NovelToon NovelToon
Hate Me, Love

Hate Me, Love

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Teen Angst / Teen School/College / Tamat
Popularitas:277.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Red Lily

Karena kebodohan keduanya, Anggun dan Alister berakhir tidur bersama. Padahal, keduanya adalah musuh bebuyutan, Alister adalah berandal, pengacau yang membuat Anggun selaku ketua OSIS selalu keluar masuk ruang BK demi menyelesaikan permasalahan nya.

Terjebak bersama dengan pria yang paling dibenci. Itu membuat Anggun menderita, apalagi keluarganya meninggalkannya dengan pria ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red Lily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Posisi

Hari hari berjalan baik untuk Alister, apalagi Anggun yang sekarang tidak sebar baru sebelumnya. Anggun menjadi lebih penurut, meskipun tingkah manjanya itu tidak pernah hilang. Untuk tidur, Anggun kini selalu tidur bersama dengan Alister. Tidak mau jauh jauh, dia ingin Alister melayani semua kebutuhannya jika dia terbangun di malam hari. 

Seperti sekarang, Anggun terbangun karena haus. Gerakanya yang pelan bahkan membuat Alister tersadar dan ikut bangun. "Kenapa?" Tanya pria itu. 

"Haus."

"Mau keluar?"

"Kamu yang keluar," Ucap Anggun dan sang suami langsung menurut. 

Sambil terdiam, Anggun menoleh pada jendela. Di luar sana hujan deras, dan Anggun memiliki jam pagi hari ini. Ini yang selalu membuatnya kesal, keadaan dimana mereka membutuhkan fasilitas yang lebih, tapi Alister tidak pernah memberikannya. Bukankah dia anak orang kaya? Anggun masih bertanya tanya apa yang menyebabkan Alister membawanya tinggal di tempat seperti ini dan juga kehidupan yang jauh dari kata mewah. 

"Nih, minumnya."

"Hari ini kita kontrol ke rumah sakit kan?"

"Iya. Kan kamu ngampus dulu."

"Hujan. Aku gak mau basah basahan. Mobil kamu kemana sih? Kenapa gak pake itu aja? Dulu kamu ganti ganti mobil."

Alister menghela napasnya dalam, lambat laun Anggun akan selalu menanyakan hal ini. "Mobilnya terkurung di garasi ayah. Gak bisa dibawa soalnya masih dalam perbaikan."

"Oh. Gak bisa beli baru aja gitu?" Tanya Anggun. 

Alister tau kalau itu adalah kebutuhan, jadi mungkin dia akan memikirkan cara bagaimana memiliki mobil. "Nanti aku pikirin ya."

"Heem, mending beli aja soalnya aku malah sengsara kalau kamu gak beli. Mana hujan hujan, dingin juga. Aku gak tahan." Menyimpan gelas di nakas dan kembali berbaring. Anggun merentangkan tangannya meminta Alister datang bergabung. Dia tidak pernah bisa tidur kalau tidak ada pria itu. 

Alister langsung datang mendekap sang istri. Ini sudah dini hari, dan Alister memutuskan untuk tidak tidur lagi. Pikirannya berkelana mencari cara mendapatkan mobil. Pada akhirnya, Alister menelpon sekretaris ayahnya diam diam. "Kan ayah lagi sekarat, jadi mobilnya satu hilang juga gak bakalan ketahuan." Tidak peduli jika suatu hari nanti dirinya akan dipukuli sang ayah karena tindakannya ini. Yang penting, Alister memiliki mobil untuk membuat Anggun bahagia. 

Karena pada saat mereka hendak berangkat, dan Anggun melihat ada mobil di sana, dia memekik dan memeluk Alister. "Dari dulu kek gini! Kan aku juga perlu dapet hal hal yang kayak gini. Jangan ajak aku sudah, orangtua aku udah besarin aku capek capek." Anggun berucap seperti itu. 

Alister mendekat dan mengelus perut sang istri sambil mengatakan, "Sehat sehat terus ya anak Papa sama Mama. Jangan banyak rewel."

"Iya, Papa," Ucap Anggun dengan manjanya dan mengecup pipi sang suami. 

****

Untuk pertama kalinya, Alister melihat bagaimana perkembangan janinnya di dalam. Perut sang istri. Senyumannya tidak luntur, makhluk itu benar benar ada dan tidak akan Alister biarkan hidup seperti dirinya. 

"Sehat ya, Mbak, Mas." Sang dokter menjelaskan bagaimana perkembangan janin yang memasuki usia 8 minggu tersebut. 

Alister tidak sabaran untuk bertemu dengan anaknya nanti, dia akan menjadi ayah yang hebat untuknya. Untuk itu, Alister harus memanjakan sang istri. Bertanya pada Anggun apa yang dirinya inginkan begitu keluar dari rumah sakit. "Mau pulang aja," Ucap Anggun yang sedari tadi tidak bisa melepaskan pandangan dari foto USG. Dia juga merasa senang, dan aneh di saat bersamaan. dalam tubuhnya benar benar ada kehidupan. 

"Sehat sehat ya kalian."

Anggun mengangguk sambil tersenyum. Sepanjang perjalanan dia memainkan ponselnya. Karena sekarang sudah memakai mobil, maka Anggun merasa lebih leluasa. Tidak jarang dirinya mencoba menghubungi kedua orang tuanya, tapi mereka hanya merespon datar datar saja. 

"Aku kangen Mama sama Papa. Kapan ya mereka mau baik lagi sama aku?"

Alister juga sedih, mereka pasti hanya akan mengakui anggun jika Alister sendiri sudah berhasil. Namun bukan perkara yang mudah bisa menghasilkan banyak uang, menjadi orang sukses apabila tidak ada modal yang diberikan. "Secepatnya. Hati kan bisa berubah. Siapa yang tau."

"Oh iya. Aku mau beli tas boleh? Chanel keluarin koleksi musim dinginnya. Aku mau beli, Al. Bisa gak sekarang aku nerimanya kartu aja? Gak usah uang tunai biar gak susah bawa kemana kemananya."

"Tas yang kayak gimana emangnya?" Mereka sampai di apartemen

"Yang kayak gini." Anggun dirangkul oleh Alister sambil menunjukan apa yang dirinya inginkan. Alister mengerutkan kening. Tas itu terlihat biasa saja. Apa bagusnya. "Harganya cuma 7000 dollar aja."

Hanya tujuh ribu dollar dan berhasil membuat Alister menelan salivanya kasar untuk saat ini. "Iya nanti ya, kan kita harus banyak bagi bagi uang buat keperluan kuliah sama dedek bayinya nanti."

"Kan kamu anak tunggal. Masa iya Ayah kamu gak kasih apa apa." Sampai Anggun teringat. "Ngomong ngomong ayah kamu kenapa gak pernah dateng ke sini? Dia juga jarang komunikasi sama kamu. Dia tau kan aku hamil? Kenapa gak undang aku ke rumahnya?"

"Ayah di luar negara terus. Kan tau sendiri dia suka banyak project."

"Iya juga sih." Anggun menghela napasnya dalam. "Tapi kamu enak punya ayah yang gak buang kamu. Mana kamu juga anak tunggal."

Alister hanya tersenyum dengan pedih. Tidak akan ada yang kuat bertahan di posisinya sekarang. 

"Eh gimana yang kartu? Aku mau pegang kartu aja. Gak mau uang tunai."

"Nanti aku pikirin lagi ya."

"Tas?"

"Iya, itu juga." 

Anggun hanya bisa menghela napasnya dalam.. 

***

To be continue

Komentarnya? 

1
Susi Andriani
kasihan
Sagitarius
kok sediih sich 🥹🥹🥹
apajalah
👏👏🍁🍂
apajalah
👌👏👏🍂🍁🍂🍁👏
Evi
ceritanya bagus 👍👍👍
Honey
Novelnya bagus 😊
gia nasgia
Makasih othor suka dgn karya mu yg satu ini😘👍💪
gia nasgia
hahaha begini nih klau si bocah udah bucin😂🤣🤣
gia nasgia
hahaha sakitlah klau rambut di jambak 😂
gia nasgia
lanjutkan
gia nasgia
jangan sampai baby Anggun kenapa "🥺
gia nasgia
🥺🥺🥺😭😭😭😭😭
gia nasgia
kasihan juga sih lihat bumil yg udah menyadari kebodohannya 🥺🥺
gia nasgia
feeling aku kayaknya sengaja Alister pergi biar pulang udah jadi orang sukses🤔
gia nasgia
Nah lho gimana rasanya di tinggal tanpa kata"😏😡
gia nasgia
Dasar bocil labil 😏tapi ada baiknya juga Dania menceritakan tentang perjuangan Alister selama ini
gia nasgia
Kamu benar"keterlaluan jadi istri mengingat dgn segala perjuangan Al untuk mencukupi kebutuhan kamu 😡
gia nasgia
Maksudnya apa coba Anggun buat janji dgn pebinor 😡kayaknya kalau Alister memberi pelajaran Ke Deon, kurasa nggak ada salahnya biar tahu klau Anggun sdh punya suami
gia nasgia
Mending Alister jujur aja daripada Anggun makin berharap banyak
gia nasgia
Alister serasa umur 25 thn aja habis dewasa banget menghadapi istri bocilnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!