NovelToon NovelToon
LOVE And LIFE

LOVE And LIFE

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Komedi / Mafia / Tamat
Popularitas:837.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Min Ziy. Minfiatin FauZiyah

Narendra Putra Aryan. CEO muda yang tampan, berkharisma, genius, dan, dingin.
Bertemu dengan seorang gadis yang cantik, ceria, dan pemberani.

Namanya Syeira, gadis yang berprofesi sebagai wartawan pemburu berita media onlin.

Zico saudara Narendra, tumbuh menjadi si pria pirang yang yang tampan. tabiatnya sedikit buruk jika berurusan dengan wanita. Ia selalu berurusan dengan mereka sebagai partner ranjang.

Hingga takdir mempertemukannya dengan Cellin, gadis berkerudung yang lembut dan penyayang.

Ikuti kisahnya dalam cerita Love and Life.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Min Ziy. Minfiatin FauZiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23

Arend menyiapkan makan malam. Ia tengah memasak cumi dan udang dengan bumbu racikannya sendiri. Aromanya sangat menggugah selera, Syeira datang, ia mengenakan dress bunga-bunga selutut, lengan pendek, ia menguncir kuda rambutnya.

Syeira melihat Arend yang begitu terampil. Syeira bahkan tidak bisa bikin telor ceplok. Dan suaminya ahli di dapur, (*Ahli segala bidang, sih*). Jika ini ikatan pernikahan sesungguhnya, Syeira pasti merasa sangat malu.

"Bau nya sangat harum. Saya pikir, makanan tadi pagi, anda pesan. Saya tidak menyangka anda pandai memasak."

Syeira berdiri di samping meja, Arend tengah menata masakannya yang sudah selesai.

"Aku tidak suka makanan di Amerika, jadi aku memasak makanan ku sendiri mulai saat kuliah."

Arend menjawab ucapan Syeira dengan hangat, Syeira tersenyum mendengarnya. Arend kembali ke dapur mengambil makanan yang lain.

"Selamat Malam, Kakak dan Kakak ipar...?."

Zico yang baru datang berseru menyapa Syeira dan Arend. Ia langsung duduk di salah satu kursi.

"Aaahh,, hari yang melelahkan. Aku benar-benar lelah hari ini. Aku membutuhkan liburan. Dan juga hiburan."

Ucap Zico meregangkan otot-otot nya. Syeira menghampirinya sambil tersenyum hangat, memang terlihat jelas di raut muka Zico jika saat ini ia tengah lelah.

Syeira menyentuh kedua pundak Zico. Zico menolehnya yang sudah berdiri di belakang. Syeira tersenyum ramah sambil memijit bahu Zico pelan namun terasa sangat nyaman.

"Aaahhh,,,, benar-benar enak, Kakak Ipar..!"

Seloroh Zico terdengar seperti suara d3$\_- 4h4n. Jelas Arend tidak menyukainya. Biar bagaimanapun Zico saudaranya adalah sang pria Cassanova. Dan Zico juga tahu jika pernikahan Arend dengan Syeira hanyalah mainan. Arend tiba-tiba berpikir yang bukan-bukan. Takut jika Zico timbul perasaan.

Arend meletakkan makanan yang di bawanya di atas meja dengan kasar, raut mukanya kembali terlihat dingin dan sangat tampan. Sorot matanya sangat tajam.

Arend menarik tangan Syeira dengan santai namun kuat, sehingga Syeira melepas pijitannya pada bahu Zico. Dan Arend mendudukkan Syeira di kursi sebelahnya.

"Aaahh,, Arend? Baru juga di mulai."

Seru Zico kesal. Tapi Arend tak menanggapi, ia fokus dengan makanan di meja, mengambil lalu menaruh di piringnya sendiri. Syeira masih menatap heran dengan apa yang Arend lakukan barusan. Memang tanpa kata, tapi itu jelas sebuah larangan. '*Ckk*' Syeira berdecak pelan. Dalam pikirnya "*Padahal Zico kan saudaranya sendiri? Bukan pria lain*.?"

Mereka mulai makan, Syeira dan Zico sangat ramai, makan sambil ngobrol, tertawa dan bercanda. Arend selesai lebih dulu, Ia beranjak pergi ke dapur membawa piring kotornya.

Syeira segera bangkit mengejar langkah Arend.

"Ah, Tuan. Biarkan saja, saya yang akan membersihkan." Syeira tersenyum manis menghadap Arend.

Arend menatap Syeira tajam, lalu pergi meninggalkannya tanpa menjawab ucapan Syeira.

Zico dan Syeira melihatnya aneh. Syeira hanya mengendikkan bahu kala Zico melihat ke arahnya.

Syeira membersihkan dan membereskan dapur terlebih dulu. Zico sudah ikut pergi menyusul Arend tadi.

Setelah selesai, Syeira masuk ke kamar, masih sore, baru juga jam 8 malam. Dia akan sangat bosan hanya diam saja di kamar sendirian. Syeira pun melangkah ke kamar sebelah, dimana ada Zico dan Arend disana. Tentu saja Syeira berani, karna disana ada Zico.

Syeira mengetuk pintu ragu, Zico yang membuka.

"Ada apa.?"

Zico bertanya, Arend melirik tanpa menggerakkan kepalanya.

"Aku bosan sendirian. Belum ngantuk juga."

"Masuk lah." Zico menarik tangan Syeira cepat. Dan menutup pintu kembali.

"Kau sedang apa.?"

Syeira bertanya pada Zico, namun tatapan matanya menuju Arend yang tengah duduk di atas ranjang dengan kedua kakinya yang berselonjor dan bersilang, memainkan sebuah laptop yang ada di pangkuannya.

"Aku hanya sedang bertukar pesan."

Zico menjawab sambil terus menarik tangan Syeira hingga kini mereka berdua sudah berada di atas ranjang di sebelah Arend. Syeira duduk di posisi tengah. Ia duduk bersila.

Ingin rasanya Syeira menyapa Arend. Tapi hawanya sangat dingin. Syeira tidak berani.

"*Aku harus segera minta maaf, tapi bagaimana caranya*.?"

"Bagaimana kalau kita menonton film.?"

Zico memberi ide.

"Boleh, Tapi film apa.?"

Zico terlihat berpikir, ia meraih Laptop miliknya yang ada di atas nakas.

"Ehmm?? Bagaimana kalau film p\* 0r n. \*0?"

"Hah.?" Syeira berteriak kencang, membulatkan kedua matanya, dan kedua tangannya menutup mulutnya yang menganga. Arend yang mendengarnya langsung menoleh menatap tajam ke arah Zico yang nyengir kuda.

"Ide yang baguuss.?"

Jawab Syeira antusias. Zico melebarkan senyumnya mendengar jawaban Syeira. Arend semakin membulatkan mata dan pandangan matanya kini berpindah ke arah istri nya yang 9!. L4.

"Oke." Seru Zico menyalakan laptopnya.

Arend dengan gerakan cepat merampas laptop Zico. Dan menatap Zico tajam. Rahang Arend mengeras. Gigi-giginya sudah beradu. Zico mematung melihat saudaranya. '*Ide yang salah*.' Syeira menatap Arend dengan raut muka takut.

Arend menaruh laptop Zico di atas nakas sebelahnya. Lalu menggerakkan jari cepat ke arah laptopnya. Zico dan Syeira hanya diam tak bergeming melihat Arend. Mereka tidak berani bicara. Jelas terlihat raut muka Arend tadi yang marah.

Arend menaruh laptop yang di mainkan nya di atas kasur di depan mereka yang sedang duduk bersandingan bertiga. Sebuah film yang di pilih Arend mulai.

Syeira dan Zico nyengir. Lalu Zico merebahkan tubuhnya tengkurap menghadap laptop di depannya. Syeira pun mengikuti gerakannya. Ikut tengkurap menghadap laptop. Kini Arend tinggal duduk seorang diri di belakang Zico dan Syeira yang sudah tengkurap.

Arend melihat tubuh Syeira yang terlihat seksi dengan balutan dress selutut bermotif bunga, Arend meraih selimut menjatuhkannya di atas tubuh Syeira untuk menutup kaki dan b\* 0k0. n9 Syeira yang menarik perhatiannya.

Syeira ayang merasakan itu lantas menoleh, tapi Arend sudah memejamkan matanya bersandar pada kepala ranjang dengan kedua tangannya yang bersedekap. Syeira pun membiarkannya dan kembali melanjutkan menonton film bersama Zico.

Film yang di pilih Arend adalah sebuah film yang bergenre ilmiah, mengisahkan seorang Professor yang berhasil dengan penemuan teori dan sebagainya.

Jelas saja itu membuat Zico bosan dan cepat mengantuk. Ia hanya tidak berani protes pada Arend. Syeira pun sama halnya, sebelum mereka sama-sama terlelap, Arend masih mendengar suara mereka yang berbisik-bisik kesal karna Arend memutarkan film yang mereka anggap membosankan.

Arend membuka mata pelan. Benar dugaannya jika kedua bocah itu sudah terlelap. Syeira tertidur menghadap kaki Arend yang berselonjor. Membelakangi Zico yang terlelap di belakangnya menghadap dirinya. Tanpa sadar tangan Syeira telah memeluk kaki Arend. Dan tiba-tiba tangan Zico bergerak merengkuh pinggang Syeira hingga ke depan perutnya. Jelas Arend membulatkan mata.

Arend lantas bergerak turun dari ranjang, ia menyentuh tangan Syeira pelan untuk ia singkirkan dari kakinya. Arend lantas menarik tangan Zico pelan untuk melepas rangkulannya pada tubuh istrinya. Arend sangat kesal melihat ini, hanya saja mereka berdua sama-sama tidak sadar.

Dengan gerakan lembut Arend mengangkat tubuh Syeira. Ia menggendong Syeira yang sudah terlelap menuju kamarnya. Setelah masuk kedalam kamar, Arend membaringkan tubuh Syeira, menarik selimut menyelimutinya.

"Jangan pergi." Lirih Syeira pelan dalam tidur. Arend mendengar kalimat itu.

"Aku menunggu." Ucap Syeira lagi dengan matanya yang masih terpejam.

Arend mengamatinya sesaat. Syeira tengah tidur nyenyak, dan di bawah alam sadarnya ia mengingat seseorang.

...'*Siapa yang kau tunggu, Syeira*?.'...

...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...

1
Abi Zar
mantab kak,lanjutkan...
Mainah Inah
kayaknya bagus itu
Mainah Inah
😜😜😜😜😜
Mainah Inah
lama lama gak jelas
Mainah Inah
janganlah menghakimi orang ,lihatlah diri kita sudah baik apa belum ,perbuatan kita yang menilai Tuhan
Mainah Inah
makanya jgn muna
Mainah Inah
nyuruh orang itu yang sabar
Mainah Inah
😜😜😜😜
Mainah Inah
kok ujung ujungnya kemafia sih
Mainah Inah
teman laknat
Mainah Inah
💖💖💖💖💖
Mainah Inah
gemesssss😬😬😬😬😬
Mainah Inah
😹😹😹😹😹
Mainah Inah
ngomong aja terus terang biar dia tau kl elu itu Meira
Mainah Inah
muna lohhhhh
Mainah Inah
terus aja begitu sama Zico,buat cemburu itu si aren
Mainah Inah
ih najong
Mainah Inah
dasar😹😹😹😹😹
Mainah Inah
norak lo
Abel_alone
cobaan yg bertubi tubi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!