Nopita Anggraeni terlahir dari keluarga sederhana. Namun, berkat kerja kerasnya ia mampu membangun sebuah perusahaan untuk ayahnya hingga kini mereka hidup serba berkecukupan. Meski sekarang pita adalah anak orang yang berada namun tak menjadikannya bermalas-malasan menikmati harta orang tuanya. Namun, karna dihianati oleh hanif (pacarnya dulu) pita menjadi sedikit dingin terhadap laki-laki.
Seiring berjalannya waktu, pada saat ia ingin pulang ia menyermpet seorang kurir. Karna merasa bersalah pita akhirnya menolong kurir itu untuk mengantarkan paket.
Ariza Mahendra terlahir dari keluarga kaya raya di kota kelahiran. Namun, karna ia ingin hidup mandiri, ia memutuskan untuk bekerja sebagai kurir. Suatu ketika saat ia di ancam oleh ayahnya akan di kuliahkan di amerika. Tentu itu membuat ia merasa berat untuk meninggalkan indonesia, apalagi ariza sudah bertemu dengan gebetannya. Akhirnya Ariza memutuskan untuk mengurus perusahaan milik papahnya bersama adinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karmila puspita sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kejutan Ulang tahun
Keesokan paginya seperti biasa. Pita bangun dan menjalankan kewajibannya, setelah itu ia keluar menuju dapur untuk membuat sarapan dan kembali lagi ke kamar setelah selesai membuat sarapan.
Mengecek email, namun tidak ada email hari ini untuknya. Pita pun bersiap-siap untuk pergi ke kampus karna jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi.
Setelah itu Pita keluar dari kamar seperti biasa, menemui Mila dan Mira. Sesampainya di meja makan ia tak menemukan sosok Mira dan Mila.
"Hei! Tumben belum bangun sarapan," gumam Pita lalu pergi meninggalkan meja makan menuju kamar Mila.
tok.....
tok....
tok...
"Bangun woi! udah siang ini." Ucap Pita sambil terus mengetuk pintu kamar Mila.
"Kok gak ada sautanya ya?" tanya Pita pada dirinya sendiri.
"Gua tinggal ya. Kalian naik taxi aja," ucap Pita lalu meninggal kamar Mila.
Pita bergegas turun, menuju area parkir. Sesampainya disana Pita langsung masuk ke dalam mobil, dan meninggalkan apertemen.
"Aneh banget hari ini." Gumam Pita masih tetap fokus menyetir.
20menit, Pita telah sampai di kampus. Ia pun langsung menuju kelasnya tanpa mampir ke kantin atau toilet.
^
Sementara di apertemen, setelah Pita bergi. Mila beranjak dari tidurnya. Bersiap-siap untuk pergi ke kampus, selesai bersiap-siap ia langsung melangkah keluar dan mendapati Mira di rung tengah yang sedang menunggunya selesai.
"Ayo berangkat!" Ajak Mila.
"Iya," jawab Mira singkat.
"Eh abis dari kampus kita ke moll dulu ya," ucap Mira.
"Iya" jawab Mila singkat. "Eh, tapi nanti gimana sama Pita. Diakan juga punya kerjaan di apertemen, pasti dia langsung pulang. " Lanjut Mila.
"Udah lo tenang aja. Gua udah atur semuanya, " ucap Mira dengan santainya.
"Lo atur gimana?" tanya Mila. "Awas ya jangan sampai salah langkah lo!! Pita tuh pinter orangnya, jadi apapun gerak gerik kita Pita pasti tau." Ucap Mila.
"Aduh iya deh, kemarin setelah malmingan. Gua kan gak langsung nah," bercerita sampai akhir.
Flash Black off
Setelah pergi jalan-jalan mencari angin. Mereka memilih untuk langsung masuk ke kamar mereka masing-masing, karna sudah hampir rengah malam.
Mira pun masuk ke dalam kamar dengan terpaksa, karna ia belum merasa mengantuk. Sudah berkali-kali ia memejamkan matanya agar tertidur. Namun, hasilnya nihil.
"Ah susah sekali sih untuk tidur!" gerutu Mira.
Ia pun berniat memainkan ponselnya, untuk mengusir kebosanan dan agar cepat merasa kantuk dan tertidur.
"What! Besok Pita ulang tahun?" Ucap Mira terkejut saat melihat tanggal di ponselnya.
"Susun rencana gimana ya?" gumam Mira. "Telepon ayahnya aja, biar gak di kasih kerjaan." Ucap Mira menemukan ide.
tuttt..
tutt..
Panggilan tersambung. "Assalamualaikum om," Salam Mira.
"Waalaikumsalam, Ada apa ni nak Mira? Malam malam sudah telepon saja." Jawab pak Rendy, sekaligus menanyakan apa yang membuat menelpon malam-malam.
"Gini om, Pita kan besok ulang tahun tu. Nah, Mira mau bikin kejutan, besok om jangan kasih Pita kerjaan ya om biar dia gak di apertemen terus." Ucap Mira meminta bantuan pada ayahnya Pita.
"Oh. Iya nak mira," ucap pak Rendy menyetujui.
Setelah panggilan sudah terputus. Mira pun beranjak untuk tidur. Namun, ia urung kan karna ada sesuatu yang belum beres dengan rencananya.
"Kok gua belum yakin, kalau ini berhasil ya." Gumam Mira.
"Ah iya. Kalau pita engga sibuk, terus gua diamin, otomatis diakan bakalan di paertemen terus. Bisa gagal deh," ucap Mira dengan dirinya sendiri.
"Ah iya gua kan bisa minta tolong sama Bella dan Diah." Kata Mira menemukan ide.
Setelah menelpon dan meminta bantuan pada Bella dan Diah. Mira pun dengan mudahnya terlelap masuk ke dalam mimpinya.
Flash Back on
"Pintar juga lo Mir," ucap Mila sambil tersenyum senang.
"Iya gua gitu, eh maaf ya soal kemarin pas malming. Gara-gara gua gak sabaran jadi ngebangunin elo deh." Ucap Mira meminta maaf pada Mila.
"Iya gak papa. Gua malah berterimakasih sama elo karna udah bikin rencana duluan, jadi gua gak usah repot-repot kayak kemarin." Ucap Mila.
20menit, mereka sudah sampai di kampus. Mereka pun langsung menuju kelasnya, karna sudah hampir telat.
Sesampainya di kelas. Belum sempat dusuk 5menit, dosen sudah masuk dan segerah memulai pembelajaran.
Jam istirahat telah tiba. Seperti biasa Pita akan pergi ke kantin atau ke taman bersama Mila dan Mira. Pita berlalu di depan mereka, namun ke dua sahabatnya itu tidak ada yang mengikuti seperti biasanya.
"Kok aneh ya," batin Pita yang terus berlalu meninggalkan kelas.
"Hai kak Pita," sapa Bella dan Diah tiba-tiba yang membuat Pita terkejut.
"Hoh! Hay Bella Diah, kalian ngaggetin aja sih." Ucap Pita sambil mengelua elus dadanya.
"Hehehe maaf kak." Ujar Bella meminta maaf.
"Iya" jawab Pita singkat.
"Kak ayo ke kantin," ajak Diah.
"Ayo," ucap Pita menyetujui.
Saat tengah berjalan di lorong kampus, mereka berpaspasan dengan Ariza. Namun, Ariza tak seperti biasanya yang menyapa Pita atau mengusilinya. Ariza hanya terus berjalan seperti tak melihat apa apa.
"Aneh banget sih, semua pada diemin aku. Gak Mila, Mira, Ariza juga huh!!! Ada apa sih." Batin Pita sedikit kesal.
"Maaf ya Pita, aku juga terpaksa kayak gini buat kasih kejutan ke kamu." Ucap Ariza dalam hati sambil terus berjalan.
Flash Back Off
Malam yang sunyi. Angin dan dingin yang menemani tak ada yang lain, Ariza yang tengah duduk di balkon kamar sambil menikmati angin malam.
dritttt....
drittt......
drjtttt...
"Halo ada apa mil?" tanya Ariza setelah menerima panggilan telepon dari Mila.
"Kak aku boleh minta tolong gak?" tanya Mila memibta tolong pada Ariza.
"Tolong apa?" tanya Ariza.
"Besok hari senin, Pita ulang tahun Nah," menceritakan tentang rencana kejutan ulang tahun untuk Pita.
"Oke. Aku bantu tanpa di minta kalau ini ma, ya besok ketemu di kampus aja." Ucap Ariza.
Flash Back On
"Kak hari ini kakak sibuk gak?" tanya Bella tiba-tiba saat tengah menikmati makanan yang di peaan tadi.
"Ngak," jawab Pita singkat. "Jangan panggil kakak, aku gak suka kita seumuran," ucap Pita yang risi di panggil kakak oleh teman sepandanya.
"Iya, kita jalan jalan yok," ajak Bella yang mulai menjalankan rencananya.
"Iya kita ke wahana yang baru di buka itu," usul Diah yang mulai mengerti rencana Bella.
"Nah iya tuh, please mau ya Ta." Mohon Bella.
"Iya deh," jawab Pita pasrah dengan ke adaan yang membingungkan. Percuma menolak pasti dua sajoli ini akan terus membujuknya sampai mau pikirnya.
Setelah pulang dari kampus mereka langsung menuju tempat yang di tunjukan oleh Bella. Wahana yang baru saja di buka, namun sudah terlihat rame membuat Pita masuk ke dalam. Namun, penolakan sia-sia Pita terus di bujuki agar mau masuk dan mencoba wahananya.
Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Namun, ke dua sajoli itu tidak memperbolehkan Pita untuk pulang. Pita yang terus di bujuk dengan jurus sedih Bella, akhirnya ia hanya menurut saja pasrah denganke adaan.
"Kak kita boleh ya main ke apertemen kakak, kita juga mau ketemu sama yang lain." Ucap Bella yang sudah di beri aba aba untuk segerah pulang.
"Terserah kalian," ucap Pita pasrah percuma jika di halangi, lagi pula cuma bermain apa salahnya toh.
"Yeayea! Ayo sekarang ke apertemen kakak." ucap Bella girang penuh semangat, tak sabar untuk memberi kejutan pada Pita.
Mereka akhirnya pulang, sepanjang perjalanan Bella terus nyerocos tak henti-henti untuk tidak berbicara. 25menit akhirnya mereka sampai di apertemen, mereka segerah turun dari mobil dan masuk ke dalam apertemen.
Saat sudah membuka pintu, Pita terheran karna apertemen dalam ke adaan gelap. Pita berfikir apa Mila dan Mira sedang menginap di rumah neneknya Mila.
Pita pun mencari saklar lampu ruang utama yang terletak tak jauh dari pintu masuk ke dalam apertemen. Ia terus meraba-raba, dan clek.....
Jangan lupa like and komen beri saran dan kritikan di kolom komentar 😉
next
salam dari KETABHAN ZULFA
mampir karya newe ku.
"Salah jodoh."
dady danzel mendukung dan g sabar kelanjutanya.
Mampir ya😅
Salam hangat dari The Gangster Boy🤗
Salam manis dari INSEPARABLE🌻
salam dari -ZEVANAYA-