NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Sugar Daddy

Terpaksa Menikahi Sugar Daddy

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Misteri / Cintamanis / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial
Popularitas:99.4k
Nilai: 5
Nama Author: Pena Mustika

Rosi seorang gadis yang nakal, peminum, perokok dan menyukai dunia malam. Tanpa sengaja menikahi seorang Duda pendiam, dialah sang Sugar Daddy langganannya untuk sebuah kencan palsu.

Duda pendiam ini tidak menyukai Rosi sedikitpun, dia hanya menginginkan Rosi selalu bersamanya dan membayar Rosi dengan uang yang sangat banyak. Rosi adalah anak SMA kelas 2 di suatu sekolah swasta di Kota. Kehidupannya yang berliku membawanya, menjadi wanita muda yang liar di gelapnya dunia malam.

Karena tuntutan dunia elit yang gila, dia terpaksa menjadi simpanan seorang Sugar Daddy yang pendiam dan selalu membayarnya dengan sangat memuaskan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Mustika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TMSD-15 : Mesin Capit Hati Wanita

#Plagiarisme tidak author benarkan, author akan menuntut orang yang mengklaim hasil karya author.

#Selamat membaca😍😘

Jadwal sekolah Rosi dibagi dalam satu minggu yaitu senin-kamis bekerja, jumat-sabtu home schooling. Sudah sekian hari ia menunggu David tapi belum mendapat kabar juga. Pagi itu Rosi berangkat seperti biasa, sarapan lalu dijemput oleh sekretaris David.

"Bu hari ini ada meeting" kata sekretaris

"Jam berapa?"

"Jam 3 sore bu"

"Okey"

Setiba dikantor Rosi menjalani aktivitas seperti biasanya siangnya ia kembali makan siang di cafe, Rosi meminum jus alpokat sembari menyelesaikan tugas kantornya. Tiba-tiba tanpa sengaja ia sadari jus alpokatny tersenggol dan mengenai jas pria yang melalui sisi luar mejanya.

"Aduh maaf-maaf" kata Rosi merasa bersalah pada pria itu, segera ia meraih tissue dan mengelap jas pria bermasker itu.

"Mas Juna?! kenapa kau mengikuti kuterus?!"

Juna membuka maskernya dan berkata,

"Jangan besar kepala siapa yang mengikutimu Nyonya David?!"

"Lalu kenapa mas disini??" tanya Rosi heran

"Ini cafe saya nyonya David"

"Hahh?"

"Kenapa ha??, saya tidak mau tahu kau harus mengganti jas ini. Jas ini saya beli di Amerika."

"Berapa?" tanya Rosi sembari mengeluarkan cek bank.

"Saya tidak suka uang, temani saja saya mencari jas yang serupa, lagian kamu istirahat sampai jam 2 kan?"

"Dimana mas tau?" tanya Rosi penasaran

"Saya juga punya perusahaan, saya bosnya saya tahu kapan saya harus masuk kerja!" tandas Juna

Rosi membereskan mejanya, ia teringat kejadian di hotel kemarin, ia melihat tidak ada niat buruk dihati David kepadanya. Kemudian,

"Ayo.."

Juna terbelalak seakan tak percaya, dalam hatinya sangat senang akhirnya Rosi ingin menemaninya, ia berusaha mengingatkan dirinya sendiri agar tidak mengungkit persoalan di hotel itu lagi.

Rosi mengabari sekretaris David bahwa ia akan berbelanja dengan temannya dan tidak perlu diantar. Sekretaris David setuju, disisi lain ia melihat Rosi masuk kemobil Juna dari jendela kantor disebrang cafe, dan menelfon seseorang.

David mengendarai mobil pelan menuju mall satu ke mall yang lain mencari jas yang serupa dengan jasnya namun tidak satupun mall tersebut menjual jas dengan model yang sama. Hingga akhirnya,

"Aku capek mas! Sini aku lihat jasmu!" kata Rosi tiba-tiba pada Juna, Rosi kemudian membawa jas Juna ke wc wanita. Juna terkejut dan ingin menghentikan Rosi tapi tidak bisa karena ia sudah terlanjur masuk ke wc wanita. Di dalam wc Rosi mengambil sabun cair cuci tangan dan mulai mencuci jas Juna di washtafel, lalu mengeringkannya, setelah 15 menit mengeringkannya Rosi keluar dan menyodorkan jas tersebut pada Juna.

"Ini mas"

"Bagaimana kamu?" Juna keheranan sembari mendapati jasnya bersih dari noda Jus

Rosi tersenyum lalu, berjalan melewati Juna, melihat itu Juna mengikui Rosi, kemudian Rosi termenung diatas eskalator melihat pada Timezone arena bermain anak-anak. Juna melihatnya juga. Lalu Rosi berkata "Dulu sewaktu aku kecil, ibu sering mengajak aku bermain di Timezone itu, sembari membawa permen lollipop. Aku kangen ibu" Rosi terisak, Juna mengulurkan tissue dari kantong celananya lalu Rosipun mengelap air mata kerinduan yang menetes disudut bulu mata lentiknya.

"Kamu tunggu disini ya" Kata Juna, Rosi bertanya tapi Juna segera pergi, Rosi duduk di kursi tak jauh dari Timezone tersebut. Beberapa saat kemudian Juna menghampirinya dengan 2 tangan permen lolipop besar ditangan 🍭 menyodorkannya pada Rosi. Rosi memandang haru pemberian Juna, ia sangat peka untuk ukuran pria good looking dalam hati Rosi. Kemudian Juna mengajak Rosi masuk ke Timezone, membeli tiket kemudian Juna mengajak Rosi main di arena boneka capit. Rosi melihat sembari menggigit loliponya,

"Rosi kamu mau yang mana?"

seakan sudah tidak canggung lagi, Rosi menunjuk kearah boneka yang lumayan besar,

"Yang itu mau juga gak?" tanya Juna sembari menunjuk boneka pink lucu. Rosi mengangguk, lalu Juna terlihat fokus menngarahkan capit diatas boneka dengan susah payah percobaan pertama daaannnn,

happ!!, boneka pertama didapatkan Juna, Rosi kegirangan, dan mengambil boneka dari kotak keluar mesin capit.

"Alhamdulillah" seru Rosi, Juna tersenyum lalu kembali mencapit boneka, dan kembali dapat. Rosi mengumpulkan boneka itu didekat kakinya. Berkali-kali Juna berhasil mencapit boneka hingga terkumpul 40 boneka dari 6 mesin yang berbeda-beda, mereka ditonton oleh orang yang keheranan melihat keberuntungan Juna. Rosi sangat senang, dalam hidupnya belum pernah sekalipun bisa mencapit satu boneka, sementara Juna berhasil setiap kali mencapit boneka.

"Ayo kita pulang?"

"Tapi kartu kita belum habis mas?"

"Tidak apa-apa, nanti bangkrut Timezone ini" sahut Juna

"Hahhaha" tawa Rosi, Juna melihat kebahagiaan Rosi ikut tersenyum.

"Mas hebat sekali??!! Apa rahasianya?"

"Keberuntungan" sahut Juna

"Wahh oke-oke" Mereka lalu pulang membawa 5 plastik besar boneka, Juna kemudian mengantar Rosi ke depan perusahaan David beserta boneka yang ia menangkan, jam menunjukkan pukul 1:50.

"Mas boneka ini semua untukku?"

"Iya Rosi jaga ya" kata Juna. Ia lalu berpamitan untuk kembali bekerja. Rosi melihat mobil Juna dari kejauhan hilang dipandangan.

Rosi kembali ke ruang kantornya, beberapa karyawan melihat kebersamaan Rosi dari dinding kaca perusahaan menyibukkan diri mereka seolah takut ketahuan sang bos. Rosi bekerja dengan bersemangat, serta menyelesaikan rapat dengan baik. Senyum selalu menghiasi wajahnya hari itu. Sekretaris David diam-diam memotret Rosi sewaktu rapat.

Juna pun begitu, ia kembali ke perusahaannya dengan senyum lebar diwajahnya.

"Terimakasih bang idenya" seru Juna pada abangnya, ternyata usulan mendekati Rosi dengan ketumpahan jus alpokat merupakan ide abang Juna.

"Tapi kamu harus mulai masuk kerja besok ya?" sahut abang Juna sembari terus mengetik sesuatu di laptopnya.

"Abang mau apa nih? aku makasih banget udah dibantuin"

"Ya itu, kamu masuk kerja"

"Itu aja??"

"Iyaa"

"Aduh aku beruntung banget punya abang" Juna menepuk-nepuk pundak abangnya senang. Ia menuju dispenser sembari meletakan gelas plastik berisi bubuk kopi instant kesukaannya.

"Bikin 2 dong?" seru abang Juna sembari melirik kearah Juna,

"Oke-oke" Juna mengambil, gelas plastik sekali pakai dan menuangkan kembali kopi sachet didalamnya, mengaduk kedua kopi itu lalu memberikan satu kopi ke abangnya.

"Nih.."

"Wee makasih" abang Juna menyeruput kopi tersebut sembari menyelesaikan ketikannya dengan save as,

"Alhamdulillah beres"

"Mantapp" kata Juna sembari menyeruput kopinya

"Bang kapan kita ngunjungi mama?"

"Kamu aja, abang belum selesai pekerjaan"

"Rencana sih seminggu lagi aku mau ke Amerika buat ngunjungi mama"

"Titip salam ya"

"Ahh kau ikut juga lah, udah kangen mama sama kamu bang!"

"Lihat jadwal dulu ya dek, aku juga pengen tapi ini kerjaan siapa yang mau ngerjain??! Papa udah pergi"

Juna termenung, lalu melihat kearah luar perusahaan, pandangannya kembali ke masa-masa dimana ia dan papanya mengalami kecelakaan, namun ia selamat, nahas papanya meninggal. Ia sangat sedih dan menitikkan air mata, ia tidak mau abangnya melihat kesedihannya lalu menyeka air mata dengan lengan bajunya.

(BERSAMBUNG)

1
Rika Hari
mana lagi lanjutan nya Thor😔🤔🤔
Rika Hari
susah bacanya k lau seperti ini nggak ngerti Aq d buat nya🤔🤔🤔
Fenda Sekewael
kejebak lagi kan, sulit dimengerti 😁
Fenda Sekewael
dirimu yg salah, didekatin ia aja jalan terus
Fenda Sekewael
nitip jejak
Hermina Sambo
lanjutannya mana thor??
Flapiana Rani Sintia
Menunggu lajutanya🥳🥳🥳 semangatt ya
Ika Novitasari
lanjut lg
Flapiana Rani Sintia
Lanjud kak
Flapiana Rani Sintia
Di tgu lanjutan nya🥳🥳
Flapiana Rani Sintia
Kenapa belum lanjud kak?
zellin
bgus crtax
zellin
mkin bgus,bikin nagih bacax
shofia
makax jg jarak rosi
zellin
sangat bagus ceritax,gratis lgi ngalk kayak novel2 lainx,lgi enak2 baca krn ktx gratis,ujung2 hrs bli koin,malasss,noveltoon mmg mantul.
zellin
sangat bagus,bikin nagih bacax.
Ika Novitasari
akhirnya diterima juga😘😘
Flapiana Rani Sintia
🥳🥳🥳
Kurnia Wati
sedih bgt ceritanya segitu doang
Flapiana Rani Sintia
Lanjud kan akirnya davit pelukkk😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!