NovelToon NovelToon
Aku Dan Adik Cantikku

Aku Dan Adik Cantikku

Status: tamat
Genre:Teen / Chicklit / Tamat
Popularitas:172.8k
Nilai: 5
Nama Author: Aris pujiono

Audy Salernita dan sang adik Nadia Fiorentina Kakak beradik yang memiliki bentuk tubuh yang berbeda. Nadia yang merupakan selebgram dan Idola di kampusnya, sedangkan Audy memiliki tubuh gemuk yang sering dibandingkan dengan adiknya.

Itu membuat Audy rendah diri. Satu-satu cara menutupi rendah dirinya adalah menghindar sebisa mungkin dari Nadia. Namun, mereka sering dipertemukan dengan kejadian yang tak teduga.

Oleh karena itu secara sembunyi-sembunyi Audy bertekad menurunkan berat badannya supaya dia tidak dibully lagi teman kampusnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aris pujiono, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saling Tuduh

"Iya, Nad. Kak Audy ngerti."

"Mulai tiga minggu ini Kak Audy jangan dulu berangkat bareng sama Reihan. Kak Audy paham. "

"Paham, Nad."

"Satu minggu ini trainer ku sedang ke luar kota, jadi Kak Audy untuk sementara waktu lari saja selama tiga puluh menit taman kompleks."

Audy mengangguk. "Kakak akan mengikuti ucapanmu."

Pagi harinya, Reihan seperti biasa menunggu Audy di depan pintu pagar rumahnya. Reihan melihat Nadia keluar, Reihan hendak bertanya, tapi dia takut Nadia masih marah dengannya. Jadi Reihan cuek pura-pura tidak melihat Nadia.

Nadia yang melihat Reihan hanya tersenyum sambil memencongkan bibir atasnya, lalu pergi menaiki ojeg online. Reihan menatap punggung Nadia yang semakin jauh dari tatapannya. Dia pun sempat berpikir beberapa hari ini Nadia tidak pernah lagi di jemput Aldo. Mereka lagi marahan?

Cukup lama Reihan menunggu Audy hingga Ayu datang hendak berangkat kerja.

"Pagi Tante ..." sapa Reihan sopan.

"Reihan? tumben kamu gak bareng sama Audy?"

"Ini lagi nunggu Audy Tante," jawab Reihan.

"Lho ... Audy nya sudah berangkat dari tadi."

"Lha ... sudah berangkat, Tante!"

"Iya, Tante kira berangkatnya sama kamu."

Reihan menghela napas. "Ya sudah, Tante. Reihan berangkat dulu ya."

Reihan melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Sesampainya di kampus Reihan segera mencari Audy. Reihan mencarinya di taman siswa. Audy sedang duduk dengan Nadia.

Reihan menghampirinya. "Dy, lo kok berangkat duluan sih."

Audy yang tengah asyik membaca buku tentang diet menatap Reihan sambil berdiri. "Mulai tiga minggu ini gue gak mau bareng sama lo."

"Kenapa?" tanya Reihan.

"Karena gue sudah tau akal bulus lo. Lo sengaja 'kan ngajakin gue sarapan tiap pagi supaya gue kalah taruhan," ucap Audy.

Reihan nyengir sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Dasar lo! Gue sekarang mau fokus diet. Siap-siap saja lo traktir gue," ucap Audy.

"Oke, fine. Gue pastiin lo gak bakalan menang dari gue." Reihan pun segera menjauh dari Audy berjalan menuju kantin.

Siang harinya Reihan melihat Audy di kantin. Audy terlihat sedang minum jus buah.

Reihan menghampiri Audy duduk berhadapan satu meja. "Lo gak makan?"

"Gak," jawab Audy singkat.

"Yakin?"

"Dibilangin gue gak makan ya gak makan!" tegas Audy.

Reihan terperanjat. "Oke deh. Gue saja yang makan."

Reihan memesan soto kesukaan Audy, lalu memakan soto itu di depan Audy dengan gaya yang menggoda. Audy bukannya menjauh dari Reihan malah menatapnya makan. Lama-kelamaan Audy mulai tergoda.

"Enak ya, Rei?" tanya Audy.

Reihan mengangguk. "Pas banget panas-panas gini makan soto. Kamu mau coba?"

"Gak." Audy mencoba menahan sekuat tenaganya.

"Dikit gak pa-pa, gak bakalan bikin berat badanku naik kali." Reihan mengambil satu sendok soto hendak menyuapi Audy.

"Boleh, deh." Audy mulai tergoda.

Audy membuka mulutnya, lalu memakan satu sendok soto itu. Nadia yang baru saja selesai jam kuliah melihat Audy disuapi Reihan.

"Kak Audy! Jangan!" teriak Nadia.

Audy menoleh sambil menguyah soto pemberian dari Reihan. Sedetik itu Audy tersadar. Reihan segera berlari sebelum Audy marah.

"Reihan!" teriak Audy.

Kali ini Audy tidak akan melepaskan Reihan, dia berlari mengejar Reihan hingga lemak yang ada di tubuhnya ikut bergetar. Audy terus mengejar Reihan hingga ke lorong kelas. Audy tentu saja tidak sanggup mengejar Reihan.

"Reihan mau kemana lo!"

Reihan tertawa karena Audy tidak bisa mengejarnya, bahkan Reihan sesekali menggoda Audy supaya bisa menangkapnya.

Audy kesal, dia melempar buku yang dibawanya ke arah Reihan. Namun sayang, buku itu malah terkena muka pak Bambang yang kebetulan keluar dari kelas.

Audy terkejut menutup mulutnya, Reihan segera bersembunyi di balik dinding. Pak Bambang dengan kaca mata bulatnya menatap Audy.

"Ngapain kamu berlari di kampus. Kayak anak kecil saja!" hardik pak Bambang.

Audy tersenyum nyengir. "Anu, Pak. Temen saya nakal, Pak."

Pak Bambang menoleh kebelakang, tidak ada orang. "Mana teman kamu."

"Dia sembunyi, Pak!" Audy panik menggigit kecil jarinya.

Pak Bambang berjalan menuju balik dinding, dia menemukan Reihan sedang menguping.

"Kamu ya ternyata biangnya."

Reihan mengangkat tangan sambil tersenyum. "Eh, Bapak."

Pak Bambang menatap tajam Reihan. "Kalian tau 'kan kalau kalau kelas harus steril dari suara. Apalagi suara yang tidak penting seperti kalian."

Audy dan Aldo mengangguk.

"Ya sudah sekarang kalian berdiri di bawah tiang bendera sambil satu kaki kalian diangkat selama satu jam!" perintah pak Bambang.

Audy dan Reihan pun protes. "Pak, jangan dong."

Pak bambang menghentikan langkahnya menatap Audy dan Reihan. "Mau saya tambahin hukumannya."

Kini Audy dan Reihan tidak bisa berkutik lagi. Mereka berdua terpaksa menjalankan hukuman dari pak Bambang, berdiri di bawah tiang bendera sambil mengangkat satu kaki. Audy dan Reihan saling menyalahkan satu sama lain.

"Coba kalau lo tadi gak ngerjain gue. Kita gak mungkin di hukum kayak gini," ucap Audy.

"lo tiap kali kena hukuman nyalahin gue mulu. Lihat tu jerawat lo makin gede kalau lagi ngomel," balas Reihan.

"Diem lo."

Levi yang selesai makan tidak sengaja melihat mereka berdua.

"Ciyeee ... romantis amat!" seru Levi sambil merapikan rambut klimis belah tengahnya.

"Dia lagi," jengah Reihan.

"Kalian ngapain disana, makan dulu gie. entar pingsan lo!" goda Levi.

"Levi! Lo bisa diam, gak!" teriak Audy.

Levi malah tertawa lepas, mengejek Audy dan Reihan.

"Awas lo ya, habis ini gue pajang lo di pintu gerbang!" Hardik Audy yang mulai emosi.

"Sudah-sudah jangan ditanggepin orang kayak gitu mah. Levi itu memang sengaja mancing emosi lo," ucap Reihan.

"Gue sebel banget sama dia, Rei. Gue juga sebel sama lo!" seru Audy.

"Lha ... memang kenapa?" tanya Reihan.

"Kemarin lo sengaja baik-baikin gue supaya gue malas diet, kan?"

"Itu 'kan taktik. Kalau gak gitu gue bisa kalah. Apalagi lo dibantu sama adik lo," jawab Reihan.

Audy memencongkan bibir atasnya. "Nyebelin banget."

Levi kembali menggoda Audy dan Reihan. Kali ini dia membawa sarang semut merah yang berada di atas pohon.

Audy terlihat panik. "Lev, mau apa lo!"

Levi menyeringai, lalu melemparkan sarang semut merah itu di dekat Audy dan Reihan. Semut yang ada dalam sarang itu pun menyebar di sekitar lapangan.

"Semut, Rei. Awas lo ya!" Ancam Audy kepada Levi.

"Jaga keseimbangan, Dy. Kalau kita jatuh kita bakal habis dikerubungi semut," ucap Reihan panik.

"Semutnya masuk kedalam rok gue, Rei.Gimana nie."

"Sudah lo diam saja jangan bergerak. Kalau lo bergerak semutnya malah gigit."

Levi tertawa puas, lalu dia pergi dari hadapan Reihan dan Audy.

"Rese lo!"cibir Reihan.

Bersambung ...

1
sun-rise🌻
Semangat kk😍😍😁
sun-rise🌻
🤔🤔🤔🤔🤔☺️
sun-rise🌻
Kyk film Reza r4h4rdi4n dn si cew. Yg di ggs
sun-rise🌻
Kyk rmh seseorg
sun-rise🌻
Mampir kk
sun-rise🌻
B4gb4g4i pin4ng t4k berbel4h
viana
belum tentu kurus itu cantik
Fira Ummu Arfi
lanjuttttttttt
Fira Ummu Arfi
likeeeeeee
Fira Ummu Arfi
folback kak, sdh ku follow yaaa 🥰
auliasiamatir
wkwkwkwkk bisa aja pak Reno nostalgia nya bikin bini kesel aja.
auliasiamatir
masuk favorit deh.. keren pokonya,
auliasiamatir
lanjut Thor, keren...

salam dari cinta tak pernah mati
auliasiamatir
hadir... penasaran sama ceritanya, dan aku suka sana karakter Audy
Ufika
bakalan diterima gk yah😁
Ufika
😁😁 suka la masa enggak
Senajudifa
bodohx nadia percaya aj sm aldo
Senajudifa
ngapain tu aldo msh cr nadia
Senajudifa
makax jgn terlalu percaya blm yg baik diluar baik jg didlm
Senajudifa
padahal sdh maraton bacax tp blm selesai jg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!