Amelia Tasya hamil karna seorang dokter yang secara sengaja melakukan prosedur bayi tabung dari benih seorang pangeran negeri hindustan Alexander holland.
hidup amelia seakan dijungkir balikkan sebab kehamilan nya diketahui oleh alex hingga membuatnya harus menuruti segala perkataannya.
karna seorang saingan ingin menghancurkan reputasinya agar tidak diangkat menjadi raja ia berusaha membuat Amelia celaka agar bisa balas dendam padanya.
bagaimana kisahnya....silakan lanjutkan.
mohon maaf jika alur cerita masih acak maklum masih pemula
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ukka Sulemang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 24
disinilah aku dikamar perawatan yang sudah 1 bulan lebih ku tempati apa yang diceritakan reisa sangat membuat ku syok dalam hati batin ku berteriak tidak namun keanyataan yang terpapang di depan ku mengatakan semua kebenaran yang ingin ku ketahui selama ini.
ku buka lembar demi lembar foto foto yang diberikan reisa padaku tentang kebusukan alex dan kawan kawan nya hingga tak sengaja tangan ku menyentuh sebuah tap recorder yang menyerupai ibu jari terselip di antara berkas berkas ku perbaiki duduk ku mendengarkan tap rekorder yang percakapanya kira kira bagini:
“kita harus bisa menjaga anak yang berada di kandungan amelia dan tidak boleh ada yang tau jika bayi yang berada dikandungan amelia itu adalah bayi alex ucap seseorang yang amelia yakini itu adalah suara al
“iya itu benar,lalu bagaimana jika anak itu sudah lahir?tanya yang lain
“kita akan menjaga bayi bayi itu sementara ibunya sebaiknya kita singkirkan dia bawa ia menjauh dari kita semua kalau bisa keujung dunia ini”ucap ucap reano
“semoga itu cepat terjadi aku juga sudah lelah berpura pura baik padanya “ucap yang mirip suara el
“jaga gadis itu agar tidak membuat masalah,lakukan sesuai yang alex perintah kan”
TAK(suara benda jatuh)................. tak sadar tap rekorder yang ku pegang jatuh dari tanganya sedetik kemudian aku tak dapat menahan air mataku kilas balik perhatian mereka semua berbutar putar di memoriku aku jatuh merosot hiks...hiks..hiks sungguh sandiwara yang sangat bagus mereka memaikan peran mereka masing masing dengan sangat sempurna hingga aku tidak bisa membedakan mana yang asli atau palsu.
“ha ha ha ternyata aku adalah orang paling bodoh di sini yang termakan oleh perhatian palsu mereka”ucapku tertawa meruntuhki kebodohan yang selama ini
aku duduk bersimpuh menangis menumpahkan semua rasa sakit namun aku bangkit dan berkata pada diriku sendiri bahwa aku harus kuat demi anakku ucap ku mengusap perutku yang sudah mulai membuncit aku menghapus air mataku namun.
“ahhh”keluh ku merasa gerakan mereka seakan mereka merasakan apa yang ku rasakan sekarang,setelah ku rasakan gerakan mereka sudah tidak se aktif tadi ku memutuskan untuk membersikan diri aku juga harus menjaga tubuh ku agar tidak kelelahan karna bukan hanya aku saja tapi ada mereka juga itu sebab nya aku harus kuat demi mereka.
istana alex
alex duduk dengan wajah yang mengenaskan muka pucat dan kantung mata nya menandakan ia tidak tidur selama beberapa hari semua ini karena ia menghadapi masalah,beberapa negara tetangga memilih memberontak sebagian dari mereka sudah tidak ingin bermitra dengan kerajaan yang dipimpin nya hanya karna dirinya menukar surat perjanjian keamanan antar negara dengan seorang wanita hamil yang bahkan belum pasti ayah bayi yang dikandung wanita itu adalah dirinya.
alex mengacak gacak rambutnya tanda ia sangat pusing dengan masalah ini alex memandang keatas sambil memenjamkan matanya
“sebaiknya kau istirahat dulu yang mulia,jangan terlalu memaksakan diri jaga kesehatan mu”ucap ratu eliza yang datang melihat putranya
“ehh...ibunda!! kapan ibunda datang?”ucap alex terkejut dengan kedatangan orang yang melahirkan nya itu
“sudah beberapa kali aku memanggil mu tapi kau tidak mendengarkan nya nak,ada masalah apa?dan lihat dirimu sekarang kau tak ubahnya mayat hidup”ucap ratu eliza yang geram dengan ketidak terbukaan putranya
“tidak ada masalah apapun bundaku sayang ini hanya berkas berkas biasa”ucap alex dengan senyuman yang dipaksakan ia tidak ingin bunda nya mengkawatirkanya
“tapiiii.”ucap bundanya alex berjalan memeluk ibunya agar ibunya itu tidak meneruskan ucapanya jika tidak ia akan mendengar omelan ibunya yang menambah pusing dirinya.
alex menuntun ibunya keluar dari ruang kerja nya
“sebaiknya ibunda istirahat atau setidaknya menemani ayah “putus alex ia tidak ingin ibunya tau lebih banyak alex memandang punggung ibunya dengan perasaan bersalah
ratu eliza tau kalau putranya tidak akan terbuka padannya walaupun ia mendesak nya rupanya ia memang harus menyelidikinya sendiri “dia kira bisa menyembunyikan sampai kapan pun ,baiklah jika itu ,maumu aku akan mencari tau sendiri”gumanya yang hanya bisa didengar olehnya saja ia pun melangkah mencari keberadaan suami tercintanya ia rindu pada nya sudah seharian belum pernah bertemu dengan nya(kayak abg banget si bunda ratu).
setelah sedikit tenang dan berganti pakaian aku memilih duduk di dekat jendela memikirkan cara agar
keluar dari rumah sakit ini aku ingin hidup bebas dan jauh jauh dari alex dan kawan kawan nya aku ingin tinggal dengan anak anakku mereka tidak perlu status dan harta ayahnya dan aku tidak mau dipisahkan dengan mereka walau sedetikpun ucap dalam hati sambil memeluk perutku.
hari ini ku minta riska sahabat ku untuk datang menemui ku dan ia pun setuju dan sekarang riska sudah dalam perjalanan kesini,aku sudah siap siap ku lirik jam sudah menunjuhkan pukul 9 sekarang waktunya pemeriksaan dr.revan astaga aku lupa dokter revan tidak bolah tau jika aku memiliki teman itu tidak akan aman untuk rencanaku semoga saja riska datang setelah pemerikasaan dokter revan.
“tok..tok..tok pemeriksaan harian “ucap suster yang menegetuk puntu
“silakan masuk sus”ucapku setelah melompat ketempat tidur dengan cepat
dokter revan melangkah maju setelah dibukakan pintu di ikuti beberpa suster dibelakangnya ia melangkah mendekat kearah ku ku tersenyum namun dibalas dengan tampang datar olehnya entah kenapa mood nya rusak hari ini tidak serti biasanya.
“usia kandungan mu sudah hampir memasuki 4 bulan minggu depan usian nya sudah 16 minggu,malam ini aku perlu memeriksa janin nya kembali ada serangkaian tes yang harus kau jalani”ucap dr revan
“bukan janin ku sehat sehat saja tes apa lagi yang harus ku jalani?”tanyaku tapi dokter revan meilih diam dan melangkah pergi pirasatku mengatahkan ada yang aneh namun mungkin ini demi bayiku
kyaaaa selesai lagiii...
kemarin sempat patah semangat karena yang bab yang udah selesai kehapus....
salam sayang untuk pembacaku semua.....
lha katane Amelia meninggal..kok ini hidup
bingung aku
ternyata itu untuk jadi kelemahan alex to