NovelToon NovelToon
Don'T Leave Me

Don'T Leave Me

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Cintamanis / Duniahiburan
Popularitas:28.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aymeera

Sebuah kisah seorang gadis cantik yang dulunya periang, banyak mimpi, penuh semangat. Tetapi takdir berkata lain. Melewati masa-masa perih dalam kehidupan, sampai bertemu dengan seseorang yang bisa merubah jalan takdirnya. Menemukan kembali kebahagian yang telah lama sirna. Perlahan dunia pun memberi sambutan hangat akan kehadirannya. Dan tak tega meninggalkan dirinya sendiri dalam fana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aymeera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pencarian Lexa

Erick berlari menuju kamarnya, mengganti pakaian secepat mungkin dan menyambar tas kumal yang sering dia bawa ke sekolah. Isi tasnya hanya beberapa buku pelajaran dan salah satu buku kesukaan Erick.

"Erick akan cari Lexa. Tante Ratih ga usah khawatir. Mama akan jagain tante disini." Lirik Erick kepada Martha.

Martha mengangguk pelan tapi pasti, kemudian memandang Ratih dengan senyum keakraban yang dulu sering dia tunjukkan.

"Tapi... Kamu mau cari kemana, Rick?" Tanya Ratih.

Erick terdiam. Berpikir akan sesuatu.

"Tante tenang saja, doakan Erick biar cepat menemukan Lexa." Ucap Erick meyakinkan Ratih.

Setelah berpamitan, Erick berlari dengan setelan kaos hitam di tambah jaket berbahan jeans. Sepatu sket andalannya, dan tas selempang favoritnya.

Erick agak berlari menuju sebuah terminal kecil di daerah mereka.

Sesampainya disana, Erick memutar kepala. Menyebar pandangan ke segala penjuru terminal yang tampak lengang. Berlarian mencari sosok Lexa. Lama Erick mencari. Hampir habis kesabarannya. Sampai kemudian melihat sosok yang dicari sedang berdiri di samping sebuah mini bus dengan mata berkaca-kaca melihat Erick. Erick langsung menghampirinya. Kini mereka benar-benar bertatapan. Keduanya melempar pandang penuh haru. Lidah Erick sampai kelu. Tidak bisa berkata apa-apa. Mereka hanya berbicara lewat sorot mata, kemudian saling berbagi senyum.

"Kamu mau kemana?" Tanya Erick yang duduk di samping Lexa.

"Ke tempat yang Ana ceritakan." Jawab Lexa pelan.

"Tempat yang mana??" Tanya Erick kembali.

"Danau di kaki bukit." Jawab Lexa.

Ana pernah menyebut sebuah danau di kaki bukit di daerah tempat tinggal mereka. Jaraknya tak jauh dari tempat tinggal mereka, hanya saja mereka harus mengendarai mini bus untuk sampai kesana. Dan mini busnya hanya akan beroperasi di jam sepuluh pagi dan kembali di jam empat sore. Kebetulan sekarang hampir pukul sepuluh.

Erick tersenyum mendengar penjelasan Lexa.

"Kenapa?" Tanya Lexa heran.

"Ga pa-pa... Aku tahu tempatnya. Mau aku antar?" Pinta Erick.

Lexa hanya tersenyum.

Tak lama mereka menunggu mini bus yang dimaksud.

"Itu dia kendaraannya. Ayo!" Ajak Erick.

Sebuah mini bus berwarna silver, seperti mobil travel ini yang akan mengantar mereka ke tempat tujuan. Erick dan Lexa menunggu mobil itu berhenti. Kemudian mencari tempat yang pas untuk bisa masuk dan berbaur dengan penumpang lain yang akan menaikinya juga.

Lexa terdorong pria besar yang tergesa-gesa ingin naik terlebih dulu. Tubuh Lexa oleng, sempoyongan karena dia membawa tas punggung yang membuatnya sedikit kewalahan. Untung ada Erick yang dengan sigap memegangi Lexa agar tidak terjatuh.

"Kamu ga pa-pa?" Tanya Erick khawatir.

Lexa menggeleng.

Erick berinisiatif untuk masuk ke dalam kendaraan terlebih dahulu. Kemudian menjulurkan tangannya ke arah Lexa. Memberi isyarat kepada Lexa untuk meraih tangannya dan membantunya untuk masuk ke dalam kendaraan. Tangan Erick disambut hangat tangan Lexa. Dengan berani Erick membawanya pergi ke tempat yang Lexa ingin kunjungi.

Perjalanan ke tempat tujuan memakan waktu sampai tiga puluh menit. Dan hanya sekali angkut dari terminal. Tempat yang mereka tuju berada di kaki bukit. Perjalanan cukup terjal, karena jalanannya belum di aspal. Mereka bisa terantuk ke atap bagian dalam mobil jika melintasi jalanan yang tidak rata. Seperti yang Erick alami. Karena tubuhnya yang jangkung ditambah kursi yang sedikit tinggi, membuat kepalanya sering terantuk. Berkali-kali Erick mengelus kepalanya, sedikit mengeluh sakit. Tapi kesakitan Erick membuat Lexa tertawa. Karena Ekspresi yang ditujukkan Erick lucu di kata Lexa. Ketika melihat senyum Lexa, Erick sedikit lega dan melupakan rasa sakitnya. Hal yang paling membuat perjalanan indah adalah ditemani Lexa dan senyumannya.

****

Erick memapah Lexa untuk turun dari kendaraan. Tangan Erick sedikit merangkul pundak Lexa yang terlihat pucat. Mungkin karena perjalanan dengan jalanan yang tidak mulus pasti membuat orang yang berada dalam kendaraan merasa mual.

Erick sedikit khawatir dengan keadaan Lexa, tapi Lexa selalu meyakinkan Erick kalau dia baik-baik saja. Lexa malah menunjukkan sikap penuh semangat. Membuat Erick takjub. Ternyata sesederhana itu membuat Lexa bahagia.

Mereka sudah sampai di tempat yang dimaksud. Sebuah danau kecil dengan air jernih. Di kelilingi cemara, ada juga pinus dan banyak lagi pohon tinggi di sekitarnya. Suasananya sejuk dan masih banyak burung-burung beterbangan. Cuaca hari ini juga bersahabat dengan mereka. Sinar matahari cerah menemani mereka yang masih berkeliling mengitari danau yang tak cukup luas. Berhenti di sudut dekat pohon besar rindang. Melepas pandangan ke arah semesta yang menyambutnya hangat.

Lexa sedikit mendekat ke arah air. Melihat jernihnya air yang memantulkan dirinya di bawah sana. Dia lihat tubuhnya semakin kurus, mukanya sedikit kusut dan layu. Tapi ketika dia mengembangkan senyum, terlihat bersinar dalam pantulan cahaya. Seketika haru menyergap ke relung sanubarinya. Hampir saja meneteskan airmata. Tapi segera beranjak dan mengalihkan pandangan ke segala arah danau. Menikmati asrinya siang itu. Hijau segar sejauh matanya memandang.

"Huaaaahhmmmm.." Pekik Erick yang meminta pengakuan akan kehadirannya kepada Lexa, karena Lexa sedikit asyik mensyukuri dunianya sendiri.

Lexa melirik Erick dan menebar senyum bahagia.

Erick sampai terpukau dibuatnya. Dan memilih segera duduk beralas rumput. Di dekat Lexa.

"Sejuk sekali disini." Tutur Lexa yang kini berada sejajar dengan Erick.

"Benar. Apalagi kalau pagi hari, suasana pagi hari, danau bisa ketutup kabut." Timpal Erick semangat.

"Kamu pernah kesini pagi??" Tanya Lexa sedikit menelisik.

"Iya.. Aku pernah ikut camping saat SMP disini. Coba kamu tanya Ana. Dia juga pernah ikut." Jawab Erick.

"Kamu dulu punya hubungan sama Ana?" Tanya Lexa sedikit tak yakin.

"Siapa?? Aku??" Kata Erick menunjuk dirinya sendiri dengan telunjuknya.

Lexa mengangguk, tapi Erick terkekeh.

"Dapat kabar dari mana?? Ga laah. Ana dan aku emang udah dekat sejak SMP. Mungkin karena Mama dan Ibunya Ana bersahabat. Jadi kami juga ikut mewarisinya." Ucap Erick santai.

"Tapi kalian terlihat serasi." Jawab Lexa tak kalah santai.

Erick hanya diam. Ada rasa sedikit kecewa di garis wajahnya. Bukan itu yang dia maksud tentang kedekatannya dengan Ana.

"Ari yang lebih serasi dengan Ana." Tegas Erick.

Lexa tersenyum geli, melihat Erick terlihat sedikit 'ngambek'.

Erick sedikit memalingkan pandangan kepada Lexa. Mencoba merajuk. Kemudian, Lexa dengan jahil melempar batu ke arah air sehingga cipratan air mengenai pipi Erick. Erick kaget dan itu membuat Lexa tertawa.

"Oh... Mulai jahil ya?!" Sindir Erick.

Lalu tak kalah memercikkan air ke arah lexa dengan tangannya yang terlebih dulu dia celupkan ke air danau.

"Ok. Maaf, maaf. Erick jangan!!" Teriak Lexa.

Tapi tak diindahkan Erick. Mereka saling menyerang dengan cipratan air. Akhirnya Lexa memutuskan beranjak dari tempatnya. Berlari menjauh dari Erick yang masih ingin memercikan air ke arah Lexa.

"Erick, Stop!" Pekik Lexa sambil tertawa.

Erick pun tak kalah sumringah. Berlari mengikuti arah Lexa.

****

Siang semakin terik, mereka kini sedang berjalan menyusuri kebun teh tak jauh dari danau. Mereka mengamati sekeliling dan sedikit bercengkerama. Erick terlihat sedang menjelaskan beberapa area yang ada disana. Lexa menyaksikan area yang ditunjuk Erick dengan muka takjub. Begitu indah hamparan hijau di sekelilingnya. Lexa berada di puncak bukit, masih di kelilingi tanaman teh yang harum. Melebarkan tangan, serasa terbang terbawa alam. Wajahnya dia tunjukkan pada langit agar angin dengan leluasa menerpa wajahnya. Dia menarik napas dalam. Kemudian tertawa bahagia.

'Aaaaaaa.....' Teriak Erick. Suaranya langsung menggema di udara. Bercampur dengan udara yang terik.

'Aaaaaaa.....' Seru Erick lagi, membuat Lexa tertawa.

"Cobalah!" Perintah Erick.

Lexa menggeleng. Dia tak berani.

"Lexaaaaa......" Suaranya semakin menggelegar mengumandangkan nama Lexa yang terdengar merdu di udara.

"Hei...!" Gerutu Lexa yang tak mau namanya disebut.

"Lexaaa......" Teriak Erick lagi tak peduli.

"Oke. Aku coba." Ucap Lexa seraya mengambil ancang-ancang mengumpulkan udara di perutnya.

'Aaaaa......'

Jerit Lexa yang langsung menutup mulutnya, tapi gemanya masih terdengar.

"Huuuuh..." Sorak Erick yang memberi tepuk tangan.

"Ayo, lagi!" Kata Erick.

Lexa terlihat menelan ludahnya dalam-dalam. Kemudian dengan satu tarikan napas panjang.

'Aaaaaa......'

Pekik Lexa lagi.

Keduanya saling menatap, dan tertawa bersama.

Mereka menghabiskan siang dengan berada di puncak bukit penuh kegembiraan. Mereka berniat untuk turun melanjutkan menyusuri tempat lain yang tak kalah indah. Sebuah taman dengan banyak bunga-bunga berwarna kuning cerah. Bunga daisy. Milik seorang petani teh yang sengaja menanamnya sebagai bahan untuk dipandang mata-mata yang lelah bekerja, mata-mata yang lelah tentang kehidupan, karena bagi sang pemilik memandang bunga-bunga cerah menyejukkan hati dan pikiran.

Mata Lexa sedikit terbelalak melihat pemandangan di depannya. Hamparan kuning cerah bunga daisy memanjakan matanya. Lexa sedikit berlari ke arah taman itu meninggalkan Erick yang masih mengatur napasnya, karena tadi mereka lomba lari menuruni lereng bukit. Lexa sudah sampai di taman. Melambaikan tangan ke arah Erick agar Erick segera menyusulnya. Erick tertawa melihat tingkah Lexa. Kemudian segera mengikuti lambaian tangan Lexa.

Berdua menyusuri taman bunga yang begitu jelita. Lexa tak berhenti melebarkan senyumnya. Sungguh hatinya seperti tempat yang dia kunjungi sekarang, penuh dengan bunga. Erick mengikuti langkah Lexa menyusuri lorong-lorong sekat antara satu kumpulan bungan dengan kumpulan bunga yang lain. Mengamati Lexa penuh perasaan. Mungkin tempat ini juga menggambarkan perasaannya yang diwakilkan oleh si bunga daisy.

Lexa berceloteh tentang bunga-bunga yang dia tahu. Dia sempat menyindir Erick yang tak tahu nama-nama bunga ketika Erick membantu Ratih dan Lexa menanam di kebun belakang. Lexa bercerita dengan penuh tawa sehingga membuat Erick malu. Lama mereka mengitari taman daisy, sampai tiba-tiba Lexa terjatuh. Erick panik dan langsung menghampiri Lexa.

"Kenapa??" Tanya Erick penasaran.

Tapi Lexa hanya tersenyum.

"Ga pa-pa. Tadi ada batu." Jawab Lexa tanpa ekspresi kesakitan.

Tapi Erick yang khawatir langsung memapah tubuh Lexa. Walaupun Lexa sedikit menolak, tapi akhirnya dia mengikuti Erick yang bersikeras untuk memapahnya. Erick membawa Lexa ke salah satu gazebo beratap jerami tak jauh dari taman daisy. Sepertinya tempat-tempat itu memang disediakan pemilik untuk pengunjung bisa beristirahat. Ada 5 gazebo yang tersedia. Ada dua yang berpenghuni. Salah satu diantaranya adalah sebuah keluarga kecil dan tempat satunya diisi oleh pasangan remaja sepertinya.

Erick mendudukkan Lexa disana. Mengamati sekujur tubuh Lexa, siapa tahu ada luka.

"Aku ga pa-pa, Rick. Tadi cuma kepeleset aja." Ucap Lexa mencoba membuat Erick tak khawatir.

Tapi masih belum bisa. Erick masih terduduk dihadapannya melihat kaki Lexa yang tertutup celana jeans yang sedikit terkoyak di bagian lutut. Dia khawatir ada luka disana. Tapi Erick takut Lexa tak berkenan. Lexa menutup bagian jeans yang terkoyak itu.

"Rick.. Please. Aku ga pa-pa." Ucap Lexa masih dengan senyuman yang mempesona.

Erick akhirnya mengalah. Dia duduk di dekat Lexa dalam diam. Dia sedih tak bisa berbuat banyak untuk Lexa.

'Kruyuuuk'

Muka Lexa langsung memerah. Suara itu berasal dari perutnya. Lexa sedikit memejamkan mata, menyimpan rasa malu.

Erick terkekeh. Kemudian dengan lembut mengacak-acak rambut hitam Lexa yang dikuncir kuda. Lexa pun semakin tak kuasa menahan malu. Mukanya kini dia tutup dengan kedua tangannya. Membuat Erick semakin gemas dan mengacak-acak lagi rambut Lexa.

Hari menyenangkan, suasana menyenangkan, dua kepribadian yang menyenangkan juga, berbaur dalam rengkuhan alam pengunungan siang itu. Disaksikan langit yang mulai bergelayut mendung. Mulai mengundang rintik-rintik sumber kehidupan agar segera turun membasahi bumi. Turun berderai bergantian. Lexa dan Erick melihat lelehan air langit dari tempatnya berada. Mensyukuri nikmat yang Tuhan berikan kepadanya hari ini.

1
Sukmha Nilha P
ceritanya bagus banget kak.☺️
Aymeera
siap, Kakak....
Kaisar Tampan
Aku udah mampir kak.
bantu dukung karyaku juga ia.
simpanan brondong tampan
terima Kasih
zuluandzephyr
Kalau kata nak jaman sekarang sih karya thor-nim damage-nya ga nahaaaan! Alias ah duh aku kebawa suasana banget
Aymeera: terimakasih, Kakak...
total 1 replies
skyeandstaghorn
Thor udah ga tahan nih pengen baca bab baru hihi
Aymeera: sabar, ya Kak...
total 1 replies
SecretGiggle
Kak author! Meskipun alurnya simple tapi ngena banget!
Aymeera: asyikk... terimakasih kakak...
total 1 replies
monsoonblooms
Udah pewe rebahan taunya ceritanya ngegantung.. yasalam banget hiks!
Aymeera: Maaf, Kakak.... Semoga tetap selalu support yaaa....
total 1 replies
sharing_genes
semangat thor,ceritanya bagus,..crazy up dong総潮
Aymeera: Pengen banget ikut crazy up, tapi apalah daya lagi banyak hal yang diutamakan dulu Kakak...
Terimakasih dukungannya, Kakak...
total 1 replies
SnuggleKitty
wahhh..bagus banget ceritanya,q suka banget.....cepat lanjutin ceritanya yha mbm.q tunggu kelanjutan ceritanya,seru banget.....
Aymeera: Siap, Kakak....
total 1 replies
floufrouu
Maaf ya thor kalau kita teriakin buat up bab terus pdhl author yg mikir.. soalnya emg aku nunggu bgt lanjutannya
Aymeera: Siap, Kakak...
Terimakasih atas dukungannya....
total 1 replies
ruby sunn
mantep ceritanya kk. update gila"an dong KK sayangnya cerita bagus kayak gini pembacanya dikit丼
Aymeera: Terimakasih dukungannya Kakak....
total 1 replies
zuluandzephyr
Good news! Cerita author bikin aku halu..
Aymeera: Terimakasih support nya Kakak...
total 1 replies
Musdalifa Ifa
Thor kok taruh bawangnya banyak banget sampai tidak bisa berhenti nangis
Aymeera: Biar sedep, Kakak.....
total 1 replies
moon struck traveller
Nulis sesuai dengan gaya kakak aja biar ga pusing‾
Aymeera: Terimakasih, Kaa....
total 1 replies
Mata Diam
jangan gantung Thorr Cepetan Up ya Thorr Semangat
Aymeera: Siap, Kaak!! 😎
total 1 replies
CupcakeHugs
Ceritanya gak ngebosenin, pokoknya aku dukung terus thor!
Aymeera: Terimakasih, Ka...
total 1 replies
DavidTheDancer
Udah aku masukin ke rak buku dong‾ Aku tinggalin jejak komen juga di sini biar author semangat‾‾
Aymeera: Terimakasih, Ka... 😁
total 1 replies
LilCutie
Semangat kak..., ditunggu lagi up terbarunya嬉汳ェ剌
Aymeera: SIAP, Ka.....
total 1 replies
RainbowSweety
Yo ayo thor! aku selalu mendukungmu dalam doa hehehe
Aymeera: aamiin.... Terimakasih, Ka.....
total 1 replies
peto
Aku udah mampir nih! Ternyata emang seru ceritanya. Lanjut thoor
Aymeera: Lanjut, Kaka!!!
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!