Zombie melanda negara KS, semua agen besar khusunya agen dari negara A dan C di tugaskan untuk menyelesaikan misi besar ini walaupun harus mengorbankan nyawa.
Persebaran zombie yang terjadi di negara KS sangat cepat khusunya di kota S yang merupakan ibu kota negara tersebut.
Di antara banyaknya penduduk sebagain kecil penduduk yang masih belum berubah menjadi zombie.
Bagaimana caranya dua agen yakni agen YSL dan agen VCL menyelesaikan misi besar ini? siapa yang berada di balik ini semua? dan apakah mereka bisa berhasil menyelesaikan misi ini?
Ikuti kisahnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ifdetul Faihak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjalanan menuju misi utama [Telah Revisi]
"Baiklah aku akan pulang ke Amerika malam ini, tapi kau akan berangkat ke Korea Selatan menggunakan apa?" tanya presiden John.
"Kapal Pak, semuanya sudah di siapkan oleh Pak Anton, bapak tidak udah khawatir lagi, kami akan mengantarkan bapak ke bandara, baru setelah itu kami akan berangkat ke Korea Selatan." jawab Le.
Presiden John mengangguk mengerti."Kau bersiap-siap saja dulu, baru setelah itu berangkat ke Korea Selatan, sebelumnya hubungi Anton dulu, biar dia memastikan kembali keberangkatan kalian ke Korea Selatan."
"Baik Pak, saya permisi." Le keluar dari dalam kamar presiden John lalu masuk ke dalam kamarnya. Le memasukkan semua barang-barangnya ke dalam tas besar. Saat sedang sibuk mengemasi barang-barang tiba-tiba.
Drrt
Drrt
Drrt
Suara ponsel Le berbunyi dan tertera nama Anton yang keluar.
"Le, apa benar kamu akan berangkat ke Fukuoka malam ini?"
"Iya Pak, aku akan berangkat malam ini juga biar mempersingkat waktu." Le membenarkan.
"Ya sudah kalau seperti itu, nanti kalau kau sudah sampai di Fukuoka cari orang yang bernama Erlangga, dia yang akan membawa kalian ke Busan." perintah Anton. Meskipun beliau berada di tempat yang jauh, Anton tidak akan berhenti membantu anak-anak didiknya.
"Bagaimana caranya aku menemukan orang yang bapak maksud?"
"Ucapakan America is the best, jika dia membalasnya maka itulah orang yang aku maksud."
"Baik Pak."
Sedikit tidaknya, Le sangat terbantu dengan bantuan Anton. Akan ada banyak kesulitan yang mungkin saja ada, dan bantuan guru itu paling utama dan sangat membantu.
"Aku tutup dulu, hati-hati, jangan sampai ada orang yang tau jika kalian pergi ke Fukuoka malam ini." wanti-wanti Anton berulang kali.
"Le kau usah siap?" tanya Max masuk ke dalam kamar Le.
"Sudah, apa yang lain juga sudah siap?" Le membalikkan tubuh, menatap rekan yang datang memastikan.
"Sudah, mereka kini sudah berada di depan, ayo kita antar Pak John ke bandara baru setelah itu kita berangkat ke Fukuoka." jawab Max.
Le enggan menjawab, lelaki langsung menggendong tas dan berjalan keluar bersama Max untuk menemui yang lain.
"Semuanya sudah siap?" tanya Presiden John.
"Sudah Pak, semuanya sudah siap, mari sekarang kita berangkat ke bandara secepatnya karena kereta yang membawa kami ke Fukuoka akan berangkat 2 jam lagi." ajak Le.
Mereka semua hanya mengangguk lalu masuk ke dalam mobil dan mobil langsung melaju menuju ke bandara.
"Kalian berhati-hatilah saat berada di Korea Selatan, jangan sampai di antara kalian berubah menjadi zombie." itu ketakutan yang sangat mengganggu benak presiden John. Agent YSL adalah grup terbaik di Amerika maka presiden John tidak ingin kehilangan mereka.
"Baik Pak, kami akan terus berhati-hati." sahut Le.
"Setelah sampai di Korea Selatan langsung hubungi aku, mengerti." perintah presiden John.
"Mengerti Pak." sahut mereka semua.
Mobil terus melaju dan berhenti tepat di depan bandara. Mereka semua keluar dari dalam mobil dan berjalan mengikuti presiden John dari belakang dengan terus waspada, mereka tak mau kejadian yang menimpa presiden Arnold terjadi. Presiden John berjalan menuju pesawat.
Le melihat sekeliling yang tidak ada sesuatu yang menarik perhatiannya."Apa ada masalah Le?"
"Tidak ada Pak, semuanya aman." jawab Le.
"Baguslah kalau seperti itu, aku pulang dulu, kalian hati-hati, jaga diri baik-baik di sana, kalau ada kesulitan langsung hubungi aku atau Anton." suruh presiden John.
"Baik Pak."
Presiden John kemudian masuk ke dalam pesawat, pilot menerbangkan pesawat untuk kembali pulang ke Amerika serikat.
Mereka menatap pesawat yang sudah lepas landas.
"Pak John sudah kembali ke Amerika, ayo kita langsung berangkat ke stasiun, kita tidak boleh ketinggalan kereta." mereka mengangguk mendengar ucapan Le.
Mereka berjalan keluar dari dalam bandara lalu berangkat ke stasiun.
"Le, kita belum mengatur strategi." kata Lux mengingatkan.
"Nanti kita atur saat sudah sampai di Korea Selatan, aku masih belum tau seperti apa keadaan di sana." ujar Le menatap lurus ke depan."Gunakan masker kalian agar tidak ada satupun orang yang tau jika kita agen YSL."
Mereka mengangguk lalu memakai masker karena stasiun kereta sudah terlihat. Mobil berhenti tepat di depan stasiun.
"Ishaan, Max kalian keluar duluan agar tidak ada yang curiga." taktik selang-seling Le luncurkan.
Ishaan dan Max keluar dari dalam mobil lalu berjalan mendekati kursi tunggu yang sudah di sediakan.
Le dan dua agen YSL lainnya masih menunggu beberapa saat di dalam mobil.
"Aku rasa sudah aman, ayo kita keluar juga, sebelum kereta datang." ajak Le.
Mereka berdua mengangguk dan berjalan mengikuti Le.
Mereka menunggu kedatangan kereta dengan berpencar-pencar agar tidak ada orang yang menyadari jika mereka agen YSL yang menyamar sebagai orang biasa untuk mengelabuhi dunia.
Ishaan duduk dengan tenang di kursi tunggu.
Saat matanya melihat ke sebelah kanan tiba-tiba ia langsung menajamkan pengelihatannya ketika melihat seorang pria misterius yang sedang menelpon seseorang berdiri tak jauh darinya.
"Siapa dia, apa dia anggota agen VCL yang tau kalau kita akan pergi dari Jepang malam ini juga." batin Ishaan masih belum bisa memastikan.
"Tapi melihat dari postur tubuhnya bukan. Aku harus waspada." batin Ishaan. Ishaan terus memperhatikan pria misterius itu dengan seksama.
Tak berselang lama dari itu kereta yang mereka tunggu-tunggu datang, dengan cepat mereka masuk ke dalam kereta.
Ishaan melihat satu-persatu penumpang tiba-tiba matanya taruh pada seseorang.
"Dia bukannya orang misterius yang tadi itu, kenapa dia ikut masuk ke dalam kereta, aku harus beritahu Le." batin Ishaan sudah tidak dapat tinggal diam lagi.
"Le." panggil Ishaan dengan nada pelan.
"Ada apa?" Le menanggapi dengan menatap ke arah lain. Seolah-olah mereka tidak saling kenal.
"Seseorang yang berdiri di dekat pintu itu terlihat mencurigakan." beri tau Ishaan.
Le ang mendengar hal itu diam sesaat, ia tidak melihat ke arah orang misterius yang Ishaan maksud agar sosok yang bersangkutan tidak tau menaruh curiga.
"Apa yang harus kita lakukan Le?" tanya Ishaan.
"Siaga. Jangan sampai kita kecolongan." perintah tegas Le.
Ishana mengangguk mengerti, pemuda itu perlahan menjauh dari Le. Gerak-gerik seperti orang biasa terus di tampilkan. Semua penumpang tidak boleh menyadari keberadaan mereka yang dapat meledak semua hal jika fakta di paparkan.