Arav, pria yang menjadi Ayah bagi anak Lisa secara tiba-tiba muncul kembali setelah 5 tahun berpisah. kehadiran yang tidak diinginkan membuat Lisa syok akan sosok laki-laki tersebut.
Masa kelam hidup yang berhasil ia lewati bersama anaknya tanpa sosok kehadiran seorang suami, tapi malah mempertemukan mereka kembali.
Akan kah Lisa menyerah atau semakin mendekati pria itu, apalagi dengan kekayaan dunia yang di tunjukkan pria itu.
"Aku membencimu Arav, aku membeci takdir yang mempertemukan kita!"
Jus Anggur (jangan lupa subcraib ya cantik)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Edi Suheri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Karina
"Zaki dimana Arav? kenapa tidak ada disini?" ujar seorang wanita cantik, berbadan bak gitar Spanyol, dress seksi yang begitu ketat ketaran menampilkan lekuk tubuhnya yang indah, jangan lupa bedak menor tercetak jelas di wajahnya.
Kini wanita itu menatap marah kearah Zaki sembari duduk di kursi kebesaran Presdir, melipat kan kedua tangannya di belahan dada.
"Maaf Nona, tuan muda tidak masuk hari ini," jawab Zaki. Pasalnya ia cukup terkejut akan kedatangan tunangan bos besarnya itu secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan, siapa lagi kalau bukan Karina.
"Apa? tidak masuk?" Karina cukup terkejut mendengarnya. Padahal ia mendapat kabar Arav sedang sibuk berat di perusahaan barunya menjadi Presdir, hingga ke acara ulang tahunnya pun pria itu tidak bisa ikut hadir.
Karina kembali mengambil gawai miliknya menghubungi Arav untuk ke 50 kalinya mungkin karena keseringan ia hubungi tapi tak satupun panggilannya di angkat, bahkan pesan yang ia kirim jangan kan di angkat di baca saja tidak.
"nomor yang anda tuju sedang tidak bisa dihubungi, mohon tunggu beberapa saat lagi,"
"Aaissss," Karina membanting ponselnya di atas sofa yang berada tak jauh dari nya, raut kemarahan sangat terpancar dari wajahnya mengambil gelas berisi kopi yang sengaja di buatkan untuknya menghantam kasar ke pojok meja. Alhasil membuat gelas itu pecah yang menimbulkan suara nyaring, ia memegang pecahan beling itu mengarahkannya ke urat nadi.
"Nona apa yang anda lakukan?" tanya Zaki terkejut melihat aksi gila Karina.
"Panggil Arav kemari atau aku akan bunuh diri di sini saat ini juga," ancam Karina dengan suara lantang nam keras.
Zaki meneguk salivannya kasar. "Nona, tolong tenangkan dirimu, anda bisa melukai diri anda sendiri?" kata Zaki.
"Bagaimana bisa aku tenang hah, bos arroganmu itu sama sekali tidak mau mengangkat panggilan ku, padahal aku tunangannya!" sahut Karina cepat ia semakin nekat megiris pergelangan tangannya.
"Nona!"
"Lebih baik aku mati saja disini dan membuat namanya gempar di negara ini dan di Indonesia," kata Karina sembari tertawa kecil.
"Nona!!"
brakkk .....
pintu ruangan di buka kasar, menampilkan sosok Arav disana dengan raut wajah dingin.
"Arav," gumam Karina terkesiap spontan ia menjatuhkan gelas pecah di tangannya lalu dengan cepat berlari memeluk sosok pria yang begitu ia rindukan.
"Hikkk .... kamu kemana saja hum, aku sangat merindukanmu tau," kata Karina melemah ia bahkan sudah menangis.
Sedangkan Arav hanya diam tanpa mengatakan apapun juga ia tidak membalas pelukan dari tunangannya.
"Kenapa kamu tidak datang ke acara ulang tahunku, apa aku tidak penting lagi bagimu. Aku ini tunanganmu Arav, bahkan mengangkat panggilanku saja kamu tidak bisa," keluh Karina lagi.
Cukup lama Karina memeluk Arav hingga pada akhirnya ia sendiri merenggangkan pelukannya karena tak kunjung di balaskan Arav. lelaki itu masih menunjukkan sikap dinginnya.
"Apa kau sudah puas, kalau sudah cepat ambil barang-barangmu dan pergi dari sini. Zaki akan segera memesan tiket untukmu," ucap Arav berhasil membuat Karina menatap tak percaya.
"Kamu mengusirku Arav? aku ini tunanganmu! calon istri kamu!?" papar Karina tak terima ia di usir begitu saja bahkan belum genap sampai 1 jam dia di kantor ini.
"Kamu sangat tau aku paling tidak suka mengulang kata kataku. kamu tau sendiri itu kan?!"
Karina terdiam, benar Karina sangat tau kalau Arav sangat tempramen kalau sedang marah terlebih pria tampan itu tidak suka mengulang kata-katanya.
"Kamu tidak bisa memperlakukan ku begini Arav, aku akan melaporkan hal ini kepada Mama Riana."
"Terserahmu saja aku tidak peduli, tapi jangan salahkan aku jika aku menghancurkan karirmu itu," ucap Arav tegas.
Lagi lagi Karina terdiam, ia kehabisan kata-kata sudah.
"Kamu benar-benar jahat Arav,"
"Kamu mengatakan hal itu seolah-olah kamu tidak punya cermin untuk berkaca. Bukan kah kamu jauh lebih jahat, rela melakukan apapun demi karirmu itu bahkan bermain gila dengan suami orang di luar sana hanya demi kepopuleran yang kamu inginkan,"
"Ka-kamu," suara Karina tercengang di tenggorokan.
"Kenapa? terkejut aku mengetahui kebusukan mu?" Arav tersenyum sinis.
"Kalau kamu masih mau damai dengan kehidupanmu itu maka jangan mengusikku, dari awal aku sudah mengatakan kepada mu, aku tidak mencintaimu dan tidak akan pernah jadi lebih baik kita akhiri pertunangan ini, aku paling anti bekas simpanan om om." Rahang Arav mengeras tegas.
"Tidak Arav, aku tidak mau!" Karina mengeleng cepat.
"Aku tau aku salah tapi aku mencintaimu Arav, aku berjanji akan berubah!"
"Omong kosong, kamu tidak mencintaiku kamu hanya mencintai hartaku!?" sungut Arav.
"Zaki bawa wanita ini keluar dari kantorku, aku muak melihatnya!" tintah Arav.
"Baik Tuan muda," sahut Zaki mengangguk paham.
"Nona mari saya antar keluar, tuan muda sedang tidak ingin di ganggu," kata Zaki hendak menarik tangan Karina namun sudah di tepis terlebih dahulu.
"Jangan sentuh aku!" sentak Karina.
"Baik aku akan pergi Arav, tapi aku tidak akan melepaskanmu camkan itu, aku juga tidak akan pernah lupa penghinaan ini!" lanjut Karina.
bersambung ....
Hehehe maaf lagi US (ujian semester)
terimakasih up nya,semoga masih bisa bersambung dan gak lama
saya suka ceritanya
selamar bebuka dan selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan