Tidak ada seorang pun yang menginginkan kehidupan yang memasygulkan.
Tapi, siapa yang bisa menyalahkan takdir.
Semuanya sudah di atur oleh sang Pencipta.
Walaupun, separuhnya kadang menggodot hati.
Begitu pun dengan Afrina, menjalani semua masalah yang datang tanpa menjamin kebahagian yang mehadang.
Namun, tidak semuanya memilukan.
Dia pantas bahagia, dengan seorang lelaki idaman banyak orang.
#Novel ini ditulis tidak untuk memburukkan atau menyudutkan seseorang di kalangan tertentu, semua yang sudah saya tulis tidak lain hanyalah untuk menghibur dan memberi pengetahuan semata. Dan cerita ini hanyalah fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian, atau alur cerita, semua hanya kebetulan dan tidak ada unsur kesengajaan di dalamnya.
Note : Update setiap hari, kecuali Senin dan Jum'at (Jadwal seakan-akan bisa berubah)
Ig : @Rahmaniahhh___
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmaniah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 24
Sudah empat Hari Afrina berada di Rumah Sakit Jiwa, dia sangat kangen sama ayahnya, dan juga ada rasa khawatir di dalam rasa kangennya. Tapi di sisi lain, Afrina juga sangat sedih karena kemarin dia sudah melewatkan acara pesta perpisahan di sekolahnya.
Akan tetapi, dia tidak mau larut dalam kesedihan, karena dia harus terlihat kuat, takutnya dia yang sebanarnya sehat, tiba-tiba benar terkena gangguan jiwa akibat terlalu bersedih, pikirnya.
Empat Hari Afrina di sana, menjadikan dia banyak mendapat pengalaman, dia menjadi orang yang tidak lupa bersyukur karena di beri kesehatan yang sempurna, sedangkan orang-orang di sana hanya orang-orang yang tidak sehat jiwa, dan mental. Walaupun begitu, mereka juga terlihat bahagia dengan kondisi tersebut.
Di sana Afrina menjadi banyak teman walaupun teman itu tidak sempurna seperti teman-teman di luar. Tapi dia sangat bahagia, dan juga ikut merawat teman-temannya di sana, ada yang masih kecil, sedang, ada pula yang seperti dia, ibu-ibu, serta nenek yang sudah tua. Afrina sangat menikmati kebersamaannya dengan orang-orang itu.
Saat mereka sedang asik bermain, bercanda-canda, tertawa bersama.
Tiba-tiba, terdengar suara laki-laki memanggil Afrina yang tidak asing baginya.
"Afrina anak Ayah!" ucap Bpk Andika kepada Afrina. Dia melontarkan ciumanan tepat di kening Afrina. "kamu tidak apa-apa? Ayah mencarimu kemana-mana Afrina! " ungkap Bpk Andika.
"Ayahhhh ... Apakah tidak ada yang bilang kalau aku di sini, Yah ...." sahut Afrina, lirih.
"Tidak. Ayah mencarimu kepada pihak sekolah tapi mereka bilang tidak tahu, Ayah kemudian bertanya kepada teman-temanmu mereka juga bilang tidak tahu. Ayah sudah berusaha mencarimu saat itu, tapi tidak ketemu. Karena ayah sudah bingung, ayah memutuskan untuk pulang. Dan hari ini, Ayah pergi ke kantor. Tiba-tiba, di kantor sangat rami, ternyata mereka sedang membicarakan berita bahwa kamu terkena gangguan jiwa, dan berada di Rumah Sakit Jiwa. Tidak banyak bicara, Ayah langsung meninggalkan kantor, dan menghampirimu ke sini ... Ayah sangat khawatir dengan kamu, dan ayah percaya kalau kamu sehat-sehat saja," tutur Bpk Andika,sembari memeluk anaknya yang malang.
"Afrina sehat, Yah. Afrina tidak sakit jiwa, dan hal yang bersangkutan mengenai itu, awalnya Afrina takut di sini, Afrina ingin sekali pulang, tapi tidak bisa. Akhirnya Afrina menjalani semuanya, dan ternyata Afrina cukup bahagia, bisa bermain, dan berteman dengan mereka ini," ujar Afrina kepada Ayahnya.
"Iya Afrina. Tapi kamu tidak pantas di sini, Ayah akan membawamu pulang karena tempat ini bukan tempat orang sepertimu," ucap Ayahnya.
"Aku sangat senang ayah menjemputku .... hiks," isak Afrina.
"Kamu tunggu di sini ya, Ayah mau mengurus surat-surat untuk mengeluarkan kamu dari sini," pinta Ayahnya.
"Baiklah yah , Afrina Tunggu ya," sahutnya.
Sambil menunggu Ayahnya, Afrina kembali melanjutkan bermain kepada teman-temannya tersebut, dan juga ingin mengatakan perpisahan kepada mereka walaupun mereka tidak begitu paham, karena mental mereka masih lemah untuk mengetahui masalah-masalah di luar. Tapi Afrina memahami itu, dia juga merasa sedih melihat kondisi orang-orang tersebut, ada perempuan yang mengasuh boneka sambil tertawa sendiri, ada juga yang terus menangis dan sebagainya.
"Mereka semua akan sehat kembali, dan akan bahagia," gumam Afrina, sambil tersenyum melihat mereka.
Setelah beberapa Jam, Bpk Andika datang menemui Afrina.
"Ayoo Afrina kita pulang, semuanya sudah ayah urus," seru Bpk Andika.
Mereka akhirnya pergi meninggalkan Rumah Sakit Jiwa itu, sambil sesekali memandang orang-orang yang ada di dalam, sampai Afrina meneteskan air mata, dan membasahi seluruh pipinya.
Bpk Andika menyadari Afrina yang menangis, tapi dia hanya tersenyum, dan memeluk anaknya sambil berkata, "Semua akan baik-baik saja."
#Hello guys!! Makasih ya udah baca novel aku sampai Up ke 24, Tetap baca nya sampai tamat nanti.
Oh iya, Tolong bantu aku ya biar semangat upnya, dengan cara Like 😘dan koment😍 dan yg belum rate serta jadikan favorite buruan yaa🤗 biar tau kapan aku Upnya lagi😉