Seorang gadis terpaksa menikah dengan sahabat masa kecilnya karena calon suaminya pergi begitu saja tanpa kabar dihari pernikahannya.
Hal yang paling menyakitkan dalam hidupnya bukan ditinggalkan calon suaminya saja, ternyata sahabatnya yang sudah sah menjadi suaminya menikah lagi dengan kekasih suaminya dimalam pertama mereka.
Istri kedua suaminya selalu menekankan pada gadis itu bahwa statusnya sebatas di atas kertas.
Apakah gadis itu bisa bertahan dalam menjalankan pernikahannya atau malah memilih untuk berpisah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wilda ellen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dipermalukan
Kini Mayra sedang membuat keributan di perusahaan Alex. Mayra tidak diperbolehkan satpam untuk masuk kedalam perusahaan.
"Ada apa ini?" Giant yang mengetahui ada keributan di luar kantor, langsung kebawah.
"Maaf Pak Giant nona ini memaksa untuk masuk. Dia ingin bertemu dengan pak Alex" ucap satpam yang berjaga. Giant menatap Mayra dengan tatapan dingin.
"Aku ingin bertemu dengan Alex" ucap Mayra dengan ketus pada Giant.
"Maaf nona Mayra pak Alex tidak ada ditempat. Saat ini pak Alex ada urusan penting, kalau nona ingin bertemu dengan pak Alex tolong buat janji lebih dulu" ucap Giant dengan dingin.
"Jangan menipu saya kamu! Cepat panggil Alex!" ucap Mayra dengan emosi.
"Bawa wanita itu keluar, ingat kalau sampai dia buat keributan lagi kalian tahu resikonya" ucap Giant.
"Baik, pak!" Kepala keamanan perusahaan menyuruh bawahannya untuk menarik Mayra keluar dari perusahaan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"AH.... Brengsek kamu Alex! Kamu pikir aku akan diam begitu saja? Tidak, aku akan membuat mu kau kembali pada ku!" ucap Mayra yang kini sudah berada dalam mobilnya.
Mayra sangat malu karena semua orang tadi menatapnya, dia tidak terima dengan perbuatan Giant padanya. Karena Giant semua orang menatapnya sambil tertawa. Mayra mengambil hpnya dan menghubungi seseorang.
"Aku tidak mau tahu, kalian harus menculik wanita itu!" ucap Mayra pada seseorang melalui sambungan teleponnya saat teleponnya diangkat.
"...."
"Lakukan secepatnya" ucap Mayra sebelum memutuskan sambungan teleponnya.
Setelah itu Mayra memutuskan untuk pergi ke tempat dimana dia bisa menenangkan pikirannya. Apalagi saat ini Rehan menghubunginya dan mengatakan kalau dia sedang berada di kota J.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sarah dan Sisil tidak menyangka kalau banyak orang yang datang untuk menikmati kue yang ada di toko mereka.
Karena banyak yang datang, Sarah dan Sisil memutuskan untuk membantu pegawai mereka menangani pelanggan mereka. Alex dan Reno juga ikut membantu. Ini pertama kalinya seorang CEO yang tidak melayani orang kini sedang melayani orang dengan baik.
"Sa, aku tidak menyangka kalau Alex bisa juga melayani tamu..." bisik Sisil pada Sarah.
"Em.. Aku sempat berpikir waktu dia ingin membantu, dia akan membuat pelanggan kita marah-marah" ucap Sarah sambil melirik Alex yang sedang mencatat pesanan pelanggan yang ingin menikmati kue nya ditoko sambil minum.
"Sa, bagaimana hubungan kalian? Apa sudah ada kemajuan?" tanya Sisil yang kepo karena melihat hubungan Alex dan Sarah sudah kembali seperti dulu.
"Tidak ada perubahan apapun..."
"Sa, apa kau masih mencintai Alex?" Sarah menatap Alex dengan tatapan sendu.
Sarah teringat dengan masa lalunya dimana dia sangat bahagia kalau Alex selalu bersamanya. Karena perhatian Alex dan Alex selalu ada disisinya membuat benih-benih cinta timbul dalam hatinya. Perasaan itu tumbuh saat mereka duduk di bangku SMA. Sisil dan Reno yang sudah menjadi sahabat mereka berdua, dapat melihat jelas dan tahu kalau Sarah jatuh cinta dengan Alex. Mereka selalu membujuk Sarah untuk mengungkapkan perasaannya tapi, Sarah selalu mengatakan kalau dia tidak berani.
Dia takut kalau Alex akan menolaknya dan membuat Alex menjauhinya. Tidak hanya itu saja Sarah merasa minder dengan penampilannya yang jelek, sangat jauh berbeda dengan gadis-gadis yang suka dengan Alex. Maka karena itu Sarah tidak pernah mengungkapkan perasaannya pada Alex.
Sewaktu Alex curhat padanya bahwa dia sudah menemukan kekasih yang sangat cantik membuat Sarah langsung patah hati. Dua bulan lebih dia selalu mengurung dirinya dikamar, dia juga tidak ingin berkomunikasi dengan Alex. Setiap Alex menghubunginya, Sarah selalu meminta Sisil, Reno dan papanya mengatakan kalau dirinya sedang sibuk dengan tugas Akhirnya.
"Sa....." Sarah langsung menoleh ke sampingnya menatap Sisil.
"CK... Kau pasti melamun, aku tahu cinta mu pada Alex belum pudar..." ucap Sisil menebak.
"Sok tahu, udah ah lanjut kerja aja..." ucap Sarah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari ini adalah hari kepulangan Jaya dari rumah sakit, Sarah dan Alex lah yang menjemput Jaya dari rumah sakit.
"Pa, ini suster Nara. Suster Nara yang akan selalu membantu papa dirumah." ucap Alex saat seorang suster masuk kedalam ruangan Jaya.
"Benar pa... Suster Nara akan membantu menyiapkan segala keperluan papa, kalau Sarah tidak ada." timpal Sarah lagi.
"Astaga... Papa masih bisa mengurus diri papa sendiri." ucap Jaya.
"Untuk sebulan saja, kok pa... Papa baru keluar dari rumah sakit, dan papa masih butuh banyak istirahat" Sarah tahu kalau papa nya pasti akan menolak.
"Tapi, nak..."
"Pa, Sarah mohon untuk satu bulan saja. Sarah tidak bisa 24 jam disamping papa. Sarah harus mengurus toko Sarah yang baru buka dan toko sepatu papa. Sarah mohon papa jangan nolak ya..." mendengar ucapan Sarah membuat Jaya setuju dengan keputusan Alex dan Sarah.
"Terimakasih pa...." Sarah sangat bahagia karena Jaya tidak menolaknya lagi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah mengantar papanya Sarah pulang, Sarah dan Alex kembali ke rumah mereka untuk mengganti pakaian mereka. Saat mereka masuk, mereka sangat terkejut melihat kedua orangtuanya Alex ada didalam rumah mereka. Dan kini beberapa koper besar sudah ada dihadapan mereka.
"Ma, pa..." sapa Sarah dan Alex bersamaan.
"Ma,. ini koper papa dan mama?" tanya Alex Setelah mencium tangan orangtuanya.
"Tidak!" jawab Chelsea dengan tersenyum.
"Jadi?"
"Tentu saja punya kalian. Kamu lupa kalau kalian akan tinggal di rumah mama dan papa setelah papa mertua mu pulang dari rumah sakit?"
Sarah dan Alex melupakan keputusan orang tua mereka tempo lalu saat Alex mengatakan perbuatannya dibelakang orang tua mereka.
"Ma..." Alex tampak sangat tidak setuju dengan keputusan mamanya. Sedangkan Sarah tampak diam saja, dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya.
"Tidak ada bantahan, Alex! Mario, Giant bawa semua koper ini kedalam mobil" ucap Chelsea dengan tegas.
Alex dan Sarah tampak diam saja, mereka memilih pasrah dengan keputusan yang diberikan orangtuanya Alex.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kini mereka semua berada dirumah kediaman keluarga Aditama. Chelsea menyuruh pembantunya untuk membawa koper milik Alex dan Sarah ke kamar Alex.
"Alex bawa Sarah ke kamar mu... Setelah itu kita makan siang bersama. Oh, ya untuk hari ini lebih baik kalian tidak ke kantor dulu." ucap Chelsea.
"Kenapa, ma? Apa ada acara?" tanya Sarah.
"Mama ingin kita makan malam bersama semuanya di sini, sebagai acara ucapan syukur untuk kesehatan papa mu. Mama sudah menyuruh supir untuk menjemput papa mu dari rumah. Oh, ya kalian juga bisa menghubungi teman-teman kalian" ucap Chelsea sambil memeluk Sarah dari samping.
"Kalau begitu Sarah ikut bantu-bantu di dapur ya ma..."
"Tidak perlu sayang, semuanya sudah yang urus. Kalau kamu mau, kamu bantu mama masak kue bagaimana?"
"Mau, ma..."
"Akhirnya aku bisa juga merasakan masak bersama dengan putri sendiri..." ucap Chelsea dengan bahagia. Alex dan Bryan melihat tingkah Chelsea hanya geleng-geleng kepala saja.
******