Ditinggal suami meninggal di malam pertama, membuat Arumi sangat terpukul hingga wanita itu nekat untuk mengakhiri hidupnya. Akan tetapi, rencana wanita itu gagal karena ia dicegah seorang pria yang kebetulan lewat di jalan itu.
Arnold~ orang yang pernah menolong Arumi, tanpa sadar mencintai wanita itu setelah beberapa kali pertemuan, dan bisa bangkit dari keterpurukan masa lalunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tufa_hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kamu harus bahagia
Setelah kepergian Awan, Arnold kembali ke kamar sang adik, ia menunggu Rainy sambil tiduran di sofa kamar tersebut.
Tanpa terasa mata Arnold mulai terpejam setelah rasa kantuk menyerangnya. Sementara Rainy mulai mengerjap-ngerjapkan matanya setelah demam wanita itu turun.
Rainy tersenyum saat melihat sang kakak tidur di sofa, namun ia mengerutkan kening saat melihat wajah Arnold yang terlihat begitu pucat.
Rainy beranjak dari tempat tidurnya, lalu ia melangkah mendekati kakaknya tersebut. Ia menyentuh kening pria itu, lalu ia melebarkan matanya setelah merasakan panas yang begitu tinggi di kening sang Kakak.
"Jangan tinggalkan aku!" gumam Arnold dari alam bawah sadarnya.
Rainy mengerutkan kening saat mendengar sang Kakak mengigau. "Apa Kakak begitu tidak relanya aku kembali sama Mas Sky, hingga ia berpikir bahwa aku akan meninggalkannya?" gumam Rainy.
Wanita itu mengambil air dan handuk kecil untuk mengompres pria itu. sementara Rainy duduk di pinggiran sofa di samping kakaknya tersebut. Ia menatap Arnold dengan mata yang berkaca-kaca.
"Maafin aku, Kak! Selama kita bersama, aku hanya memberi Kakak beban, sekalipun aku belum pernah membuatmu bangga padaku!" ucap Rainy dengan setitik air matanya yang menetes.
"Kakak sampai sakit begini pasti karena memikirkan masalahku 'kan?" Rainy menangis sambil membelai pipi kakaknya.
Arnold yang merasa terganggu dengan sentuhan Rainy, ia membuka mata, lalu ia memegang alat kompres yang ada di keningnya.
Lalu, ia menatap Rainy yang sedang sibuk menghapus air matanya. Pria itu tersenyum, lalu ia duduk dan menatap adiknya lembut.
Pria itu mengambil kepala sang adik, lalu mendekapnya erat. "Jangan sedih lagi, kakak tidak ingin melihat air matamu!" ucap Arnold seraya memejamkan matanya, memeluk sang adik penuh kasih sayang.
"Maafin aku, Kak! Aku hanya jadi beban buat Kakak. Aku ... aku ... !"
"Kamu kebahagiaanku Rain, kamu jangan pernah berpikir bahwa kamu hanya menjadi beban bagi kakak, karena itu tidak benar! Kamu segalanya dan kamu harta kakak yang paling berharga di dunia!" ucap Arnold seraya meregangkan pelukannya dan memegang pundak wanita itu sambil menatapnya intens.
Rainy tersenyum dengan air mata yang terus mengalir deras dari kedua pelupuk matanya. "Kakak, aku tidak ingin membuat kakak sedih, aku janji setelah aku menikah, aku akan mencintai suamiku dan bahagia, agar kakak tidak sedih karena aku lagi."
"Iya, kamu harus bahagia Rain! Karena hanya itu keinginan Kakak saat ini!" ucap Arnold seraya menghapus air mata adiknya yang membasahi wajah wanita itu.
Rainy pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dan menatap sang Kakak dengan tatapan sendu.
"Rainy janji, Kak! Rainy janji!" ucap Rainy tersenyum.
______________
Sementara di tempat lain, Arumi sibuk mengurus warungnya, wanita itu duduk di salah satu kursi di dapur warung itu sambil membuka ponsel setelah ia merasa kelelahan.
"Aku istirahat dulu ya, Bik!" Arumi tersenyum seraya menatap Bik Salma yang masih sibuk melayani pengunjung warung.
"Istirahat saja, Nak! Lagi pula sebentar lagi Nina pulang kuliah!" ucap Bik Salma tersenyum.
"Nina kuliah di mana, Bik?" tanya Arumi Penasaran.
"Nina kuliah di Kota, Nak! Satu jam perjalanan dari desa ini menuju kampus Nina!" jawab Bik Salma tersenyum.
"Oh ... !" Arumi mengengguk-anggukan kepalanya. Sementara Bik Salma langsung melangkah untuk membawa pesanan pelanggan.
Arumi pun membuka Akun sosial media Arnold karena ia sangat merindukan pria itu, ia tersenyum saat melihat wajah tampannya, namun hatinya terluka kembali saat melihat foto-foto kebersamaan Arnold dengan Regita yang terlihat begitu mesra.
Meskipun ia tahu bahwa foto itu foto lama, namun itu tetap membuatnya merasa cemburu karena jika Arnold sudah move on dari Regita, seharusnya ia menghapus foto-fotonya, termasuk foto lama.
Namun, pada kenyataannya foto kebersamaannya dengan Regita masih tetap utuh. Dia melihat postingan terakhir pria itu 1 tahun lalu dan tidak ada postingan setelah hubungannya putus dengan Regita.
"Semoga kau bahagia Kak!" ucap Arumi seraya membelai foto Arnold yang mengembangkan senyumnya pada layar kamera.
"Cie ... dia siapa Kak?" tanya Nina yang tiba-tiba ada dibelakang wanita itu.
Arumi pun langsung beranjak karena terkejut, lalu mematikan ponselnya dan melangkah menghampiri Bik Salma yang sudah kembali berkutat di dapur hanya untuk menghindari pertanyaan Nina.
"Kak Arum lihat fotonya dong ... ! Tadi siapa sih? Sumpah tampan banget ... !" Nina tersenyum sambil mengikuti langkah Arumi yang tampak salah tingkah.
"Apaan sih, Nin? Aku cuma iseng aja buka sosial media, tadi itu temenku!" jawab Arumi tersenyum.
Gadis itu mencebikkan bibirnya. "Masak sih? Aku pikir itu tadi Kak Arnold!" ucap Nina seraya menatap Arumi seraya menaikkan sebelah alisnya.
"Heh, jangan sebut namanya! Kamu sudah janji padaku!" ucap Arumi.
"Iya, Kak. Maaf!" ucap Nina dengan perasaan bersalahnya. Gadis itu menundukkan kepalanya.
Arumi pun tersenyum saat melihat Nina yang menunduk. "Nggak apa-apa, Nin! Lagi pula di sini cuma ada kita bertiga."
"Lain kali kalau bicara hati-hati, Nin! Jangan sampai kamu keceplosan seperti tadi pada orang lain," ucap Bik Salma menyela obrolan Arumi dengan putrinya.
"Iya, Buk. Maaf!" ucap gadis itu.
"Sudah bawa ini ke pengunjung warung di depan, dia sudah menunggu dari tadi!" titah Bik Salma.
"Yang mana, Buk?" tanya Nina seraya melihat pengunjung dari arah dapur.
"Itu yang dari kota!" ucap Bik Salma seraya menatap seseorang yang terlihat rapi dan duduk di salah satu kursi pengunjung.
Nina pun membulatkan mata, setelah melihat Dosennya ada di warung tersebut. "Mampus gue, ini pasti karena aku tadi salah membawa helm dia karena buru-buru," gumam Nina.
"Tidak mau, Buk! Ini biar Ibuk atau Kak Arum yang mengantar makanan ini!" tolak Nina dengan wajah takut.
"Kamu kenapa?" tanya Bik Salma menatap anaknya aneh.
"Nggak, Bu! Pokoknya aku permisi ke toilet dulu!" pamit Nina seraya memegang perutnya karena tidak ingin menemui pria itu.
Ia sengaja berpura-pura sakit perut hanya untuk menghindari Dosennya tersebut. Gadis itu tahu betul bahwa Dosen itu sangat menyayangi helmnya hingga ia sangat marah jika ada seseorang yang menyentuh helmnya, sedangkan Nina bukan hanya menyentuh, tapi membawanya juga.
...🌺🌺🌺🌺🌺...
...TBC ...
Assalamualaikum Readersku Sayang 🥰
Maaf Othor menyelipkan kisah Rainy terlalu banyak, tapi setelah Arumi Menikah, nanti akan difokuskan pada kisah percintaan Arnold 🙏
Jangan lupa like komen and Vote
Untuk Give Away Sudah ada satu orang yang menjadi Top Fans di karya Othor ...
Jadi pengumuman pemenangnya di tanggal 1 November, Insya Allah tidak akan ditunda 🥰
Untuk yang berkeliling ke Aplikasi sebelah, mohon dukungannya juga.
Dengan nama pena : Tufa Hans
Judul Karya : Dicampakkan Setelah Akad
Thank you 🥰
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu