NovelToon NovelToon
My Husband Is A Ketos

My Husband Is A Ketos

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Ketos
Popularitas:169.2k
Nilai: 4.5
Nama Author: Intan

Seorang gadis nakal atau bisa dibilang bad girl yang selalu membuat masalah di sekolah
dipertemukan dengan ketua osis yang ternyata adalah anak dari sahabat Ayahnya. Hingga kejadian tak terduga menjerumuskan mereka ke dalam sebuah pernikahan. Akankah mereka bisa saling mencintai atau malah saling menyakiti?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23

Matahari telah tenggelam dan digantikan oleh terangnya rembulan.

Angin malam berhembus kencang, membuat beberapa daun kering pun berjatuhan. Sekarang Nathan dan Emely sedang asik berjalan-jalan, sekalian mencari makanan untuk mengisi perut mereka yang udah demo minta makan.

''Eh Nat, itu ada nasgor tuh ( menunjuk gerobak nasgor di pinggir jalan ) beli yuk,'' Nathan hanya diam mengikuti istrinya yang udah antusias memesan nasi goreng. Sampai suaminya saja ditinggalin di pinggir jalan. Coba kalo dikarungin sama Cabe-cabean, kan berabe jadinya.

''Mang, pesen nasgor dua porsi pedes ,dibungkus. Yang satu telornya dua, banyakin cabenya juga.''

''Siap Neng,'' ucap mamangnya.

Emely berdiri di samping gerobak sambil memperhatikan mamang nasgor lagi masak.

''Iya pinter, suaminya ditinggalin di pinggir jalan gitu aja huh!'' Nathan datang dengan raut wajah kesal, yang malah buat Emely bingung sekaligus ingin tertawa liat mukanya Nathan yang lucu.

''Nggk aku tinggalin kok, orang cuman sini situ gada satu kilo meter.''

'' Hmmm,''

'' Yah kok ngambek sih ?'' Emely merangkul lengan Nathan sambil berkedip lucu.'' Sayang, cintaku, manisku, jangan ngambek dong. Istrimu ini cuman gak sabar makan doang loh, gak ada maksud buat ninggalin suami tercinta.''

Perkataan Emely tak luput dari perhatian mamang nasgor yang lagi memasak. Pria berumur itu cekikikan melihat tingkah pelanggannya.' Kok jadi rindu istri di rumah, ya?' Batinnya.

Nathan mendorong wajah menggelikan istrinya itu, lalu melipat tangannya di atas dada.'' Kamu kaya gitu gada imut - imutnya tau gak ? Yang ada malah amit-amit,'' celetuk Nathan yang dibalas pelototan sangar dari Emely.

'' Iya udah iya, aku mah apa atuh, cuman selingkuhan kamuhh,'' Emely mendramatisir.

'' Ckk!! Ayah mungut kamu dari mana sih? Gak tau malu banget,'' ketusnya.

Emely seketika diam, lalu membalikan badan dan mengambil kantong kresek berisikan nasgor yang ternyata sudah matang. '' Makasih ya Mang, bayarannya sama dia ( menunjuk Nathan ),'' setelah mengucapkan itu, Emely langsung meninggalkan Nathan begitu saja.

''Ini Mang uangnya, kembaliannya ambil aja'' Nathan menyerahkan tiga lembar uang berwarna ungu.

''Makasih Mas, itu istrinya lagi ngambek ya, Mas ?''

''Ah iya, biasa lagi ngidam ya gitu. Saya pulang dulu deh Mang, mau nenangin istri,'' ujar Nathan.

''Iya, sok mangga....''

Nathan berlari mengejar Emely, tapi Emely dengan sengaja ikut berlari dan langsung masuk ke dalam rumah.

Brak....

''Emely, buka pintunya!'' Nathan ngos-ngosan capek berlari, tapi pintu terkunci dari dalam.

''TIDUR DI LUAR!!!'' Teriak Emely.

''Uangnya yang megang aku loh, kalo aku tidur di luar, kamu gak aku kasih uang jajan,'' otak Nathan sudah tak ada cara lain lagi, kecuali mengancam dengan uang.

Ckelek....

''Dasar tukang ancem,'' ketus Emely yang baru membuka pintu.

Nathan mengunci pintu lalu menarik Emely ke dalam pelukannya, ''aku tadi cuman bercanda sayang, jangan diambil hati ya,''

''Bodo!'' Emely mendorong tubuh Nathan dan masuk ke dalam kamar.

Nathan terus membujuk istrinya, tapi Emely tidak menggubris dan lebih memilih tidur. 'Besok dah gue lanjut,' batin Nathan yang ikut terlelap.

***

Kini Nathan dan Emely sudah tiba di sekolah, Emely masih dalam mode marahnya. ''Em__'' ucapan Nathan terpotong karena Emely langsung meninggalkannya.

''Oee Mas bro, pagi-pagi muka udah lungset gitu, gak dapet jatah nih pasti,'' celetuk Riski yang menggemblok tas hitamnya.

''Brisik!!'' Ketusnya.

''Iya iya, minggat dah gue,'' Riski langsung melenggang meninggalkan Nathan di area parkiran.

Dilain tempat Emely pun masuk ke dalam kelas dengan wajah kusut.

"Eh muka lo kenapa? Berantem sama Nathan, ya?" Tanya Intan yang duduk di atas kursinya.

"Nggk." Jawabnya singkat.

"Terus?"

"Lagi kedatengan tamu," ucap Emely yang sudah duduk di samping Intan.

Intan menganggukkan kepalanya paham, tak lama seorang gadis masuk dan duduk tepat di belakang Intan dan Emely.

Wajahnya tampak berbeda dari biasanya, "lo kenapa, Fa?" Tanya Emely yang menggeser bokongnya menghadap sahabatnya itu.

"Lo habis nangis ya? Kangen orang tua lo atau ada alasan lainnya?" Kali ini Intan yang bertanya.

Ulfa masih tetap dengan kebisuannya, gadis itu memandang kosong ke arah dua sahabatnya, bahkan tasnya masih belum ia lepaskan sedari tadi.

"Assalamualaikum Ukthi, bidadari telah come back. Pasti pada menantikan kedatangan gue kan," Teriak gadis bertubuh tinggi yang baru saja memasuki kelas.

Semua murid hanya menatap datar ke arah gadis itu, " kalian pada rindukan ama gue, haha ... gue tau kok gue itu ngangenin. Tenang, selama gue pergi, gue gak lupain kalian kok. Oleh-oleh dah siap!" Gadis itu mengankat tas berukuran besar dengan wajar cerianya tanpa tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Mendengar perkataan gadis jangkung itu, semua murid di dalam kelas pun berlari mengerubunginya dan membuat suara riuh.

"Saoloh tas gue itu woe! Paijo, jangan lo ambil semua kampret!"

"Reno, itu punya gue, jangan lo serobot dong!"

"Hey kalian para human yang misquin, ini semua milik gue! Yang mau makan harus bayar ceban, titik gak pake koma." Yudi berdiri di atas meja guru dengan kedua tangannya memeluk tas berisikan jajanan dan gantungan kunci.

Melihat itu mereka tidak terima, adegan kejar-kejaran pun terjadi. Sedangkan pemilik tas itu hanya dapat meratapi nasib melihat keadaan tasnya yang sudah sobek sana sini karena diperebutkan.

"Genter! Ayo sini, gue mau peluk." Teriak Intan sembari merentangkan tangannya.

"Aaaa ... Ketan, gue rindu!" Rina berlari memeluk Intan yang duduk di atas kursi roda. Rina mendekapnya erat.

"Fa, kayaknya kita udah dilupain, pergi aja yuk." Ucapan Emely membuat Rina melepaskan pelukannya pada Intan, lalu memeluk Emely. Bahkan, gadis jangkung itu mengecupi pipi Emely bertubi-tubi.

"Astaga, gue masih normal woy!" Teriak Emely yang tidak didengarkan oleh Rina.

Suara isakan membuat perhatian mereka teralihkan, Ulfa menelungkupkan kepalanya disela tangannya, ia menangis. Rina menatap Emely dan Intan dengan tatapan seolah bertanya 'Ulfa kenapa?'. Mereka berdua menggeleng tidak tahu.

"Fa, lo terharu banget ya gue pulang." Ujar Rina yang dibalas jitakan oleh Emely.

"Lo tanyain deh, gue mau ke toilet sama Intan." Ucap Emely yang diangguki oleh Rina. Emely dan Intan pun keluar dari kelas dan mencegah yang lain agar tidak mengganggu sahabatnya di dalam.

"Lo kenapa, Fa? Berantem lagi sama Bokap lo?" Tanya Rina sembari menarik tubuh Ulfa ke dalam pelukannya.

Tingkah absurd dan wajah cerianya hanyalah sebuah topeng, Ulfa gadis itu mempunyai sejuta kesedihan yang ia pendam sendirian. Ia adalah anak broken home. Orang tuanya berpisah saat dirinya berumur sebelas tahun. Ulfa memiliki adik laki-laki, Zidan a.k.a adiknya itu ikut dengan mamanya. Ulfa yang masih polos itu memilih ikut dengan papanya dengan iming-iming sebuah ponsel. Sekarang dirinya tinggal dengan nenek dan kakeknya, papanya sibuk bekerja diluar negeri tanpa ingat dirinya. Itulah yang membuatnya seperti ini. Penuh tipuan dan drama.

"Fa? Lo gak mau cerita sama gue? Gak enak loh nahan semuanya sendirian, sapa tau setelah lo cerita, hati lo jadi lega." Bujuk Rina.

Ulfa masih sibuk dengan tangisannya, sampai beberapa menit kemudian bel masuk berbunyi. Ulfa menghapus air matanya dan berterima kasih pada Rina, karena telah memberikan sandaran untuknya. Ia pun berjanji akan menceritakan semuanya setelah pulang sekolah. Satu persatu murid masuk ke dalam kelas disusul dengan guru yang mengajar hari ini.

__________________________________

Hallo semua

Sorry ya, aku upnya lama banget.

Sebenarnya ini bukan kemauan aku juga, tapi aku sempet mengalami writer block dan itu salah satu faktor buat aku gak up selama ini. Jadi, aku bener-bener minta maaf untuk kalian yang menunggu kelanjutan ceritanya, aku gak bisa janji untuk rajin up karena aku juga lagi menjalani PAS (Penilaian Akhir Semester).

Terima kasih yang sudah mau setia nunggu dan terima kasih juga untuk yang mau membaca cerita ini.

I Miss You All♡

Salam rindu,

Author Cans:)

1
Tri Utami
ga mudeng terlalu banyak panggilan membanggongkan jadi terkesan sulit di pahmi
ᵉˡ̳༆yuli@_sm 💜💜💜💜
😭😭😭😭😭😭
rahima humaira(bundae rizky)
next thoorrr
Emilia Cha Cha
visual yg lainnya mna kak... penasaran nich
Sita Aryanti
syukuriin
Ulfa Fa
sip
Ulfa Fa
lagi
Ayura
mampir kak
Ulfa Fa
menjengkelkan
Ulfa Fa
kenapa gantung
Ulfa Fa
cepet up
Ulfa Fa
oh jd ini sangat membangongkan
Novasha (HIATUS): uuuhh bingung. Tunggu aja kelanjutannya ya, Neng😇
total 1 replies
Ulfa Fa
eh tan bangsol emng
Novasha (HIATUS): cieee ... nongol. Si Riski pa kabar?
total 1 replies
Intan prameswari nabila
next thor
Novasha (HIATUS): nanti malam aku update ya🥰
total 1 replies
Zahira Nurhidyat
lanjut dong
Zahira Nurhidyat
jodohin ulfa sama si riski pasti gak bakalan selingkuh tu soalnya mereka uda pada kenal dan sahabatan
Miya Kinabe
keren
Miya Kinabe
keren Thor the best lah
Sita Aryanti
Ulfa JHT
Sita Aryanti
sbnere ada pa ta
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!