Novel ini dalam tahap revisi.
Seorang wanita yang d tinggalkan saat sedang mengandung oleh pacar nya. Sampai akhirnya bertemu kembali 10 tahun kemudian yang membuat nya harus memulai perjalanan cinta nya kembali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Resiko yang harus di tanggung
Iren memegang pipinya yang terasa panas karena mendapat tamparan keras dari tangan Nyonya Fatma.
"Maafkan saya Tante,saya memang salah karena menerima ajakan Doni untuk keluar, seharusnya saya bisa menolak dengan tegas'' Iren membungkukkan badan nya sembari terus memegangi pipi kanan nya.
"Saya ngijinin kamu nginep di rumah saya bukan berarti saya menyukai kamu ya,apa lagi menjadikan kamu menantu saya. TIDAK MUNGKIN...'' Ucap Nyonya Fatma dengan mata melotot.
"Mamih,udah mih, sabar dulu,nanti biar aku jelasin semuanya" Doni mencoba menenangkan ibu nya.
"Mamih minta kamu masuk ke kamar kamu sekarang" Ucap nyonya Fatma kepada Doni.
"Tapi mih...'' Rengek Doni.
''Kalau kamu masih ingin melihat mamih bernafas,cepat turuti perkataan mamih'' Mendengar ucapan ibunya Doni tak kuasa untuk menolak perintah nya.
Dia pergi meninggalkan iren sendiri mematung, menerima kemarahan dari Nyonya Fatma.
''Dengar ya Iren,mulai sekarang Putri akan tinggal bersama saya dan Doni di rumah ini'' Sontak Iren terkejut.
''Jangan ambil Putri dari saya Tante,saya mohon, saya minta maaf Tante'' Ucap Iren dengan memohon.
''Saya sudah tidak percaya lagi sama kamu ya,kalau Putri tinggal bersama kamu,Doni akan punya alasan untuk terus ketemu sama kamu'' Jawab Nyonya Fatma.
''Tapi Tante,saya tak bisa jauh jauh dari Putri'' Iren menangis dan terus memohon.
''Dengerin saya Iren,kalau Putri Tinggal dengan saya di sini,dia akan jadi cucu orang terkaya di Jakarta,dan kehidupan nya akan terjamin,masa depan nya akan cerah'' Ucap Nyonya Fatma.
''Sedangkan kalau dia bersama kamu dia tidak akan menjadi apa apa,dia hanya akan menjadi anak desa'' Tambah nya lagi.
Iren diam sejenak.
''Saya beri kamu waktu satu hari untuk mengucapkan salam perpisahan dengan Putri, setelah itu saya minta kamu pergi diam diam dari sini tanpa membuat keributan apa pun, mengerti kamu,'' Nyonya Fatma pun pergi meninggalkan Iren yang masih terdiam di tempatnya.
Iren kembali ke kamar nya,Tapi Putri tidak ada di sana ia pun kembali ke luar kamar untuk mencari anak nya.
Iren berkeliling rumah besar nyonya Fatma .untuk mencari keberadaan Putri.
"Dimana kamu nak..."
Ucap Iren di dalam hati nya
sampai pada akhirnya Iren melihat putri sedang asik bermain bersama Jenny di taman.
Iren akan menghampiri putri,tapi akhirnya Iren mengurungkan niat nya,dia memperhatikan Putri tersenyum gembira bermain dengan Jenny.
Dia memikirkan perkataan yang tadi dia dengar dari Nyonya Fatma.
"Mungkin kalau kamu tinggal di sini,kamu akan tumbuh dengan baik,tidak akan kekurangan apapun,dan masa depan kamu pun akan terjamin.."
Batin Iren berbicara.
Dia pun kembali melangkah kan kaki nya ke dalam kamar,membaringkan badan nya di tempat tidur sembari meratapi nasib nya.
Putri dan jenny asik bermain di taman depan rumah nyonya Fatma.
Jenny tampak sayang dengan putri,tak henti henti dia tersenyum memperhatikan Putri berlari kesana kemari.
Putri menghampiri Jenny, dan duduk di pangkuan nya.
''Tante" Sapa Putri.
''Apa Oma marah sama sama ibu...?'' Tanya nya lagi.
''Tidak sayang. Oma cuma sedikit kesal karena ibu kamu keluar berdua sama om Dokter tanpa mengajak kamu'' Jawab Jenny.
''Tapi ibu tidak di marahin kan sama Oma...?''
''Nggak ko, tadi Oma nggak marah sama ibu kamu, kamu jangan khawatir ya,ibu kamu baik baik aja ko'' Jawab Jenny menenangkan Putri.
''Aku Kasian sama Ibu,kemarin baru saja di marahin sama papa,ibu sampai menangis'' Ucap Putri sambil menunduk sedih.
''Aku benci sama papa'' Ucap nya lagi
''Maksud kamu papa siapa ya?'' Tanya Jenny.
''Papa aku,nama nya papa Bayu'' Jawab Putri.
''Oh...'' Hatinya lega.
'Aku kira papa doni'
Ucap jenny dalam hati.
''Kita masuk yu,ibu kamu pasti nyariin kamu.'' Ajak Jenny.
Putri dan Jenny akhirnya masuk ke dalam rumah.
Jenny mengantarkan Putri masuk ke dalam kamar.
***
Jenny mengetuk pintu kamar Doni.
''Doni... ini aku Jenny''
''Masuk.'' Jawab Doni dari dalam kamar.
Jenny pun masuk dan melihat Doni duduk terdiam di atas tempat tidur.
''Kamu habis dari mana sama iren..?'' Tanya Jenny.
''Kita cuma pergi ke pantai.'' Jawab Doni.
''Ko bisa bisa nya kamu pergi dengan wanita lain di belakang aku''
''Dia bukan wanita lain,dia ibu dari anak ku.'' Jawab Doni.
''Tapi dia tetap mantan kekasih kamu, bagaimana mungkin aku nggak cemburu,kamu calon suami aku'' Ucap Jenny.
''Aku ga suka kamu jalan sama dia,aku ga mau melihat kamu bersama dia lagi'' Jenny sedikit menaikan suara nya.
''Ya udah kalo kamu ga suka,kamu bisa batalin aja acara pernikahan kita'' Ucap Doni sama sama menaikan suaranya.
Jenny tersentak mendengar Doni mengucapkan perkataan seperti itu
''Kamu jahat don'' Ucap Jenny sembari beranjak pergi dari kamar Doni.
***
Ke esokan hari nya.
Iren masih memikirkan perkataan nyonya Fatma,dia masih belum siap untuk berpisah dengan Putri.
Tapi dia merasa tidak punya pilihan lain,dia hanya ingin yang terbaik untuk anak nya,jika memang harus meninggal kan nya di sini dia rela asalkan Putri bahagia.
Iren memang belum merasa menjadi ibu yang baik untuk Putri,dia tidak bisa memberi kan kebutuhan dan kehidupan yang layak untuk anaknya.
Iren memeluk Putri yang masih tertidur lelap,mencium kening nya.
'Maafin ibu nak'
Bisik nya dalam hati.
Tiba tiba Nyonya Fatma masuk ke dalam kamar dan meminta iren untuk bicara berdua dengan nya.
''Gimana, kamu sudah membuat keputusan?'' Tanya Nyonya Fatma.
Iren hanya menjawab dengan mengangguk.
''Saya minta sama kamu,Doni jangan sampai tau,karena kalau sampai dia tau,dia ga bakalan biarin kamu pergi'' Pinta Nyonya Fatma kepada Iren.
''Saya titip Putri Sama Tante'' Ucap Iren menahan air mata.
Nyonya Fatma meraih tangan iren, menggenggam jemari Iren.
''Kamu nggak usah khawatir,saya akan merawat Putri dengan baik'' Jawab Nyonya Fatma.
''Saya sangat menyayangi dia,calon istrinya Doni juga terlihat sayang sama Putri'' Tambah nya lagi.
Malam pun tiba, Iren menemani Putri tertidur sambil membacakan sebuah cerita.
Tak terasa air mata nya membasahi pipi dia sadar kalau malam ini adalah malam terakhirnya bersama Putri.
''Ibu kenapa menangis?'' Tanya Putri membuka mata nya.
''Nggak ko sayang,mata ibu cuma kelilipan'' Jawab iren.
''Kamu tidur ya, ibu sayang banget sama kamu''
''Putri juga sayang sama ibu'' Jawab Putri lalu tertidur tanpa menyadari kalau itu adalah ucapan perpisahan dari ibu nya.
***
Pukul 04.00 Iren sudah bersiap meninggalkan rumah ini, meninggalkan Putri anak kesayangan nya.
'Maafkan ibu nak,ibu harus pergi,bukan karena ibu tidak sayang sama kamu,tapi ini demi kebahagiaan dan masa depan kamu,kamu bisa menjadi orang hebat jika berada di sini''
Ucap Iren di dalam hati nya,kaki nya beranjak pergi dari rumah itu.
****
komplit mendukungmu thor