NovelToon NovelToon
HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )

HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Duda / Tamat
Popularitas:6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mommy_Ar

Follow Ig : Mommy_Ar29


Karena sebuah kesalahpahaman, membuat Rasya memiliki seorang putri tanpa adanya sebuah ikatan pernikahan.
Cacian dan makian dari nenek putrinya, membuat Rasya memiliki dendam yang begitu dalam.

Segala upaya ia lakukan untuk melindungi putrinya agar tidak bertemu atau mengenal keluarga dari ibu kandungnya. Karena Rasya tidak ingin putrinya mendapatkan perlakuan buruk dari neneknya.

Akankah Rasya berhasil menyembunyikan status Arshyla?
Apa jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan- pertanyaan Arshyla tentang dimana ibunya?


Bagaimanakah kisah Rasya dan Arshyla selanjutnya? siapakah wanita yang pantas mendapatkan hati Rasya juga Arshyla?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Luka Chila

Begitu sampai di rumah, Chila langsung turun dari mobil dan berlari pergi ke kamarnya dengan tangis sesegukan. Sementara Rasya, ia langsung menghubungi Diandra agar mengurus janji nya dengan klien tadi, ia lupa untuk memberitahu Sekretaris nya saat masih di sana. Karena fokus nya hanya pada Chila tadi. Tentu saja hal itu membuat Diandra sedikit kesal, lantaran bos nya bertindak sesuka hati. Bagaimana bisa, mereka datang berdua, tapi malah dirinya di tinggal dan harus mengurus pembatalan pertemuan itu.

Rasya berjalan menghampiri Chila, namun naas, pintu kamar itu sudah terkunci. Rasya hana mampu menghela nafas nya dengan dalam. Ia salah, harusnya ia tidak membentak Chila, walau sebenarnya memang itu bukan bentakan. Ia hanya khawatir dan panik melihat putri nya jatuh, bahkan lutut Chila juga belum di obati.

Tok, tok, tok ...

“Sayang, buka pintu nya dong?” panggil Rasya mengetuk pintu kamar Chila. Sudah hampir satu jam Chila mengurung diri di kamar nya, dan bisa Rasya lihat, naka nya itu sudah menyelesaikan sholat nya.

Cklek!

Chila membuka pintu kamar nya dengan wajah yang tertunduk. Begitulah Chila, saat dia menangis atau marah, maka ia akan mengunci diri di kamar, sholat dan berdoa. Baru setelah itu ia berani bertemu lagi dengan ayah nya.

“Sudah sholat nya?” tanya Rasya dan Chila membalasnya dengan anggukan kepala.

“Sudah berdoa nya?” tanya nya lagi dan lagi lagi membalas engan anggukan kepala.

“Lalu, apa masih marah sama Ayah, hem?” tanya Rasya begitu lembut, kini ia sudah duduk berjongkok dan mengusap rambut Chila.

“Chila minta maaf,” tutur Chila pelan, dengan mata yang kembali berkaca kaca.

Rasya yang melihat mimik wajah putrinya kembali bersedih, ia langsung menggendong tubuh Chila dan membawa nya ke kamar. Ia mendudukkan Chila di atas tempat tidur, lalu ia duduk berlutut di depan nya sambil tangan nya menggenggam tangan Chila.

“Sayang, tahu apa salah Chila?” tanya Rasya menatap wajah putri nya.

“Ta- tadi Chila perginya sama Mama Icel juga. Tapi mama Ichel pergi tiba tiba, gak tahu kemana, Chila di sana sama tante Forzen sama om singa. Maaf karena Chila tidak izin sama Ayah,” jelas Chila dengan masih menundukkan kepala nya.

'Michele.' gumam Rasya dalam hati, namun ia tak mau terlihat marah lagi di depan putri nya, jadi ia berusaha menepis amarah nya lagi. Urusan Michele akan ia urus belakangan.

“Lalu?” tanya Rasya lagi.

“Chila buat kotor baju Ayah,” cicit nya semakin pelan, Chila begitu merasa bersalah karena sudah mengotori pakaian sang ayah.

“Iya, Chila memang sudah mengotori Jas Ayah, tapi Chila tahu kenapa Ayah kaya tadi ke Chila tadi?” tanya Rasya, dan Chila hanya menggelengkan kepala nya.

“Chila tahu kan, ayah tidak bermaksud membentak Chila. Ayah sayang sama Chila, ayah tidak mungkin marah kalau hanya sebuah baju yang kotor,” jelas Rasya dengan menghela napas nya berat, “Tapi kamu lihat ini.” imbuhnya sambil menunjuk bekas luka nya yang sudah bersih, mungkin saat Chila mengambil air wudhu, ia sekaligus membersihkan nya.

Rasya bangkit dari tempat duduk nya, berjalan sedikit menuju meja yang tak jauh dari sana, mengambil kotak P3K untuk mengobati lutut Chila.

“Ayah tadi panik, ayah tidak marah dengan Chila. Hanya panik, ayah tidak mau putri ayah kenapa kenapa. Ini yang Ayah takutkan kalau Chila pergi tanpa ayah. Chila sangat mudah jatuh, ayah tidak mau anak Ayah terluka, mengerti kan?” jelas Rasya sambil mengoleskan obat merah pada lutut Chila.

“Hiks hiks, maaf Ayah hiks hiks.” Tutur Chila kembali terisak.

“Apakah sakit?”

“Enggak, tapi cuma perih. Tapi Chila gak mau nangis, tapi kenapa Chila nangis? Hiks hiks,” tanya Chila sendiri membuat Rasya sedikit terkekeh mendengar begitu banyak kata Tapi, yang Chila ucapkan.

1
ayu cantik
suka
Eleanor
😂😂😂😂
Eleanor
suka sama sikap om vino.tegas 👍👍
Eleanor
😭😭😭😭
Eleanor
😂😂😂
Eleanor
njirrr 🤣🤣🤣
Eleanor
ehh
Eleanor
aih chila nih
Eleanor
calon suami chila nih om mike
Eleanor
duh nenek nenek.mulutnya pedes banget
Tri Yuana
salah anna juga harusnya bawa teman,
Nur Syamsi
makasih, pesan moralnya bagus thor
Nur Syamsi
Chila Chila 😭😭😭😭😭
Nur Syamsi
Alhamdulillah, legah rasanya dan papa Tian yg paling bahagia saat ini Krn kekhawatirannya sudah Tdk ada lagi....
Nur Syamsi
maunya Anna memberikan pengertian pada Rasa bgaimna kondisi Renata waktu Chila diambil oleh Resa, spya Tdk salah faham, sy mungkin Krn Anna jg hamil dan terlalu kasian PD Renata
Nur Syamsi
Papa Tian takut dan trauma, Anna bisa menjelaskan PD Rasa jgn sampai Rasanya salah faham dis kira nanti anaknyavtdkbditerina lagi sama mertuanya....sprti halnya anaknya chelisa
Nur Syamsi
🥰🥰🥰🥰
Nur Syamsi
Alhamdulillah, Rasa" lama nisn tu perasaan baru diungkapun gegara kesalah fahaman....
Nur Syamsi
😭😭😭😭😭😭
Nur Syamsi
Anna jg bgimna ya, Leon mabuk berat di hampiri....Leon kan jg Tdk sadar Itu Anna Apa Rara....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!