NovelToon NovelToon
Uncle'S Little Girl

Uncle'S Little Girl

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: El_Gazendra

WARNING!!!

Area 21+🔥🔥
HARAP BIJAK DALAM MEMILIH BACAAN YA.

Martin Williams, seorang pemuda berusia 26 tahun dititipkan seorang anak gadis berusia 05 tahun oleh sahabatnya yang meninggal karena menderita penyakit kanker getah bening stadium akhir.

Martin awalnya akan menyerahkan anak gadis tersebut kepada ayahnya yang keberadaannya belum diketahui. Namun, saat ia mengingat kembali ucapan Larissa, ibu dari gadis tersebut, Martin memutuskan untuk mengurungkan niatnya.

"Martin, kumohon jaga putriku, aku percaya kamu akan merawatnya dengan baik. Dan aku mohon, jangan sekalipun kamu menyerahkan Ayu pada ayahnya, dia bukan ayah yang baik, aku tidak bisa mempercayakan Ayu pada ayahnya untuk dirawat olehnya. Ku mohon."

Martin pun mau tidak mau mengiyakan dan memutuskan untuk merawat Ayu juga menganggapnya sebagai putrinya sendiri. Namun, saat usia Ayu menginjak 18 tahun, Martin malah jatuh cinta pada putri angkatnya tersebut dan bertekad akan menjadikan Ayu sebagai wanitanya. Bagaimanapun caranya. Tidak peduli dengan usianya yang hampir menginjak kepala empat.

Bagaimanakah Ceritanya? Yuk kita ikuti perjalanan cinta Om Martin yang penuh dengan kekonyolan.


IG: @el_gazendra

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El_Gazendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter-24

Martin terkejut mendapati kedatangan Mayang, kedua matanya melirik ke sana-kemari melihat antara Mayang dan tempat arah pergi Ayu.

Martin panik bukan main, pasalnya Mayang datang bukan diwaktu yang tepat.

Tidak! Jika sampai Ayu tau pasti dia akan marah, aku harus bagaimana?!

Martin memutar otaknya memikirkan cara agar Mayang tidak mengetahui keberadaan Ayu dan begitu pun sebaliknya. Jika sampai Mayang melihat gadis itu, Martin yakin Mayang akan membocorkan soal hubungannya.

"Hey, kenapa melamun? Kamu sama siapa disini? Tempat ini kan khusus wanita...Jangan bilang kalau kamu..." Tanya Mayang dengan tatapan curiga. Mayang mengambil posisi duduk tepat di samping Martin seraya memepet.

"Enggak, gak sama siapa-siapa kok, aku lagi cari ikat pinggang keluaran terbaru, kali aja ada disini.."kilah Martin dengan gelagapan. Matanya awas melirik ke arah Ayu berlalu beberapa saat tadi.

"Loh, emang di toko sebelah gak ada? Disana barang-barang cowok banyak kok, aku juga liat banyak ikat pinggang merk Hermes sama Louis.."

"Oh gitu? Mungkin baru datang.." Jawab Martin mengalihkan pandangannya, ekor matanya tetap awas ke lokasi Ayu berada.

"Kamu kenapa sih ngeliatin kesana terus? Jangan-jangan kecurigaan aku bener kalo kam-"

"Enggak kok! Ngomong-ngomong kamu lagi ngapain disini? Terus sama siapa?" Martin mengalihkan pembicaraan. Sehingga membuat Mayang semakin curiga. Namun, Mayang masih tetap menjawab untuk menghormati karena bagaimanapun Martin adalah sumber kemewahannya.

"Aku habis cari ik- Eh maksud aku, aku habis nyari Haig heels buat acara pesta." Jawab Mayang gugup.

Martin agaknya curiga, pasti ada yang di sembunyikan oleh Mayang. Tapi untuk saat ini ia tidak peduli, yang ia pikiran adalah keberadaan Ayu.

"Pesta?" Tanya Martin, tak begitu tertarik. Hanya untuk mengalihkan saja.

"Iya, kamu lupa?" Tanya Mayang balik.

Martin hanya mengerutkan keningnya saja sehingga membuat Mayang tertawa.

"Hahaha dasar udah tua! Masa sama tanggal lahir aja lupa sih, lusa kan hari ulang tahun kamu sayang.." Tutur Mayang memberitahukan sembari memeluk lengan atas Martin dengan manja.

Martin tertawa alami karena ia memang benar-benar lupa dengan tanggal lahirnya, hanya Mayang yang selalu ingat di setiap tahunnya. Martin sedikit masa bodo dengan hal-hal yang menurutnya tidak terlalu penting.

"Ya sudah, kenapa masih masih nyender gini? Katanya mau nyari barang favorit kamu itu.." Kata Martin pura-pura tersenyum.

"Oh iya lupa hehehe, temenin ya? Bayarin juga hehe.." Pintar Mayang dengan nada manja.

Martin geleng-geleng kepala, Mayang memang sangat boros mengenai uang, tapi pada akhirnya ia mengangguk juga.

Tanpa keduanya sadari, seseorang dari tadi mendengar obrolan mereka dengan perasaan marah dan kecewa.

Ayu mematung dibalik pakaian-pakaian yang menggantung.

Setelah selesai memilih tas yang ia sukai, Ayu langsung kembali lagi bersama pegawai yang melayaninya. Namun, saat akan mendekati Martin, Ayu lebih dulu mendengar obrolan Daddy-nya itu dengan sebuah suara yang sepertinya seorang wanita.

Saat Ayu mengintip nya dari celah pakaian, betapa terkejutnya ia saat melihat Daddy-nya duduk mesra bersama seseorang yang menjadi musuh Ayu sejak dulu.

Hati Ayu sakit saat mendengar ucapan Daddy-nya yang mengetahui barang-barang favorit wanita itu, sedangkan barang-barang ataupun makanan kesukaannya Daddy-nya tidak tahu satupun.

Marah, kecewa, Ayu tidak menyangka Daddy-nya akan membohonginya. Diam-diam sang Daddy yang bukan Daddy-nya menjalin hubungan dengan wanita yang amat sangat dibencinya.

Hah! Untuk apa aku disini. Sedari dulu keberadaan ku memang selalu tak dianggap ada...

"Mbak maaf ya, tas-nya gak jadi, kalo perlu Mbak serahkan saja sama Tuan Martin. Kalo gitu saya permisi." Ucap Ayu tergesa pada salah seorang pegawai sembari menyerahkan paksa tas mahal tersebut.

Pegawai tersebut melihat kepergian Ayu dengan tatapan cengo, lalu berjalan menghampiri Martin untuk menyerahkan tas tersebut.

"Maaf Tuan," Sapa si pegawai agak takut-takut saat melihat keberadaan Mayang yang memperlihatkan ekspresi angkuhnya.

"Ya ada apa?" Tanya Martin sedikit cuek.

"I-ni tas pilihan gadis tadi-

" Apa?! "Mayang memotongnya tiba-tiba sehingga membuat Martin dan pegawai tersebut terhenyak.

"Jadi bener kecurigaan aku kalau kamu bawa wanita lain kesini?!" Ujar Mayang mulai emosi.

Di tuduh seperti itu bahkan dihadapan pegawai sekaligus membuat harga diri Martin runtuh. Ia pun pada akhirnya tersulut emosi juga.

"Jaga mulutmu! Aku kesini bersama Ayu ponakan ku!" Ujar Martin setengah membentak sehingga membuat Mayang terdiam.

Bocah itu lagi, firasat ku ternyata benar, lambat laun bocah sialan itu pasti akan menjadi penghalang hubunganku dengan Martin.. Aku harus segera bertindak..

Martin tidak mempedulikan keberadaan Mayang lagi, sekarang yang ingin ia tanyakan adalah Ayu.

"Terus gadis itu sekarang dimana?" Tanya Martin dengan ekspresi mulai awas.

"Maaf Tuan, tadi gadis itu sudah pamit terlebih dahulu dan menyuruh saya untuk menyerahkan tas ini pada Tuan." Ujar si pegawai berusaha ramah, padahal dalam hati ia tertawa melihat wanita tua angkuh itu dibentak. Sifatnya yang sombong membuat para pegawai sangat tidak menyukainya.

Martin terkejut, firasatnya mengatakan jika Ayu sudah mendengar obrolan dirinya dengan Mayang.

Hah! Astagaaa! Bagaimana ini, Ayu sudah mengetahui hubunganku dengan Mayang, aku tidak mau jika sampai Ayu membenciku.. Aku harus segera menjelaskannya.

Tanpa membuang waktu, Martin segera berlari keluar dari toko tersebut untuk mengejar Ayu. Sampai-sampai teriakan Mayang pun tidak ia pedulikan. Ia berharap Ayu belum keluar dari Mall tersebut.

Martin berlari kesana-kemari seraya mengedarkan pandangannya ke seluruh pusat yang masih bisa ia lihat. Namun nihil, keberadaan Ayu tidak ditemukannya.

Jangan-jangan sudah pulang..

Martin berlari kembali menuruni eskalator menyenggol paksa orang-orang yang turut turun ke bawah. Martin hanya meminta maaf seraya berlalu.

Sampai di Lobby, segera ia menaiki mobilnya lalu membawanya keluar. Saat tiba di luar tiba-tiba matanya menangkap siluet tubuh yang tengah dicarinya.

Di depan sana Ayu tengah mencegat taksi lalu menaiki taksi yang berhasil diberhentikannya.

Taksi itu melaju, dengan segera Martin menyusulnya. Jalanan sore masih sepi, sehingga membuat Martin mudah untuk menyalip taksi tersebut.

Tiiiin..

Supir taksi menyalakan Klaksonnya karena terkejut dengan kemunculan mobil mewah yang tiba-tiba mencegat nya.

Ayu sendiri dibuat terkejut dan hampir saja terjengkang ke depan.

"Maaf Non, sepertinya ada yang mencegat kita.." Ujar si supir meminta maaf.

Ayu mengangguk tidak masalah. "Iya Pak gak pa-pa."

Namun matanya tiba-tiba membulat saat menyadari mobil siapa yang hampir membuat ia celaka barusan. Apalagi saat melihat si pemilik mobil turun, Ayu tentu saja semakin terkejut.

Dengan cepat Ayu merogoh tasnya mengambil uang selembar seratus ribu. Ayu menyerahkannya lalu segera turun lewat pintu kiri.

Ayu berlari saat mendapati jarak Martin yang semakin dekat.

Begitu pun sebaliknya, Martin terkejut saat mendapati Ayu yang berusaha lari darinya.

"Ayu!! Tunggu!! Jangan lari!" Martin berlari cepat mengejar posisi Ayu yang sudah lumayan jauh.

Langkah kakinya yang lebih panjang tentu saja membuat Martin mudah menyusul gadis itu.

"Tunggu! Dengarkan penjelasan aku dulu.." Martin mencekal tangan kiri Ayu sehingga membuat Ayu memberontak.

"Lepas! Aku gak mau bicara sama pembohong! Lepasin!" Teriak Ayu dengan mata yang sudah memerah, ia sangat benci dengan kebohongan. Dan sekarang ia semakin benci dengan kebohongan Martin.

"Enggak! Sebelum kamu dengerin penjelasan aku dulu, aku gak akan lepasin kamu!" Kekeh Martin.

Ayu terhenyak mendengar ucapan aku-kamu yang keluar dari mulut Daddy-nya.

Daddy banyak berubah sekarang, aku benar-benar bingung dengan sikapnya..

Tersadar dari lamunannya, Ayu memberontak kembali tetap tidak mau mendengar penjelasan Martin, apa yang ia dengar itu sudah lebih dari jelas untuknya.

"Enggak! Pokoknya aku gak mau! Tolong..." Ayu berteriak meminta tolong sehingga membuat orang-orang yang ada disana berdatangan.

"Ada apa ini? Bapak mau menculik anak gadis ya?" Tanya salah satu warga dengan ekspresi marah. Jaman sekarang kasus penculikan seorang gadis kerap kali terjadi, dan pelakunya selalu laki-laki tua yang tidak ingat tanah kuburan.

"Iya Pak tolongin saya, saya mau di culik sama Daddy saya." Ucap Ayu tanpa sadar. Bagaimana orang mau curiga jika ia saja memanggil pria pemaksa tersebut dengan sebutan Daddy dihadapan semuanya.

Bibir Martin berkedut, tingkah konyol Ayu ternyata masih ada. Ia kira sudah hilang seiring beranjak dewasanya Ayu.

Para warga terdiam. "Oh maaf, ini pasti ada kesalahpahaman ya?"

Martin menjawabnya dengan anggukan dengan ekspresi ruwet. Sehingga membuat mereka semakin percaya bahwa dua orang tersebut adalah Anak dan Bapak.

Lalu mereka meminta maaf lagi pada Martin dan pergi meninggalkan Ayu yang menatapnya cengo.

Loh, kok pada pergi... Bener-bener warga sekarang, tidak berperikemanusiaan..

Ayu mendengus kesal lalu melirik pada Martin yang rupanya tengah melipat bibir menahan tawanya.

"Lepasin Dad! Daddy dengar gak sih hah! Aku gak mau sama daddy, aku mau pulang sendiri!" Ayu memberontak kembali, ia kesal melihat ekspresi Martin yang seperti meledaknya.

"Gak! Kita pulang sama-sama-

" Gak mauuuu!!!"

"Halaah masa bodo!" Dengan gerak cepat Martin langsung membopong tubuh Ayu ke atas pundaknya sehingga membuat Ayu seperti berenang di udara.

"Aaaaa!! Turunin Dad! Aku gak mau pulang sama Daddy!!"

"Diam!"

Plak!

Gertak Martin sembari menampar bo-kong Ayu yang terasa sangat lembut.

Ayu terhenyak saat Martin menyentuh bokong semok nya, dan Martin tersentak saat merasakan lembutnya bo-kong milik Ayu.

Kenapa aku jadi ketagihan? Batin Martin gatal ingin menyentuhnya lagi.

1
Hillong 1983
Luar biasa
Qaisaa Nazarudin
Ckk Dari awal bab cerita sampai ke bab END baru mikahnya? ckk terlalu bertele-tele..
Qaisaa Nazarudin
40km/jam??? Yg bener aja thor?? kok mobil mahal jalannya kayak siput? Aku aja bawak mobil di lebuh raya 120km/jam aku rasa masih lemot aja jalan mobilnya..🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
MEMPUNYAI KELAINAN SEKSUAL?? Maksud mya apa??🤔🤔Gay gitu..
Qaisaa Nazarudin
Cantik banget Ayu,imut lagi..Aku suka thor,cocok semua visualnya thor, 👍👍👍
Qaisaa Nazarudin
Ogeb kalo kamu ngomong takkan di lepaskan kamu,Kabur aja saat kamu habis kuliah,Kan gampang,Takut kalo bodyguard tau,Kamu nyamar aja,beres kan..ckk masa ia aku yg harus kasih ide..😂
Qaisaa Nazarudin
Ciihh saat Ayu sama Cowok lain dia marah,Sama aja kelakuannya dengan Mario,Orang bilang kalo BUAH ITU JATOH GAK JAUH2 DARI POHONNYA..
Qaisaa Nazarudin
DI MANA2 LELAKI ITU EGOIS,NGAPAIN MASIH MENCARI ISTERI DAN ANAK KALO MASIH PUNYA SELINGKUHAN??? SEMOGA AJA GAK PERNAH KETEMU LAGI SAMA ANAK DAN ISTERI NYA..
Qaisaa Nazarudin
Lah Rissa apa kabar?? Udah kamu kasih harapan ke Rissa,Setelah itu kamu tinggalkan gitu aja,Ntar yg ada pasti si Rissa yg akan jadi PELAKOR nya,Dan jadi ancaman buat Ayu..percaya deh..
Qaisaa Nazarudin: Typo MAYANG maksud ku..Rissa kan mamanya Ayu..🙏🙏🙏😁😁
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Terus apa kabar dengan kekasih mu..Dasar egois..
Gex Darmi
Kecewa
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕
Iki piye toh maunya dibuat melarat malah dibuat kembali enak..


skip..malas gw baca😪
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕
hapus Thor, gak pantas Lo tulis sangat mencintai kalo dia saja baru melakukan penghianatan.
Decey Aja
Luar biasa
Decey Aja
pengen nuker visual hana dengan Ayu... 😁 kayaknya lebih cocok ke hana ama marten
shadowone
🤣🤣🤣🤣
shadowone
geraja? bukanya fatih islam? dn apa ayu nonis ya kerna di asuh martin yang nonis?
shadowone
Fatih sahabat Martin yang bagi dia modal sampe dia berjaya sekarang?
shadowone
ini bru umur yang pas
shadowone
😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!