NovelToon NovelToon
Presdir Cilok

Presdir Cilok

Status: tamat
Genre:Patahhati / Fantasi Urban-Percintaan Modern / Mengubah Takdir / Romansa / Masalah Pertumbuhan / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Khinanti Nomi

PRESDIR CILOK Menceritakan tentang awal mula seorang Pemuda biasa berusia 24 tahun, bahkan mempunyai kehidupan yang sangat sederhana, setelah kepergian Ayahnya. Ia menjadi tulang punggung keluarga, ia harus bisa memenuhi kebutuhan hidup Ibu juga Adik laki-lakinya.

Putus sekolah, bekerja seadanya, sampai ia pernah menjadi kuli bangunan. Hingga suatu saat umurnya 18 tahun ia memakan olahan dari bahan dasar tepung kanji. Detik itu pula ia menemukan ide untuk membuka usahanya sendiri. Dan bermimpi untuk menjadi seorang pengusaha sukses.

Dilengkapi dengan kisah asmara cinta segitiga, dan cinta sejati.

•••

Danum masih diam, percuma saja ia mendebat Kakaknya.
"Kalau kita mau sukses jangan suka beralasan. Jika suka beralasan, jangan pernah berharap bisa sukses.” lanjut Damar. Ia pun berjalan ke kamar Ibunya meminta ridho kepada surga yang telah melahirkannya.



Langsung ikuti alur kisahnya guys...
Jangan lupa dukungannya, Like, Vote, Hadiah dan Komentar penyemangat. Semakin banyak viewers makin seru. Agar saya tetap semangat semaksimal mungkin untuk update selanjutnya...

Boleh promosi meskipun pembaca sedikit, tapi please jangan plagiat meskipun karya ini masih receh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khinanti Nomi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24 Berpikir rasional

Lepaskan segala lara..

Di sebuah Cafe, kini seorang pemuda tengah membawakan lagu-lagu hist masa kini. Lagu yang banyak digandrungi oleh kalangan remaja maupun yang sudah dewasa. Siangnya ia habiskan untuk menguleni adonan tepung kanji, serta untuk berdagang cilok.

Malam hari, selesai waktu isya pemuda ini akan bekerja sebagai penyanyi di beberapa cafe serta resepsi pernikahan yang menyukai vokal suaranya. Itulah kelebihan Damar Mangkulangit, pemuda yang gigih, tekun bekerja untuk bisa membahagiakan orang-orang yang disayanginya.

Saat ini ia sedang membawakan lagu yang diminta oleh salah satu pengunjung cafe, lebih tepatnya sebuah angkringan outdoor tempat anak-anak muda-mudi nongkrong, menghabiskan sisa waktu malam di salah satu sudut kota gudeg.

Di atas panggung, yang hanya setinggi lutut orang dewasa, kini Damar sedang duduk di kursi kayu tinggi sambil memegangi Mic dan diiringi oleh empat pemuda lainnya yang masing-masing memegangi alat musik live cafe outdoor. Salah satunya Arjuna alias Juna yang memegangi alat musik gitar, dan dua orang lainnya yang memegang kendali alat musik cajon, dan organ.

"Yah, saya akan membawakan sebuah lagu berikutnya, yang khusus di minta oleh salah satu pengunjung, Mbaknya yang manis, yang manis bukan gula aja yah, hehe,” kata Damar memberi sambutan.

"Dimana Mbaknya yang katanya manis?” teriak cowok berbaju hitam salah satu pengunjung cafe.

Damar melihat kearah cowok yang sudah biasa menjadi pengunjung cafe milik Bu Mariska, yaitu pemilik wo terkenal di kota Jogja.

"Wah Mbak manis, sepertinya Mas Baim tertarik untuk mengenalmu Mbak,” seloroh Damar mengalihkan pandangannya menatap gadis berambut sepunggung yang tergerai indah.

Serentak hampir semua orang pengunjung cafe melihat kearah yang di tuju Damar, "Tapi, Mas Baim, kayanya Mas Baim harus lebih bersabar yah, Mbak manis sepertinya tengah merasakan kegalauan seperti saya, hehe, canda yah, seperti lagu yang dimintanya,” kata Damar.

Cowok bernama Baim pun nampak manggut-manggut, Baim diam-diam melirik kearah Mbak manis yang duduk dengan kedua temannya, juga belum diketahui namanya.

"Tancap gas Im!” seru pemuda lainnya, menyemangati Baim.

"Oke, kalau begitu saya atau gue nih enaknya? Gue kali yah, biar macam orang Jakarta? Hehe canda lagi,” sebagai seorang penyanyi Damar harus memasang wajah ceria, dan harus pandai mengambil hati pengunjung.

"Sebenarnya gue ini pemalu, tapi yah? Biasa orang yang pemalu, malah malu-maluin, hehe, maaf yah candaan gue garing,”

"langsung saja, Mbak siapa tadi, oh iya Feli ini khusus untuk Mbak Feli yang manis.”kata Damar, mempersembahkan sebuah lagu yang sudah di request.

♪♪♪

Terlalu cepat kau tergoda, kasihku

Terlalu cepat kau serahkan cintamu

Tak dapat lagi kumaafkan salahmu

Sayang, biar kusendiri

Ku tak sangka kau berbuat begitu

Ku tak sangka malangnya nasibku

Oh, apalah dayaku saat ini

Tuhan, tolonglah hamba-Mu

Dalam malam kelam

Ku duduk sendiri

Tiada teman lagi

Tetes air mata

Tak terasa sudah

Membasahi pipi

Usai sudah Damar menyanyikan lagu yang di populerkan oleh Noah, namun ada yang berbeda dalam hatinya kini,

"Kenapa mewakili perasaanku.” batin Damar, ia refleks mengusap dadanya. Seolah ada yang mencubit hatinya.

Malam semakin larut, memasuki pukul 20:35 wib, Damar melirik jam tangannya. Dan tepat arah jarum jam pendek diangka 11, ia melihat gadis yang sudah membuat perasaannya gamang. Damar menatap dengan tatapan dingin, bahkan lebih dingin dari salju. Inilah salah satu yang Damar dapat lakukan bersikap acuh.

Damar juga melihat Opik menyusul Ratna yang sudah lebih dulu duduk di bangku kayu berwarna cream.

Tepat saat itu pula, Ratna mengedarkan pandangannya menatap kearah panggung dan melihat seorang cowok yang sudah menjadi mantannya.

Sama-sama tertegun, namun Damar lebih dulu mengalihkan pandangannya.

Opik Alamsyah pun memanggil salah satu waiters cafe,

"Sayang, kamu mau minum apa?” tanya Opik pada kekasihnya, yang notabene adalah mantan pacar dari temannya sendiri.

Damar tersenyum tipis, ia berpikir rasional mulai sekarang segalanya tentang Ratna harus bisa ia lupakan. Harus benar-benar ia buang kelaut, dan perumpamaan di makan ikan hiu yang ganas.

Juna pun menatap lurus, kearah Damar menatap Ratna yang sudah mulai berani menunjukkan kemesraan bersama dengan Opik tanpa adanya kecanggungan. Dan sampai saat ini pun Juna belum tahu, bahwa Damar sudah benar-benar berpisah dari Ratna. Juna hanya berpikir sejak bertemu dengan Damar, Damar bersikap lebih dingin dan acuh dari pada biasanya.

Damar pun melihat pemilik cafe yang juga pengusaha Wedding Organizer/Wedding Planner keluar dari ruangannya. Dan langsung menghampiri kliennya yang tak lain adalah Ratna dan Opik.

Damar acuh dengan apa yang akan di lakukan mantan pacarnya, dan fokus pada pertunjukan musik livenya. Tidak lagi sedikit pun ketertarikan pada gadis itu. Damar menunduk dan menghela nafasnya, seperdertik kemudian mengedarkan pandangannya, melihat kesamping kepada teman duetnya, Siska. Yang baru tiba, dan menggantikannya bernyanyi.

Wanita cantik berparas ayu dan bergigi gingsul. Damar mengamati Siska memang cantik kalau lagi bernyanyi seperti sekarang ini. Tapi untuk saat ini, hatinya seolah enggan untuk membukanya, dan lebih fokus jalan menuju kesuksesan.

Karena Damar menganggap jika kesuksesan dapat di raih, maka wanita manapun tidak akan lagi menolaknya. Juga tidak ada lagi penghinaan yang akan ia terima.

Saat ini rekan duetnya Siska sedang menyanyikan lagu berbahasa Inggris, yang di populerkan oleh Rihanna berjudul Love the way you lie.

♪♪♪

Just gonna stand there and watch me burn

[Hanya akan berdiri di situ dan menyaksikanku terbakar?]

But that's alright because I like the way it hurts

[Tak mengapa karena aku suka rasa sakitnya]

Just gonna stand there and hear me cry

[Hanya akan berdiri di situ dan mendengarku menangis?]

But that's alright because I love the way you lie

[Tak mengapa karena aku suka caramu berbohong]

[I love the way you lie]

Aku suka caramu berbohong

I can't tell you what it really is

[Tak bisa kukatakan padamu yang sebenarnya]

I can only tell you what it feels like

[Yang bisa kukatakan hanyalah seperti apa rasanya]

And right now there's a steel knife

[Dan saat ini seperti ada pisau baja]

In my windpipe

[Di tenggorokanku]

I can't breathe

[Aku tak bisa bernafas]

But I still fight

[Namun aku masih berjuang]

While I can fight

[Saat aku masih bisa berusaha]

As long as the wrong feels

[Selama yang salah tidak masalah]

It's like I'm in flight

[Rasanya aku sedang terbang]

High of a love

[Tinggi dalam cinta]

Drunk from the hate

[Mabuk dari rasa benci]

It's like I'm huffin' paint

[Rasanya aku sedang marah]

And I love it the more that I suffer

[Dan aku semakin suka saat aku menderita]

Sebuah lirik lagu yang menggambarkan pergolakan batin yang sedang Damar rasakan. Ia pun izin sementara untuk pergi ke kamar mandi. Berjalan menuju Juna yang sedang memetik senar gitar, "Aku mau ke kamar mandi dulu Jun,” bisiknya di telinga Juna. Juna hanya mengangguk.

Ketika sedang berjalan di samping kedai cafe, tanpa sengaja Damar berpapasan dengan Ratna. Damar tersenyum garing kepada Ratna yang terlihat canggung, Damar kemudian melenggang pergi seolah tidak mengenal Ratna.

Namun berbeda ekspetasinya, Ratna berbalik dan melihat punggung Damar yang hendak berbelok menuju kamar mandi, "Damar!” seru Ratna.

••

Bersambung

1
Susi Susilawati
Luar biasa
🧭 Wong Deso: terimakasih 👍🏽
total 1 replies
Yolla
akirnya kata mutiara ku terucap ...Jancuuuuuukkkkkkk 😂😂😂😂
🧭 Wong Deso: 😆😆 iya kata² yang ringan diucapkan
total 1 replies
Hu la
like
🧭 Wong Deso: terimakasih 👍🏽
total 1 replies
Bella
luar biasa
🧭 Wong Deso: terimakasih 👍🏽
total 1 replies
Bagus Prakoso
hebat...Damar bisa tau kalau adiknya bakal kembali ke tempatnya meskipun tidak sadar
delesia
cerita yg bagus
🧭 Wong Deso: terimakasih
total 1 replies
Masruri Achmad
walaupun fiksi tapi alur ceritanya asyik
Masruri Achmad: ok siap,mau komen tp telat wong udah tamat
total 2 replies
dr awal di cerita ini klo opik itu adlh pelaku nya
🧭 Wong Deso: yah, seperti itulah adanya
total 1 replies
😂😂😂😂😂😂😂😂😂
Asrori Asrori
mantap
🧭 Wong Deso: terimakasih
total 1 replies
gue kasian sm damar tunggulh bgi yg hina damar bkal dpat karma
hahaha 😅😅😅😅😅
Hm tipe gue kya si damar yg tanpa patah semangat, ga putus asa, penyabar 🙂
Hm tipe gue kya si damar yg tanpa patah semangat, ga putus asa, penyabar 🙂
Afika sakhi
othornya orang mana ini kakak ....
itu ada mahasiswa dr pemalang. kota aq
🧭 Wong Deso: salam wong Pemalang 😊.. terimakasih sudah menyempatkan singgah
total 1 replies
Reni Setia
makasih author
🧭 Wong Deso: terimakasih
total 1 replies
nurul istiqomah
bagus cerita nya.. Jogja istimewa
🧭 Wong Deso: terimakasih
total 1 replies
Jonathan Ray
tetap semangat thor&semoga sehat wal afiat.teruskan berkarya.dan sukses terus.
🧭 Wong Deso: Terimakasih
total 1 replies
Jonathan Ray
mantap nih.ceritanya mulai seru.ttp semangat bos qqq......💪💪💪💪💪
Maulana ya_Rohman
dah cus mampir.....
gak bisa comend apa²🤭
🧭 Wong Deso: terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!