Seorang kultivator kuat reinkarnasi ke sebuah dunia sihir, dimana dia memiliki tugas dari pada dewa. Entah apa yang membuat para dewa memilihnya dan menghadiahkannya dengan Shadow Ancestor System. Yang pasti, dia memiliki tugas untuk menyatukan dunia dan menghalangi para penentang dewa untuk berkhianat pada para Dewa?
Bagaimana perjuangan dia? Dan apakah Para Dewa memang sebaik itu? Mari kita lanjutkan dengan kisah seorang Jesse Smith. Seorang budak yang akan memimpin dan menyatukan seluruh ras yang ada di dunia sihir.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Faisal Fanani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 024
“Ternyata masih ada yang bisa lolos, kamu hebat juga Banteng Yang Paling Kuat, tapi lihatlah tubuhmu yang sudah penuh dengan luka, apakah kamu mau menyerangku dengan kondisi seperti ini?” tanya Jesse.
“Aku akan menolongmu dari rasa sakit karena semua luka ini, matilah! Seni Pedang Rembulan X Pedang 9 Putaran Api : Pedang Api Rembulan!” Jesse balik badan dan langsung menebaskan pedangnya dan mengeluarkan api dari garis pedangnya dan…
*BOOOM!
[Selamat! Master sudah membunuh 5 Banteng!]
[Selamat! Master naik satu level dan mendapat 5.839 PS.]
“Hebat! Kamu mengalahkan 5 Banteng Petir level 250 hanya dalam waktu 15 menit. Kamu memang pantas menyandang gelar terkuat dari yang lainnya!” puji Jenderal Mike diikuti dengan tepuk tangan semua orang.
“Terima kasih Jenderal! Sebuah kehormatan bagi saya,” jawab Jesse membungkukkan badan.
“Mari kita lanjutkan semuanya! Sebuah hal istimewa sudah ditunjukkan oleh Jesse! Sekarang tentunya kalian sudah terbakar rasa iri dan dengki bukan! Kalau begitu mari kita mulai tes terakhir ini untuk kalian semua!” teriak Jenderal Mike.
Seharian penuh mereka melakukan itu semua, banyak perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan semua orang, sampai akhirnya ada 5 orang teratas yang berhasil menjadi pemilik poin paling banyak.
Yang pertama tentu saja Jesse, yang kedua adalah Lucius, yang ketiga adalah Anya, yang keempat adalah Richard Martinez dan yang terakhir adalah Nicholas.
“Kini semua tahap sudah selesai dilakukan, kalian semua sekarang sudah resmi menjadi bagian dari Pasukan Khusus Kerajaan. Serta khusus kalian berlima, kalian sudah memiliki misi khusus pertama yang harus kalian jalankan!” tegas Jenderal Mike.
“Kami?” tanya kelima orang itu bersamaan.
“Iya, misi khusus kalian langsung datang dari Sang Raja!” jelas Jenderal Mike.
“Baik, kami siap mendengarkan misi!” jawab kelima orang itu.
“Bagus, sekarang kalian ikutlah denganku! Sedangkan yang lainnya, para jenderal lainnya akan memberikan kalian semua penjelasan mengenai aturan dan pembagian kelompok kalian semua, bisa dipahami?” tegas Jenderal Mike.
“Kami semua paham, Jenderal!” jawab semua orang.
***
Di Lapangan Latihan Utama.
“Kalian berlima akan mewakili kerajaan ini untuk berkompetisi di Kekaisaran Suci Sihir. Dimana kalian berlima diberikan tugas untuk memenangkan Kompetisi Tahunan itu,” jelas Jenderal Mike.
“Kenapa tidak para senior saja yang mewakili? Kenapa harus kita yang baru saja masuk dan bergabung di Pasukan Khusus Kerajaan ini, Jenderal?” tanya Jesse mulai merasa ada yang aneh.
“Tidak ada alasan khusus, karena para senior yang kalian sebutkan itu akan menjalani masa peperangan khusus dengan kerajaan tetangga. Oleh karena itu, kalianlah yang disuruh untuk pergi ke mengikuti kompetisi itu,” jawab Jenderal Mike.
“Perang? Memangnya masih ada orang yang berani berperang dengan Kerajaan Serambi Perang kita? Apakah mereka sudah bodoh atau bagaimana, Jenderal?” tanya Richard Martinez.
“Ya kalian semua pasti sudah tahu, hubungan kita dengan Kerajaan Batu Hitam yang menjadi tetangga kita di bagian barat sana mulai memanas, dan akhir-akhir ini sudah menjadi semakin panas,” jawab Jenderal Mike.
“Oooo kerajaan itu lagi, tapi kalau melihat dari semua track recordnya, tentu saja mereka akan kalah dengan mudah. Tapi kami sekarang mengerti kenapa para senior tidak bisa mengambil misi ini,” simpul Lucius William.
Anya dan Nicholas mengangguk paham, mereka juga sudah mendengar mengenai hal ini bahkan sebelum kedatangan mereka untuk mengikuti Tes Masuk Pasukan Khusus Kerajaan ini.
“Baiklah, karena tidak ada banyak waktu lagi, aku sendiri yang akan melatih kalian semua, setidaknya untuk menyatukan chemistry satu sama lain, kita hanya punya waktu satu minggu dan harus segera berangkat,” jelas Jenderal Mike.
“Baik Jenderal!” jawab kelima orang itu bersamaan.
Tidak banyak hal yang diajarkan oleh Jenderal Mike, karena pada dasarnya 3 tes tahap masuk sebelumnya sudah mewakili apa saja yang akan dikompetisikan dalam acara tahunan kekaisaran tersebut.
Dan rutinitas selama seminggu itu hanya menguatkan kekuatan kelompok mereka, tentu saja yang memimpin mereka adalah Jesse. Dan begitulah waktu berlalu sampai akhirnya hari keberangkatan mereka datang.
***
“Mulai sekarang aku adalah Pembimbing kalian berlima, kita akan berangkat hari ini. Namun aku mendapat kabar yang kurang sedap, dimana kemungkinan kita akan diserang oleh beberapa orang suruhan dari Kerajaan Batu Hitam,” jelas Jenderal Mike sudah berada di samping kereta kuda.
“Tenang saja, Jenderal! Kami akan mengalahkan orang-orang itu jika memang ada. Anggap saja itu adalah pelatihan keluar pertama kali bagi kami semua,” ucap Jesse.
“Baiklah, kalau begitu. Mari kita semua berangkat!” ajak Jenderal Mike yang sudah memasuki kereta kuda itu.
Rombongan itu membawa dua kereta kuda dengan hanya 2 orang supir, sedangkan mereka benar-benar tidak membawa pengawal sama sekali.
Meskipun sedikit mencurigakan, namun pada akhirnya mau tidak mau mereka juga harus melakukan perjalanan. Karena acara tahunan itu akan segera dimulai.
‘Kenapa dengan Raja Serambi Perang ini, bahkan aku diperintahkan untuk tidak membawa pengawal sama sekali, meskipun alasannya masuk akal, namun tidak harus seperti ini juga, seperti ada yang aneh dalam misi kali ini,’ batin Jenderal Mike memikirkan perintah Raja sebelum keberangkatannya ini.
“Ada apa Jenderal?” tanya Anya.
“Tidak ada, aku hanya sedang berpikir mengenai acara tahunan itu saja,” jawab Jenderal Mike menghindari pertanyaan Anya.
“Apakah Anda juga merasa ada yang aneh?” tanya Anya.
“Oh, kenapa kamu berpikiran demikian?” tanya Jenderal Mike.
“Semua orang akan memikirkan hal yang saja jika saja kejadiannya seperti ini,” jawab Anya.
“Bagaimana tidak, bahkan kita yang seharusnya menjadi wakil dari kerajaan ini, sudah seharusnya dan sewajarnya mendapat pengawalan ketat demi terlindungi dari segala mara bahaya,” simpul Anya.
“Teruskan,” pinta Jenderal Mike.
“Tapi pada kenyataannya, kita malah dibiarkan berangkat sendiri dan seakan-akan misi membawa nama dari Kerajaan Serambi Perang ini adalah misi yang biasa saja,” lanjut Anya.
“Apalagi jika saya tidak salah menebak, berita mengenai penyerangan yang akan terjadi pada kita, baru saja Anda dapatkan beberapa jam sebelum keberangkatan kita bukan?” tanya Anya.
“Hohoho … kamu bahkan bisa berpikir sampai sejauh itu, hebat juga kamu Anya. Tapi mari kita tidak berpikiran jelek pada kerajaan kita sendiri, itu tidaklah baik,” ucap Jenderal Mike.
“Tapi bukankah Anda sendiri tidaklah sesetia itu pada kerajaan ini? Bukankah Anda adalah bagian dari Ordo Suci? Bukankah kepentingan kerajaan ini tidak ada hubungannya dengan Anda?” tanya Anya.
Jenderal Mike yang sebelumnya terlibat berpikir ringan, sekarang benar-benar dibuat terkejut oleh Anya yang tahu mengenai identitas aslinya, dia langsung mencekik leher Anya.
“Siapa yang memberitahumu mengenai ini?!” tegas Jenderal Mike sambil memojokkan Anya sampai menabrak dinding kereta kuda itu. Tidak lagi terlihat Jenderal Mike yang tenang dan bersahaja, kini dia berubah layaknya menjadi seorang pembunuh yang siap membunuh Anya kapan saja.
Nicholas yang ada di kereta kuda itu juga, berusaha menahan amarah Jenderal Mike dan berusaha melepaskan tangan yang mencekik Anya itu. Naasnya dia malah dibuat pingsan oleh Jenderal Mike dengan sekali pukulan.
*BRAK!
“Kamu masih terlalu lemah dan pingsanlah untuk sementara!” tegas Jenderal Mike sambil memukul Nicholas sampai pingsan.
“Dan mari kita kembali ke kamu Anya! Siapa kamu sebenarnya?! Dan dari mana kamu tahu bahwa aku adalah dari Ordo Suci?” tegas Jenderal Mike masih sambil mencekik Anya di dinding.
yg ini baru bisa dibuka jdi mampir juga di novel ini biar sama² Subrek
ok thor