NovelToon NovelToon
Perjalanan Menjadi Dewa

Perjalanan Menjadi Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Petualangan / Kultivasi / Fantasi Timur
Popularitas:248.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mager nulis nama

Terlahir di dataran es membuat Hao Chen harus menjalani pelatihan ekstra dari sekte kecil tempatnya tinggal.

Namun tidak di sangka, Hao Chen yang polos dan baik hati ternyata dulunya adalah dewa kematian yang begitu di takuti oleh dewa lain hanya dengan mendengar namanya.

Huhuhuhu.... 😭 Sangking bersalahnya author pengen ngubah judulnya jadi perjalanan penembusan dosa author

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mager nulis nama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24.ANAK ANEH

Dua eps sebelumnya berjumlah 2000 kata, saya pikir itu terlalu banyak dan sangat menyita waktu. Untuk itu mulai sekarang, saya hanya akan menulis sampai 1500 kata agar memiliki waktu untuk kembali up dengan eps selanjutnya.

Selamat datang ! Sebelum membaca, saya sarankan untuk menyiapkan segelas kopi dan handsetnya. Sudah ? Seruput kopi dan selamat membaca 🤙

...****...

Hampir semua penonton tersita perhatiannya ketika Hao Chen menaiki arena 1 dengan Xin Yuan sebagai lawannya. Xin Yuan sendiri tidak yakin bisa menang melawan Hao Chen, namun ia memilih untuk melawan ketimbang menyerah seperti pengecut.

"Ku hargain keberanian mu untuk tidak menyerah. Sebenarnya aku tidak memiliki masalah dengan mu, tapi sebaliknya, kaulah yang sengaja mencari masalah dengan ku. Jadi aku akan mengeluarkan seluruh kemampuan ku untuk menghargai mu,"

Xin Yuan menatap rendah Hao Chen, meski sebenarnya merasa takut ia harus tetap terlihat mendominasi dimana lawannya.

"Jangan banyak bicara.. Jika memang hebat, maju dan lawan aku dengan seluruh kemampuan mu,"

Hao Chen tersenyum kecil,"Baik, jika itu mau mu,"

Ketika wasit sudah menurunkan sebelah tangan, Hao Chen langsung melesat ke Xin Yuan lalu memukul ke depan yang langsung di sambut oleh Xin Yuan dengan menyilang kedua tangan untuk menahan pukulan Hao Chen.

Raut wajah Xin Yun segera berubah memburuk ketika menahan satu pukulan Hao Chen. Iapun melakukan serangan balasan dengan menyemburkan api dari mulutnya guna memaksa Hao Chen melompat mundur.

Xin Yuan merasa kedua tangannya seakan remuk berkeping-keping. Kuatnya pukulan Hao Chen membuat Xin Yuan tidak yakin, apakah kedua tangannya dapat bertahan jika menerima serangan Hao Chen lagi

Xin Yuan mencari celah agar dapat menghindar dari pertarungan jarak dekat, karena sadar dirinya akan kalah jika hal itu sampai terjadi. Untuk menetralisir pertarungan jarak dekat, Xin Yuan segera melakukan serangan jauh dengan melempar banyak bola api berukuran sedang ke arah Hao Chen.

Kekuatan api Xin Yuan memang lebih hebat dari api lain, mengingat sektenya merupakan pengelola elemtal api terbaik. Namun tetap saja api sekuat itu hanya ampas bagi Hao Chen.

Dengan mudahnya Hao Chen menangkis semua bola api yang datang ke arahnya menggunakan kedua tangan yang dilapisi es tipis namun sekuat baja.

Setelah melewati beberapa pertarungan melawan Hao Chen. Tentunya Xin Yuan sadar kalau serangan ini sama sekali tidak melukai Hao Chen, tetapi dengan menggunakan teknik ini justru Xin Yuan bisa memanfaatkan nya untuk mendorong Hao Chen sampai jatuh dari arena.

Namun sangat di sayangkan, ide jenius Xin Yuan yang ingin mendorong jatuh lawanya segera diketahui oleh Hao Chen yang menyadari rencananya.

Dari sela-sela jari nya, Hao Chen menciptakan sepuluh jarum es yang segera ia lesatkan ke arah Xin Yuan dengan serangkai gerakan tangan yang nampak cepat.

Sebagian jarum berhasil Xin Yuan hentikan dengan bola api, tetapi sebagian lagi berhasil menancap di beberapa bagian persendiannya.

Xin Yuan segera menyadari niat Hao'Chen yang ingin membuatnya lumpuh segera berdecak, kemudian meledakan sebuah energi panas dari tubuhnya untuk melelehkan beberapa jarum yang menancap di tubuhnya.

Setelah tubuhnya kembali bisa digerakkan dengan leluasa, Xin Yuan menciptakan sebuah busur panah lalu menyerang Hao'Chen bertubi-tubi dengan hujan anak panah api.

Membuat Hao Chen yang melihat serangan itu segera menciptakan sebilah pedang, kemudian menahan ratusan anak panah yang datang ke arahnya dengan gerakan kecil agar tidak menguras terlalu banyak tenaga.

Ling Feng yang menonton pertarungan Hao Chen dibuat kagum oleh kemampuan cucu angkatnya itu. Bagaimana tidak, Hao'Chen sudah menghilang beberapa bulan terakhir dan kembali muncul dengan seluruh seni beladiri sekte lotus keabadian yang dikuasainya.

'Jadi selama ini anak itu berlatih diam-diam, bahkan aku sendiri tidak mengetahuinya. Jadi sesuai dengan dugaan ku, anak itu memang memiliki bakat diluar nalar'

Di dalam benaknya, Ling Feng teringat dengan perkataan Ling An sebelumnya yang menyinggung tentang penerus sekte lotus keabadian.

'Apakah ini yang dimaksud An'er sebelumnya ? Jika begini akupun setuju kalau Chen'erlah yang akan menjadi penerus ku.'

Setelah puas berpikir tentang penerus, Ling Feng kembali fokus dengan pertarungan Hao Chen dan Xin Yuan yang nampak menyita perhatian.

Hanya dengan melihat saja, Ling Feng tau kalau Hao Chen hanya sedang bermain-main, dia bisa saja mengakhiri pertarungan berat sebelah itu sekarang juga kalau mau.

Merasa kalau pemenang nya sudah pasti Hao Chen, Ling Feng teralihkan perhatiannya pada arena tiga, dimana diarena itu terlihat Ling An sedang bertarung melawan seorang wanita yang menggunakan double pedang trisula sebagai senjatanya.

Meski lawan menggunakan senjata, Ling'An tetap dengan tangan kosong serta dengan beladiri nya yang khas dan anti menggunakan senjata.

Dengan membalut kedua pergelangan tangan menggunakan es tipis berwarna putih pucat. Ling An tidak perlu takut kedua tangannya terluka saat berkontak langsung dengan senjata lawan, sehingga membuatnya dapat bertarung dengan lebih efisien. Tidak hanya itu saja, sampai sekarang Ling An nampak lebih mendominasi pertarungan karena dengan serangkaian gerakan lincah yang di peragakanya, berhasil membuat lawan kesulitan untuk menghindar apalagi menyerang balik.

"Sejauh ini An'er melakukannya dengan baik, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Apalagi Fei'er, gadis itu sudah berhasil membuat lawannya kalah dimenit awal pertarungan,"

Perhatian Ling Feng kembali pada pertarungan Hao Chen dan Xin Yuan. Kedua pemuda itu terlihat masih mengadu kekuatan, nampak imbang namun perbedaan kekuatan jelas terlihat antara keduanya.

'Apa yang telah dilakukan Chen'er diatas sana ? Dari banyaknya kesempatan yang datang, Kenapa dia tidak langsung mengakhiri pertarungan itu, apakah ada masalah diantara mereka yang tidak ku ketahui ? Ya.. Meski begitu, itu juga bukan urusan ku, biarlah ini menjadi permasalahan mereka,'

Ling Feng yang memang sudah mengetahui kalau Hao'Chen adalah anak berbakat, tidak lagi tekejut ketika melihat kemampuan yang dimiliki cucunya itu setara dengan pendekar rana bintang emas atau mungkin lebih.

'Jadi Chen'er bisa mempelajari seluruh kemampuan lawan agar mengetahui akan mengambil langkah seperti apa kedepannya,'Ling Feng juga berpikir kalau Hao Chen bisa mempelajari gerakan musuh, karena sejak melihat bocah itu, Ling Feng seperti melihat sebuah bayangan yang memperagakan apa yang di lakukan mangsanya.

Bahkan raut panik jelas terukir di wajah Xin Yuan saat satu persatu gerakannya sudah di baca Hao Chen, bahkan untuk menyerang saja Xin Yuan kesulitan karena seluruh serangannya selalu dihindar dengan baik oleh Hao Chen.

'Apakah dia benar-benar manusia ? Seluruh gerakan ku habis di pelajari olehnya, kedepannya aku harus menggunakan gerakan apa jika keadaan masih begini terus ??'

Xin Yuan mengumpat tidak jelas di dalam hati, sadar kalau seberapa lama dia bertahan akan tetap berkahir dengan keadaan mengenaskan.

Melihat Xin Yuan mulai kehilangan harapan, membuat Hao Chen tersenyum kecil melihatnya, kemudian menghilangkan pedang dan menggantinya dengan sebuah busur es.

Penyelenggara Wang Ergou yang melihat segera terkejut dan mempresentasikan kepada seluruh penonton kalau Hao Chen akan menyerang Xin Yuan dengan gerakan Xin Yuan sendiri.

Seluruh penonton bersorak-soraya dengan begitu semangat. Xin Yuan yang melihat kemampuan miliknya digunakan Hao Chen hanya dapat berdiri pasrah dan menyesali perbuatannya yang sudah mencelakai Ling An.

'Si4l, harusnya aku tidak mencari masalah dengan orang itu,'

Hao Chen yang hendak menarik busur menghentikan niatnya kemudian menghilangkan busur itu, membuat seluruh penonton terdiam dengan perasaan bingung.

"Aku bosan menggunakan kemampuan yang ku curi, bagaimana jika ku perlihatkan segelintir teknik ku untuk membuat mu menyesal,"

Xin Yuan tersenyum meremehkan,"Jangan sombong, kau itu bukan apa-apa anak kecil,"

Hao Chen hanya tersenyum kecil. Kemudian tiba-tiba terdengar sebuah ledakan energi yang nampak mengebul-ngebul dari dalam tubuhnya. Membuat semua orang di stadium mengeluarkan keringat dingin dengan hawa mengerikan yang dapat dirasakan sampai menusuk tulang.

Seluruh anggota sekte gagak ilusi dan sekte iblis hitam menoleh ke arah arena 1. Mereka nampak biasa saja melihat hal itu, seakan sudah sering melihatnya.

"Jadi, anak itu berada di Rana bintang emas tahap awal ? Sungguh mengesankan, aku tidak tahan ingin menghajar wajahnya sampai hancur hingga membuatnya lupa pernah memiliki wajah sebelumnya,"

Hao Chen melakukan beberapa gerakan ringan, dari gerakan itu terciptalah sebuah kumpulan energi yang membentuk tubuh seekor naga putih di belakang punggung Hao Chen.

Xin Yuan yang sadar dirinya berada dalam masalah tak dapat melakukan apa-apa, bahkan untuk mengangkat tangan sebagai tanda menyerah tidak bisa, seakan tubuhnya kaku tidak bisa digerakkan.

'Ja-Jadi ini rasanya terintimidasi sampai tidak bisa melakukan apa-apa ? Untuk pertama kalinya, aku benar-benar merasa takut kepada sesuatu,'

Xin Yuan menatap ke arah Hao Chen, kemudian memejamkan mata dan sedikit tersenyum.

'Kurasa ini akhirnya..'

Hao Chen melakukan pukulan ke depan, membuat jiwa naga yang terbentuk dari gumpalan energi besar dari tubuhnya melesat ke arah Xin Yuan yang nampak berdiri dengan pasrah.

Patriack sekte matahari nampak membeku melihat murid terbaiknya memiliki semangat juang yang begitu kuat, meski dari awal dia tau akan kalah, Xin Yuan tidak ingin mengakui kekalahannya karena itu adalah jalan seorang pendekar sejati.

"Kau tegar sekali Yu'er. Sampai kapanpun kita berdua tetap guru dan murid, memiliki murid seperti mu adalah kebanggaan terbesar bagi ku."

Ling Feng yang melihat kalau energi berbentuk naga yang melesat ke arah Xin Yuan dapat membunuh pemuda itu bertanya-tanya kenapa Hao Chen melakukan hal itu.

Tiba-tiba terdengar suara dentuman kuat saat energi berbentuk naga itu menghantam sesuatu, membuat seluruh orang di podium kesulitan melihat karena tebalnya asap akibat ledakan itu.

Semua orang menatap ke arah arena 1. Begitu asap mulai menipis, mata orang-orang terbuka lebar melihat sebuah kawah tercipta tepat di samping Xin Yuan yang nampak masih memejamkan mata dan tidak sadar akan hal itu.

Xin Yuan merasa heran karena rasa sakit yang siap ia terima tidak kunjung datang. Iapun membuka mata dan melihat sebuah kawah tercipta tepat di sampingnya, membuat kedua kaki Xin Yuan seketika terasa lemas hingga membuatnya terjatuh ke posisi duduk, kemudian menatap Hao Chen seperti sedang berhadapan dengan hantu.

"Ka-Kau berniat membunuh ku ? Itu dilarang !!"

Hao Chen tersenyum,"Apakah sekarang kau mati ?

Xin Yuan seketika terdiam. Iapun seketika merasa ketakutan ketika melihat Hao Chen berjalan ke arahnya, seperti sedang melihat hantu Xin Yuan bergerak mundur.

"Jangan mendekat ! Ku peringkatkan kau !! Aku sudah meminta maaf kepada gadis mu ! Lalu apa lagi yang kau inginkan dari ku ??"

Langkah Hao Chen terhenti, kemudian tersenyum polos."Jadi kau sudah meminta maaf ? Hahaha, kenapa tidak bilang dari tadi. Maaf sudah membuat mu hampir terkena serangan jantung,"

Xin Yuan nampak bingung, begitu juga dengan seluruh penonton. Sedangkan seorang pemuda berjubah hitam yang duduk di podium sekte gagak ilusi nampak tersenyum kecil.

"Jadi si bodoh itu hanya menagih permintaan maaf ? Dasar anak aneh,"

Penyelenggara Wang Ergou yang sempat terdiam sejenak, segera menyiarkan kalau Rode di arena 1 telah dimenangkan oleh Hao Chen.

Hao Chen mengulurkan sebelah tangan, berniat untuk membantu Xin Yuan berdiri.

"Maaf, tadi itu aku hanya bermain-main,"

Xin Yuan nampak terkejut,"Hanya ?! Itu tadi hampir membunuh ku tau,"

"Karena itu aku meminta maaf,"

Xin Yuan menggeleng kemudian menyambut tangan Hao Chen dan kembali berdiri.

"Kau benar-benar anak yang aneh,"

Segera Xin Yuan berjalan turun dari arena, sedangakan Hao Chen yang melihat hanya sedikit tertawa.

1
Xuan Yan
🤩😎
Xuan Yan
ttap semangaaat Thor
💪
Xuan Yan
🤩😎
Xuan Yan
🤩😎 muantaaab👍
Xuan Yan
🤩😎
Xuan Yan
ttap extra semangaaat Thor
💪
Xuan Yan
sungguh prolog yg bgs
🤩😎
minak jinggo
pihak admin mana nieh.. author kyak gini d lolosin.. apa kepepet gk punya author yg kompeten d APK ini
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut thor
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lanjut thor
Rinaldi Sigar
lanjut
Eren Yeager
maaf maaf, khilaf sampe lupa pernah bikin novel gw njirrr
Lucas Immanuella: emng BABI kau nii Thor🗿
total 1 replies
Erlangga Wahyudi
udh hampir 4 thn ga up...udh hbs brp galon kopi thor nunggunya
إندر فرتما: aku kira udah meninggal author nya
total 1 replies
Christian Matthew Pratama
copypaste
Bonar Afrianto
Luar biasa
Alex Kawun
luar biasa kau hao chen
sayang nya pembaca tdk pernah tahu bgmana HC bisa menguasai kepandaian yg di miliki nya itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!