NovelToon NovelToon
Filosofi Alin

Filosofi Alin

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Identitas Tersembunyi / Romansa / Tamat
Popularitas:141k
Nilai: 5
Nama Author: rahma qolayuby

Bagaimana jadinya jika anak tukang bully bertemu dengan gadis cupu!!!

King Fatih Al-biru, manusia yang selalu hobi mem bully anak baru. Hingga suatu hari ada anak baru pindahan dari Jerman

Gadis cupu dengan kaca mata bulat menghiasi hidung mancungnya. Gaya rambut di kuncir kuda, dengan rambut ber poni. Membuat Fatih seakan mempunyai mainan baru.

"Loe budak gue mulai hari ini. Jadi, loe harus turuti apapun perintah gue, ngerti!!!"

"Kamu bukan kakak aku, jadi stop memerintah seenaknya, manusia purba!!!"

Fatih tercengang akan jawaban yang mengejutkan.

Kirain cupu ternyata suhu!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rahma qolayuby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 Jangan Lemah!

Ketika orang marah janganlah mendekatinya atau malah menggangu emosinya. Karena kalian tak tahu semarah apa jika emosi yang di pendam menjadi bom waktu.

Namun, kata itu tidak berarti bagi Amelia and the geng. Amelia malah mencari masalah di situasi yang tidak baik.

Ya, Amelia langsung membawa Shofi ke gudang belakang. Di mana Amelia yakin bahwa Shofi memang mempunyai kepribadian ganda. Amelia yakin, dia bisa membalas perbuatan Shofi yang sudah membuat hidung mancungnya berdarah. Karena Shofi sekarang sedang lemah. Di suruh apapun tadi sama Fatih Shofi menurut dan tak bisa melawan.

"Mau apa lagi kalian!"

Ucap Shofi datar, Shofi sangat malas berhadapan dengan makhluk-makhluk di hadapannya ini. Apalagi mood Shofi sedang jelek karena sangat marah pada Fatih yang tak henti-hentinya mengerjai dirinya.

"Mau apa! jelas lah gue mau membalas perbuatan loe, karena loe sudah membuat hidung mancung gue berdarah."

Geram Amelia mencengkram erat dagu Shofi. Shofi menghela nafas berat, sepertinya amarahnya tak bisa di tahan lagi. Dan Amelia sasaran empuk.

"Karena loe sudah berani sama gue, loe harus tahu akibatnya!"

Plak ...

Shofi menampar Amelia keras karena sudah gatal. Shofi kesal karena Amelia terus memancingnya terus. Bukankah Shofi sudah mengancam, kenapa ancaman itu tidak berlaku.

"Kau!"

Bentak Amelia memegang pipinya yang terasa nikmat. Amelia sangat marah karena si cupu itu berani menamparnya. Begitupun ketiga sahabat Amelia, terkejut dengan apa yang terjadi.

Bugh ...

Amelia menendang Shofi membuat Shofi terjatuh mengenai tumpukan kursi yang rusak dan tanpa sengaja tangannya tergores paku hingga berdarah.

"Aistt,"

Kesal Shofi mengibaskan tangannya yang berdarah. Shofi berusaha bangun dan menatap tajam pada Amelia.

Seketika Shofi tersenyum tipis, membuat Amelia menyerngit. Senyuman itu bukan menjadi indah tapi menakutkan.

"Habisi dia!"

Shofi mundur ketika ketiga sahabat Amelia menyerang secara bersamaan.

Sedangkan Fatih terus mengupat karena Shofi kabur ketika Fatih menyuruhnya membersihkan sepatu yang kotor karena tertumpah jus yang akan di minum Shofi.

Bagaimana tidak kesal jika Shofi kabur membawa sepatunya. Bilangnya mau ke toilet tapi nyatanya sampai sekarang belum balik. Fatih menyuruh ketiga sahabat nya mencari.

Begitupun Amira dan Bunga mencari kemana Shofi perginya. Bisa-bisa Shofi kabur ketika Fatih sedang marah.

"Oh, Shofi kamu cari masalah!"

Amira juga jadi gemes-gemes gitu mengingat tingkah Shofi yang malah pergi sambil membawa sepatu Fatih.

Membuat Fatih sekarang jadi nyeker dan Fatih terus mengupat perbuatan Shofi.

"Tunggu, itu kaya sepatu gue!"

Gumam Fatih langsung mendekat. Dan, benar saja itu sepatu Fatih.

"Cupu!"

Geram Fatih marah karena menyangka Shofi pasti sengaja membuang sepatu mahalnya.

"Kemana satu lagi, awas kau cupu. Kau berani membuang sepatuku!"

Umpat Fatih kembali mencari satu sepatunya lagi. Jika satu sepatunya ada di sini ke mungkinkan satunya lagi Shofi membuangnya tak jauh dari lorong ini.

"Bukankah ini arah gudang!"

Monolog Fatih, Rahang Fatih langsung mengeras dengan tangan mengepal erat. Fatih yakin si cupu pasti membuang sepatunya di gudang. Awas saja jika benar maka Fatih tak akan segan-segan membuat perhitungan.

Kembali ke gudang ....

"Oh sitt,"

Amelia mengupat karena Shofi berhasil terus menghindar dari serangan nya. Bahkan Shofi juga dengan mudah menghindar dari serangan ketiga sahabat Amelia.

Shofi hanya tersenyum miring melihat cuma segitu kemampuan ke empat ulat bulu ini. Mereka salah lawan dan Shofi rasanya sudah membuang-buang waktu.

Kini Shofi harus mengakhiri nya.

"Cemen, cuma segitu kekuatan kalian!"

Ejek Shofi membuat Amelia semakin terpancing dan Amelia mengambil potongan kursi lalu menyerang Shofi.

Bugh ...

Awwss ...

"Amelia apa yang kau lakukan!"

Deg ...

Amelia terdiam kaku mendengar suara bentakan seseorang. Bahkan bentakan itu menggema di dalam gudang. Amelia berbalik tangannya langsung gemetar begitupun dengan ketiga sahabat Amelia.

Bruk ...

Amelia refleks langsung membuang potongan kursi yang dia pegang.

"Fa-fatih, ini gak seperti yang loe lihat!"

Gugup Amelia gemetar ketika Fatih menatapnya tajam.

"Terus apa yang gue lihat hah, loe sudah menyentuh mainan gue. Loe tahu, tidak ada yang boleh menyentuh mainan gue, termasuk loe."

Bentak Fatih membuat Amelia menggeram kesal. Amelia langsung pergi begitu saja di ikuti ke tiga sahabatnya.

Kini Fatih menatap tajam pada Shofi yang terlihat mengenaskan. Bahu Shofi terlihat berdarah mungkin karena pukulan keras dari Amelia tadi.

"Cih, dasar lemah!"

Ketus Fatih tidak suka, dengan kasar Fatih membuka jasnya karena tidak mungkin membawa Shofi keluar dalam keadaan berantakan seperti itu.

Bahu Shofi benar-benar berdarah. Mungkin kayu tadi begitu tajam.

"Kau memang lemah, harusnya loe itu melawan. Loe cuma boleh tunduk pada gue bukan orang lain,"

Geram Fatih terus mengomel, Fatih menarik kasar lengan Shofi membuat Shofi meringis tertahan karena Fatih menekan luka di tangannya sehingga kembali mengeluarkan darah.

"Oh sitt, darah!"

Geram Fatih menatap tajam pada Shofi yang Fatih dudukan di atas kursi yang masih utuh walau sudah keropos.

"Loe sudah cupu, jelek, lemah lagi."

Fatih terus mengupat sambil mengetik sesuatu pada ponselnya. Fatih benci orang-orang lemah.

Shofi hanya bisa menggeram kesal karena Fatih terus menghinanya. Jika saja tadi dia tidak akting sudah pasti dari tadi Amelia dan ketiga sahabatnya sudah Shofi bejek-bejek.

Setidaknya Fatih akan membenci Amelia dan Shofi akan bebas dari gangguan Amelia and the geng. Tanpa Shofi mengotori tangannya sendiri. Walau Shofi harus merelakan lengan dan bahu cantiknya terluka.

"Wow, apa yang terjadi!"

Pekik Rangga terkejut melihat keadaan Shofi yang mengenaskan. Untung saja bahu Shofi yang luka tertutupi Jas Fatih kalau tidak Rangga pasti akan semakin heboh.

"Lama banget, mana barangnya!"

Ketus Fatih membuat Rangga cengengesan.

"Amira aman kan?"

"Aman!"

Jawab Rangga santai sambil memberikan kotak P3K dan seragam baru pada Fatih.

"Loe, jaga di luar!"

Rangga hanya mendengus kesal akan perintah Fatih. Padahal Rangga penasaran kenapa dengan Shofi. Tidak mungkin kan Fatih yang menyiksa Shofi. Rangga tahu Fatih bukan tipikal orang seperti itu.

Walau Fatih sikapnya suka keterlaluan tapi Fatih tidak pernah melukai orang sampai berdarah kecuali orang itu memang pantas mendapatkannya.

"Nama tangan loe,"

Ketus Fatih langsung menarik saja tanpa menunggu persetujuan Shofi.

Awwss ...

"Jangan lemah!"

Ketus Fatih, membuat Shofi menahan kekesalan dari tadi. Bagaimana Shofi tidak meringis kalau Fatih mengobati lukanya dengan secara kasar.

Fatih menarik jasnya yang menutupi bahu Shofi.

"Singkat sedikit kerah baju loe,"

"Apa! gue gak akan macam-macam. Loe jelek, bukan serela gue!"

Shofi memejamkan kedua matanya dengan tangan mengepal erat. Shofi kesal karena dari tadi mulut Fatih kotor sekali. Ingin sekali Shofi merobek mulut tak sopan Fatih itu.

"Selesai, nih ganti baju loe!"

Sialan!"

Geram Shofi tertahan ketika Fatih melempar seragam atasan olah raga pada mukanya. Karena cuma ada seragam itu yang tersisa.

"Cepat ganti baju, gue gak akan ngintip. Loe bukan selera gue!"

Lagi-lagi Fatih merendahkan Shofi membuat Shofi benar-benar sangat marah. Rasanya Shofi tak bisa lagi menahan amarah dan kekesalannya.

"Terimakasih!"

Ucap Shofi tulus ketika sudah selesai ganti baju. Dan memakai jas Fatih yang besar agar guru tak tahu kalau Shofi memakai kaus.

Grep ...

Tangan Shofi di cekal erat oleh Fatih ketika Shofi akan keluar gudang. Seenaknya saja Shofi pergi ketika Fatih sudah menolongnya.

"Loe budak gue mulai hari ini. Jadi, loe harus turuti apapun perintah gue, ngerti!!!"

Tekan Fatih menatap tajam pada Shofi, kini rasanya habis sudah kesabaran Shofi.

Maafkan Shofi kak ...

"Kamu bukan kakak aku, jadi stop memerintah seenaknya, manusia purba!!!"

Deg ...

Bersambung ...

Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...

1
Rhyna e Krebo
Thor maaf ya mau nanya rider apa reader?karena kalo reader artinya pembaca.kalo rider artinya pengendara.just info aja Thor🥰🥰
Rahma Qolayuby: belum Author revisi. jadi banyak kata yang masih typo🙏
total 1 replies
Frisnand
tk tunggu season 2nya thor
Qaisaa Nazarudin
Cerita mya kayak tergantung,,
Qaisaa Nazarudin
Sigitunya Farhan mengorban kan anaknya sendiri..🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Tuh lan benar di jodohin, Wah kayaknya Kisah Bunga dan Raja lebih asyik di sini,,👍🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Raja di jodohin dgn Bunga ya..??
Rahma Qolayuby: rahasia
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Amelia udah gak ada urat malu..
Qaisaa Nazarudin
BODOH kenapa juga harus menahan marah,Di skolah gak ada kakak tiri kamu,Semakin kamu diam semakin kamu di bully,jd henti kan drama CUPU kamu di skolah..🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🙄
Qaisaa Nazarudin
Dia suka bully anak cupu,Jadi kamu jgn jadi cupu banget walaupun itu cuma drama doang..
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwk ku pikir Sofi yg menghajar mereka,baru aja aku mau bilang Sofi keren,ternyata sopirnya..😂
Qaisaa Nazarudin
Rijal pindah sekolah kah?
Qaisaa Nazarudin
Aneh aja kek namanya Filosofi,apa gak ada nama lain yg keren dikit kek..😬
Rahma Qolayuby: waduh 😁😁😁🤭
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Umur 33 masih jomblo aja, tuh si kakak tiri Sofi baru umur 21 jauh di bawah Davit,kenapa juga Davit gak bisa settle kan aja? kenapa harus lari? padahal dia sendiri juga punya anak buah..kenapa harus takut??! 🤫🤫
Qaisaa Nazarudin
Apa yg berlaku sebenarnya??🤫🤫
Qaisaa Nazarudin
Aurora umurnya berapa??
Rahma Qolayuby: lima tahun di bawah Fatih
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣 Mampir thor,Kayaknya seru nih,🙋🏻‍♀️🙋🏻‍♀️
Rahma Qolayuby: terimakasih kak👍
total 1 replies
Rehan Balqis
ingin tahu kisah bunga dan raja...
ada novelnya gak thor?
Rahma Qolayuby: belum kak, insyaallah kalau ada waktu nanti di buat. Sekarang kau otw kisah Fatih sama Shofi dulu yang di pertemukan 😉
total 1 replies
Rehan Balqis
ada kebaikan di dalamnya meski tidak semua orang sadari.
Rahma Qolayuby: iya betul kak, kakak teliti banget ya bacanya 😉😉
total 1 replies
𓆩❤𓆪✿✧༺°◐ZN²◑°༻✧❀ଘ😇ଓ
kerrenn walaupun banyak bawang dan cabenya
Rahma Qolayuby: terimakasih kak, 🥰
total 1 replies
Tamnu Qoshdy
semangat selalu author
Rahma Qolayuby: terimakasih 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!