NovelToon NovelToon
IT'S MY DEVIAN

IT'S MY DEVIAN

Status: tamat
Genre:Badboy / Penyesalan Suami / Menikah dengan Musuhku / Tamat
Popularitas:46.1k
Nilai: 5
Nama Author: farldetenc

Karena memaksakan pernikahan dengan lelaki kejam, agar pernikahan sahabat nya tidak hancur.

Karin malah mendapat siksaan fisik dan batin.


Mampukah KARIN merubah sikap Kejam DEVIAN?

Atau KARIN akan menyerah?


P.S: Novel kedua dari series DRIVING ME CONFUSED

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farldetenc, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keputusasaan Mia

PERUSAHAAN DV

Devian memasuki perusahaan dengan wajah murka, bahkan karyawan yang melihat takut untuk menyapa-nya.

"Tuan!" seorang gadis berlari mengejar Devian. Sekretaris Juna yang melihat sesuatu akan terjadi hanya bisa menghela nafas kasar.

" Tunggu, tuan!" Dengan berani nya gadis itu memeluk Devian dari belakang.

" Wow!"

" Berani sekali dia."

" Bukankah dia pernah diusir dari sini?"

Karyawan pada berbisik lirih melihat kejadian mencengangkan tersebut. Sedangkan sekretaris Juna mulai sedikit menjauh agar tidak terkena amukan bos-nya.

" Lepas!" tidak sadar diri si perempuan malah memeluk dengan erat.

Devian yang sudah habis kesabaran, memelintir tangan perempuan tidak tau malu tersebut lalu mendorong kuat hingga terjerembap ke lantai.

Aww!

Beberapa Karyawan perempuan sampai meringis melihat kejadian itu.

" Hiks! Tuan, kenapa mendorong Mia?" Ya. perempuan tidak tau malu adalah Mia.

" Lo pikir sendiri." Melihat Devian yang kembali melangkahkan kaki, Mia dengan lancang berteriak.

" Mia minta putuskan pacar tuan!" Devian mengernyitkan dahi tanda tidak menyukai perkataan Mia, " Pacar tuan tidak lebih baik dari saya!"

" Siapa Lo yang bisa menilai orang baik atau tidaknya?" Devian sebenarnya malas meladeni manusia pembuat onar, tetapi dia butuh pelampiasan amarah saat ini.

" Sa--- saya,"

" Kalau Lo dengan seenaknya menilai orang. Maka, gue menilai Lo perempuan murahan!" Devian tersenyum sinis melihat Mia yang tidak terima dikatakan murahan, " Gue bahkan jijik didekati oleh, Lo! Dan harusnya Lo mikir, untung istri gue menolong ibu Lo dari kecelakaan itu. Tapi, kalian tidak ada yang berterima kasih dengannya."

" Istri?" beo Mia terkejut.

" Ya! Dia istri bukan pacar gue!" jelas Devian.

Sekretaris Juna lumayan terkejut melihat tuan-nya mengakui nyonya Karin di depan umum, tapi lebih terkejut dengan pembelaan Devian untuk istrinya.

Mia sadar dirinya sudah terlalu jauh melangkah, dia juga sadar sedang dipermalukan oleh lelaki yang dia pikir bisa merubah kehidupan-nya. Dengan kepala menunduk, Mia melangkah keluar dari perusahaan tanpa peduli hinaan-hinaan yang tertuju untuk dirinya.

" Kembali bekerja sekarang!" perintah sekretaris Juna sebelum menaiki lift bersama tuannya.

...----------------...

PLAK!

PLAK!

" Dasar anak tidak tau diri! Mendekati lelaki saja tidak bisa!"

" Perempuan murahan, miskin dan tidak tau diri, ya?" tanya- nya sambil terkekeh sinis, " Apa ibu juga mendapat panggilan seperti itu?" tambah-nya.

" Kau!" Mia menahan tangan ibunya yang hendak menampar.

" Cukup ibu ngurusin hidup, Mia! Yang ibu katakan baik untuk Mia belum tentu membuat Mia nyaman ibu! Mia juga tau, ibu hanya peduli pada uang!" teriak Mia histeris. " Mia tau ibu tidak benar-benar peduli pada Mia."

" Tapi, bisakah Mia minta pelukan yang benar-benar tulus untuk terakhir kalinya pada, ibu?"

" Dasar anak durhaka! Berani membentak ibu, huh!" balasnya tidak terima, " Kau bertindak seolah-olah aku ibu yang tidak baik! Kau pikir manusia berotak suci itu ada , huh? Tidak mau menjadi wanita panggilan, berpikiran mendapatkan pekerjaan kecil sudah cukup. Dengar ya, mau kau jadi murahan atau wanita sok suci pun tetap mendapatkan hinaan. Karena apa? Karena kita ini miskin! Kita dijadikan sasaran hinaan. jadi, kenapa kau harus peduli pada hal yang menurut orang tidak baik, huh?!"

" Ta--tapi setidaknya hinaan mereka tidak seburuk ketika kita memilih jalan yang salah ibu."

" Diamlah! Ibu lebih tau apa yang terbaik! Pergilah ke kamar, ibu muak melihat anak yang tidak mengerti tujuan ibu!" Mia menatap nanar ibunya, merasa sia-sia menjelaskan fakta tentang tuan Devian. pada akhirnya, ibunya tetap memilih jalan yang menurut dirinya baik.

Tak mendengarkan perintah ibunya untuk masuk ke kamar, Mia malah pergi ke suatu tempat.

......................

Karin mengamuk karena tidurnya terganggu oleh manusia gila yang berteriak di sore hari.

" Woi makhlus halus! Ngapain Lo disini?"

" Saya ingin berbicara dengan anda." Karin merasa heran dengan perubahan sikap yang ditampilkan oleh perempuan di depannya ini.

" Kenapa Lo? "

" Ayo berbicara di cafe dekat sini." rasa penasaran Karin membuat dirinya pasrah saja dibawa kemana. Bahkan penjaga pagar yang ingin berkata tidak boleh saja, dilarang Karin dengan tatapan mata melotot.

CAFE Y

" Cepat katakan!" geram Karin karena setelah memesan minuman tidak ada tanda-tanda pembicaraan akan di mulai.

" Maaf!"

" Huh?" cengo Karin.

" Mia minta maaf. Mia sudah berniat menggoda suami anda juga ibu saya yang menjelekkan dan menilai anda bukan wanita baik-baik. Mia sungguh minta maaf atas perlakuan buruk ibu pada anda."

" Ya! Jangan nangis dong! Kan, orang pada ngelihat kesini!" Karin panik sendiri. " Ehem! Gue juga ngak ada dendam sama Lo! Soalnya masalah hidup gue juga udah banyak jadi malas ngeladeni orang seperti Lo! Tapi, Karena Lo udah minta maaf. Gue sebagai wanita pemaaf dan tidak sombong akan memaafkan Lo."

" Mia senang mendengarnya. terimakasih sudah meluangkan waktu." Mia meninggalkan Karin begitu saja.

" Harusnya aku yang pergi duluan, kan? biar kelihatan keren. kenapa jadi dia?" Karin menatap kepergian Mia, merasa bosan dia pun ikut meninggalkan Cafe Y setelah melakukan pembayaran.

Di perjalanan pulang, Karin kembali melihat Mia sedang berdiri di tepi jalan dengan tatapan kosong. Entah kenapa jiwa baik-nya keluar begitu saja. Berniat menghampiri gadis yang dulu pernah menjambak rambutnya. Walaupun sudah memaafkan, Karin tetap mengingat adegan itu.

" Mi---, Woi Mia !" Teriak panik Karin melihat bus sedang kencang di jalan yang akan dilalui Mia.

" Awas bodoh! Mia!" Seakan tuli, Mia tetap menuju ke tengah jalan.

" Jangan bilang dia mau bunuh diri! Aduh nambah kerjaan malaikat maut saja." ocehan Karin sambil berlari mencegah Mia .

Entah kebetulan darimana, Devian yang baru saja pulang kantor melihat Karin berlari ikut berhenti lalu mengejar Karin.

" Mia awas!"

BRAK!

BUK!

Karin hampir menarik tangan Mia tetapi Devian dengan cepat menarik Karin ke tepi jalan.

" Lo bodoh apa tolol, huh!" bentak Devian.

" Lo gak ngelihat dia bunuh diri!"

" Biarin dia nentuin jalan hidupnya! Lo gak usah sok jadi penolong." bukannya melihat keadaan yang ditabrak, kedua pasutri aneh ini malah berkelahi di tepi jalan.

" Kalau bukan di depan mata gue. Gue juga gak bakalan menolong, bodoh!" Devian hendak membalas perkataan Karin, tetapi Karin sudah berlari menuju Mia yang dikelilingi orang-orang.

" Minggir!"

" Mia! Panggil ambulance cepat!" teriak Karin melihat Mia tergeletak bersimbah darah tetapi tidak ada tindakan yang dilakukan oleh orang-orang sekitar.

Seketika Karin mengingat permintaan maaf Mia juga tatapan putus asa nya. Jika tau begini, Karin pasti akan menggunakan tutur kata yang baik pada-nya.

Setelah ambulance tiba dan mulai menangani Mia. Devian menarik Karin dari kerumunan menuju mobilnya.

" Sekretaris Juna, jalankan mobilnya!" Juna sudah mengerti kemana tujuan bos-nya , tanpa perlu bertanya dia segera menjalankan mobil menuju rumah sakit tempat Mia berada.

Devian mengerti Karin syok dengan kejadian ini, meski tidak menangis dilihat dari tangan gemetarnya Devian merasakan kepanikan berlebihan Karin. Tidak perlu banyak kata, Devian menarik Karin kedalam pelukannya. Mengelus lembut punggung Karin bermaksud memberikan ketenangan dan rasa nyaman pada wanita di pelukannya.

1
Bundanya Pandu Pharamadina
Karin jangan mudah luluh, biar Devian dalam penyesalannya dalam kebucinan
Bundanya Pandu Pharamadina
baru sadar Devian
Bundanya Pandu Pharamadina
Devian nikmati penyesalan mu setelah Ayahnya tiada 😥, berdo'a lah Devian semoga Karin juga tidak meninggalkan kamu
Bundanya Pandu Pharamadina
Devian pasti nanti kamu menyesal melepaskan Karin
Bundanya Pandu Pharamadina
Karin... Devian harus ketok palu 🔨otaknya biar sadar 🤣🤣
Bundanya Pandu Pharamadina
Statement 🤔
Bundanya Pandu Pharamadina
Devian mudah terprovokasi dan akhirnya menyesal karena tidak percaya sama Karin, bodoh Devian bukannya menyelidiki dulu
Bundanya Pandu Pharamadina
waduh Karin, 😥, ibu tiri wanita licik👊
Bundanya Pandu Pharamadina
semoga Karin bisa menemukan benang kusutnya, biar Devian sadar bahwa Karin peduli padanya(Devian)
Bundanya Pandu Pharamadina
Devian lambat geraknya, keduluan Karin dalam bertindak
Bundanya Pandu Pharamadina
akhirnya terungkap bos besar nya siapa.
Bundanya Pandu Pharamadina
apakah Alex sebenarnya Bos Black nya
Bundanya Pandu Pharamadina
mungkinkah Devian punya maksud terhadap Mia, biar Mia kapok atau apalah.... cuma caranya pelan-pelan
Bundanya Pandu Pharamadina
berani sama Karin.. si Mia ulat bulu harusnya di beri sianida biar kapok
Bundanya Pandu Pharamadina
Karin pintar juga merayu preman🤣🤣
Bundanya Pandu Pharamadina
Devian tega awas nanti kena batunya
Bundanya Pandu Pharamadina
Karin mirip ibunya Devian, mungkin kah Karin masih saudara ibunya Devian, atau kah. .
🤔🤔
Bundanya Pandu Pharamadina
Karin... Davin cinta sama Karin tapi gengsinya
Bundanya Pandu Pharamadina
di tolong malah bikin kesel yg nolong, bu ibu
Bundanya Pandu Pharamadina
menunggu Devin Karin bucin❤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!