NovelToon NovelToon
Polaris

Polaris

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 5
Nama Author: Alana Kanaya

Arunika Gantari, seorang perempuan ceria yang tiba-tiba saja menghilang selama 4 tahun.

Asoka Danubrata, putra bungsu pemilik perusahaan yang menyembunyikan identitasnya sebagai putra pemilik perusahaan dan bekerja sebagai karyawan biasa di perusahaan miliknya sendiri.

4 tahun Asoka menunggu kepulangan Arunika, menepati janjinya untuk memantaskan diri. Namun ketika gadis itu kembali, sosoknya berubah. Tak ada lagi Arunika yang ceria, yang ada hanya Arunika yang tertutup.

Apa yang menjadi rahasia kepergian Arunika 4 tahun lalu? Akan kah Asoka berhasil mengembalikan kecerian perempuan yang dia cintai? Atau kan posisi Arunika sudah digantikan oleh perempuan lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alana Kanaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

And The Winner is …

lHari ini seluruh karyawan BUMI terlihat bahagia karena bisa menghemat uang makan untuk sehari. Kabar bahagia itu datang ketika HRD mengumumkan kalau sang pemilik BUMI alis Andi Santoso mengajak seluruh karyawan BUMI untuk makan siang di rumah makan sunda cukup terkenal yang masih berada di kawasan SCBD.

Tentu saja kabar gembira itu tidak berlaku untuk Oka yang kini pura-pura tersenyum ketika menyalami big boss BUMI alias ayahanda Andi Santoso.

“Ini Asoka, supervisor estimator,” ucap Mail alis Ananta dengan senyum lebar ketika mengenalkan supervisor di bagian operasional.

“Bagaimana rasanya bekerja di BUMI?” tanya Andi Santoso yang membuat Oka diam-diam mengambil napas dalam-dalam, lalu menghembuskannya meski masih tersenyum.

Hal itu tentu saja tak luput dari perhatian ayahnya yang memerhatikannya dengan wajah tenang khas Andi Santoso, meski dalam hati suami dari drama queen itu berusaha menahan tawa.

Tidak bisakan ayahnya ini langsung pergi saja setelah menyalaminya seperti yang dia lakukan kepada karyawan lainnya? Namun bukan Andi Santoso namanya kalau tidak menjahili anak bungsunya, dan Oka menyadari itu. Sedikit di belakang Andi Santoso, terlihat Hadi Iskandar menatap Oka dengan mata membulat yang langsung berdehem dan bersikap biasa setelah mendapat tatapan tajam dari Oka, setelah melihat reaksi sang pemilik BUMI sepertinya H.I mulai memehami apa yang terjadi saat ini.

“Baik, Pak.”

“Tidak ada keluhan apa-apa?”

“Tidak, Pak”

“Semua berjalan lancar, bukan?”

“Lancar, Pak.”

“Bagus!”

Oka tersenyum lega karena akhirnya ayahnya melepaskan jabatan tangan mereka dan hendak melangkah. Namun Oka terlalu cepat merasa senang rupanya karena Andi Santoso tidak jadi melangkah dan kembali berhadap dengan putranya. Dia hanya terdiam menatap Oka yang mengangkat alis bingung dengan apa yang dilakukan ayahnya saat ini.

Andi Santoso kemudian mengangguk-anggukan kepalanya sambil menepuk bahu Oka dia berkata,

“Kamu ini sangat tampan, pasti persis ayahmu ketika muda dulu.”

“Huufffttt!!!” Kemal yang berdiri di samping Oka hampir menyemburkan tawanya, berbeda dengan Oka yang hanya bisa menganga menatap ayahnya yang sekarang kembali melanjutkan menyalami karyawan lainnya.

“Sekarang gue tahu dari siapa lo mewarisi keisengan lo,” bisik Kemal yang terkekeh.

Oka hanya bisa menggelengkan kepala yang tiba-tiba pening setelah apa yang ayahnya lakukan beberapa saat lalu. Oka tahu ayahnya tidak akan membocorkan identitas dirinya, tapi pasti akan seperti ini, membuat tensi darahnya tiba-tiba terjun bebas.

Kini suasana sudah tak begitu tegang lagi, semua orang sudah kembali duduk dan berbincang sambil menunggu makanan datang. Oka dan Kemal seperti biasa duduk bersama Angga, Hendra, Doni dan beberapa staff operasional lainnya, sedangkan Andi Santoso duduk di meja bersama para direksi.

“Ka, itu!” Oka baru akan menyendok nasi ketika Doni memanggil dan menunjuk ke arah pintu, membuat Oka dan Kemal yang membelakangi pintu memutar tubuh mereka untuk melihat ke arah pintu masuk di mana terlihat Arunika seperti sedang mencari-cari seseorang, kemudian tersenyum ketika matanya manatap Oka yang terlihat bingung melihat kehadiriannya di sini.

Bisik-bisik semua orang mulai terdengar, mengiringi Oka yang berjalan mendekati Arunika.

“Ini kan acara kantor, ngapain sih ngajak ceweknya ke sini?”

“Mau pamer kali.”

“Kasihan kan Tania.”

“Mentang-mentang ganteng, jadi mainin perasaan cewek seperti itu.”

“Ceweknya saja yang tak tahu malu, datang ke acara kantor.”

“Bucin sih boleh, tapi harus bisa bedain dong mana acara kantor, mana acara pribadi.”

“Dua-duanya pada minus otaknya.”

Dan banyak lagi ucapan negatif yang Oka dengar. Sepertinya memang mereka ucapkan agar Oka dan Arunika yang kini menjadi perhatian seisi rumah makan mendengarnya.

“Hei, kok tahu aku di sini? Maaf tadi lupa memberi kabar kalau aku ada acara kantor,” ucap Oka santai seolah tak terpengaruh dengan ucapan orang-orang.

Di sisi lain Arunika mengerutkan alis bingung. Bukannya tadi Oka menghubungi kantornya, dan titip kepada resepsionis supaya Arunika menyusulnya ke sini?

Saat itu Arunika menangkap sosok Tania yang tengah memerhatikan mereka dengan senyum licik terpatri di wajahnya. Kini Arunika paham siapa di balik semua ini. Seharusnya tadi Arunika tidak langsung percaya saja ketika menerima pesan itu, walaupun sempat bingung kenapa Oka tidak menghubungi ponselnya, tapi malah menghubungi kantor. Ya, namanya juga sedang jatuh cinta jadi kadang kehilangan logika.

“Tidak apa-apa, tadinya aku mau makan siang di sini, tapi ternyata sudah di booking sama BUMI,” ucap Arunika sambil tersenyum sambil berusaha menilai kondisi sekitar.

Baiklah, urusan perempuan sebaiknya perempuan lagi yang menghadapi, bukan?

“Itu om Andi, ya?” Arunika menatap ke sebuah meja yang tak jauh dari Tania. “Mumpung di sini, aku akan menyapa om Andi, kemarin kan belum sempat menyapa beliau.”

Oka terdiam sesaat kemudian tersenyum sambil mengangguk. Mereka berdua kini berjalan mendekati meja para direksi di bawah tatapan semua karyawan BUMI.

“Om Andi,” sapa Arunika dengan sedikit kencang berharap semua orang bisa mendengarnya.

“Lho, kamu … Arunika, kan?”

“Iya, Om.”

Dengan senyum manis Arunika berjalan mendekati ayah kekasihnya itu, kemudian mencium tangannya dengan sopan membuat semua orang menganga tak percaya kalau kekasih Oka, si karyawan biasa, mengenal pemilik BUMI dengan sangat baik.

“Apa kabar, Om? Maaf saya belum sempat menyapa Om dan tante di acara kak Athar kemarin.”

“Alhamdulillah, baik. Tidak apa-apa, kemarin itu kamu pasti sibuk.”

“Tidak sibuk kok, Om, kan ada kak Anggi yang menyiapkan semuanya. Hanya saja kemarin saya masih sedikit jetlag, jadi kemarin saya istirahat di kamar. Saya merasa bersalah karena tidak menyapa Om dan tante.”

“Tidak apa-apa, kamu bisa main ke rumah bertemu dengan tante, Bi, kamu belum pernah bertemu dengan Zelia kan?”

“Belum Om, baru lihat fotonya saja lucu banget, gemas deh lihatnya.”

“Hahaha, makanya main ke rumah mumpung kami belum kembali ke Surabaya.”

“Insyaallah nanti saya mampir ke rumah.”

Andi Santoso mengangguk sambil tersenyum ketika menatap Oka yang berdiri di samping Arunika.

“Ini …”

“Oh, ini … hmmm.” Sesaat Arunika terlihat bingung tak mungkin dia mengenalkan diri sebagai kekasih Oka kepada ayahnya tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada kekasihnya itu.

“Saya kekasihnya Arunika, Pak.” Mata Arunika membulat menatap Oka yang dengan santai mengenalkan dirinya sebagai kekasihnya di depan ayah juga semua orang yang hadir.

“Waaah hahaha, pintar kamu mencari pacar.” Tanpa diduga Andi Santoso tertawa sambil menepuk bahu Oka. “Kamu pasti persis ayahmu ketika muda dulu, pintar cari pacar yang cantik.”

Pipi Arunika kini memerah mendapat pujian dari Andi Santoso.

“Tapi kamu harus hati-hati kalau pacaran sama Arunika. Bodyguard nya banyak.”

“Tidak kok, Om, tidak ada bodyguard.”

“Oh ya? Masa putri bungsu DKI 1 tidak ada pengawalnya. Om yakin ayah kamu yang Gubernur itu diam-diam mengutus pengawal tanpa sepengatahuanmu. Kamu itu anak kesayangan pak Sigit Suwarno pasti tidak akan dilepas begitu saja.”

Semua Orang kini semakin terbelalak mendengar siapa ayah dari gadis cantik yang kini tersenyum malu dengan pipi memerah. Gadis yang mereka anggap hanya gadis biasa yang telah menjadi orang ketiga dalam hubungan Tania dan Oka.

“Perjuangan kamu bakal berat nih buat mendapatkan restu orangtuanya.”

“Tenang saja, Pak. Saya seperti ayah saya yang pantang menyerah dalam segala hal, termasuk percintaan.”

“Hahaha.” Andi Santoso tertawa bangga, dan itu tentu saja menjadi pemandangan aneh bagi sebagian orang melihat Andi Santoso yang berwibawa bisa tertawa lepas seperti itu ketika berbincang dengan karyawannya.

“Saya pamit ya, Om, salam untuk tante dan semuanya, insyaallah hari sabtu besok saya main ke rumah.”

“Lho, kenapa tidak ikut makan siang saja di sini?”

“Terimakasih banyak, Om, tadi saya kebetulan lewat dan melihat Om di sini, jadi saya mampir hanya untuk menyapa saja.”

Andi Santoso mengangguk mengerti. Setelah pamit Arunika dan Oka berjalan ke luar restoran, kali ini tanpa cemoohan seperti yang mereka terima tadi. Kini semua terdiam, bungkam, tak bisa berkata-kata.

Ketika melewati meja para sekretaris direksi diam-diam Arunika melirik ke arah Tania yang tertunduk pura-pura fokus dengan makanan di hadapannya, namun begitu Arunika masih bisa melihat wajah pucat pasi mantan finalis abang none itu. Tak ada senyum mengejek, tak ada tatapan meremehkan seperti tadi.

Arunika harap Tania sekarang sadar siapa yang menjadi lawannya, dan siapa yang akan menjadi pemenangnya.

Akan tetapi ada satu hal yang tidak diketahui oleh Arunika, Oka, juga semua orang. Di balik kesuksesan pertunjukan tadi ada peran seorang Andi Santoso. Ayah yang rela pasang badan ketika mendengar anaknya disepelakan, dan direndahkan.

Ya, Andi Santoso mendengar semua ocehan hampir seisi restoran ketika Arunika datang. Dia diam hanya untuk melihat apa yang putranya itu akan lakukan untuk membungkam nada-nada sumbang tentang mereka, tetapi kalau Oka hanya akan pergi menghindar tanpa solusi, Andi Santoso akan turun tangan membongkar identitasnya sebagai ayah dari Asoka Danubrata terlepas dari Oka yang pasti akan marah, itu akan dia pikirkan nanti yang penting tak akan ada lagi yang berani mencemooh putranya lagi.

Untung saja Andi Santoso tidak perlu melakukan itu, Arunika ternyata lebih cerdas dari yang dia pikir. Dengan menggunakan identitas dan privilege nya sebagai putri DKI 1, Arunika berhasil membungkam tanpa harus berhadapan langsung dan perang urat dengan mereka.

Awalnya Andi Santoso ragu untuk membuka identitas Arunika, namun ketika gadis itu mengatakan tentang acara Atharya, Andi Santoso seolah diberi lampu hijau kalau tidak akan masalah baginya untuk memberitahu semua orang kalau dia adalah putri bungsu DKI 1. Dan itu terbukti berhasil membuat semua orang terdiam.

Dalam hati Andi Santoso tersenyum bangga karena putranya ternyata tak salah dalam memilih pasangan, terlepas dari asal usul gadis itu yang telah dia ketahui.

1
💐Tari Nyonya Sibuea💐
bg hotman pulk pengacaranya 🤣🤣
💐Tari Nyonya Sibuea💐
mamah mega sllu ter the best🥰🥰
💐Tari Nyonya Sibuea💐
drama Quin n drama king bersatu 😁🥰
💐Tari Nyonya Sibuea💐
hak mu dh hbs ,wkt kau nerima uangnya...
💐Tari Nyonya Sibuea💐
iblis aj angkat tangan sm manusia dajal in!!
💐Tari Nyonya Sibuea💐
🤣🤣malah diungkap sm si ayah🤣🤣gmn tania gosong blm kau dipojokan sana😂😂😂
💐Tari Nyonya Sibuea💐
😁😁😁smua yg cakep2 mirip ayah ya🤣🤣🤣drama king😅😅
💐Tari Nyonya Sibuea💐
😂😂😂kan drama King mmng pasngan na drama quin🥰😁
💐Tari Nyonya Sibuea💐
suami istri raja n ratu drama🤣🤣🤣
💐Tari Nyonya Sibuea💐
saingan na Mahesa woiii😂😂bang ke sbr na🤣🤣
💐Tari Nyonya Sibuea💐
sedih bnget loh kisah kayyas in,nnt man akhrnya sakha meninggal dlm tugs🥹🥹trakhr chandra nggk dpt sakha jg nggk...
💐Tari Nyonya Sibuea💐
betoll tebakan qu🤣🤣
Ririn Prananingrum
kayaknya aku yang baru kesini....brarti banyak novel epic ini yang perlu di selesaikan....makasih akak novel nya keren 👍
💐Tari Nyonya Sibuea💐
kayassd kyk na neh🤣🤣 selingkuh dia😅😅
💐Tari Nyonya Sibuea💐
smpe author na ikt gemess😁😁nam na dbuat jd tani🤣🤣🤣
💐Tari Nyonya Sibuea💐
hahahaha neh org na yg diperbolehkan panggil abangggg🤣🤣😍
💐Tari Nyonya Sibuea💐
is tgl gajian kita sm loh ka🤣🤣berasa jd horang kaya di tgl 28 atau klu libur dmajukan jd tgl 27😂😂😂
💐Tari Nyonya Sibuea💐
khusus panggilan abng ut cum milik neng ara🥰 tp khusus panggilan Adekkk it cum milik bentari🤣🤣
Esther
Mewek lagi gara2 bu Mega😭😭
Esther
nangis lagi baca part ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!