Warning!!!
Hasil meras otak sampe kering, jadi jangan copas👌👌
Terdapat beberapa 21+ harap dewasa dalam menanggapi.
Silahkan Follow dulu akun author.
Follow juga ig author: @dee_h.s
Perempuan dingin dengan segudang misteri ke bungkamannya.
Dengan sikap yg dingin melebihi kutub utara, dengan amarah yg mudah meledak kapan saja membuat tindakannya meyerupai psikopath.
Sampai akhirnya ia bertemu dengan lelaki yg mampu menjadi peredam dari semua sikap yg ia sendiri tidak bisa kendalikan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dee h.s, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 24
Jika kau sangat mencintai sesuatu, tentu kamu tidak ingin membaginya.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹*
"Kenapa Luca bisa hebat banget ngalahin gue dengan hiro yg gue kuasai?" Gior masih terus memikirkan kekalahannya, bukan masalah tentang pertaruhan itu, tapi ini tentang bagaimana seorang gadis cantik bisa sangat lihai memainkan game.
"Mungkin dia udah sering main ML juga bro." Jawab Edward yg masih setia di samping Gior.
"Gak mungkin. Secara, tu bocah gak pernah mainin hp dan gue juga gak pernah liat dia main ML. Apalagi pas dia main tadi, dia kayak gak kuat kalo main lama-lama."
"Terus menurut lo dia menangnya gimana? Gak mungkin dia curang karena yg setting kan lo. Peralatannya juga dari rumah ini kan?" Ucapan Edward ada benarnya juga, seorang Luca tidak akan pernah mau bermain curang.
"Atau mungkin Luca itu bidadari atau semacam punya kekuatan super gitu? Gak mungkin juga dia itu mahluk halus yg nyamar jadi Luca di rumah ini." Gior bergidik ngeri memikirkan hal-hal aneh di kepalanya.
Edward langsung menoyor kepala Gior yg mulai kehilangan akal." Lo udah gak waras."
"Lo ngerasa aneh gak sih?" Tanya Gior sembari mengusap kepalanya.
"Gue emang rasa dia aneh. Kenapa bisa dia secantik itu, apalagi tatapan matanya, beeeehhhh nancep langsung ke hati gue." Edward mulai mengingat sosok cantik yg berada di hadapannya tadi.
"Ih lo mah buaya darat otak lo itu itu mulu."
"Enak aja buaya ngatain buaya, lagian masih mending otak gue isi begituan, dari pada otak lo isinya cewek telanjang semua makanya lo begok." Celetuk Edward tidak terima.
"Suka-suka gue lah."
"Gue samperin Luca dulu ya." Edward berniat menghampiri Luca namun Gior melarangnya.
"Jangan kalo lo masih mau punya nyawa, lo gak tau kalo dia marah gimana. Lo gak liat tadi ada kakak gue, dia gak mungkin izinin lo nyamperin ponakan kesayangannya." Ungkap Gior.
"Yah gagal dong, ya udah gue pulang aja besok gue ke sini lagi." Dengan girang Edward pergi meninggalkan kamar itu, dan pucuk di cinta Luca pun tiba.
Ia melihat Luca sedang berada di bawah mengambil air minum.
"Hay Luca." Edward menghampiri Luca dengan senyum anehnya.
Luca tidak memperdulikan sapaan Edward dan masih sibuk menegak habis minumannya.
Edward menatap paha mulus Luca dari belakang ketika ia sedikit menjinjit mengambil makanan di lemari atas. Sungguh pemandangan yg indah yg tidak bisa ia sia-siakan begitu saja.
"Lo gak mau pulang?" Suara serak khas Galang mengagetkan Edward yg sedang menikmati musim semi.
"Eh iya kak ini udah mau pulang, daaa Luca." Laki-laki itu melambaikan tangannya pada Luca. Sementara Luca hanya menatapnya aneh.
"Suka banget pamerin paha?" Galang meraih gelas bekas Luca minum.
"Hah?"
"Ngapain pake rok pendek begitu kalo gak mau pamerin paha? Ini lagi baju gak ada lengan di pake, besok beli baju baru gak usah pake yg kurang bahan."
"Apasih ngatur ngatur." Luca mulai melangkahkan kakiknya satu langkah, tapi Galang menarik pinggangnya dan memeluk ia dari belakang.
"Kamu gak mau nurut?" Tanya Galang, kali ini dengan suara yg sangat lembut sembari menyandarkan kepalanya ke bahu Luca.
Luca akan kalah jika terus begini."Iya aku gak pake lagi."
Sementara di atas sana Gior sudah menganga melihat adegan itu sedari tadi."Ini gue abis liat scandal om sama ponakan apa gimana nih?" Gior menggaruk kepalanya bingung.
"Gue tidur aja ah, malah gue yg panas dingin liatnya." Gior pergi dan berniat untuk tidur.
Galang membalikkan tubuh Luca untuk menatapnya, jarak mereka sangatlah dekat sampai nafas mereka terasa hangat saat menyentuh kulit satu sama lain. Galang memiringkan kepalanya dan mel*mat bibir Luca dengan lembut.
Luca hanya diam tanpa membalas ciuman Galang sampai laki-laki itu melepasnya.
"Jangan nakal ya, aku gak suka." Galang tersenyum dan mengecup kening Luca.
Untunglah Gior sudah pergi dan tidak melihat adegan ini. Jika tidak ia bisa jatuh pingsang karena terkejut melihat kakaknya yg sangat berwibawa dan anti wanita sedang berciuman dengan keponakannya sendiri.
.
.
.
.
.
GUYSS love youuuuu🥰✌😘
btw jangan lupa mampir di karya ku :
‘Aku Tak Mengerti’
budayakan saling support 🤍💗
aku bolak balik ngintip g ada bab baru