seperti dulu." Juna menatap lekat sambil mengusap lembut wajah Arini. Namun Arini mundur menghindar.
"Tidak Mas, tidak ada yang akan kembali seperti dulu, semua sudah berubah." Ucapan terakhir Arini yang lalu berlari meninggalkan Juna.
Juna hanya diam mematung, mendengar penolakan Arini. Begitu terasa sakit di dadanya akibat perbuatannya sendiri yang sudah tidak ada gunanya disesali.
Arini segera masuk kembali ke resto. Dia menuju dapur mengambil air es lalu mencari Doni di ruangannya. Namun dia tidak menemukan Doni.
"Apa Bapak melihat Pak Doni?" tanya Arini pada Bram.
"Dia sudah pulang," jawab Bram singkat.
Arini hanya duduk melamun dengan tatapan kosong, setelah panggilannya berkali-kali tidak diangkat oleh kekasihnya itu.
"Bagaimana keadaan Mas, apa Mas baik-baik saja?" isi pesan Arini yang tidak dibaca sama sekali oleh Doni.
Doni menghabiskan malam itu dengan Gamenya, entah berapa batang rokok yang telah dia hisap untuk menghibur dirinya sendiri. Setelah melihat Juna mengusap lembut wajah Arini dengan mata Arini yang berkaca-kaca membuatnya terbakar cemburu. Dia tahu betul Jika Arini belum sepenuhnya mencintainya, sementara Juna juga masih sangat mencintai Arini.
Beberapa pesan sudah Arini kirim tapi tidak ada jawaban sama sekali, bahkan tidak satu pun Doni baca. Arini semakin khawatir, namun tidak ada yang bisa dia lakukan.
"Selamat istirahat," isi pesan Arini terakhir sebelum dia memutuskan untuk mencoba memejamkan matanya.
Sampai pagi Doni masih sibuk dengan Gamenya. Dia tidak mempedulikan apapun, hingga akhirnya dia tertidur begitu saja.
****
happy reading
pacaran menjauh menderita
sampe lika liku laki2 SAH ttp aja gt, lgsg baca end aja deh
cila itu anak tiri tantemu loh
cila ke agam
utk cinta sejati akan tau balik ke t4 nya..
yo wes lah obati agam aja lha
penyelamat jika ada apa pun.