NovelToon NovelToon
My Revenge

My Revenge

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Balas Dendam / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Mafia / CEO / Tamat
Popularitas:15.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Reni Juli

Amanda Jhonson dijual oleh tunangan dan kakak tirinya pada seorang pria tua untuk membayar hutang,hal itu membuat hidupnya hancur dalam satu malam.

Di malam yang mengerikan,Amanda ditangkap dan dipaksa untuk melayani seorang laki-laki yang tidak dikenalnya.

Tapi pada malam itu,untuk menjaga kesuciannya Amanda membunuh pria tua itu.

Karena itu,Amanda divonis penjara selama lima tahun karena terbukti telah menjadi pembunuh dengan bukti-bukti yang ada.


Tapi baru saja Amanda menjalani masa tahanannya seorang pria yang tertarik padanya menemui wanita itu dan menawarkan bantuan padanya.

Pria itu juga berjanji akan membantu Amanda bebas dari jeruji besi dan membantu Amanda membalas dendam tapi dengan sebuah syarat.

Apakah Amanda akan menerimanya?

Sekuel dari Hot Mother And The Bos Mafia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni Juli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 24

Amanda melangkahkan kakinya memasuki restoran dimana dia akan bertemu dengan Zack malam ini.

Amanda merapikan mantel yang dipakainya karena cuaca yang begitu dingin, ini sudah musim dingin dan tampak salju sudah menumpuk dijalanan kota itu.

Dulu waktu masih berpacaran dengan Zack mereka melewati malam natal bersama dan dimalam itulah Zack mengajaknya bertunangan.

Tapi untuk natal tahun ini mungkin dia tidak akan melakukan apapun dan mungkin juga dia akan menghabiskan waktunya dengan Edward Jackson diatas ranjangnya.

Amanda berharap sebelum natal tiba dendamnya sudah bisa terbalaskan sehingga dia tidak perlu lagi menghangatkan ranjang pria itu.

Amanda masuk kedalam restorant itu dan mencari keberadaan Zack, malam ini dia berharap Zack masuk kedalam perangkapnya sehingga permainannya cepat dimulai.

Disebuh meja tapi Zack sudah menunggu kedatangannya, pria itu tampak bangkit berdiri dan berjalan menghampiri Amanda.

"Amanda sayang, kau tampak begitu cantik malam ini." puji Zack padanya.

Amanda tersenyum dengan manis pada Zack, itu senyum yang dia buat dengan susah payah agar Zack tidak curiga dan tentunya agar Zack mengira dia sudah memaafkan pria itu dengan mudah.

"Terima kasih Zack, kau juga terlihat tampan seperti biasa." pujinya. Tentu saja pujian itu dia lontarkan dengan perasaan jijik dihatinya

Walaupun masih ada sisa cinta dihatinya tapi saat mengingat perbuatan pria itu terhadapnya membuat api kebencian kembali bekobar dihatinya.

Senyum Zack semakin menawan diwajahnya, pria itu segera melingkarkan tangannya dipinggang Amanda dan membawa wanita itu menuju kemeja tempat yang sudah dipesannya.

Zack menarik sebuah kursi untuk Amanda dan berkata:

"Untuk wanita paling cantik malam ini."

Amanda tersenyum dan duduk disana,dalam hatinya mencibir perkataan Zack.

"Aku tidak akan kemakan rayuanmu lagi ba**ngan!"

Setelah Amanda duduk Zack segera menarik sebuah kursi dan duduk didepan Amanda, pria itu tak henti-hentinya menatap wajah cantik Amanda.

Itulah kenapa dia bisa jatuh cinta pada Amanda dan sekarang dia berharap Amanda mau kembali dengannya lagi.

"Zack, kau ingin melihatku sampai kapan?" Amanda menatap pria itu dengan tajam.

"Oh maafkan aku Amanda sayang,aku terlalu mengagumi wajah cantikmu."

"Oh ya, aku baru tahu kau begitu mengagumiku sampai kau tega menjebakku."sindir Amanda.

Wajah Zack langsung menegang,itulah kesalahan paling bodoh yang dia lakukan dan dia menyesal.

"Dengarkan aku Amanda." Zack memegangi kedua tangan Amanda dengan erat dan menatap mata wanita itu dalam-dalam.

"Waktu itu aku sedang didalam masalah,aku sedang dikejar oleh pria tua itu dan Justin datang kekantorku dan menghasutku."

"Aku tidak punya pilihan Amanda,aku terpaksa melakukan hal itu." Zack menatap Amanda dengan penuh penyesalan.

"Kau punya banyak pilihan Zack tanpa harus mengorbankanku." Amanda sangat ingin mengatakan itu tapi dia urungkan.

Amanda segera menarik tangannya dari genggam Zack, dia berusaha tersenyum dengan manis pada pria itu.

"Sudahlah Zack, yang berlalu biarkan saja berlalu." katanya pura-pura.

"Apa kau ingin memaafkan aku sayang?" Zack menatapnya penuh harapan.

"Tentu saja, seperti yang kau lihat aku datang menemuimu bukankah ini bertanda aku sudah memaafkan perbuatanmu?"

"Oh Amanda sayang, aku sangat senang mendengarnya."

Zack menuangkan wine didalam gelas dan memberikannya kepada Amanda, dia juga menuangkan wine kedalam gelasnya dan mengangkatnya.

"Untuk hubungan kita dimasa depan." ujarnya.

Amanda tersenyum dengan manis dan mengangkat gelas dihadapannya dan berkata dalam hati:

"Ini untuk kehancuranmu!"

Setelah meneguk wine itu Zack memesan makanan untuk mereka, Amanda diam saja membiarkan pria itu melakukan apapun yang dia mau, lagi pula mereka belum masuk kedalam inti pembicaraan.

"Zack, apa kau mau bekerja sama dengan perusahaanku?" tanya Amanda saat mereka sedang menyantap hidangan yang sudah tersedia diatas meja.

"Aku tidak yakin Amanda karena perusahaanku masih kecil." tolak Zack dengam ragu.

"Apa yang kau katakan? jika kau ingin perusahaanmu maju jangan pernah ragu untuk menanam modal diperusahaan besar." Amanda mencoba meyakinkan.

"Aku tahu tapi?"

"Zack, aku sedang menjalankan sebuah proyek, jika kau bergabung aku akan jamin kau akan untung tiga kali lipat dari dana yang kau berikan." Amanda berkata demikian supaya Zack yakin akan penawarannya.

Zack memperhatikan Amanda dengan serius, didalam hatinya tidak curiga sama sekali dan dia yakin Amanda tidak akan menjerumuskannya.

"Berapa dana yang harus aku keluarkan Amanda?"

Sebelum menjawab Amanda tersenyum dengan manis, semoga Zack menerima tawarannya ini.

"Tidak banyak Zack, cuma 25 juta dolar."jawabnya.

"Apa?" Zack terbelalak kaget. 25 juta dolar?

"Kenapa? Apa kau tidak punya uang sebanyak itu?"

"Bukan begitu sayang, uang sebanyak itu tentu harus aku pikirkan dengan matang." jawab Zack dengan cepat.

"Zack, proyek ini tidak bisa menunggu lama. Siapa cepat dia dapat, karena aku mengingatmu makanya aku menawarkan ini untukmu."

"Aku melakukan ini untuk perusahaanmu juga supaya semakin maju. Lagi pula pikirkanlah keuntungan yang akan kau dapat jika ikut dalam proyek ini, tiga kali lipat." kata Amanda lagi.

Zack menelan ludahnya dengan kasar, proyek yang ditawarkan oleh Amanda memang menggiurkan.

Tapi 25 juta dolar itu? Untuk mendapatkannya dia harus mencari dimana?

"Amanda sayang, tawaranmu memang menggiurkan tapi boleh beri aku waktu? Aku akan pikiran proyek ini dengan baik." pintanya.

"Tentu saja Zack, aku tahu hal ini harus kau pikirkan baik-baik jadi aku akan memberimu waktu satu minggu. Jika kau tidak menjawab dalam jangka waktu itu maka aku akan menawarkan proyek ini pada orang lain."

"Jangan sayang, sebelum satu minggu aku akan memberikan jawaban untukmu."

Senyum Amanda semakin lebar, dia berharap Zack akan memberikan jawaban yang memuaskan nantinya.

"Aku tunggu Zack, aku berharap kau tidak mengecewakan aku karena aku menaruh harapan besar padamu."

"Tentu Amanda sayang." Zack kembali mengangkat gelas winenya begitu juga Amanda, mereka mengadukan gelas itu hingga menimbulkan suara dentingan kecil dari gelas yang beradu.

Mereka kembali menyantap hidangan mereka dan kembali membicarakan proyek itu sampai tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam.

Amanda menyeka mulutnya dan menatap Zack kembali.

"Zack, aku harus pergi karena ini sudah malam."

"Aku akan mengantarmu." Zack melambai pada seorang waiters untuk meminta bill.

"Tidak perlu repot Zack, aku bisa naik taxi."tolak Amanda.

"Kau tinggal dimana Amanda sayang?"btanya Zack pensaran.

"Aku tidak bisa mengatakannya Zack, tapi jika kau mau bergabung dengan proyekku maka aku akan mengatakannya."

"Baiklah, aku akan mengabarimu dalam beberapa hari ini." kata Zack dengan yakin.

"Terima kasih Zack."

Setelah membayar makanan itu mereka berdua keluar dari restoran itu, Zack membukakan pintu taxi untuk Amanda saat wanita itu sudah menyetop sebuah taxi.

Mereka saling mengucapkan selamat malam, setelah itu Amanda memerintahkan supir taxi itu untuk jalan.

Selama diperjalanan menuju rumah Edward, Amanda hanya termenung saja, dia tidak punya tujuan dan rumah pria itulah tempatnya untuk saat ini.

Amanda turun dari taxi yang ditumpanginya, sebelum Amanda masuk kedalam rumah itu, Amanda menatap rumah itu sejenak dan menarik nafasnya dengan berat.

Setelah itu Amanda melangkah masuk kedalam rumah Edward Jackson, dalam hatinya berharap dia bisa secepatnya pergi dari sana.

1
Banyu Biru
i like it 😊
Banyu Biru
🤭🤭
Banyu Biru
baca lagi 😍
Efa Ernawati
thank author...🥰
Rita Wati
Kl yg tua, buaya bilang dagingnya alot. pahit. Kl yg kena AIDS apa rasa dagingnya??
Rita Wati
Udah jadi menantu, bukan calon
Rita Wati
Nenek Xia Yu cuma akting, generasi selanjutnya calon menantu disambut dgn lemparan pisau & tendangan maut
Rita Wati
Mau mati aja masih diajak jalan2🤣🤣
Rita Wati
Politiknya dong yg bodoh tdk bisa menemukan kamera sbg brg bukti
Rita Wati: #polisi
total 1 replies
Tari Elvia
luar biasa
YANGGI Yanggi
👏👏
YANGGI Yanggi
👏👏👏
YANGGI Yanggi
good
YANGGI Yanggi
👏👏👏
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
wahh kejam juga amanda
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
wooohh ayahnya juga payah nih, bodoh bgt bisa kepincut ular betina
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
Poor Zack karena kebodohannya harus kehilangan semuanyaa
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
wkwkwkkk utk yg satu ini harusnya kamu paham Zack 🤣
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
dasar bodoh memang gampang sekali dipemgaruhi
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
gampang bener ngomong begituu...
waktu amanda dibawa ke penjara dan disidang, bantu pun tidak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!