NovelToon NovelToon
CINTA CEO TAMPAN

CINTA CEO TAMPAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:398.6k
Nilai: 5
Nama Author: israningsa 08.

"Kenalkan dia pacarku!"
Tasya menghadiri pesta pernikahan temannya, dia tidak tau jika kedatangannya kepesta tersebut hanya untuk di permalukan oleh sang mempelai wanita yang tak lain orang yang mengundangnya.

Saat pesta itu berlangsung, tiba-tiba ada seorang pria tak di kenal menarik tangannya, pria kaya yang tampan membawanya kehadapan pasangan pengantin baru.

Dan yang lebih mengejutkan lagi, dia di Perkenalkan sebagai pasangan pria tidak di kenal tadi.

Bagaimana kelanjutannya? silahkan baca yah...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon israningsa 08., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Karena Lapar!

Rendi terus memperhatikan wajah Tasya, dia mulai terhanyut hingga kefokusannya terpecah menjadi dua antara jalan dan wanita yang kini menikmati terpaan angin.

"Tidurlah kalau kau mau, aku akan membangunkanmu kalau sudah sampai rumah!" ujar Rendi.

"Aku bahkan rela di jadikan supirmu Sya! Aku ingin menjadi kursi yang kau sandarkan itu, aku ingin jadi angin yang menghembus kewajahmu!" ucapnya dalam hati yang sulit di ungkapkan dengan mulut.

Hmph... Tasya mendengus memegangi perutnya, "Aku lapar, bagaimana bisa aku tidur!" keluhnya membuka mata

"Baiklah... Aku tau restoran yang makanannya super duper enak, aku akan membawamu kesana, aku jamin kau pasti suk.... "

"Stopp!!!" Tasya menghentikan ucapan Rendi, saat ia menoleh keluar ke pinggiran jalan

"Rend! Di sana ada warung... Kita makan di sana saja!" katanya, "Apa? Warung? Tidak-tidak... Makanannya tidak steril Sya... Lebih baik kita kerestoran yang ku maksud!" Seka Rendi menolak keras

"Aku sudah biasa makan di warung, dan buktinya aku masih hidup sehat dan bernafas sampai sekarang! Kamu berhentilah... Biar aku sendiri yang makan kalau kau tidak mau!"

Tasya bersikeras, dia kesal karena ucapannya, Rendi tak punya pilihan selain menurut, dia berbelok masuk keparkiran warung.

Dengan antusias tanpa mengucapkan apapun padanya Tasya turun dari mobil berjalan ke arah penjualnya, "Mbak! Pangsit baksonya satu porsi yah... " ucap Tasya memesan di iyakan oleh penjual.

Dia duduk di salah satu meja, tanpa di duga Rendi datang dengan mimik wajah jijik berjalan menghampiri Tasya.

"Kenapa kau kesini? Bukannya tadi kau bilang tidak mau?" Decaknya, Mula-mula Rendi menatap datang ke arah Tasya, ia kemudian mengambil tissue di atas meja, mengelap tempat duduk yang ada di samping Tasya.

Saat merasa tempat duduk tersebut sudah agak bersih, barulah Rendi duduk dengan menyilangkan kedua tangannya bersikap angkuh.

"Aku kesini mau melihatmu makan, siapa tau nanti kau sakit perut jadi aku bisa langsung membawamu ke rumah sakit!" jawabnya.

"Ku fikir kau juga tertarik untuk makan makanan warung, rasanya tidak kalah enak sama makanan restoran!" terang Tasya, seolah dia ingin membuat Rendi memesan juga.

Beberapa menit berlalu pangsit bakso yang di pesannya tadi akhirnya datang, Tasya begitu girang melihatnya bahkan sesekali meneguk ludahnya sendiri.

Dia segera menuangkan saos, kecap, dan jeruk nipis sebagai penambah rasa, mengaduk-aduk pangsit tersebut agar tercampur rata.

Rendi yang melihatnya beranggapan makanan di hadapan Tasya sungguh tidak enak, apalagi ketika Tasya mengaduknya ia malah bergidik jijik.

"Rend! Kau yakin tidak ingin mencobanya, ini enak loh.... " bujuk Tasya di gelengkan dengan kuat olehnya.

Dengan garpu Tasya mulai mengambil pangsitnya, dalam suapan besar dia memasukkannya kedalam mulut, begitu nikmat rasanya, kenyal-kenyal manis gurih dan rasa jeruk nipis bercampur menjadi satu di dalam mulutnya.

"Mmk... Ini benar-benar lezat!!" Mulutnya penuh tapi dia tetap bicara, Rendi mengerutkan matanya memandangi cara makan Tasya.

"Apa seenak itu Sya?" tanyanya penasaran, "Hm... Kau mau coba? Ini.... " Tasya mengangguk terlihat meyakinkan, dia menyodorkan mangkok pangsitnya ke hadapan Rendi berharap pria tersebut merasa tertarik.

"Kamu tidak bohong kan?" Rendi masih tidak yakin, " Iya... Coba saja dulu!" bujuknya.

Perlahan-lahan Rendi mengambil garpu yang di pakai Tasya tadi, "Ehh tunggu, itu garpu bekasku! Lebih baik aku mengambilkanmu yang baru!" Tasya hendak berdiri, "Tidak usah! Aku pakai bekasmu saja!" dia menyeka, mulai memegang garpu, memutar-mutar agar pangsitnya tergulung kegarpu tersebut agar makan tidak berantakan.

Dia memasukkannya ke dalam mulut, mengunyah dengan keraguan hingga dia merasakan makanan ini memang berbeda, makanan dengan rasa yang tidak pernah ia rasakan, padahal sebelumnya dia pernah makan pangsit di rumahnya.

"Bagaimana? Bagaimana? Enak tidak?" Tanya Tasya berharap.

"Ehhem... Lumayan!" Rendi makan seperti bayi, dia mulai menyukai tekstur makanan tersebut.

"Kalau begitu, kau pesan saja! Kembalikan punyaku!" Tasya ingin menarik mangkok pangsit di hadapan Rendi, tapi Rendi sendiri malah menghalangi, "Ini untukku, kau pesan lagi kalau mau!"

Tasya melongo, ia menggertakkan giginya sebal, "Apa? Itu milikku, aku memesannya bukan kau, kalau kau mau, kau yang harusnya pesan!"

"Siapa suruh kau berikan ini padaku!" Katanya merasa tak bersalah, "Aku menyuruhmu mencobanya, bukan memberikannya padamu!" kesal Tasya memberikan tatapan tajam padanya.

"Sya... Kau pesanlah lagi, aku terlanjur menyukai yang ini!" katanya dengan mata berbinar.

"Huh! Kau... Mbak... Pesan pangsit baksonya satu porsi lagi!" teriak Tasya dengan sangat keras tak perduli jika ada beberapa pelanggan terkejut karena suaranya.

Selagi menunggu, Tasya menyenderkan dagunya ke telapak tangan, tangan yang satunya mengetuk-ngetuk meja seraya terus memandangi Rendi yang menikmati pangsitnya dengan sesekali tersenyum.

Saat pangsit yang baru di pesan Tasya sudah di antarkan ke hadapannya, Tasya buru-buru menuang kecap, saos dan memeras jeruk nipis kedalam mangkok pangsit tersebut.

Dengan kesal ia mengaduk-aduk pangsit tersebut sebagai pelampiasan amarahnya karena Rendi.

Rendi hanya tertawa kecil dengan tingkah Tasya yang seperti itu, dia sangat menikmatinya.

Mereka berdua fokus makan, dan pada akhirnya Tasya lebih dulu menghabiskan pangsit tersebut daripada Rendi, Tasya sangat lapar hingga tanpa sadar dia cepat menghabiskannya.

Mangkok Tasya Sudah sangat bersih, Tapi Rendi masih menyisakan beberapa sendok, terlihat dia mengambil tissue lalu mengelap mulutnya, "Kenapa tidak di habiskan?" Tanya Tasya.

"Aku sudah Kenyang!" jawab Rendi di sela usapan tissue di mulutnya, "Ehh tidak baik menyisakan makanan, kau tidak tau ada banyak di luaran sana yang tidak bisa makan seperti kita, tapi kau malah membuang-buang makanan! Kau ini.... " omelnya.

Rendi seketika kembali menyendok pangsit tersebut, "Iya... Aku akan menghabiskannya!" Barulah dia menghabiskan pangsit tersebut, padahal perutnya sudah sangat penuh bahkan Ia sedikit mual sekarang.

"Bagus!" Tasya memberikan dua jempol untuknya, "Lihatlah... Sudah tidak ada yang tersisa!" ucap Rendi memperlihatkan piringnya yang di balas senyum lebar oleh Tasya.

"Rend, aku ingin mengatakan sesuatu sama kamu!" Kata Tasya, "Apa itu? Kau ingin menembakku?" Jawabnya.

"Ehh bukan itu! Aku ingin berterimakasih sama kamu, kamu sudah melakukan banyak hal untukku, mulai dari membiarkanku tinggal di rumahmu, makan, mengantar dan menjemputku! Pokoknya aku sangat-sangat berterimakasih...." ungkap Tasya

.

"Hn... Sama-sama!" jawabnya biasa saja.

Rendi merasa tidak enak badan, pangsit yang baru saja dia makan terasa ingin keluar, "Sya berikan aku gelasmu!" pintanya menunjuk gelas bekas Tasya.

"Itu ada banyak gelas di sampingmu! Kenapa kau meminta yang ini?" Serkahnya heran.

"Berikan saja!" Tasya memberikan gelas bekasnya tadi ke Rendi, tampak Rendi menuangkan air lalu meminumnya.

"Itu... Bukankah sama halnya dengan ciuman tak langsung?" Batinnya bertanya-tanya.

Seketika kedua wajah Tasya memanas, kupingnya pun demikian, dia ikut tertegun saat jakun Rendi terlihat naik turun saat tegukan air masuk ketenggorokannya.

1
Iiq Rahmawaty
mangkanya andri.. lbih baik berteman sajakn dripda hrus nembak mnembak dan pda akhirnya kau ditolak trua skrg mlah jd menjauh kan
Iiq Rahmawaty
🤣🤣🤣🤣🤣
Iiq Rahmawaty
nyerocos bae lu ah rend..
di awal mh sikap lu jutek bnget sumpah ehh skrg cereewett minta ampun🤣🤣🤣
Iiq Rahmawaty
siapa ya orgtua tasya???
kn ktanya lg pda jd TKI ga pulg2
Iiq Rahmawaty
et alah tasya🤣🤣🤣🤣
Iiq Rahmawaty
ah ganggu aja org lg mkn juga🤣🤣🤣🤣
Iiq Rahmawaty
high heels.. bukan ngitu tulisan nya thor ??
Alya Yuni
Tasya kau jngn bodoh
orng tua Rendi trllu egois
Aqiyu
mereka kakak beradik????
Aqiyu
terserah Rama kamu mau apakan Nadya aq sih ikhas 😁
Aqiyu
Tasya orang yang baik
Aqiyu
jangan bilang keguguran
Aqiyu
Rama Rama....
Aqiyu
Rama gila loe
Aqiyu
Nadya hamil ga mau dekat-dekat dengan Rama
Aqiyu
bener tuhhh ...
Rama belum kenal betul sifat dan kelakuan Nadya
Aqiyu
gara-gara Nadya prsahabatan jadi rusak
Aqiyu
Nadya kamu tuh bekas Rendy ga akan memungut barang bekas
Aqiyu
Rendy bener tuh hubungan dah hancur karena Nadya malah lari kerumah mantan gaimana ga tambah hancur tuh.
Leon aneh.....
Aqiyu
Rendy modus.ada yach tugas sekertaris harus mau di peluk-peluk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!