Sebuah kecelakaan yang membuat Sultan diharuskan menikahi janda adik kandungnya.Perjalanan cinta yang rumit membuat Hanum berada di persimpangan jalan, kebingungan melanda ... memilih antara tetap bertahan, atau menyerah. Sampai suatu hari, dia menemukan sebuah rahasia besar tentang masa lalu Sultan yang sekarang resmi menjadi suaminya.Akankah Hanum menemukan cinta sejatinya, yang ternyata sepertinya memang sudah disiapkan oleh Tuhan dengan dibungkus sekelumit masalah?
Season 2.
Seorang gadis bernama Cinta berada di ambang dilema saat William, atasannya di kantor mendadak mengajaknya menikah. Memendam cinta kepada kakak kelas sedari dulu membuat Cinta akhirnya menerima pinangan William. Namun, sebuah fakta terkuak usai pernikahan itu terjadi, membuat Cinta begitu menyesali keputusannya.
Cinta hancur saat dia tahu dirinya ada di tengah-tengah antara William dan Raisa. William sangat mencintai Raisa, tapi Raisa mencintai Willmar yang tak lain adalah saudara kembarnya. William hanya menjadikan Cinta sebagai pelarian.
Apakah yang akan Cinta lakukan setelah mengetahui perasaan William padanya? Akankah Cinta berusaha mendapatkan hati William, atau lebih memilih mundur setelah sakit yang tak berkesudahan William berikan padanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian Safitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesal
" Benarkah? "
Hanum reflek membungkam mulut temannya karena Metha berteriak begitu Hanum selesai menceritakan kejadian yang di alaminya kemarin.
" Pelankan suaramu kak,jangan sampai menganggu pengunjung " Hanum melihat ke sekelilingnya,dia melihat beberapa pengunjung sempat menghentikan aktivitas nya dan melihat ke arah dia dan teman nya berada.
" Apa kau yakin kalau mereka hanya berteman? " Metha bertanya setelah melihat keadaan kembali kondusif.
" Suamiku bilang begitu "
" Bukan nya aku menakut nakuti kamu,tapi aku sedikit curiga.Persahabatan seperti apa yang mereka jalin,bahkan dia sampai hafal kode pintu apartemen kalian.Belum lagi Chanu..hah..kenapa juga dia memanggil suami mu dengan panggilan seperti itu? "
" Suamiku bilang itu panggilan masa kecilnya,dan dia masih menggunakan itu sampai sekarang."
" Ya sudah..begini saja,kau harus bergerak cepat "
" Apa maksudmu? "
" Kamu harus menjaga suamimu dengan baik,buatlah dia tergila-gila padamu dan jangan memberikan kesempatan kepada wanita itu untuk merebut suami mu.Kamu sendiri yang bilang kalau wanita itu kembali kesini karena pernikahan nya bermasalah kan? "
Hanum mengangguk
" Itu dia, apalagi mereka dekat sejak kecil,segala kemungkinan bisa saja terjadi Num "
" Aaaahhhh...kak Metha jangan membuat ku takut "
" Jadi benar kan? "
" Apanya?"
" Kamu sudah jatuh cinta pada suami mu?"
Pipi Hanum memerah,dia tersipu mendengar perkataan temannya,menoleh ke arah tembok tapi Metha tentu saja sudah tahu jawabannya.
.
" Kamu sudah ke toko bunga untuk mengecek karangan bunga untuk pernikahan klien dua hari lagi? " Tanya Ajeng
Hanum mendongak
" Sudah,tapi ada sedikit masalah."
" Why? "
" Mereka belum selesai merangkainya karena ada satu jenis bunga yang belum ada.Bunga itu di pesan langsung dari luar negeri,tapi aku sudah memastikan mereka akan menyelesaikan nya begitu bunga itu sampai "
Ajeng menarik bangku yang ada di depan meja kerja Hanum dan duduk disana.
" Nanti habis makan siang temani aku ke toko perhiasan ya? ada yang harus kita kerjakan disana "
" Hm..."
" Aku sudah tahu kejadian kemarin di apartemen mu? "
" Bagaimana kamu tahu? aku berniat menceritakan padamu nanti pulang kerja,kau sibuk mondar mandir mengurus banyak hal saat ini "
" Kak Adam yang memberitahu semalam "
" Apa...? jadi benar kalian pacaran? kalau memang tidak ada sesuatu diantara kalian mana mungkin dia menceritakan ini padamu."
Ajeng mengangguk, membenarkan pernyataan temannya.
" Sejak kapan kalian pacaran? " tanya Hanum penasaran.
" Belum lama kok,baru seminggu yang lalu."
" Kapan dia menyatakan perasaannya? " Hanum terlihat berpikir.
" Waktu kita sibuk mengurus pernikahan mewah pak Reno kamu ingat? "
" Ya "
" Kebetulan kita bertemu disana kan,dia dan suamimu,mereka hadir karena jadi tamu undangan."
" Langsung pada intinya saja jangan berputar putar "
" Ya baiklah,dasar tidak sabaran heeee..."
Ajeng pun mulai menceritakan pengalaman bahagia nya itu pada teman baiknya,dengan senyum yang terus terkembang di bibirnya.
Dia mengakui kalau memang dia memiliki perasaan itu sejak pertama kali bertemu dengan Adam begitu juga sebaliknya.Adam terus berusaha untuk mendekati Ajeng sejak saat itu,tidak lupa dia juga menceritakan tentang makan malam yang terjadi saat Hanum ada di Semarang.
.
Hanum melirik jam tangannya saat Ajeng menarik tangan nya untuk segera bergegas ke toko perhiasan.Dia bahkan sedikit berlari untuk mengimbangi langkah Ajeng.Tepat pukul tiga mereka sampai di toko yang dimaksud.
Tanpa basa basi Ajeng segera mengeluarkan MacBook nya dari dalam tas begitu seorang pramuniaga dengan sopan menyambut keduanya.Ajeng menunjukkan contoh desain cincin pernikahan yang dipesan klien nya.Mereka menghabiskan waktu agak lama disana,Ajeng sibuk menjelaskan jenis dan model cincin yang akan dipesan dengan panjang lebar.Memastikan tidak ada kesalahan sedikit pun.
Keduanya lalu pergi meninggalkan toko itu setelah selesai mengurus pekerjaan nya.Ajeng mengajak Hanum untuk istirahat sejenak,mereka memesan es krim di gerai yang ada di lantai keduanya melanjutkan pembicaraan pribadi yang sempat terputus tadi siang sambil menikmati semangkuk es krim yang nikmat di santap saat musim panas begini.
Hanum sibuk menyendok es krim ke dalam mulutnya,tiba tiba pandangan nya tertuju pada seorang pria dan wanita yang duduk tidak jauh dari meja nya.
Dia memicingkan matanya, untuk memastikan orang yang dilihatnya.Kedua orang itu sedang berbicara dengan akrabnya,bahkan si wanita terlihat seringkali berusaha menyentuh prianya.kadang menyentuh tangan,membenarkan dasi, merapikan jas pria itu.
Ajeng menoleh mencoba melihat apa yang dilihat temannya yang sangat serius memperhatikan sesuatu di sana.Mulutnya menganga tapi tak mengeluarkan sepatah kata pun,dia mencoba diam,berusaha untuk tidak terpengaruh.
Hanum meremas kuat kedua tangannya,berusaha menyembunyikan perubahan sikap nya di depan Ajeng.Mulai menyendok kembali es yang sudah mulai mencair.
" Num.."
" Hm..."
" Kenapa? "
" Kamu lihat itu? aku selalu berusaha menepis keraguan ku pada suamiku tapi lihat tingkah mereka.Orang yang melihat pasti akan berpikiran kalau mereka adalah sepasang suami istri."
" Aku juga merasa persahabatan mereka tidak normal layaknya persahabatan antara seorang pria dan wanita,Kak Adam sudah menceritakan tentang perempuan itu padaku.Tapi tetap saja aku terkejut melihat sikapnya pada suamimu yang terkesan agresif."
" By the way,memangnya suami mu nggak kerja?ini kan masih jam kerja " lanjut Ajeng.
" Entahlah,dia cuma bilang mau menemani teman nya itu berkeliling,sudah lama dia di Amerika dan dia bilang dia rindu suasana kota ini."
" Berhati-hatilah Num,nggak tau kenapa perasaan ku nggak enak tentang perempuan itu."
Hanum mengangguk, entah kenapa dia merasakan dadanya bergejolak.Dia merasa sangat kesal jika memikirkan semua hal tentang wanita itu.
Tapi dia juga tidak bisa mengatakan pada suaminya,dia bingung bagaimana cara mengatakan semua rasa yang muncul silih berganti di hatinya. Dia masih perlu meyakinkan dirinya tentang perasaan yang sebenarnya terhadap suaminya.
.
Tbc..🥰🥰🥰
😄