NovelToon NovelToon
NADIRA

NADIRA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest / Cintamanis / Perjodohan / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:967.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ratihyera

Arga Ibrahim adalah pewaris tunggal dari bisnis turun temurun milik keluarganya. Ia memiliki segalanya, wajah yang tampan dan banyak digilai wanita, harta kekayaan yang melimpah, dan juga seorang tunangan cantik yang begitu dicintainya sepenuh hati.

Suatu malam, Arga mengalami kecelakaan yang menyebabkan kedua matanya buta. Saat itu juga tunangannya yang bernama Niken tiba-tiba meninggalkannya dengan mengembalikan cincin pertunangan lewat perantara Nadira, sepupunya. Sejak saat itu takdir menyeret Nadira masuk dalam kehidupan Arga dan keluarganya.

(Full Drama. Cerita ini hanya fiktif belaka)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratihyera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BERSAMA

“Kau bisa membantuku mempelajari semua dokumen ini?” Arga bertanya sambil menunjukkan tumpukan dokumen di atas meja kerjanya, setelah ia pulang ke rumah.

Nadira menatap takjub, dokumen-dokumen itu tebal sekali. Irfan sebenarnya sempat membantunya membaca dokumen itu saat di kantor, namun Arga meminta sisakan juga untuk Nadira biar di rumah nanti Nadira bisa membantunya.

“Kau keberatan ya?” tanya Arga, karena Nadira belum bersuara.

“Uhm, sama sekali tidak, aku senang kalau bisa membantumu,” Nadira membuka-buka dokumen itu. “Baiklah, kita mulai dari mana?” tanyanya antusias.

Hari-hari Nadira dan Arga banyak dihabiskan bersama. Sebagai gadis yang cerdas Nadira bisa membantu Arga dengan urusan kantornya, setelahnya ia juga rutin mengajari Arga membaca huruf braille.

Keduanya duduk melantai beralaskan karpet dengan sebuah meja belajar. Nadira menatap Arga yang tampak antusias mencoba membaca sebuah buku berhuruf timbul dengan menggerakkan jemari telunjuknya di setiap deretan huruf yang timbul di atas kertas.

“Wah, kau sudah lancar membacanya ya,” Nadira terdengar kegirangan sambil bertepuk tangan kecil.

“Kalau seperti itu harusnya kau memberiku hadiah,” Arga menyahut.

“Hadiah?”

“Tentu saja, tidak butuh waktu seminggu aku sudah bisa memahami dan juga membaca huruf ini. Bukankah setiap guru akan memberi hadiah kepada muridnya jika mereka berhasil. Kalau di sekolah, itu disebut nilai. Lalu untukku apa hadiah darimu?” Arga seolah menuntut.

Nadira diam sejenak, berpikir.

“Pokoknya harus ada hadiah untukku,” Arga bersikeras.

“Baiklah, tidak apakan kau menunggu sebentar di sini?”

Arga mengangguk.

“Baiklah, aku akan menyiapkan hadiah untukmu,” Nadira bergegas keluar dari kamar Arga.

Arga senyum-senyum sendiri. Nadira sudah banyak membawa perubahan dalam hidupnya, gadis itu selalu memberinya semangat, dan juga membantunya beradaptasi dengan dunianya yang gelap melalui belajar huruf braille. Sambil menunggu Nadira, Arga menghabiskan waktu melanjutkan bacaannya tadi.

.

.

.

“Nona, apa yang anda lakukan?” tanya bu Ruly kaget saat mendapati Nadira di dapur sedang memakai celemek dan di kelilingi beberapa pelayan yang memintanya agar meninggalkan dapur, karena sebagai istri tuan Arga tidak sepantasnya ia menginjakkan kakinya di dapur.

“Oh, hai bu Ruly. Aku ingin bertanya apa anda tahu makanan kesukaan Arga?” Nadira menghampiri bu Ruly dan bertanya antusias.

“Tuan Arga sangat suka makan nasi goreng, nona. Ada apa? Apa nona ingin memasak untuk tuan Arga?”

Nadira manggut-manggut sambil menyiapkan peralatan memasak.

“Nona tidak perlu repot, biar saya yang menyiapkan jika tuan Arga ingin makan nasi goreng,” bu Ruly mendekat.

“Tidak apa-apa bu Ruly. Arga meminta hadiah dariku karena bisa membaca huruf braille dengan baik, jadi aku akan memasakkan sendiri nasi goreng untuknya,”

Bu Ruly tersenyum senang, “baiklah nona, sepertinya sekarang tuan Arga ingin mencicipi masakan istrinya sendiri,” bu Ruly tampak menggoda.

Nadira berusaha menutupi rasa malunya. Bu Ruly segera meninggalkan Nadira sendirian di dapur sambil memanggil pelayan-pelayan tadi ikut bersamanya, agar Nadira lebih leluasa bereksperimen di dapur.

.

.

.

Nadira memasuki kamar Arga sambil membawa sepiring nasi goreng dan es teh manis. Ia sampai lupa menutup pintu kamar Arga dengan rapat. Hidung Arga mengendus aroma sedap nasi goreng buatan Nadira untuknya.

“Aku sudah bawa hadiah untukmu,” Nadira menurunkan buku-buku bacaan Arga ke lantai lalu menghidangkan sepiring nasi goreng dan segelas es teh manis di depan Arga.

“Apa yang kau bawa?” tanya Arga.

“Nasi goreng spesial dan es teh manis,” jawab Nadira.

“Spesial untukku?” tanya Arga.

“Tentu saja. Kubuat spesial untukmu karena kau yang memintanya,” Nadira pun membantu Arga menemukan sendok dan garpunya lalu menatap senang lelaki itu yang sedang menikmati nasi goreng spesial, hadiah darinya.

“Nad, belakangan ini kau sering di rumah, aku pikir kau cukup sibuk sebagai dokter di UGD,” Arga bertanya di sela makannya.

“Aku sudah berhenti bekerja di UGD,” jawab Nadira.

“Kau benar-benar berhenti?” Arga tampak terkejut.

“Bukankah kau yang memintaku untuk berhenti dan fokus mengurusmu?”

“Sejak kapan kau berhenti?”

“Belum lama ini. Kurang lebih seminggu yang lalu,” jawab Nadira. “Tidak apa-apa. Pengorbananku tidak sia-sia, sekarang kau sudah jadi Arga yang penuh semangat dan melahap begitu banyak buku bacaan huruf braille,” Nadira tersenyum senang.

“Nad, terima kasih ya sudah jadi teman yang baik untukku,”

Senyum Nadira perlahan memudar begitu Arga mengucapkan kata teman. Kebersamaan mereka hanya sebatas teman saja.

.

.

.

Rachel dan Rasty sampai di lantai dua setelah menaiki anak tangga. Setelah dinyatakan sembuh oleh Nadira, Rasty segera mengajak ibunya di hari minggu ini dengan berjalan-jalan dan berbelanja kebutuhannya di mall yang akan dibawanya nanti untuk kuliah di Amerika. Keduanya tampak menenteng beberapa paper bag di tangan masing-masing.

Rachel menatap penasaran ke arah pintu kamar Arga yang tidak tertutup rapat. Kedua wanita itu mendekat lalu mengintip ke dalam dari balik pintu yang terbuka sedikit.

Rachel dan Rasty melihat Arga sedang asyik melahap buku bacaan huruf braille-nya. Ia sendiri tidak tahu kalau Nadira sudah terlelap di depannya sambil melipat kedua tangannya di atas meja dan meletakkan kepalanya di atas kedua tangannya yang terlipat.

“Mom, sepertinya kakak ipar berhasil mengubah kak Arga jadi lebih bahagia dengan hidupnya sekarang,” Rasty berbisik dengan raut bahagia. Penilaian Rasty kepada Nadira sudah berubah, sejak menyadari bagaimana Nadira penuh perhatian merawat ibunya dan juga kepada Arga.

Rachel diam saja, matanya tak lepas mengawasi Arga dan juga Nadira.

“Nad? Nadira,” panggil Arga, merasa suasana tiba-tiba saja terasa sunyi, sebab ia tahu Nadira bukan wanita yang cerewet juga bukan tipe wanita yang terlalu pendiam.

Tidak ada suara sahutan.

Arga meraba meja, lalu merasakan puncak kepala Nadira yang sedang terlelap.

“Kau tidur ya,” ucap Arga pelan. Ia tersenyum lalu mengelus pelan kepala Nadira sambil bergumam, “terima kasih, kau sudah bekerja keras dan melakukannya dengan baik untukku,”

Saat itu rasa penasarannya tentang seperti apa wajah Nadira tiba-tiba memenuhi pikirannya. Dengan sangat pelan, Arga menyusuri wajah Nadira melalui sentuhan tangannya. Jidadnya, alis, bulu mata, cuping hidung, pipi, lalu bibir, saat Arga menyentuh salah satu bagian tubuh Nadira yang sensitif, gadis itu membuka matanya dan menatap terkejut apa yang sedang dilakukan Arga. Arga tidak tahu kalau Nadira jadi terbangun karena tindakannya.

Arga berhenti dan menarik tangannya dengan perasaan kecewa. Sungguh ia betul-betul penasaran seperti apa gadis di hadapannya ini, gadis yang telah ia nikahi, tiba-tiba ia merasa begitu menyedihkan menjadi orang buta.

Nadira menegakkan kepalanya dan menatap lurus ke arah Arga, mengamati raut lelaki itu penuh rasa penasaran. Nadira senyum-senyum sendiri, seperti orang yang sedang jatuh cinta. Mungkin ia cukup bahagia mendapati Arga yang tadi sedang menyusuri wajahnya.

Rasty akhirnya mengerti seperti apa perasaan Nadira dan Arga, ia tersenyum lalu melirik ke arah Rachel yang menatap tak senang ke arah anak dan menantunya di dalam.

1
dewi rofiqoh
Semoga arga dan nadira bahagia selalu dan tetap harmonis....
Thor bikin si bram sadar biar fk ganggu nadira, bikin ia jatuh cinta sama Melanie
dewi rofiqoh
Jangan sampai Melanie jadi korban kebejatan bram...
dewi rofiqoh
Arga emang 👍👍👍👍
Mau berbagi secercah harapan dan kebahagiaan untuk sesama yang kurang beruntung...
Yati Joice
Terimakasih Thor up nya 🙏 semoga tidak tertunda lagi ya dan tetap Semangaaaaaaaaaat 👍
semoga Kebahagiaan Arga dan Nadira juga Rumah tangga nya langgeng tidak ada gangguan dari luar dan Samawa til jannah sampai maut memisahkan Aamiin Aamiin YRA 🤲🤲😘❤️🙏
Kurniasih Asih
selamat Thor atas kelahiran ya,kamu selalu menunggu karyamu,semoga sehat selalu
Yati Joice
Alhamdulillah,,, akhirnya datang juga,sudah berapa purnama,,,, dirimu meninggal aku Thor,,,semoga semuanya baik baik dan lancar ya,,,tetap Semangaaaaaaaaaat 👍🙏 Succes selalu,,, Aamiin Aamiin YRA 🤲🤲❤️😘
Ratihyera: wah makasih. maaf, saya sibuk jadi IRT, ngajar, habis lahiran, mana stuck ga tahu ceritanya mau dibawa kek mana soalnya masih ada beberapa konflik yg harus selesaikan antara Bram sama Rio, baru novel ini saya tamatkan
total 1 replies
Sri Acong
sekian lama,,,akhirnyaaa/Rose//Rose//Rose/
Devy Joice
lanjut thor
tokcar d monkar
mantaap
Khalid Ayubi
bgs
Vida Juli
nangis gw 😭😭😭😪
Neva Yanti
👍
Lidia Andiani
emak ga jelas emak egois emak ga tau diri
Lidia Andiani
gila nih ibunya arga kok malah ga boleh jatuh cinta ke nadira. bodoh apa gimana ini ga jelas banget deh
Shuhairi Nafsir
Tahniah Dan Selamat Melahirkan Cahaya mata Thor. Take care and stay healthy ❤️
Shuhairi Nafsir
lama kelamaan mengikuti cerita ini terasa bosan dibuatnya dengan sikapnya Nadira yang nga tegas.
Ijah Cai
lanjutkan thor
Dewi Purnomo
Biasa
Dewi Purnomo
Kecewa
Sunarti W Spdi
Thor ada gak didunia nyata persinya arga
𝑰𝒍 𝒏𝒖𝒍𝒍𝒂: Hai kak mampir yuk di novel ku ",My Possessive Lecturer"++🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!